Makna Doa Nabi Yusuf
Itulah doa Nabi Yusuf yang dipanjatkannya kepada Allah SWT setelah limpahan nikmat Allah buatnya disempurnakan, yaitu di kala ia dapat berkumpul kembali dengan kedua orang tua dan saudara-saudaranya. Juga atas nikmat lainnya yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada dirinya, yaitu berupa kenabian dan kerajaan. Kemudian ia memohon kepada Allah SWT agar nikmat yang telah dilimpahkan kepadanya di dunia ini terus berkelanjutan sampai ke hari akhirat, dan hendaknya Allah mewafatkannya dalam keadaan Islam. Demikianlah menurut Ad-Dahhak. Dan hendaknya Allah menghimpunkannya bersama-sama saudara-saudaranya dari kalangan para nabi dan para rasul, semoga salawat dan salam Allah terlimpahkan kepada mereka semua.
Doa Nabi Yusuf
Doa ini barangkali dipanjatkan oleh Nabi Yusuf AS ketika ia sedang menjelang kewafatannya, seperti yang telah disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui Siti Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW ketika menjelang kewafatannya mengangkat jari telunjuknya seraya berdoa: "Ya Allah, (gabungkanlah diriku) bersama-sama teman-teman (ku) di (tempat) yang tertinggi (surga)." Doa ini diucapkannya sebanyak tiga kali.
Makna Doa Nabi Yusuf
Barangkali Yusuf AS pun meminta diwafatkan dalam keadaan Islam serta bergabung dengan orang-orang saleh apabila ajalnya telah tiba.
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Bukan berarti dia meminta hal tersebut secara tanjiz (mohon diperkenankan), seperti doa seseorang kepada lawan bicaranya, "Semoga Allah mewafatkanmu dalam keadaan Islam," dan seorang yang mengatakan dalam doanya, "Ya Allah, hidupkanlah kami dalam keadaan Islam, wafatkanlah kami dalam keadaan Islam, dan gabungkanlah kami dengan orang-orang saleh."
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Akan tetapi, dapat pula dikatakan bahwa Yusuf AS mendoa hal itu dengan permohonan tanjiz; dan hal ini diperbolehkan dalam syariat mereka. Demikianlah menurut Qatadah.
Firman Allah SWT
Firman Allah SWT:
{تَوَفَّنِيْ مُسْلِمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ}
{#wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.#} (Yusuf, [12:101])
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Setelah Allah menghimpunkan semua anggota keluarganya dan membuatnya senang sehingga saat itu Yusuf dalam keadaan bergelimangan dengan kenikmatan duniawi, kerajaannya, dan semua perhiasannya, maka ia merindukan orang-orang saleh yang sebelumnya.
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Ibnu Abbas mengatakan bahwa sebelum Yusuf AS tiada seorang nabi pun yang mengharapkan untuk diwafatkan.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Jarir dan As-Saddi, dari Ibnu Abbas, bahwa Yusuf AS adalah nabi yang mula-mula mengatakan demikian dalam doanya.
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Hal ini dapat diartikan pula bahwa dialah orang yang mula-mula meminta diwafatkan dalam keadaan Islam. Perihalnya sama dengan Nabi Nuh AS, dialah orang yang mula-mula mengatakan dalam doanya:
{رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ}
{#Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.#} (Nuh, [71:28])
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Dapat pula diartikan bahwa dialah (Yusuflah) orang yang mula-mula memohon diperkenankannya hal tersebut; inilah yang tersimpulkan dari pengertian lahiriah pendapat Qatadah, tetapi hal ini tidak diperbolehkan dalam syariat kita sekarang.
