Surat Al-Isra ayat 90
Kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang datang membawa Al Qur'an yang penuh dengan bukti dan mukjizat.
wa qālū lan nu'mina laka ḥattā tafjura lanā minal-arḍi yambū‘ā
Dan mereka berkata, "Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami,
Kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang datang membawa Al Qur'an yang penuh dengan bukti dan mukjizat.
90-93. Orang-orang kafir itu terus mengingkari dan meminta berbagai permintaan kepada Nabi yang menunjukkan kebebalan dan kelalaian mereka, sebagaimana dijelaskan dalam empat ayat yang akan disebutkan ini:
Mereka berkata: “Kami tidak akan beriman kepadamu hingga kamu dapat memancarkan mata air di kota Makkah ini, hingga kamu memiliki kebun yang penuh dengan pohon kurma dan anggur sedangkan sungai-sungai mengalir dengan deras di bawah pohon-pohon itu, hingga kamu menjatuhkan langit berpotong-potong kepada kami, hingga kamu mendatangkan Allah dan para malaikat kepada kami agar kami dapat melihat mereka, hingga kamu memiliki istana berlapis emas, atau hingga kamu naik ke langit dengan tangga, dan kami tidak akan mempercayai naikmu ke langit hingga kamu mendatangkan kitab dari Allah yang terpampang di depan kami sehingga kami dapat membacanya.”
Katakanlah kepada mereka: “Maha Suci Allah! Aku hanyalah seorang Rasul yang diutur Allah kepada kalian.”
Ketika tampak mukjizat al-Qur'ân dan mereka tidak dapat menyangkal hujjah itu, mereka pun mulai meminta ayat dan mukjizat, seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak mampu berdalih dan orang-orang yang kebingungan.
Mereka kemudian berkata, "Kami tidak akan beriman kepadamu, sebelum kamu mengeluarkan mata air yang terus memancar dan tak pernah habis dari bumi Mekah untuk kami."
"Kami tidak akan beriman kepadamu (wahai Muhammad) sehingga engkau memancarkan untuk kami satu mata air yang terus-menerus mengalir dari tanah Makkah ini.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kami tidak akan percaya kepadamu, wahai Muhammad, dan melaksanakan apa yang kamu katakan hingga kamu bisa memancarkan mata air yang mengalir untuk kami dari bumi Makkah.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tidak ada teks input yang dapat saya format menjadi Markdown. Silakan masukkan teks yang ingin Anda format.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Mereka berkata, “Kami tidak akan percaya kepadamu sehingga kamu memancarkan untuk kami dari bumi tanah Mekkah mata air yang mengalir yang tidak akan habis airnya.
Mereka berkata, “Kami tidak akan percaya kepadamu sehingga kamu memancarkan untuk kami dari bumi tanah Mekkah mata air yang mengalir yang tidak akan habis airnya.
Mereka berkata, “Kami tidak akan percaya kepadamu sehingga kamu memancarkan untuk kami dari bumi tanah Mekkah mata air yang mengalir yang tidak akan habis airnya.
{#90-91.#} Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Bukair, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq, telah menceritakan kepadaku seorang syekh (guru) dari kalangan ulama Mesir yang telah bermukim bersama kami sejak empat puluh tahun lebih, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa Atabah, Syaibah (keduanya anak Rabi'ah), Abu Sufyan ibnu Harb -seorang lelaki dari Bani Abdud Dar- dan Abul Buhturi (keduanya saudara Banil Asad), Al-Aswad ibnul Muftalib ibnu Asad, Zam'ah ibnul Aswad, Al-Walid ibnul Mugirah, Abu Jahal ibnu Hisyam, Abdullah ibnu Abu Umayyah, Umayyah ibnu Khalaf, Al-As ibnu Wail, Nabih dan Munabbih (keduanya anak Al-Hajjaj As-Sahmi), semuanya berkumpul atau termasuk di antara mereka yang ada dalam perkumpulan itu. Mereka berkumpul sesudah matahari terbenam di atas Ka'bah. Sebagain dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, "Kirimkanlah utusan kepada Muhammad untuk mengundangnya agar kita dapat berbicara dan berdebat dengannya hingga ia mengemukakan alasan yang sebenarnya." Lalu mereka mengirimkan utusannya, dan si utusan menyampaikan kepada Nabi SAW, "Para pemuka kaummu telah mengadakan pertemuan untuk melakukan pembicaraan denganmu." Maka Rasulullah SAW datang dengan segera seraya menduga bahwa barangkali mereka telah sadar akan perkara yang dibawanya. Sebelum itu Nabi SAW sangat menginginkan agar mereka mendapat petunjuk, karena dengan