Ayat 43-44
Diriwayatkan dari Mujahid, dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan "Ahlu Adz-Dzikri" adalah Ahli Kitab. Pendapat ini dikatakan juga oleh Mujahid dan Al-A'masy.
Maksud "Adz-Dzikru"
Abdurrahman bin Zaid, berkata bahwa yang dimaksud "adz-dzikru" adalah Al-Qur'an. Dia menguatkannya dengan firman Allah: (Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (9)) (Surah Al-Hijr) Pendapat ini benar, tetapi bukan itu yang dimaksud di sini, karena orang yang menentang tidak bisa dijadikan sebagai rujukan untuk membuktikannya sesudah dia mengingkarinya.
Maksud "Ahlu Adz-Dzikri"
Demikian juga dikatakan Abu Ja'far Al-Baqir, bahwa kami adalah "Ahlu Adz-dzkiri". Maksudnya adalah bahwa umat ini adalah "Ahlu Adz-dzkiri" itu benar, karena sesungguhnya umat ini lebih berpengetahuan daripada umat-umat terdahulu. Dan para ulama dari kalangan ahlul bait Rasulullah SAW adalah sebaik-baik ulama jika mereka tetap pada sunnah yang lurus, dan para ulama' yang semisal dan serupa dengan mereka yang berpegang teguh kepada tali Allah yang sangat kuat dan jalan yang lurus.
Maksud Ayat
Dia mengetahui hak setiap orang serta menempatkan kedudukan masing-masing sesuai dengan apa yang telah diberikan kepadanya oleh Allah dan Rasul-Nya, dan telah disepakati hati para hamba-Nya yang beriman.
Maksud dari ayat ini adalah bahwa para rasul terdahulu sebelum nabi Muhammad SAW adalah manusia, sebagaimana beliau juga seorang manusia, sebagaimana Allah berfirman: (Katakanlah, "Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?” (93) Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka, "Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?” (94)) (Surah Al-Isra')
Petunjuk Allah SWT
Kemudian Allah SWT memberikan petunjuk kepada orang yang meragukan bahwa para rasul itu adalah manusia, agar mereka bertanya kepada Ahli Kitab terdahulu tentang para nabi terdahulu, apakah mereka dari kalangan manusia atau malaikat?
Hujjah dan Dalil
Kemudian Allah SWT menyebutkan bahwa Dia mengutus mereka yaitu: (dengan membawa keterangan-keterangan) yaitu hujjah dan dalil (dan kitab-kitab) yaitu kitab-kitab sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas, Mujahid, Adh-Dhahhak, dan lainnya.
"Az-Zubur"
"Az-zubur" adalah bentuk jamak dari "zabur". Orang-orang Arab berkata "zabartu al-kitaba" (saya telah menulis kitab). Allah SWT berfirman: (Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (52)) (Surah Al-Qamar) dan (Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuz, bahwasanya bumi ini diwarisi hamba-hambaKu yang saleh (105)) (Surah Al-Anbiya')
Al-Qur'an sebagai Adz-Dzikr
Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan Kami turunkan kepadamu Adz-Dzikr) yaitu Al-Qur'an (agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka) yaitu dari Tuhanmu, karena kamu telah mengetahui apa yang telah diturunkan Allah kepadamu, dan karena keinginanmu yang besar kepada Al-Qur'an serta selalu mengikuti petunjuknya.
Tujuan Al-Qur'an
Karena Kami mengetahui bahwa kamu adalah makhluk paling utama, tuan anak cucu nabi Adam, maka kamu memberikan keterangan kepada mereka sesuatu yang menyeluruh, serta memberi penjelasan tentang hal-hal yang sulit bagi mereka (dan supaya mereka memikirkan) yaitu, agar mereka merenungkannya untuk diri mereka sendiri, lalu mereka akan mendapat petunjuk dan keberuntungan di dunia dan akhirat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.