Makna Azab Kubur
Azab Kubur Bagi Orang Mukmin
Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Walid, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, telah menceritakan kepadaku Alqamah ibnu Marsad; ia pernah mendengar Sa'd ibnu Ubaidah menceritakan hadis dari Al-Barra ibnu Azib RA, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{#Orang muslim apabila ditanya di dalam kuburnya, ia mengemukakan persaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Yang demikian itu adalah firman-Nya, Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.#}
Imam Muslim telah meriwayatkannya pula, demikian juga jamaah lainnya yang semuanya melalui hadis Syu'bah dengan sanad yang sama.
Azab Kubur Bagi Orang Kafir
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Zadzan, dari Al-Barra ibnu Azib yang mengatakan, "Kami berangkat bersama Rasulullah SAW untuk melayat jenazah seorang Ansar. Setelah kami sampai di kuburnya, si jenazah masih belum dimasukkan ke liang lahadnya. Maka Rasulullah SAW duduk, dan kami duduk di sekitarnya, saat itu di atas kepala kami seakan-akan ada burung. Pada waktu itu tangan Rasulullah SAW memegang setangkai kayu yang beliau ketuk-ketukkan ke tanah, lalu beliau mengangkat kepala dan bersabda, 'Mohonlah perlindungan kepada Allah dari azab kubur,' sebanyak dua atau tiga kali. Kemudian beliau SAW bersabda: Sesungguhnya seorang hamba yang beriman apabila habis masa hidupnya di dunia ini dan akan berpulang ke alam akhirat, turunlah kepadanya malaikat dari langit yang berwajah putih, seakan-akan wajah mereka adalah matahari. Mereka membawa kain kafan dari kafan surga dan wewangian dari wewangian surga, lalu mereka duduk di dekatnya sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut yang langsung duduk di dekat kepalanya, lalu ia berkata, 'Hai jiwa yang baik, keluarlah kamu menuju kepada ampunan dan rida dari Allah.' Maka keluarlah rohnya dengan mudah seperti setetes air yang keluar dari mulut wadah minuman, lalu malaikat maut mengambilnya. Apabila malaikat maut telah mengambilnya, maka dia tidak membiarkannya berada di tangannya barang sekejap pun melainkan para malaikat itu mengambilnya dengan segera, lalu mereka masukkan ke dalam kain kafan dan wewangian yang mereka bawa itu. Maka keluarlah darinya bau minyak kesturi yang paling harum di muka bumi ini. Mereka membawanya naik (ke langit). Maka tidak sekali-kali mereka melewati sejumlah malaikat, melainkan malaikat-malaikat itu bertanya, 'Siapakah pemilik roh yang wangi ini?' Para malaikat yang membawanya menjawab, 'Fulan bin Fulan,' dengan menyebutkan nama terbaiknya yang menjadi sebutan namanya ketika di dunia. Hingga sampailah mereka ke langit pertama, lalu mereka mengetuk pintunya dan dibukakanlah pintu langit untuknya. Maka ikut mengiringinya semua malaikat yang menghuni langit pertama itu sampai ke langit berikutnya, hingga sampailah ia ke langit yang ketujuh. Maka Allah berfirman, 'Catatlah bagi hamba-Ku ini catatan orang-orang yang masuk surga Illiyyin, dan kembalikanlah jasadnya ke bumi, karena sesungguhnya Aku menciptakan mereka dari tanah, maka Aku kembalikan mereka ke tanah, dan Aku akan hidupkan mereka dari tanah kali yang lain.' Maka rohnya dikembalikan ke jasadnya, dan datanglah dua malaikat kepadanya, lalu kedua malaikat itu mendudukkannya dan bertanya kepadanya, 'Siapakah Tuhanmu?' Ia menjawab, 'Tuhanku Allah.' Keduanya bertanya, 'Apakah agamamu?' Ia menjawab, 'Agamaku Islam.' Keduanya bertanya, 'Siapakah lelaki ini yang diutus kepada kalian?' Ia menjawab, 'Dia adalah utusan Allah.' Keduanya bertanya, 'Apakah ilmumu?' Ia menjawab, 'Saya telah membaca Kitabullah, maka saya beriman kepadanya dan membenarkannya.' Maka berserulah suara dari langit yang mengatakan, 'Benarlah apa