Firman Allah SWT
Ayat 1
{وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَ}
{#Dan pada sebagian malam hari, salat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu.#} (Al-Isra, [17:79])
Ayat 2
{عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا}
{#mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.#} (Al-Isra, [17:79])
Makna Ayat
Ayat ini merupakan perintah dari Allah kepada Nabi SAW untuk mengerjakan salat sunat malam hari sesudah salat fardu.
Hadis
Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan sebuah hadis melalui Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW, bahwa Rasulullah SAW, pernah ditanya mengenai salat yang paling utama sesudah salat fardu. Maka beliau SAW menjawab melalui sabdanya:
{صَلَاةُ اللَّيْلِ}
{#"Salat sunat malam hari."#}
Makna Tahajud
Makna tahajud ialah salat yang dikerjakan sesudah tidur. Demikianlah menurut pendapat Alqamah, Al-Aswad, Ibrahim An-Nakha'i, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang. Dan inilah pengertian yang dikenal di dalam bahasa Arab.
Kedudukan Terpuji
Firman Allah SWT:
{عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا}
{#mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.#} (Al-Isra, [17:79])
Aku lakukan perintah ini kepadamu untuk menempatkanmu di hari kiamat kelak pada kedudukan yang terpuji. Semua makhluk akan memujimu, begitu pula Tuhan yang menciptakan mereka semua.
Syafaat Nabi SAW
Nabi SAW adalah orang yang mula-mula dibangkitkan dari kuburnya di hari kiamat, dan beliau adalah orang yang mula-mula memberi syafaat.
Hadis-Hadis
Berikut ini adalah beberapa hadis yang menyebutkan tentang Kedudukan yang Terpuji ini:
- Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Aban, telah menceritakan kepada kami Abul Ahwas, dari Adam ibnu Ali; ia pernah mendengar Ibnu Umar mengatakan bahwa sesungguhnya manusia itu kelak di hari kiamat semuanya berlutut, setiap umat mengikuti nabinya masing-masing. Mereka mengatakan, "Hai Fulan, berilah syafaat. Hai Fulan, berilah syafaat!" Hingga sampailah syafaat kepada Nabi SAW, hanya dialah yang dapat memberikannya. Yang demikian itu terjadi di hari Allah mendudukkannya di tempat yang terpuji.
- Hamzah ibnu Abdullah meriwayatkannya dari ayahnya, dari Nabi SAW
- Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abdullah ibnu Abdul Hakam, telah menceritakan kepada kami Syu'aib ibnul Lais, telah menceritakan kepada kami Al-Lais, dari Ubaidillah ibnu Abu Ja'far yang mengatakan, ia pernah mendengar Hamzah ibnu Abdullah ibnu Umar mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Umar berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
{اِنَّ الشَّمْسَ لَتَدُنُوْ حَتّٰى يَبْلُغَ العَرَقُ نِصْفُ الْاُذُنِ فَبَيْنَمَا هُمْ كَذٰلِكَ اسْتَغَاثُوْا بِاٰدَمَ فَيَقُوْلُ: لَسْتُ صَاحِبَ ذٰلِكَ ثُمَّ بِمُوْسٰى فَيَقُوْلُ كَذٰلِكَ ثُمَّ بِمُحَمَّدٍ فَيَشْفَعُ بَيْنَ الْخَلْقِ فَيَمْشِيْ حَتّٰى يَأْخُذَ بِحَلْقَةِ بَابِ الْجَنَّةِ فَيَوْمَئِذٍ يَبْعَثُهُ اللّٰهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا}
{#"Sesungguhnya matahari (kelak di hari kiamat) benar-benar dekat sehingga keringat (manusia) sampai sebatas pertengahan telinga (mereka). Ketika mereka dalam keadaan demikian, mereka meminta tolong kepada Adam, maka Adam menjawab, "Saya bukanlah orang yang memiliki syafaat itu." Kemudian kepada Musa. Musa menjawab dengan kata-kata yang sama (seperti yang dikatakan Adam). Dan akhirnya kepada Nabi Muhammad SAW Maka Nabi SAW memberikan syafaatnya kepada makhluk. Lalu beliau berjalan (menuju surga) dan memegang halgah (pegangan) pintu surga. Pada saat itulah Allah menempatkannya pada kedudukan yang terpuji."#}
- Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan pula kepada kami Ali ibnu Ayyasy, telah menceritakan kepada kami Syu'aib ibnu Abu Hamzah, dari Muhammad ibnul Munkadir, dari Jabir ibnu Abdullah, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{مَنْ قَالَ حِيْنَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ: اللهم رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ. وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ. اٰتِ مُحَمَّدًا ۨالْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ. وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا ۨالَّذِي وَعَدْتَهُ. حَلَّتْ لَهٗ شَفَاعَتِيْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ}
{#Barangsiapa yang mengucapkan doa berikut ketika mendengar suara azan, yaitu: "Ya Allah, Tuhan seruan yang sempurna ini dan salat yang didirikan, berikanlah kepada Muhammad wasilah dan keutamaan, dan angkatlah dia ke kedudukan yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan kepadanya," maka ia akan mendapat syafaatku kelak di hari kiamat.#}
- Imam Turmuzi mengetengahkan hadis ini melalui riwayat Abu Amir Abdul Malik ibnu Amr Al-Aqdi. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih. Ibnu Majah meriwayatkannya melalui hadis Abdullah ibnu Muhammad ibnu Aqil dengan sanad yang sama.
- Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa'id, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Abu Arubah, telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Anas, dari Nabi SAW yang telah bersabda: bahwa pada hari kiamat orang-orang mukmin berkumpul setelah mereka mengalami penderitaan tersebut. Lalu mereka berkata, "Sebaiknya kita meminta syafaat kepada Tuhan, agar Dia membebaskan kita dari tempat yang penuh dengan penderitaan ini." Maka mereka datang kepada Adam dan berkata, "Hai Adam, engkau adalah bapak manusia, Allah telah menciptakanmu dengan tangan-Nya sendiri, dan memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadamu, serta Allah telah mengajarkan kepadamu nama segala sesuatu. Maka mohonkanlah syafaat buat kami kepada Tuhanmu agar Dia membebaskan kita dari tempat kita ini." Nabi Adam menjawab mereka, "Saya bukanlah orang yang kalian harapkan", lalu Adam menyebutkan dosa yang pernah dilakukannya, sehingga ia merasa malu kepada Tuhan Yang Mahaagung lagi Mahamulia untuk meminta syafaat itu. Lalu ia berkata, "Sebaiknya kalian datang kepada Nuh, karena dia adalah rasul yang mula-mula diutus oleh Allah untuk penduduk bumi." Maka mereka datang kepada Nabi Nuh, lalu ia menjawab, "Saya bukanlah orang yang dapat kalian harapkan," kemudian Nabi Nuh menyebutkan suatu kesalahan, yaitu ia pernah meminta kepada Tuhan sesuatu yang tiada pengetahuan baginya tentang hal ifu, sehingga ia merasa malu kepada Tuhan untuk meminta syafaat yang mereka minta itu. Dan Nuh AS mengatakan, "Sebaiknya kalian pergi kepada Nabi Ibrahim AS, kekasih Tuhan Yang Maha Pemurah." Mereka datang kepada Nabi Ibrahim AS, tetapi Nabi Ibrahim AS menjawab, "Saya bukanlah orang yang kalian maksudkan. Sebaiknya datanglah kalian kepada Musa, seorang hamba yang pernah diajak bicara langsung oleh Allah dan Allah telah memberinya kitab Taurat." Mereka datang kepada Musa, tetapi Musa menjawab, "Saya bukanlah orang yang kalian maksudkan," lalu Musa menyebutkan bahwa ia pernah membunuh seseorang tanpa mendapat balasan qisas, sehingga ia merasa malu kepada Tuhan untuk meminta syafaat yang mereka kehendaki itu. Dan ia mengatakan, "Sebaiknya datanglah kalian kepada Isa, hamba dan Rasul Allah, serta kalimah dan roh-Nya." Mereka datang kepada Isa, tetapi Isa berkata, "Saya bukanlah orang yang kalian maksudkan. Sebaiknya datanglah kamu kepada Muhammad, seorang hamba yang telah diberi ampun oleh Allah SWT atas semua dosanya yang terdahulu dan yang kemudian." Mereka datang kepadaku - menurut Al-Hasan terjadi perubahan dalam ungkapan hadis -, lalu aku bangkit dan berjalan di antara dua barisan kaum mukmin -Anas melanjutkan kisahnya- sehingga aku menghadap kepada Tuhan dan meminta izin untuk bersua dengan-Nya. Manakala aku melihat Tuhanku, maka aku menjatuhkan diri (menyungkur) bersujud kepada Tuhanku, dan Tuhanku membiarkan diriku dalam keadaan seperti itu selama apa yang Dia kehendaki. Kemudian Allah SWT berfirman, "Hai Muhammad, angkatlah mukamu. Katakanlah, perkataanmu didengar. Dan mintalah syafaat, kamu diberi izin untuk memberi syafaat. Dan mintalah, pasti kamu diberi apa yang kamu minta!" Maka aku mengangkat mukaku dan memuji-Nya dengan pujian yang Dia ajarkan kepadaku. Lalu aku memberi syafaat, dan Allah memberikan batasan jumlah tertentu kepadaku, maka aku masukkan mereka ke dalam surga. Kemudian aku kembali kepada-Nya untuk kedua kalinya; dan apabila aku melihat-Nya, maka aku menjatuhkan diri atau menyungkur bersujud kepada-Nya, dan Dia membiarkan diriku dalam keadaan demikian selama apa yang dikehendaki-Nya. Lalu Allah SWT berfirman, "Angkatlah mukamu, hai Muhammad. Katakanlah, perkataanmu pasti didengar. Mintalah, permintaanmu pasti dikabulkan. Dan mintalah syafaat, engkau akan diberi izin untuk memberi syafaat!" Maka aku mengangkat mukaku dan memuji-Nya dengan pujian yang Dia