Makna Ayat
Yang demikian karena kebencian mereka yang begitu dalam kepada Beliau.
Syaikh As Sa'diy berkata, “Dan ketika orang-orang kafir membuat makar terhadap Beliau serta mengeluarkan Beliau (dari Mekah), ternyata mereka tidak tinggal (di dunia) kecuali sebentar, sehingga Allah membinasakan mereka di Badar, tokoh-tokoh mereka terbunuh dan kekuatan mereka pecah, maka segala puji bagi-Nya. Dalam ayat ini terdapat dalil butuhnya seorang hamba kepada peneguhan Allah terhadap dirinya, dan bahwa sepatutnya bagi dirinya senantiasa mencari keridhaan Tuhannya; meminta kepada-Nya agar diteguhkan di atas keimanan sambil berusaha melakukan semua sebab yang dapat mencapai ke arah itu, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah makhluk yang paling sempurna, namun Allah tetap berfirman kepadanya, “Dan sekiranya Kami tidak memperteguh(hati)mu, niscaya engkau hampir saja condong sedikit kepada mereka.” Lalu bagaimana dengan selain Beliau?”
Makna Kata
Menurut Syaikh As Sa’diy pula, bahwa semakin tinggi kedudukan seorang hamba dan banyak mendapatkan nikmat, maka semakin besar dosanya apabila melakukan perbuatan tercela. Demikian pula, apabila Allah ingin membinasakan suatu umat, maka dibiarkan dosanya menumpuk, lalu Allah menimpakan azab kepadanya.
Tafsir Ayat
Ada yang menafsirkan, bahwa maksudnya kalau sampai terjadi Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam diusir oleh penduduk Mekah, niscaya mereka tidak akan lama hidup di dunia, dan Allah segera akan membinasakan mereka. Hijrah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam ke Madinah bukan karena pengusiran kaum Quraisy, akan tetapi karena perintah Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Ada pula yang mengatakan, bahwa ayat ini turun berkenaan orang-orang Yahudi ketika mereka datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Abul Qasim, jika engkau memang seorang nabi maka pergilah ke Syam, karena Syam adalah negeri padang mahsyar dan negeri para nabi.” Maka Beliau berperang di Tabuk dengan maksud pergi menuju Syam. Ketika sampai di Tabuk, Allah menurunkan kepada Beliau ayat di atas dan memerintahkan Beliau untuk kembali ke Madinah (Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari Abdullah bin Ghanam. Menurut Ibnu Katsir, dalam isnadnya perlu diteliti, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berperang Tabuk karena perintah Allah, bukan karena perintah orang-orang Yahudi.”)