Hadis Nabi SAW
Imam Ahmad ibnu Hambal rahimahullah mengatakan telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu Suhaib, dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
{لَا يَتَمَنَّيْنَ اَحَدُكُمُ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهٖ فَاِنْ كَانَ لَا بُدَّ مُتَمَنِّيًا الْمَوْتَ فَلْيَقُلْ اللهم اَحْيِنِيْ مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِيْ وَتَوَفَّنِيْ اِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِيْ}
{#Jangan sekali-kali seseorang di antara kalian mengharapkan mati karena bahaya yang menimpanya. Jika tiada jalan lain baginya kecuali mengharapkan mati, hendaklah ia mengatakan, "Ya Allah, hidupkanlah saya selagi hidup lebih baik bagi saya. Dan wafatkanlah saya apabila wafat lebih baik bagi saya."#}
Hadis Nabi SAW
Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkan hadis ini, yang menurut lafaz keduanya disebutkan seperti berikut:
{لَا يَتَمَنَّيْنَ اَحَدُكُمُ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهٖ اِمَّا مُحْسِنًا فَيَزْدَادُ وَاِمَّا مُسِيْئًا فَلَعَلَّهٗ يَسْتَعْتِبُ وَلَكِنْ لِيَقُلْ اللهم اَحْيِنِيْ مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِيْ وَتَوَفَّنِيْ اِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِيْ}
{#Jangan sekali-kali seseorang di antara kalian mengharapkan mati karena bahaya (musibah) yang menimpanya, karena apabila dia orang yang berbuat baik, maka akan bertambah (kebaikannya); dan apabila dia orang yang buruk, maka mudah-mudahan ia bertobat. Tetapi hendaklah ia mengucapkan, "Ya Allah, hidupkanlah saya selagi hidup lebih baik bagi saya, dan wafatkanlah saya apabila wafat lebih baik bagi saya."#}
Hadis Nabi SAW
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Mugirah, telah menceritakan kepada kami Mu'az ibnu Rifa'ah, telah menceritakan kepadaku Ali ibnu Yazid, dari Al-Qasim, dari Abu Umamah yang mengatakan, "Kami duduk di majelis Rasulullah, lalu beliau memberikan peringatan kepada kami dan melunakkan hati kami, maka menangislah Sa'd ibnu Abu Waqqas dengan tangisan yang lama seraya berkata, 'Aduhai, seandainya saja diriku ini mati.' Maka Nabi SAW bersabda: 'Hai Sa'd, apakah di hadapanku engkau berharap kematian?' Nabi SAW mengucapkan sabdanya ini sebanyak tiga kali, lalu beliau melanjutkan sabdanya, 'Hai Sa'd, jika engkau diciptakan untuk surga, maka usiamu yang panjang dan amalmu yang baik itu adalah lebih baik bagi kamu'."
Hadis Nabi SAW
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, telah menceritakan kepada kami Abu Yunus (yaitu Muslim ibnu Jubair), dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW yang telah bersabda:
{لَا يَتَمَنّٰى اَحَدُكُمُ الْمَوْتَ وَلَا يَدْعُوْ بِهٖ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَأْتِيَهِ اِلَّا اَنْ يَكُوْنَ قَدْ وَثِقَ بِعَمَلِهٖ فَاِنَّهٗ اِذَا مَاتَ اَحَدُكُمُ انْقَطَعَ عُمْرُهٗ وَاِنَّهٗ لَا يَزِيْدُ الْمُؤْمِنَ عُمُرُهٗ اِلَّا خَيْرًا}
{#"Janganlah seseorang dari kalian mengharap mati dan jangan meminta untuk disegerakan sebelum kedatangannya, kecuali jika ia telah yakin dengan amalannya. Karena sesungguhnya jika salah seorang dari kalian meninggal, amalnya akan terputus, dan sesungguhnya tidaklah bertambah umur seorang mukmin kecuali bertambah pula amal kebaikkannya."#}
Hadis Nabi SAW
Imam Muslim meriwayatkan dengan lafaz berikut:
{لَا يَتَمَنّٰى اَحَدُكُمْ الْمَوْتَ وَلَا يَدْعُ بِهٖ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَأْتِيَهٗ اِنَّهٗ اِذَا مَاتَ اَحَدُكُمْ انْقَطَعَ عَمَلُهٗ وَاِنَّهٗ لَا يَزِيْدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهٗ اِلَّا خَيْرًا}
{#"Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah meminta mati sebelum datang waktunya. Karena orang yang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidak akan bertambah melainkan menambah kebaikan."#}
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Hal ini berlaku jika bahaya atau musibah ini hanya khusus menimpa dirinya. Jika musibah itu berupa fitnah dalam agama, maka diperbolehkan memohon dimatikan. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah SWT dalam kisah-Nya yang menceritakan tentang para ahli sihir di saat Fir'aun hendak memurtadkan mereka dari agama mereka dan mengancam akan membunuh mereka, yaitu:
{رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ}
{#Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).#} (Al-A'raf, [7:126])
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Maryam juga berkata ketika ia merasakan akan melahirkan anak sambil bersandar pada pangkal pohon kurma:
{يٰلَيْتَنِيْ مِتُّ قَبْلَ هٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَّنْسِيًّا}
{#Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.#} (Maryam, [19:23])
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Karena ia merasa yakin bahwa orang-orang pasti akan menuduh dirinya berbuat fahisyah (zina); karena ia belum bersuami, sedangkan ia telah mengandung dan melahirkan anak. Dan mereka memang mengatakan:
{قَالُوْا يٰمَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْـًٔا فَرِيًّا يٰٓاُخْتَ هٰرُوْنَ مَا كَانَ اَبُوْكِ امْرَاَ سَوْءٍ وَّمَا كَانَتْ اُمُّكِ بَغِيًّا}
{#Kaumnya berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina."#} (Maryam, [19:27]-[19:28])
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Maka Allah menjadikan baginya jalan keluar dan keselamatan dari hal tersebut, yaitu dengan menjadikan bayinya dapat berbicara dalam usia ayunan, mengucapkan kata-kata berikut, "Sesungguhnya aku adalah hamba dan rasul Allah." Kejadian ini merupakan suatu tanda kekuasaan Allah yang amat besar dan sebagai mukjizat yang jelas bagi Isa AS.
