Surat Yunus ayat 94: Apakah ia benar atau salah?
Yakni Ahli Kitab yang adil dan ulama yang dalam ilmunya. Sesungguhnya mereka akan mengakui kebenaran apa yang engkau beritakan dan sama dengan apa yang ada pada mereka. Jika ada yang mengatakan, “Mayoritas Ahli Kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani itu mendustakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahkan menentangnya serta menolak dakwahnya, namun mengapa Allah Ta’ala menyuruh rasul-Nya mengambil saksi dari mereka dan menjadikan persaksian mereka hujjah bagi apa yang Beliau bawa serta sebagai bukti terhadap kebenarannya? Ada beberapa jawaban terhadapnya:
Jawaban Pertama
- Persaksian apabila disandarkan kepada golongan tertentu atau pemeluk madzhab tertentu atau ke sebuah negeri, maka persaksian itu hanya tertuju kepada orang-orang yang adil dan jujur saja di antara mereka. Adapun selain mereka, maka tidak dipandang mskipun jumlahnya banyak. Hal itu karena persaksian dibangun atas dasar keadilan dan kejujuran, dan hal itu terbukti dengan banyaknya yang beriman dari kalangan ulama mereka, seperti Abdullah bin Salam, kawan-kawannya, Ka’ab Al Ahbar, dan beberapa orang lainya yang masuk Islam di zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam atau di zaman khalifah setelah Beliau .
Jawaban Kedua
- Persaksian Ahli Kitab terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdasar kepada kitab mereka, yaitu Taurat, di mana mereka menyandarkan kepadanya. Oleh karena itu, jika sudah ada dalam Taurat yang sesuai dengan Al Qur’an dan membenarkannya serta bersaksi terhadap kebenarannya. Jika ternyata mereka malah sepakat mengingkarinya, maka yang demikian tidaklah mencacatkan kerasulan Beliau.
Jawaban Ketiga
- Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan rasul-Nya mengambil saksi dari Ahli Kitab terhadap kebenaran yang Beliau bawa, dan menampakkannnya di hadapan semua saksi.
Jawaban Keempat
- Tidak semua Ahli Kitab menolak dakwah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bahkan banyak dari mereka yang menerima, tunduk mengikuti Beliau secara suka rela. Hal itu, karena ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diutus, mayoritas penduduk bumi yang beragama adalah Ahli Kitab. Tidak terlalu lama waktunya ternyata banyak yang masuk Islam seperti mayoritas penduduk Syam, Mesir, Irak dan Negara tetangganya yang menjadi pusat Ahli KItab, sehingga tidak tinggal selain para penguasa yang lebih mengutamakan kekuasaannya daripada kebenaran, dan orang-orang yang mengikuti mereka dari kalangan orang awam yang jahil (bodoh), serta orang yang beragama dengan agama mereka yang hanya tinggal namanya saja, tidak ada maknanya seperti orang-orang Eropa yang sesungguhnya mereka adalah orang-orang atheis, berlepas dari agama yang dibawa para rasul, di mana mereka hanya menisbatkan dirinya kepada agama Nasrani untuk melariskan kerajaan mereka, menyamarkan kebatilan mereka, sebagaimana hal itu diketahui oleh orang-orang yang meneliti keadaan mereka yang sesungguhnya.