yang dikatakan hamba-Ku. Maka hamparkanlah untuknya hamparan dari surga, berilah ia pakaian dari surga, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu yang menuju surga.' Maka kenikmatan dan wewangian surgawi datang kepadanya, dan diluaskanlah kuburnya sejauh mata memandang baginya. Lalu datanglah kepadanya seorang lelaki yang berwajah tampan, berpakaian indah, dan baunya sangat wangi. Lelaki itu berkata, 'Bergembiralah kamu dengan keadaan yang menggembirakanmu ini. Hari ini adalah hari kamu yang pernah dijanjikan kepadamu.' Maka ia bertanya kepada lelaki itu, 'Siapakah kamu ini, melihat rupamu kamu adalah orang yang datang dengan membawa kebaikan.' Maka lelaki itu menjawab, 'Aku adalah amalmu yang saleh.' Maka ia berkata, 'Wahai Tuhanku, jadikanlah hari kiamat, wahai Tuhanku, jadikanlah hari kiamat, agar aku dapat kembali kepada keluarga dan harta bendaku.' Dan sesungguhnya seorang hamba yang kafir apabila telah terputus dari dunianya dan akan menghadap ke alam akhiratnya, turunlah kepadanya malaikat-malaikat dari langit yang semuanya berwajah hitam dengan karung yang kasar. Lalu para malaikat itu duduk di dekatnya sejauh mata memandang: Kemudian datanglah malaikat maut yang langsung duduk di dekat kepalanya. Maka malaikat maut berkata, 'Hai jiwa yang buruk, keluarlah kamu menuju kepada murka dan benci Allah!' Maka rohnya berpencar ke seluruh tubuhnya (yakni menolak), hingga malaikat maut mencabutnya sebagaimana seseorang mencabut tusuk sate dari kain bulu yang basah; malaikat maut mencabutnya dengan paksa. Apabila ia telah mencabutnya, ia tidak membiarkannya di tangannya barang sekejap pun melainkan para malaikat memasukkannya ke dalam karung itu. Dan keluarlah darinya bau bangkai yang terbusuk yang ada di muka bumi. Para malaikat membawanya naik, dan tidak sekali-kali mereka melewati sekumpulan malaikat melainkan bertanya, 'Siapakah yang memiliki ruh yang buruk ini?' Para malaikat yang membawanya berkata bahwa dia adalah si Anu bin Anu, dengan menyebut nama terburuknya yang biasa disebutkan untuknya di dunia. Hingga sampailah mereka di langit pertama, lalu pintunya diketuk, tetapi tidak dibukakan untuknya. Lalu Rasulullah SAW membacakan firman-Nya: {#Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum#} (Al-A'raf, [7:40]). Kemudian Allah berfirman, 'Catatkanlah ketetapannya di dalam Sijjin di lapisan bumi yang terbawah,' lalu rohnya dicampakkan dengan kasar. {#Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seakan-akan jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin di tempat yang jauh.#} (Al-Hajj, [22:31]) Kemudian rohnya dikembalikan ke jasadnya. Lalu ia didatangi oleh dua malaikat, dan kedua malaikat itu mendudukkannya serta bertanya kepadanya, 'Siapakah Tuhanmu?' Ia menjawab, 'Ha, ha, saya tidak tahu.' Keduanya bertanya lagi, 'Apakah agamamu?' Ia menjawab, 'Ha, ha, saya tidak tahu.' Keduanya bertanya, 'Siapakah lelaki ini yang diutus di antara kalian?' Ia menjawab, 'Ha, ha, saya tidak tahu.' Lalu terdengarlah suara dari langit yang mengatakan, 'Hamba-Ku berdusta, maka gelarkanlah untuknya hamparan dari neraka dan bukakanlah baginya suatu pintu dari neraka!' Maka panasnya neraka dan asapnya sampai kepadanya, lalu kuburannya menggencetnya sehingga tulang-tulang iganya berantakan. Kemudian datanglah kepadanya seorang lelaki yang buruk wajahnya dan pakaiannya serta busuk baunya, lalu lelaki itu berkata, 'Bersenang-senanglah kamu dengan hal yang menyiksamu, inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.' Ia bertanya, 'Siapakah kamu, wajahmu menandakan wajah orang yang datang membawa keburukan?' Maka lelaki itu menjawab, 'Akulah amal perbuatanmu yang buruk.' Maka ia berkata, 'Wahai Tuhanku, janganlah Engkau jadikan hari kiamat'."
