Surat Yunus ayat 79
Maka dikirimlah beberapa orang untuk mencari tukang sihir yang ada di berbagai kota di Mesir dengan beragam tingkatan mereka.
wa qāla fir‘aunu'tūnī bikulli sāḥirin ‘alīm
Dan Fir'aun berkata (kepada pemuka kaumnya), "Datangkanlah kepadaku semua pesihir yang ulung!"
Maka dikirimlah beberapa orang untuk mencari tukang sihir yang ada di berbagai kota di Mesir dengan beragam tingkatan mereka.
79-80. Setelah Fir'aun melihat mukjizat dari tongkat dan tangan Musa, dia meminta untuk mengumpulkan para tukang sihir yang mahir. Kemudian mereka memenuhinya dan menghadiri hari yang disepakati Musa dan para pengikut Fir'aun.
Setelah para tukang sihir memberi pilihan kepada Musa siapa yang akan memulai, Musa berkata kepada mereka: “Lemparlah terlebih dahulu tongkat dan tali yang akan kalian lempar.”
Fir'aun dan kaumnya telah menganggap Mûsâ dan Hârûn sebagai dua orang ahli sihir, bukan sebagai rasul.
Maka, Fir'aun pun kemudian mengerahkan orang-orangnya untuk mendatangkan siapa saja di antara rakyatnya yang mempunyai keahlian dalam ilmu sihir.
Fir'aun berkata kepada kaumnya, "Datangkanlah kepadaku semua penyihir yang mahir dan berpengalaman!"
Fir'aun berkata kepada kaumnya, "Datangkanlah kepadaku semua penyihir yang mahir dan berpengalaman!"
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Fir'aun berkata, "Datangkanlah kepadaku semua ahli sihir yang pandai."
Fir'aun berkata, "Datangkanlah kepadaku semua ahli sihir yang pandai."
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
79 Fir'aun berkata kepada pemuka kaumnya: “Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!”
Untuk menunjukkan bahwa yang dibawa Musa itu adalah benar-benar sihir.
وَقَالَ فِرْعَوْنُ "Fir'aun berkata (kepada pemuka kaumnya)", sebagai bentuk penentangan kepada kebenaran yang dibawa oleh Musa dan menunjukkan kekuatannya di depan kaum dan pengikutnya,
1. ائْتُونِي بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ
Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai. Yakni ahli dan mumpuni dalam urusan sihir, maka Fir'aun meminta agar para penyihir yang mahir dalam berbagai jenis dan bentuknya dihadirkan dari seluruh penjuru Mesir.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Allah SWT menceritakan kisah ahli-ahli sihir bersama Musa AS dalam surat Al-A'raf yang telah disebutkan jauh sebelum ini, demikian pula dalam surat ini, surat Thaha, dan surat Asy-Syu'ara.
Demikian itu karena Fir'aun, la'natullah, bermaksud membuat orang-orang kagum dengan kekuasaannya dan sekaligus menentang apa yang disampaikan oleh Nabi Musa AS, yakni kebenaran yang jelas yang disampaikannya. Untuk itu, ia melawannya dengan tipu muslihat yang biasa digunakan oleh tukang-tukang sihir; tetapi kenyataannya berbalik menjadi senjata makan tuan, dan apa yang dimaksudnya itu tidak berhasil secara total. Yang menang justru bukti-bukti dari Tuhan. Peristiwa ini terjadi di mata khalayak ramai dalam suatu pertandingan yang disaksikan oleh seluruh penduduk negeri.
{فَاُلْقِيَ السَّحَرَةُ سٰجِدِيْنَ قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ رَبِّ مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ}
{#Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (yaitu) Tuhan Musa dan Harun."#} (Asy-Syu'ara, [26:46]-[26:48])
Pada mulanya Fir'aun menduga bahwa dia akan beroleh kemenangan atas Musa AS -utusan Allah- dengan bantuan para ahli sihir. Tetapi akhirnya ia kecewa dan merugi, dia tidak dapat masuk surga dan wajib masuk neraka.
