Makna kata
(وَقَالَ ٱلۡمَلِكُ ٱئۡتُونِي بِهِۦ) wa qaalal maliku’ tuunii bih : datangkanlah dia (Yusuf) .
(فَلَمَّا جَآءَهُ ٱلرَّسُولُ) falamma jaa’ahur rasuul : ketika telah tiba utusan raja
(ٱرۡجِعۡ إِلَىٰ رَبِّكَ) irji’ ilaa rabbik : kembalilah engkau kepada tuanmu.
(مَا بَالُ ٱلنِّسۡوَةِ ) maa baalun niswah : Bagaimana keadaan mereka (para wanita, ed)
Makna ayat
Mimpi yang dialami oleh raja merupakan jalan yang Allah sediakan bagi Yusuf untuk keluar dari penjara. Setelah sang raja melihat mimpi itu dan para pejabatnya tidak mampu metakwilnya, salah satu dari teman Yusuf ketika di penjara teringat akan pesan Yusuf, lantas meminta sang raja untuk mengutusnya kepada Yusuf untuk bertanya tentang takwil mimpi itu. Tatkala sang raja telah mendapat jawabannya, ia merasa takjub akan tafsirnya dan ia bisa mendapat petunjuk darinya, kemudian ia mengutus utusan untuk membawa Yusuf kehadapannya untuk dimuliakan, karena keilmuan dan kesempurnaan (akhlak) yang ia miliki. Sebagaimana firman Allah : (وَقَالَ ٱلۡمَلِكُ ٱئۡتُونِي بِهِۦ) “Raja berkata, ‘datangkan lah ia kehadapanku.’” Yaitu Yusuf (فَلَمَّا جَآءَهُ ٱلرَّسُولُ) ketika telah sampai utusan raja—yaitu temannya yang selamat dari hukuman dan penjara juga kembali ke pekerjaan awalnya, menjadi pelayan raja—ia berkata, “Raja memanggilmu untuk menghadapnya.” Maka Yusuf berkata, “Kembalilah dan tanyakan kepadanya (مَا بَالُ ٱلنِّسۡوَةِ ٱلَّٰتِي قَطَّعۡنَ أَيۡدِيَهُنَّۚ): tanyakanlah tentang para wanita yang melukai tangan mereka, dan seorang wanita yang menuduhku.”
Pelajaran ayat
- Keutamaan dan kemuliaan ilmu, sebagaimana sang raja memanggil Yusuf untuk menghadap kehadapannya.
- Keutamaan sifat tenang dan sifat tidak terburu-buru.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.