Azab Kubur Bagi Orang Munafik
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Yunus ibnu Habib, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Zadzan, dari Al-Barra ibnu Azib RA yang mengatakan, "Kami berangkat bersama Rasulullah SAW melayat jenazah," kemudian disebutkan hadis yang semisal. Di dalam riwayat ini disebutkan bahwa apabila rohnya telah keluar (dari jasad orang mukmin), maka memohonkan ampunan dan rahmat buatnya semua malaikat yang ada di antara langit dan bumi, demikian pula semua malaikat yang ada di langit. Dan semua pintu langit dibuka, tiada ahli suatu pintu langit pun melainkan mereka berdoa kepada Allah SWT agar rohnya dinaikkan oleh mereka.
Azab Kubur Bagi Orang Kafir
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Husain ibnu Muhammad, dari Ibnu Abu Zi-b, dari Muhammad ibnu Amr ibnu Ata, dari Sa'id ibnu Yasar, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW yang bersabda: bahwa sesungguhnya mayat (orang yang sedang menjelang ajalnya) dihadiri oleh para malaikat. Apabila dia adalah seorang yang saleh, maka malaikat-malaikat itu berkata, "Hai jiwa yang baik yang berada di dalam jasad yang baik, keluarlah. Keluarlah kamu dalam keadaan terpuji, dan bergembiralah kamu dengan ketenteraman, nikmat, dan Tuhan yang tidak murka." Kalimat itu terus-menerus diucapkan sehingga rohnya keluar, kemudian dibawa naik ke langit dan dimintakan izin baginya untuk naik. Maka ditanyakan, "Siapakah yang mau masuk ini?" Maka dijawab, "Orang ini adalah si Fulan." Para penjaga pintu langit berkata, "Selamat datang kepada roh yang baik yang berada di dalam jasad yang baik, masuklah kamu dalam keadaan terpuji, dan bergembiralah dengan ketenteraman dan nikmat, serta Tuhan yang tidak murka." Kalimat ini terus-menerus diucapkan kepadanya hingga sampailah ia ke langit yang tertinggi untuk dihadapkan kepada Allah SWT Apabila dia adalah seorang yang buruk, maka malaikat-malaikat itu berkata, "Hai jiwa yang buruk yang berada di dalam tubuh yang buruk keluarlah kamu dalam keadaan tercela dan bergembiralah kamu dengan air yang sangat panas dan air yang sangat dingin serta berbagai azab lain yang serupa itu." Kalimat ini terus-menerus dikatakan kepadanya hingga ia keluar dari jasadnya. Kemudian rohnya dibawa naik ke langit. Lalu pintu langit diketuk untuknya, maka dijawab dengan pertanyaan, "Siapakah orang ini?" Dijawab bahwa dia adalah si Fulan, dan dikatakan kepadanya, "Tiada selamat datang bagi jiwa yang buruk yang tadinya berada di dalam jasad yang buruk. Kembalilah kamu dalam keadaan tercela, karena sesungguhnya pintu-pintu langit tidak akan dibuka untukmu!" Maka rohnya dilemparkan dari langit, dan akhirnya kembali ke kuburnya. Orang yang saleh didudukkan, dan ditanyakan kepadanya pertanyaan seperti yang disebutkan pada hadis pertama. Sedangkan orang yang buruk (jahat) didudukkan pula, lalu ditanyakan kepadanya pertanyaan-pertanyaan seperti yang disebutkan pada hadis pertama.
Azab Kubur Bagi Orang Munafik
Imam Nasai meriwayatkan hadis ini melalui jalur Ibnu Abu Zi-b dengan lafaz yang semisal, begitu pula Imam Ibnu Majah.
