Mizan (Timbangan) di Hari Kiamat
Ahlus Sunnah wal Jama'ah mengimani akan adanya mizan (timbangan) yang Allah akan hadirkan pada hari kiamat. Hanya saja terdapat khilaf diantara para ulama apakah mizan tersebut hanya satu atau banyak.
Banyaknya Mizan
Dzhahir ayat menunjukan bahwasanya mizan itu ada banyak karena datang dalam bentuk jamak (banyak). Hal ini dapat dijumpai dalam firman Allah yang lain:
وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ
“Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun yang dirugikan walaupun sedikit, sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.” (QS Al-Anbiya : 47)
Jenis-Jenis yang Ditimbang
Pada hari kiamat kelak akan ada tiga perkara yang ditimbang yaitu:
- Amalan shalih
- Pemilik amalan shalih itu sendiri
- Buku catatan amalannya
Amalan Shalih
Tentang amalan shalih maka ada banyak dalil yang menunjukkan akan ditimbangnya hal tersebut, seperti hadits Nabi:
اَلطُّهُوْرُ شَطْرُ الإِيْـمَـانِ ، وَالْـحَمْدُ لِله تَـمْلَأُ الْـمِيْزَانَ
“Bersuci adalah sebagian dari iman, kalimat alhamdulillah (segala puji bagi Allah) memenuhi timbangan.” (HR Muslim no. 223)
Nabi juga bersabda:
مَا مِنْ شَىْءٍ أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ
“Tidak ada suatu yang lebih berat di timbangan daripada akhlak mulia.” (HR Abu Daud no. 4799)
Pemilik Amalan Shalih
Yang kedua yang akan ditimbang adalah pemilik amalan shalih itu. Sebagaimana yang terdapat dalam sebuah hadits tentang sahabat yang memiliki betis yang kurus.
Catatan Amalan
Yang ketiga yang akan ditimbang adalah catatan amalnya. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang masyhur yang dikenal dengan nama hadits bithaqah tentang kisah pelaku maksiat yang meninggal dalam keadaan bertauhid kemudian dimaafkan dosa-dosanya.
Sifat Mizan
Mizan (timbangan) yang dimiliki oleh Allah memiliki dua sifat yaitu adil dan detail. Sebagaimana dalam firman Allah:
وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ
“Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun yang dirugikan walaupun sedikit, sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.” (QS Al-Anbiya : 47)
Dalam surat Luqman, Allah berfirman tentang perkataan Luqman kepada anaknya:
يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
“(Lukman berkata), ‘Wahai anakku! Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS Luqman : 16)