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Di dalam hadis Mu'az yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Turmuzi di dalam kisah mimpi (yaitu mengenai doa) antara lain disebutkan seperti berikut:
{وَاِذَا اَرَدْتَ بِقَوْمٍ فِتْنَةً فَتَوَفَّنِيْ اِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُوْنٍ}
{#"Apabila Engkau berkehendak menurunkan fitnah pada suatu kaum, maka cabutlah nyawaku kembali kepada-Mu dalam keadaan tidak terfitnah."#}
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Salamah, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu Muhammad, dari Amr ibnu Asim, dari Kasir ibnu Qatadah, dari Mahmud ibnu Labid secara marfu' bahwa Nabi SAW pernah bersabda:
{اثْنَتَانِ يَكْرَهُهُمَا ابْنُ اٰدمَ. الْمَوْتُ وَالْمَوْتُ خَيْرٌ لِلْمُؤْمِنِ مِنَ الْفِتْنَةِ وَيَكْرَهُ قِلَّةَ الْمَالِ وَقِلَّةُ الْمَالِ اَقَلُّ لِلْحِسَابِ}
{#"Ada dua hal yang dibenci oleh anak Adam, yaitu dia benci akan mati, padahal mati lebih baik bagi orang mukmin daripada terfitnah. Dan dia benci akan kekurangan harta, padahal kekurangan harta meringankan hisab."#}
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Di saat fitnah melanda agama, diperbolehkan memohon untuk mati. Karena itulah ketika Khalifah Ali ibnu Abu Talib RA di akhir masa kekhalifahannya, yaitu ketika ia melihat bahwa kesatuan kaum muslim tidak dapat dipertahankan lagi dalam kepemimpinannya, dan perkaranya makin bertambah parah saja, maka ia berdoa seperti berikut: "Ya Allah, ambillah aku kembali kepada-Mu; sesungguhnya aku telah bosan kepada mereka, dan mereka pun bosan kepadaku."
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Imam Bukhari rahimahullah mengatakan bahwa ketika fitnah itu terjadi menimpanya dan terjadi pula perselisihan antara dia (Ali RA) dengan Amir Khurrasan, maka Imam Ali berdoa: "Ya Allah, wafatkanlah aku kembali kepada-Mu."
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Di dalam hadis disebutkan: "Sesungguhnya seorang lelaki melewati sebuah kuburan (yakni di zaman Dajjal nanti) sedangkan ia benar-benar mengatakan, "Aduhai seandainya saja aku berada di tempatmu (yakni sudah mati)"
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Lelaki itu mengatakan demikian karena banyaknya fitnah, gempa, huru hara, dan peristiwa-peristiwa yang menggemparkan di masa itu; hal tersebut merupakan fitnah yang melanda umat manusia.
Perbandingan Doa Nabi Yusuf
Abu Ja'far ibnu Jarir mengatakan bahwa anak-anak Nabi Ya'qub yang telah melakukan perbuatan buruk terhadap Yusuf AS dimohonkan ampunan oleh ayah mereka. Maka Allah menerima tobat mereka, memaaf
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.