Syirik dalam Berbagai Bentuk
Pengertian Syirik
Ibnu Abbas mengatakan, termasuk pengertian 'iman' di kalangan mereka yang memiliki sifat ini ialah apabila ditanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit, siapakah yang menciptakan bumi, dan siapakah yang menciptakan gunung-gunung itu?" Mereka menjawab, "Allah," padahal mereka masih dalam keadaan mempersekutukan-Nya dengan yang lain.
Syirik dalam Talbiyah
Di dalam kitab Sahihain disebutkan bahwa kaum musyrik di masa lalu mengatakan dalam talbiyah mereka, "Labbaika, tiada sekutu bagi-Mu, kecuali sekutu yang menjadi milik-Mu; Engkau memilikinya, sedangkan dia tidak memiliki."
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan bahwa dahulu apabila kaum musyrik mengatakan, "Labbaika, tiada sekutu bagi-Mu," maka Rasulullah SAW bersabda: "Cukup, cukup!"
Maksudnya, jangan diteruskan dan jangan dilebihkan dari itu.
Syirik Besar
Dan Allah SWT telah berfirman:
{اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ}
{#sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.#} (Luqman, [31:13])
Inilah yang disebutkan syirik yang paling besar, yaitu menyembah Allah dengan selain-Nya.
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis melalui Ibnu Mas'ud, bahwa ia bertanya kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar?" Rasul SAW menjawab,
{اَنْ تَجْعَلَ لِلّٰهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ}
{#Bila kamu menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Dia-lah yang menciptakan kamu.#}
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: {#Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).#} (Yusuf, [12:106]) Bahwa hal tersebut berkenaan dengan orang munafik. Apabila dia beramal, maka amalnya adalah karena riya (pamer); hal itu berarti dia musyrik dalam amalnya.
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Maksudnya adalah seperti yang disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya:
{اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَاِذَا قَامُوْٓا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوْٓا كُسَالٰى يُرَاۤءُوْنَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًا}
{#Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk bersalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.#} (An-Nisa, [4:142])
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Masih ada satu jenis syirik lagi, yaitu syirik khafi yang kebanyakan pelakunya tidak menyadarinya, seperti yang diriwayatkan oleh Hammad ibnu Salamah, dari Asim ibnu Abun Nujud, dari Urwah yang mengatakan bahwa Huzaifah menjenguk seorang yang sedang sakit. Lalu Huzaifah melihat di lengan si sakit itu ada tambangnya, maka Huzaifah memutuskan -atau melepaskan- tali itu, kemudian Huzaifah membacakan firman-Nya: {#Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).#} (Yusuf, [12:106])
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Di dalam sebuah hadis disebutkan:
{مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللّٰهِ فَقَدْ اَشْرَكَ}
{#Barang siapa bersumpah dengan nama selain Allah, berarti dia telah musyrik.#}
Hadis ini merupakan riwayat Imam Turmuzi yang dinilainya hasan melalui Ibnu Umar.
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Daud, serta lain-lainnya disebutkan melalui Ibnu Mas'ud RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{اِنَّ الرُّقٰى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ}
{#Sesungguhnya ruqyah (jampi), tamimah (kalung penangkal), dan tiwalah (jimat) adalah perbuatan syirik.#}
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Menurut lafaz yang ada pada Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan seperti berikut:
{الطِّيَرَةُ شِرْكٌ وَمَا مِنَّا اِلًّا وَلَكِنَّ اللّٰهَ يَذْهِبُهٗ بِالتَّوَكُّلِ}
{#Tiyarah (ramalan kesialan) adalah perbuatan syirik yang tiada kaitannya dengan agama kita, tetapi Allah menghapuskannya dengan bertawakal kepada-Nya.#}
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Imam Ahmad meriwayatkannya secara lebih rinci daripada ini. Untuk itu ia mengatakan telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Amr ibnu Murrah, dari Yahya Al-Jazzar, dari anak lelaki saudara Zainab, dari Zainab istri Abdullah ibnu Mas'ud yang menceritakan, "Kebiasaan Abdullah apabila datang dari suatu keperluan, lalu sampai di depan pintu rumah pintu rumah, terlebih dahulu ia berdehem dan meludah, karena dia tidak suka bila melihat kami dalam keadaan yang tidak disukai olehnya.