{وَقَالَ فِرْعَوْنُ ائْتُوْنِيْ بِكُلِّ سٰحِرٍ عَلِيْمٍ فَلَمَّا جَاۤءَ السَّحَرَةُ قَالَ لَهُمْ مُّوْسٰٓى اَلْقُوْا مَآ اَنْتُمْ مُّلْقُوْنَ}
{#Fir'aun berkata (kepada pemuka-pemuka kaumnya), "Datangkanlah kepadaku semua ahli sihir yang pandai!" Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada merelai. "Lemparkanlah apa yang hendak kalian lemparkan."#} (Yunus, [10:79]-[10:80])
Sesungguhnya Nabi Musa AS berkata demikian kepada mereka, karena ketika mereka telah berbaris, sedangkan mereka telah mendapat janji dari Fir'aun bahwa mereka akan menjadi orang-orang terdekat dengan Fir'aun dan akan beroleh pemberian yang berlimpah:
{قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِمَّآ اَنْ تُلْقِيَ وَاِمَّآ اَنْ نَّكُوْنَ اَوَّلَ مَنْ اَلْقٰى. قَالَ بَلْ اَلْقُوْا}
{#Mereka berkata, "Hai Musa, (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah yang mula-mula melemparkan?" Berkata Musa, "Silakan kamu sekalian melemparkan."#} (Tha Ha, [20:65]-[20:66])
Musa bermaksud agar merekalah yang memulai dahulu, supaya orang-orang melihat apa yang mereka perbuat, kemudian dia akan datang dengan perkara yang hak sesudahnya untuk menghancurkan kebatilan mereka. Karena itulah setelah para ahli sihir itu melemparkan -sebelumnya mereka menyihir mata orang-orang yang ada- maka para ahli sihir itu membuat mereka yang hadir ketakutan; para ahli sihir telah mendatangkan sihir yang besar.
{فَاَوْجَسَ فِيْ نَفْسِهٖ خِيْفَةً مُّوْسٰى قُلْنَا لَا تَخَفْ اِنَّكَ اَنْتَ الْاَعْلٰى وَاَلْقِ مَا فِيْ يَمِيْنِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوْا اِنَّمَا صَنَعُوْا كَيْدُ سٰحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ السّٰحِرُ حَيْثُ اَتٰى}
{#Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berkata, "Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang.#} (Tha Ha, [20:67]-[20:69])
Maka pada saat itulah Musa berkata (yaitu sesudah mereka melemparkan):
{مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ اِنَّ اللّٰهَ سَيُبْطِلُهٗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِيْنَ وَيُحِقُّ اللّٰهُ الْحَقَّ بِكَلِمٰتِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَ}
{#Apa yang kalian lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).#} (Yunus, [10:81]-[10:82])
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ammar ibnul Haris, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman (yaitu Ad-Dusytuki), telah menceritakan kepada kami Abu Ja'far Ar-Razi, dari Lais (yaitu Ibnu Abu Sulaim) yang mengatakan bahwa telah sampai kepadanya suatu riwayat yang mengatakan bahwa ayat-ayat berikut ini merupakan penyembuh dan penawar bagi sihir dengan seizin Allah SWT Ayat-ayat tersebut dibacakan pada sebuah wadah yang berisikan air, kemudian airnya disiramkan ke atas kepala orang yang terkena sihir. Ayat itu adalah ayat yang ada di dalam surat Yunus, yaitu firman-Nya:
{فَلَمَّآ اَلْقَوْا قَالَ مُوْسٰى مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ اِنَّ اللّٰهَ سَيُبْطِلُهٗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِيْنَ وَيُحِقُّ اللّٰهُ الْحَقَّ بِكَلِمٰتِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَ}
{#Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata, "Apa yang kalian lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya." Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbual dosa tidak menyukai(nya).#} (Yunus, [10:81]-[10:82])
Dan ayat yang lainnya, yaitu:
{فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ}
{#Karena itu, nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan.#} (Al-A'raf, [7:118]), hingga beberapa ayat berikutnya.