Azab Kubur Bagi Orang Kafir
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Amir, telah menceritakan kepada kami Abbad ibnu Rasyid, dari Daud ibnu Abu Hindun, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa'id Al-Khudri yang mengatakan, kami melayat jenazah seseorang bersama Rasulullah SAW, lalu Rasulullah SAW bersabda: Hai manusia, sesungguhnya umat ini akan diuji di dalam kuburnya. Apabila seseorang telah dikuburkan dan teman-temannya telah berpaling meninggalkannya, datanglah kepadanya seorang malaikat yang ditangannya memegang sebuah palu besi, lalu malaikat itu mendudukkannya, dan berkata kepadanya, "Bagaimanakah menurutmu tentang lelaki ini?" Jika dia seorang mukmin, maka ia menjawab, "Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya." Maka malaikat berkata kepadanya, "Kamu benar." Lalu dibukakan untuknya sebuah pintu menuju neraka, dan malaikat itu berkata, "Inilah tempatmu jika kamu kafir kepada Tuhanmu. Tetapi sekarang karena kamu beriman, maka inilah tempatmu," Lalu dibukakan untuknya sebuah pintu yang menuju surga, ketika ia hendak bangkit menuju kepadanya, dikatakan kepadanya, "Diamlah kamu di sini!" Dan diluaskan baginya tempat tinggal dalam kuburnya. Jika dia seorang kafir atau seorang munafik, ketika ditanyakan kepadanya, "Bagaimanakah menurutmu tentang lelaki ini (Nabi SAW)?" Maka ia menjawab, "Saya tidak tahu, saya hanya mendengar orang-orang mengatakan sesuatu tentangnya." Maka berkatalah malaikat itu, "Kamu tidak tahu, tidak pernah membaca, tidakpernah pula mencari petunjuk." Kemudian dibukakan untuknya sebuah pintu menuju surga, dan malaikat itu berkata kepadanya, "Inilah tempatmu jika kamu beriman. Tetapi karena sekarang ternyata kamu kafir, maka sesungguhnya Allah SWT telah menggantikannya untukmu dengan ini." Lalu dibukakan untuknya sebuah pintu menuju neraka, kemudian malaikat itu memukulnya dengan palu sekali pukul, maka ia menjerit dengan jeritan yang keras, suara jeritannya terdengar oleh semua makhluk Allah SWT kecuali jin dan manusia.
Azab Kubur Bagi Orang
Makna Firman Allah SWT
Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ma'mar, dari Ibnu Tawus, dari ayahnya sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia.#} Yakni kalimat Lā ilāha illallāh {#dan di akhirat.#} Yaitu pertanyaan dalam kubur.
Qatadah mengatakan, "Adapun dalam kehidupan di dunia, maka Allah meneguhkan mereka dengan kebaikan dan amal saleh, sedangkan dalam kehidupan di akhirat maksudnya diteguhkan dalam kuburnya." Hal yang sama telah diriwayatkan oleh kalangan ulama salaf.
Hadis Nabi SAW
Abu Abdullah Al-Hakim At-Turmuzi di dalam kitabnya yang berjudul Nawadirul Usul mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Nafi' dari Ibnu Abu Fudaik, dari Abdur Rahman Ibnu Abdullah, dari Sa'id ibnul Musayyab, dari Abdur Rahman Ibnu Samurah yang mengatakan bahwa pada suatu hari ketika kami berada di dalam masjid Madinah, Rasulullah saw, keluar menemui kami, lalu beliau bersabda: Sesungguhnya tadi malam aku melihat dalam mimpiku suatu peristiwa yang menakjubkan. Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku didatangi oleh malaikat maut untuk mencabut nyawanya, maka datanglah kepada lelaki itu amal Birrul Walidain (berbakti kepada kedua orang tua)nya, dan mengusir malaikat maut darinya. Dan aku melihat lelaki lain dari kalangan umatku, sedangkan azab kubur telah digelarkan untuknya, tetapi datanglah kepadanya amal wudunya dan menyelamatkan lelaki itu dari siksaan tersebut. Aku melihat seorang lelaki lain dari kalangan umatku dalam keadaan dikerumuni oleh setan-setan, tetapi datanglah kepadanya amal zikrullah-nya, maka amalnya itu menyelamatkannya dari setan-setan tersebut. Aku melihat seorang lelaki lain dari kalangan umatku yang telah dikerumuni oleh malaikat-malaikat juru siksa, tetapi datanglah kepadanya amal salatnya, lalu amal salatnya itu menyelamatkan dia dari tangan meraka. Aku melihat seorang lelaki lain dari kalangan umatku, yang menjulur-julurkan lidahnya karena kehausan, setiap kali ia mendatangi suatu telaga, dilarang; kemudian datanglah kepadanya amal puasanya, maka amal puasa itu memberinya minum hingga ia segar. Aku melihat seorang lelaki lain dari kalangan umatku, saat itu para nabi sedang duduk-duduk membentuk lingkaran-lingkaran, setiap kali ia mendekati salah satu dari lingkaran (halqah) meraka, maka mereka mengusirnya. Kemudian datanglah kepadanya amal mandi jinabahnya, lalu amalnya itu membawanya duduk di sebelahku. Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku yang di depannya terdapat kegelapan, di belakangnya terdapat kegelapan, di sebelah kanannya terdapat kegelapan, di sebelah kirinya terdapat kegelapan, di atasnya terdapat kegelapan, dan di bawahnya terdapat kegelapan, sedangkan dia dalam keadaan bingung di dalam kegelapannya itu. Kemudian datanglah kepadanya amal haji dan umrahnya, lalu keduanya menyelamatkan dia dari kegelapan itu dan memasukkannya ke dalam cahaya. Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku yang mengajak bicara dengan orang-orang mukmin, tetapi mereka tidak mau berbicara dengannya. Maka datanglah kepadanya amal silaturahminya, lalu amalnya berkata, "Hai golongan orang-orang mukmin, berbicaralah kalian kepadanya!" Maka mereka mau berbicara dengannya. Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku sedang melindungi mukanya dari tamparan panas neraka dan percikan apinya dengan tangannya, kemudian datanglah kepadanya amal sedekahnya, maka amal sedekahnya itu menjadi pelindung dirinya dan menjadi naungan di atas kepalanya. Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku yang telah dikerumuni oleh malaikat-malaikat Zabaniyah (juru siksa), Kemudian datanglah kepadanya amal amar makruf nahi munkar-nya, lalu amalnya itu menyelamatkan dia dari tangan mereka dan memasukkannya ke dalam lindungan malaikat-malaikat rahmat. Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku dalam keadaan bersideku di atas kedua lututnya, antara dia dan Allah terdapat hijab penghalang. Maka datanglah kepadanya kebaikan akhlaknya, lalu amal kebaikan akhlaknya itu membimbingnya dan memasukkannya ke dalam haribaan Allah SWT Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku yang buku catatan amalnya diberikan dari sebelah kirinya, kemudian datanglah kepadanya amal takutnya kepada Allah, lalu amalnya itu mengambil buku catatan amalnya dan menjadikannya berada di sebelah kanannya. Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku yang neraca amalnya diringankan, kemudian datanglah anak-anaknya, yang mati sebelum balig maka menjadi beratlah timbangan amalnya berkat mereka. Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku sedang berdiri di tepi neraka Jahannam, kemudian datanglah kepadanya amal malunya kepada Allah, lalu amalnya itu menyelamatkan dia dari tempat itu dan membawanya pergi jauh darinya. Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku dijerumuskan ke dalam neraka, kemudian datanglah kepadanya amal tangisannya karena takut kepada Allah di dunia, lalu amalnya itu menyelamatkan dia dari neraka. Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku sedang berdiri di atas sirat dalam keadaan menggigil (ketakutan) seperti anak domba, maka datanglah kepadanya amal baik prasangka kepada Allah, lalu menenangkan ketakutannya dan membawanya berlalu. Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku berada di atas sirat, terkadang merangkak dan terkadang mengesot, kemudian datanglah kepadanya amal membaca salawat buatku, lalu amalnya membimbingnya dan menegakkannya, lalu membawanya berlalu di atas sirat. Aku melihat seorang lelaki dari kalangan umatku yang telah sampai di pintu surga, tetapi pintu surga semuanya ditutup untuknya, kemudian datanglah kepadanya bacaan syahadatnya yang menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Maka dibukalah untuknya semua pintu surga, lalu amalnya memasukkannya ke dalam surga.
