Ayat 77-79
Allah SWT memberitahukan tentang datangnya para rasulNya dari kalangan malaikat setelah mereka memberitahu nabi Ibrahim tentang pembinasaan mereka, dan berangkat dari sana dan memberitahu nabi Luth tentang pembinasaan Allah kepada kaum nabi Luth malam ini. Mereka datang kepada nabi Luth sebagai ujian dari Allah, hanya milikNyalah hikmah dan hujjah yang jelas. Keadaan mereka itu membuatnya kesusahan dan mempersulit dirinya, dan dia khawatir jika dia tidak menerima mereka sebagai tamu, maka ada seseorang dari kaumnya yang menerima mereka sebagai tamunya dengan buruk (dan Luth berkata, "Ini adalah hari yang amat sulit”) Ibnu Abbas dan lainnya yaitu ujian yang sangat berat
Firman Allah: (dengan bergegas-gegas kepadanya) yaitu, mereka bersegera dan bersegera.
Firman Allah: (Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji) yaitu hal ini masih menjadi kebiasaan mereka, sehingga mereka diazab dalam keadaan itu.
Firman Allah: (Lut berkata, "Hai kaumku, inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagi kalian”) dia membimbing mereka kepada wanita mereka, karena sesungguhnya kedudukan seorang nabi kepada umatnya itu berada pada kedudukan orang tua kepada anaknya. Dia membimbing mereka kepada hal yang lebih bermanfaat bagi mereka dalam di dunia dan akhirat, sebagaimana dia berkata di ayat lain: (Mengapa kalian mendatangi jenis lelaki di antara manusia (165) dan kalian tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhan kalian untuk kalian, bahkan kalian adalah orang-orang yang melampaui batas (166)) (Surah Asy-Syu'ara) dan di ayat lain (Mereka berkata, "Dan bukankah kami telah melarang kalian dari (melindungi) manusia?” (70)) (Surah Al-Hijr) yaitu "Bukankah kami melarangmu menerima laki-laki sebagai tamu?" (Luth berkata, "Inilah putri-putriku (kawinlah dengan mereka) jika kalian hendak berbuat (secara yang halal)." (Allah berfirman), (71) "Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)" (72)) (Surah Al-Hijr) dia berkata dalam ayat yang mulia ini (Inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagi kalian)
Mujahid berkata bahwa mereka bukan putri-putrinya, melainkan wanita dari umatnya, karena sesungguhnya setiap nabi adalah bapak bagi umatnya. Demikian ini diriwayatkan dari Qatadah dan lainnya.
Firman Allah: (maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini) yaitu, terimalah apa yang aku perintahkan kepada kalian, yaitu terbatas kepada wanita kalian (Tidak adakah di antara kalian seorang yang berakal?) yaitu baik yang menerima apa yang aku perintahkan dan meninggalkan apa yang aku larang (Mereka menjawab, "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu”) yaitu sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami tidak berselera dan berhasrat terhadap wanita kami (dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki) yaitu kami tidak mempunyai keinginan kecuali terhadap laki-laki. Kamu mengetahui hal itu, maka tidak ada gunanya kamu mengulangi ucapan itu kepada kami.
As-Suddi berkata tentang firmanNya: (dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki) Sesungguhnya kami hanya menginginkan laki-laki.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.