Makna kata
(ٱلرَّوۡعُ) ar-rau’u : Rasa cemas dan takut.
(ٱلۡبُشۡرَىٰ) al-busyraa : kabar yang mengembirakan dan menyenangkan.
(يُجَٰدِلُنَا) yujaadilunaa : mendebat Kami.
(فِي قَوۡمِ لُوطٍ) fii qaumi luuth : perkara penghancuran kaum Luth. Luth—rasul Allah—bin Haran anak paman Ibrahim.
Makna ayat
Ayat-ayat ini masih mengkisahkan tentang kabar gembira Ibrahim, Allah berfirman (فَلَمَّا ذَهَبَ عَنۡ إِبۡرَٰهِيمَ ٱلرَّوۡعُ) “Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim” takut dan khawatir kepada malaikat. (وَجَآءَتۡهُ ٱلۡبُشۡرَىٰ) Berita gembira dengan seorang anak dan kehancuran kaum Luth, mulai mendebat para malaikat dalam perkara kaum Luth, karena diantara mereka ada orang-orang mukmin. (قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطٗاۚ) Ibrahim berkata,”Sesungguhnya di antara mereka ada Luth” [Al-‘Ankabut:32] Mereka menjawab, sebagaimana yang Allah kabarkan pada surat Al-‘Ankabut (نَحۡنُ أَعۡلَمُ بِمَن فِيهَاۖ لَنُنَجِّيَنَّهُۥ وَأَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ) [Al-‘Ankabut:32] “Kami lebih mengetahui dengan siapa yang ada di dalamnya. Kami pasti akan menyelamatkannya dan keluarganya, kecuali istrinya, ia termasuk ke dalam orang-orang yang tertinggal.”
Pelajaran dari ayat
• Bolehnya membela orang yang masih diharapkan untuk menjadi baik, namun tidak boleh ketika perkara tersebut sudah naik ke meja pengadilan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.