Hadis Garib
Al-Hafiz Abu Ya'la Al-Mausuli telah meriwayatkan sebuah hadis garib yang cukup panjang. Dia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman Ahmad ibnu Ibrahim An-Nakri, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Bakr Al-Barsani Abu Usman, telah menceritakan kepada kami Abu Asim Al-Habti (seorang ulama Basrah yang terpandang, murid Hazm) dan Salam ibnu Abu Muti', telah menceritakan kepada kami Bakr ibnu Hubaisy, dari Darrar ibnu Amr, dari Yazid Ar-Raqqasyi, dari Anas ibnu Malik, dari Tamim Ad-Dari, dari Nabi SAW yang telah bersabda bahwa: Allah SWT berfirman kepada malaikat maut, "Pergilah kamu menemui kekasih-Ku, lalu bawalah dia kepada-Ku, karena sesungguhnya Aku telah mengujinya dengan kesukaan dan kedukaan, dan Aku menjumpainya bersikap seperti apa yang Aku sukai. Bawalah dia kepada-Ku, sesungguhnya Aku akan membuatnya senang." Maka berangkatlah malaikat maut bersama lima ratus malaikat yang membawa kain kafan dan wewangian dari surga kepada orang yang dimaksud. Mereka juga membawa beberapa ikat kayu cendana yang batangannya sama, tetapi setiap ikatan terdiri atas dua puluh batang yang pada ujungnya memepunyai warna yang berbeda-beda; setiap warna mempunyai bau harum yang berbeda dengan yang lainnya, mereka membawa pula kain sutra putih yang diberi wewangian minyak misk aifar (minyak kesturi yang paling harum). Kemudian malaikat maut duduk di dekat kepalanya, sedangkan malaikat-malaikat lainnya mengelilinginya, setiap malaikat memegangkan tangannya ke bagian tubuhnya. Lalu sutra putih dan minyak kesturi azfar itu diletakkan di bawah dagunya, dan dibukakan untuknya sebuah pintu menuju surga. Sesungguhnya pada saat itu rohnya benar-benar merindukan surga yang dilihatnya, adakalanya kepada bidadari-bidadari calon istrinya, adakalanya kepada pakaiannya yang gemerlapan, dan adakalanya merindukan buah-buahannya, sebagaimana seorang anak kecil merengek-rengek kepada orang tuanya bila menangis (meminta sesuatu). Dan sesungguhnya para bidadari calon istrinya saat itu benar-benar sangat gembira; Perawi mengatakan bahwa roh orang tersebut meloncat, yakni ingin segera keluar dari tubuhnya menuju kepada apa yang didambakannya. Kemudian malaikat maut berkata, "Hai jiwa yang baik, keluarlah kamu menuju pohon bidara yang tidak berduri, pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, serta air yang tercurah".
Makna Firman Allah SWT
Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa sesungguhnya malaikat maut bersikap jauh lebih lemah lembut terhadapnya daripada lemah lembutnya seorang ibu kepada anaknya. Malaikat mengetahui bahwa roh itu adalah kekasih Tuhannya, maka dia bersikap lemah lembut untuk memuaskannya karena Tuhan telah rida kepadanya. Maka malaikat maut mencabut nyawanya sebagaimana seutas rambut dicabut dari adonan roti (yakni dengan lemah lembut).
Perawi mengatakan bahwa Allah SWT telah berfirman: {#orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat.#} (An-Nahl, [16:32]) Dan firman Allah SWT: {#Adapun jika dia (orang-orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga kenikmatan.#} (Al-Waqi'ah, [56:88]-[56:89]) Yang dimaksud dengan rauhun adalah ketenteraman dalam menghadapi kematiannya, sedangkan raihan maksudnya rezeki yang menyambutnya, dan surga kenikmatan yang ada dihadapannya.
Hadis Nabi SAW
Setelah malaikat maut mencabut nyawanya, maka rohnya berkata kepada jasadnya, "Semoga Allah memberikan balasan yang baik kepadamu atas jasamu kepadaku. Sesungguhnya kamu dahulu sangat cepat membawaku kepada ketaatan kepada Allah, lamban membawaku kepada perbuatan maksiat. Sekarang aku selamat, begitu pula kamu".
Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa jasad pun berkata demikian kepada rohnya. Maka semua tempat di bumi yang dia pernah berbuat ketaatan kepada Allah ditempat itu menangisi kematiannya, demikian pula semua malaikat yang menjaga pintu setiap langit yang menjadi jalan naik amalnya serta tempat turun rezekinya selama empat puluh hari. Setelah malaikat maut mencabut nyawanya, maka lima ratus malaikat berdiri mengurus jenazahnya, sehingga tidak sekali-kali anak Adam membolak-balikkannya. Melainkan para malaikat telah melakukan hal yang sama sebelumnya. Para malaikat itu memandikan dan mengafaninya sebelum manusia melakukannya serta memberinya kapur barus dan wewangian sebelum manusia melakukannya. Dari pintu rumahnya hingga sampai ke kuburnya berdiri dua saf malaikat yang mengiringinya seraya membaca istigfar (memohon ampun kepada Allah buat si mayat yang mukmin). Maka pada saat itu juga iblis menjerit dengan jeritan yang meretakkan tulang-tulang jasadnya, lalu iblis berkata kepada bala tentaranya, "Celakalah kalian, mengapa hamba ini lolos dari kalian", Bala tentara iblis menjawab, "Sesungguhnya hamba ini adalah seorang hamba yang di ma'sum (dipelihara Allah dari dosa-dosa)". Bilamana malaikat maut naik membawa rohnya, ia disambut oleh Malaikat Jibril bersama tujuh puluh ribu malaikat. Tiap-tiap malaikat menyampaikan berita gembira kepada roh itu dengan berita gembira yang berbeda dengan apa yang disampaikan oleh teman-temannya. Apabila malaikat maut telah sampai di 'Arasy membawanya, maka roh itu terjungkal bersujud (kepada Allah). Dan Allah berfirman kepada malaikat maut, "Bawalah roh hambaku ini dan letakkanlah ia di dekat pohon bidara yang tak berduri, pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah".
Hadis Nabi SAW
Setelah jasadnya dimasukkan ke dalam kuburnya, maka ia kedatangan amal salatnya, Jalu mengambil tempat di sebelah kanannya, dan datang pula amal puasanya, lalu mengambil tempat di sebelah kirinya. Amalan membaca Al-Qur'an datang kepadanya dan mengambil tempat di dekat kepalanya. Amal berjalan menuju ke tempat salat datang kepadanya dan mengambil tempat di dekat kedua kakinya. Dan amal sabar datang kepadanya dan mengambil tempat di dalam kuburnya. Kemudian Allah mengirimkan sebagian dari azab-Nya. Lalu azab itu datang dari arah kanannya, maka salat berkata kepadanya, "Pergilah ke arah belakangmu (yakni menyingkirlah kamu)! Demi Allah, dia masih terus-menerus menunaikan amalnya sepanjang usianya, dan sesungguhnya sekarang dia sedang istirahat setelah diletakkan di dalam kuburnya." Azab datang kepadanya dari sebelah kirinya, maka amal puasanya mengatakan hal yang sama kepada malaikat azab itu. Kemudian azab datang dari arah kepalanya, maka Al-Quran dan zikir mengatakan hal yang sama. Lalu azab datang dari arah kedua kakinya, maka amal berjalannya menuju ke salat mengatakan hal yang sama. Tidak sekali-kali azab datang dari suatu arah dengan maksud untuk mencari jalan masuk kepada si mayat melainkan ia menemukan kekasih Allah itu telah dijaga ketat oleh benteng amalnya. Maka azab pun tidak berdaya terhadapnya, lalu ia keluar meninggalkannya. Setelah itu amal sabarnya berkata kepada amal lainnya, "Ingatlah, sesungguhnya saya tidak turun tangan tiada lain karena saya hendak melihat terlebih dahulu apa yang akan dilakukan oleh kalian. Jika kalian tidak mampu mencegahnya, maka akulah yang akan mencegahnya. Tetapi sekarang
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.