{اِنَّمَا صَنَعُوْا كَيْدُ سٰحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ السّٰحِرُ حَيْثُ اَتٰى}
{#Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang.#} (Tha Ha, [20:69])
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ayat 79-82
Allah SWT menyebutkan kisah para tukang sihir bersama nabi Musa dalam surah Al-A'raf. Telah dijelaskan pembahasan hal itu pada surah tersebut. Demikian juga dalam surah ini, surah Thaha, dan surah Asy-Syu'ara. Demikian itu karena Fir'aun, (seb=moga Allah melaknatnya) bermaksud membuat orang-orang kagum dengan kekuasaannya dan menentang apa yang dibawa nabi Musa, yaitu kebenaran yang jelas dengn melawan tipu muslihat para tukang sihir; lalu kenyataannya berbalik, dan apa yang diinginkan itu tidak berhasil. dan yang berhasil adalah bukti-bukti Tuhan di depan umu (Dan ahli-ahli sihir itu serta merta menyungkurkan diri dengan bersujud (120) Mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam (121) (yaitu) Tuhan Musa dan Harun” (123)) (Surah Asy-Syu’ara’) Fir'aun menyangka bahwa dia akan menang dengan para tukang sihir atas utusan Tuhan yang Maha Mengetahui semua rahasia. Lalu dia kecewa dan merugi, tidak masuk surga dan harus masuk neraka (Fir’aun berkata (kepada pemuka-pemuka kaumnya), "Datangkanlah kepadaku semua ahli sihir yang pandai!" (79) Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada merelai.”Lemparkan!ah apa yang hendak kalian lemparkan" (80))
Sesungguhnya nabi Musa berkata demikian kepada mereka, karena ketika mereka telah berbaris, mendapat janji dari Fir’aun dengan menjadi orang-orang terdekat dan mendapat pemberian yang melimpah: (mereka berkata, "Hai Musa, (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah yang mula-mula melemparkan?” (65) Musa berkata, "Silahkan kamu sekalian melemparkan”) (Surah Thaha) nabi Musa Ingin agar mereka yang memulai, agar orang-orang melihat apa yang mereka perbuat, kemudian dia datang dengan kebenaran setelah itu untuk menghancurkan kebathilan mereka. Oleh karena itu setelah (para ahli sihir itu melemparkan, mereka menyihir mata orang-orang yang ada, maka para ahli sihir itu membuat mereka yang hadir ketakutan; para ahli sihir telah mendatangkan sihir yang besar (Surah Al-A’raf: 116) (Maka Musa merasa takut dalam hatinya (67) Kami berkata, "Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (68) Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang” (69)) (Surah Thaha)
Lalu saat itu nabi Musa berkata setelah mereka melemparkan: (Apa yang kalian lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan (81) Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya) (82))
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Fir'aun dan kaumnya telah menganggap Mûsâ dan Hârûn sebagai dua orang ahli sihir, bukan sebagai rasul. Maka, Fir'aun pun kemudian mengerahkan orang-orangnya untuk mendatangkan siapa saja di antara rakyatnya yang mempunyai keahlian dalam ilmu sihir.
Setelah pada ayat sebelumnya dijelaskan penolakan Fir'aun dan kaumnya terhadap dakwah Nabi Musa, lalu pada ayat ini dijelaskan tentang langkah yang diambil oleh Fir'aun untuk menantang Nabi Musa dan Fir'aun berkata kepada pemuka kaumnya, Datangkanlah kepadaku semua penyihir yang ulung untuk melawan Musa!
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Fir’aun mengatakan ini setelah menyaksikan mukjizat-mukjizat yang didatangkan Nabi Musa berupa tangan yang putih bersinar dan tongkat yang berubah bentuk, hal ini karena Fir’aun menganggap dua mukjizat ini adalah sihir. Dan bisa juga karena Fir’aun ingin menenangkan orang-orang dan ingin melawan mukjizat Nabi Musa dengan sihir, dan klenik serta ingin menakut-nakuti dan mengganggu Nabi Musa.
Dan Allah kemudian menyebutkan kekalahan tipu daya Fir’aun.
Fir’aun mengatakan ini setelah menyaksikan mukjizat-mukjizat yang didatangkan Nabi Musa berupa tangan yang putih bersinar dan tongkat yang berubah bentuk, hal ini karena Fir’aun menganggap dua mukjizat ini adalah sihir. Dan bisa juga karena Fir’aun ingin menenangkan orang-orang dan ingin melawan mukjizat Nabi Musa dengan sihir, dan klenik serta ingin menakut-nakuti dan mengganggu Nabi Musa.
Dan Allah kemudian menyebutkan kekalahan tipu daya Fir’aun.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.