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Pada suatu hari ia datang dari suatu urusan, lalu ia berdehem; saat itu di dekatku ada seorang nenek-nenek yang mengobatiku dengan ruqyah (jampi) karena aku sedang sakit humrah (demam). Maka aku memasukkan jimat yang diberikannya ke bawah ranjang. Abdullah masuk ke dalam rumah, lalu duduk di sampingku; maka ia melihat benang di leherku, lalu ia bertanya, 'Benang apakah ini?' Aku menjawab, 'Benang ruqyahku.' Abdullah ibnu Mas'ud menarik benang itu dan memutuskannya, lalu berkata, 'Sesungguhnya keluarga Abdullah benar-benar tidak membutuhkan perbuatan syirik. Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
{اِنَّ الرُّقٰى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ}
{#Sesungguhnya ruayah, tamimah, dan tiwalah adalah perbuatan syirik.#}
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Aku bertanya, 'Mengapa engkau berkata demikian, padahal dahulu mataku selalu belekan, dan aku bila mengalaminya selalu pergi ke Fulan orang Yahudi itu untuk me-ruqyah-nya. Apabila telah di-ruqyah olehnya, maka mataku normal kembali.' Ibnu Mas'ud menjawab, 'Sesungguhnya hal itu dari setan, dialah yang meludahinya dengan tangannya. Apabila setan telah me-ruqyah-nya, maka sembuhlah penyakit mata itu. Padahal cukuplah bagimu mengucapkan doa seperti yang pernah diucapkan oleh Nabi SAW, yaitu:
{اَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ. اِشْفِ وَاَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ اِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا}
{#Lenyapkanlah penyakit ini, wahai Tuhan manusia, sembuhkanlah (penyakitku). Engkaulah Yang menyembuhkannya), tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan suatu penyakit pun.#}
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Di dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Waki', dari Ibnu Abu Laila, dari Isa ibnu Abdur Rahman disebutkan bahwa ia (Isa ibnu Abdur Rahman) masuk menjenguk Abdullah ibnu Ukaim yang sedang sakit. Lalu ada yang berkata, "Sebaiknya engkau memakai kalung penangkal penyakit." Abdullah ibnu Ukaim menjawab, "Apakah engkau biasa menggunakan tamimah, padahal Rasulullah SAW pernah bersabda:
{مَنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ اِلَيْهِ}
{#Barang siapa menggantungkan sesuatu (jimat), maka nasibnya diserahkan kepadanya.#}
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Imam Nasai meriwayatkannya melalui Abu Hurairah.
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Di dalam kitab Musnad Imam Ahmad disebutkan hadis Uqbah ibnu Amir yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{مَنْ عَلَّقَ تَمِيْمَةً فَقَدْ اَشْرَكَ}
{#Barang siapa yang menggantungkan tamimah, sesungguhnya dia telah berbuat syirik.#}
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Di dalam riwayat lain disebutkan seperti berikut:
{مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيْمَةً فَلَا اَتَمَّ اللّٰهُ لَهٗ وَمَنْ تَعَلَّقَ وَدَعَةً فَلَا وَدَعَ اللّٰهُ لَهٗ}
{#Barang siapa yang memakai kalung tamimah, maka semoga Allah tidak menjadikannya sebagai penangkal sakitnya. Dan barang siapa yang memakai kalung wada'ah, semoga Allah tidak menjadikannya sebagai penjagaan dari sakitnya.#}
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Disebutkan dari Al-'Ala, dari ayahnya, dari Abu Hurairah RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{قَالَ اللّٰهُ اَنَا۠ اَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ وَمَنْ عَمِلَ عَمَلًا اَشْرَكَ فِيْهِ مَعِيْ غَيْرِيْ تَرَكْتُهٗ وشِرْكُهٗ}
{#Allah berfirman, "Akulah yang memberikan kecukupan kepada orang-orang yang mempersekutukan-(Ku) dari perbuatan musyriknya. Barang siapa yang mengerjakan suatu perbuatan yang di dalamnya ia mempersekutukan Aku dengan selain-Ku, niscaya Aku tinggalkan dia bersama perbuatan syiriknya."#}
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Hadis ini merupakan riwayat Imam Muslim.