ajarkan kepadaku. Kemudian aku memberi syafaat, dan Dia memberikan batasan kepadaku jumlah tertentu, lalu aku masukkan mereka ke dalam surga. Kemudian aku kembali kepada-Nya untuk ketiga kalinya; dan manakala aku melihat-Nya, maka aku menjatuhkan diri atau menyungkur bersujud kepada-Nya. Dia membiarkan diriku dalam keadaan seperti itu selama apa yang Dia kehendaki. Sesudah itu Allah SWT berfirman, "Hai Muhammad, angkatlah mukamu. Katakanlah, perkataanmu pasti di dengar. Mintalah, permintaanmu pasti diberikan. Dan mintalah syafaat, tentulah kamu diberi izin untuk memberi syafaat!" Maka aku mengangkat mukaku dan memuji-Nya dengan pujian yang Dia ajarkan kepadaku. Kemudian saya memberikan syafaat, dan Dia memberikan batasan sejumlah orang tertentu kepadaku, maka aku masukkan mereka ke dalam surga. Selanjutnya aku kembali kepada-Nya untuk keempat kalinya dan mengatakan kepada-Nya, "Wahai Tuhanku, tiada yang tersisa lagi selain orang-orang yang ditahan di dalam neraka oleh Al-Qur'an." Sahabat Anas telah menceritakan kepada kami bahwa Nabi SAW bersabda: Maka dikeluarkanlah dari neraka orang yang pernah mengucapkan "Tidak ada Tuhan selain Allah", dan di dalam hatinya terdapat sedikit kebaikan seberat biji gandum. Kemudian dikeluarkan pula dari neraka orang yang pernah mengucapkan "Tidak ada Tuhan selain Allah", sedangkan di dalam hatinya terdapat sedikit kebaikan sebesar biji jewawut. Kemudian dikeluarkan pula dari neraka orang yang pernah mengucapkan "Tidak ada Tuhan selain Allah", sedangkan di dalam hatinya terdapat sedikit kebaikan sebesar semut yang paling kecil.
Syafaat Nabi SAW
Nabi SAW memberikan syafaat kepada sejumlah kaum, padahal kaum-kaum itu telah diperintahkan untuk diseret ke dalam neraka, akhirnya mereka diselamatkan darinya.
Umat Nabi SAW
Umat Nabi SAW adalah umat yang paling pertama menerima keputusan dari Allah dalam peradilan-Nya di antara sesama mereka. Dan mereka adalah umat yang mula-mula melewati sirat bersama nabinya.
Nabi SAW di Hari Kiamat
Nabi SAW adalah orang yang mula-mula dibangkitkan dari kuburnya di hari kiamat, dan beliau adalah orang yang mula-mula memberi syafaat.
Kedudukan Nabi SAW
Nabi SAW adalah pemegang panji yang bernaung di bawahnya Nabi Adam AS dan nabi-nabi lain sesudahnya, semuanya berada di bawah panjinya.
Telaga Kausar
Nabi SAW mempunyai telaga (Kausar) yang di tempat perhentian itu tiada sesuatu pun yang lebih banyak pendatangnya daripada telaga yang dimilikinya.
Syafaat Nabi SAW
Nabi SAW memberikan syafaat untuk meninggikan derajat sejumlah kaum yang amal perbuatan mereka tidak dapat mencapainya.
Wasilah Nabi SAW
Nabi SAW adalah pemilik wasilah yang merupakan kedudukan tertinggi di surga. Kedudukan ini tidak layak disandang kecuali hanya oleh Nabi SAW sendiri.
Syafaat Nabi SAW
Apabila Allah SWT telah memberikan izin untuk memberi syafaat kepada orang-orang yang durhaka, maka barulah para malaikat, para nabi, dan kaum mukmin memberikan syafaatnya masing-masing. Nabi SAW memberikan syafaatnya kepada sejumlah besar makhluk yang tiada seorang pun mengetahui bilangannya kecuali hanya Allah SWT Tiada seorang pun yang dapat menyamainya dan setara dengan dia dalam hal memberi syafaat.
Hadis-Hadis
Berikut ini adalah beberapa hadis yang menyebutkan tentang Kedudukan yang Terpuji ini:
- Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Aban, telah menceritakan kepada kami Abul Ahwas, dari Adam ibnu Ali; ia pernah mendengar Ibnu Umar mengatakan bahwa sesungguhnya manusia itu kelak di hari kiamat semuanya berlutut, setiap umat mengikuti nabinya masing-masing. Mereka mengatakan, "Hai Fulan, berilah syafaat. Hai Fulan, berilah syafaat!" Hingga sampailah syafaat kepada Nabi SAW, hanya dialah yang dapat memberikannya. Yang demikian itu terjadi di hari Allah mendudukkannya di tempat yang ter
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.