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Dari Abu Sa'id ibnu Abu Fudalah, disebutkan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
{اِذَا جَمَعَ اللّٰهُ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخَرِيْنَ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيْهِ يُنَادِيْ مُنَادٍ: مَنْ كَانَ اَشْرَكَ فِيْ عَمَلٍ عَمِلَهٗ لِلّٰهِ فَلْيَطْلُبْ ثَوَابَهٗ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ اَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ}
{#Apabila Allah telah menghimpunkan orang-orang yang terdahulu dan yang terkemudian untuk menghadiri suatu hari yang tiada keraguan padanya (hari kiamat), maka berserulah (malaikat) juru penyeru mengatakan, "Barang siapa berbuat syirik dalam suatu amal yang dikerjakannya bagi Allah, maka hendaklah ia meminta pahalanya dari selain Allah. Karena sesungguhnya Allah-lah Yang memberikan kecukupan kepada orang-orang musyrik dari perbuatan syiriknya."#}
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Hadis riwayat Imam Ahmad.
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepada kami Lais, dari Yazid (yakni Ibnul Had), dari Amr, dari Mahmud ibnu Labid, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{اِنَّ اَخْوَفَ مَا اَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الْاَصْغَرُ}
{#Sesungguhnya hal yang sangat aku khawatirkan akan menimpa kalian ialah syirik kecil.#}
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Mereka (para sahabat) bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah syirik kecil itu?" Rasulullah SAW menjawab,
{الرِّيَاءُ يَقُوْلُ اللّٰهُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِذَا جُزِيَ النَّاسُ بِاَعْمَالِهِمْ: اِذْهَبُوْا اِلَى الَّذِيْنَ كُنْتُمْ تُرَاءُوْنَ فِى الدُّنْيَا فَانْظُرُوْا هَلْ تَجِدوْنَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً}
{#Riya (pamer). Allah SWT berfirman di hari kiamat bila manusia diberi balasan amal perbuatannya, 'Pergilah kalian kepada orang-orang yang dahulu kalian pamer kepada mereka ketika di dunia, lalu lihatlah, apakah kalian menjumpai balasan amal kalian di sisi mereka?'."#}
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Ismail ibnu Ja'far telah meriwayatkannya dari Amr ibnu Abu Amr maula Al-Muttalib, dari Asim ibnu Amr ibnu Qatadah, dari Mahmud ibnu Labid dengan sanad yang sama.
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Hubairah, dari Abu Abdur Rahman Al-Habli, dari Abdullah ibnu Amr yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ عَنْ حَاجَةٍ فَقَدْ اَشْرَكَ}
{#Barang siapa yang kembali karena tiyarah-nya (alamat kesialannya) dari keperluannya, maka sesungguhnya dia telah syirik.#}
Syirik dalam Berbagai Bentuk
Ketika mereka (para sahabat) bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kafarat perbuatan tersebut?" Rasulullah SAW bersabda:
{اَنْ يَقُوْلَ اَحَدُهُمْ: اللهم لَا خَيْرَ اِلَّا خَيْرُكَ وَلَا طَيْرَ اِلَّا طَيْرُكَ وَلَا اِلٰهَ غَيْرُكَ}
{#Hendaknya s
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.