masuk Islamnya mereka maka akan bertambah kuatlah agamanya. Setelah Nabi SAW sampai kepada mereka, lalu Nabi SAW duduk. Dan mereka berkata, "Hai Muhammad, sesungguhnya kami telah mengirim utusan kami kepadamu untuk mengetahui alasanmu yang sebenarnya. Dan sesungguhnya kami, demi Allah, sepengetahuan kami engkau adalah seorang lelaki dari kalangan bangsa Arab yang memasukkan agama baru kepada kaumnya, dan engkau telah mencaci-maki nenek moyang, mencela agamanya, dan menilainya kurang berakal, juga mencela sesembahan-sesembahan kami dan memecahkan persatuan. Sehingga tiada suatu hal buruk pun melainkan kamu telah melakukannya di antara kami dan kamu. Jika engkau mendatangkan Al-Qur'an itu karena ingin mencari harta, maka kami sanggup mengumpulkan harta dari harta kami buatmu, sehingga kamu menjadi orang yang paling banyak hartanya di antara kami. Dan jika engkau melakukan hal tersebut hanya untuk mencari kedudukan di kalangan kami, kami sanggup menjadikanmu sebagai penghulu (pemimpin) kami. Dan jika engkau berkeinginan menjadi seorang raja, maka kami akan menjadikanmu sebagai raja kami. Dan jika perkataan yang datang kepadamu (yakni Al-Qur'an) lalu kamu sampaikan itu berasal dari jin yang menguasai dirimu -mereka menamakan jin yang suka merasuki orang dengan sebutan ri'yun-, maka kami sanggup membelanjakan harta kami untuk mencari tabib yang dapat menyembuhkan dirimu dari gangguannya, atau kami memaafkanmu jika kami tidak sanggup menyembuhkanmu dan memaklumimu."
Maka Rasulullah SAW menjawab melalui sabdanya: "Apa yang kalian katakan itu tidak ada pada diriku. Dan tidaklah aku menyampaikan kepada kalian apa yang aku sampaikan ini untuk mencari harta kalian, tidak pula mencari kedudukan di antara kalian, serta tidak pula ingin menjadi raja atas kalian, melainkan Allah telah mengutusku kepada kalian sebagai seorang rasul. Dia telah menurunkan kepadaku sebuah Kitab (Al-Qur'an), dan memerintahkan kepadaku agar menjadi pembawa berita gembira dan pemberi peringatan kepada kalian. Maka aku sampaikan semua risalah Tuhanku kepada kalian dan aku menasihatkan hal yang baik bagi kalian. Jika kalian mau menerima apa yang aku sampaikan kepada kalian, maka kalian menjadi orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Dan jika kalian menolaknya, aku tetap bersabar menjalankan perintah Allah, hingga Allah memberikan keputusan-Nya antara aku dan kalian."
Demikianlah jawaban yang disampaikan oleh Rasulullah SAW kepada mereka atau dengan ungkapan yang semakna.
Mereka mengatakan, "Hai Muhammad, jika engkau tidak mau menerima apa yang kami tawarkan kepadamu, maka sesungguhnya engkau telah mengetahui bahwa tiada seorang manusia pun yang negerinya lebih sempit daripada negeri kami dan hartanya lebih sedikit daripada harta kami serta penghidupannya lebih keras daripada kami. Oleh karena itu, mintalah kepada Tuhanmu yang telah mengutusmu untuk menyampaikan risalah-Nya, hendaknyalah Dia menyingkirkan (menghilangkan) bukit-bukit yang menyempitkan negeri kami ini. Dan hendaknyalah Dia meluaskan negeri kami serta memancarkan padanya sungai-sungai seperti sungai-sungai yang terdapat di negeri Syam dan negeri Irak. Dan hendaknyalah Dia membangkitkan (menghidupkan) kembali nenek moyang kami, yang antara lain ialah Qusay ibnu Kilah, karena sesungguhnya beliau adalah seorang syekh yang selalu berkata jujur. Maka kami akan menanyai mereka tentang apa yang kamu sampaikan ini, apakah benar ataukah batil? Jika engkau dapat melakukan apa yang kami minta, barulah kami dapat mempercayaimu dan membenarkanmu serta mengetahui kedudukanmu di sisi Allah, bahwa Dia benar telah mengutusmu sebagai seorang rasul, seperti yang kamu akui itu."
Rasulullah SAW menjawab mereka melalui sabdanya: "Saya diutus bukan untuk hal itu, sesungguhnya saya hanya sebagai juru penyampai kepada kalian dari sisi Allah tentang apa yang diutuskan-Nya kepadaku untuk menyampaikannya. Dan sesungguhnya saya telah menyampaikan apa yang diutuskan-Nya kepadaku untuk menyampaikannya kepada kalian. Maka jika kalian mau menerimanya, hal itu merupakan keberuntungan bagi kalian di dunia dan akhirat. Dan jika kalian menolaknya serta mengembalikannya kepadaku, maka saya tetap akan bersabar menjalankan perintah Allah, hingga Allah memberikan keputusan antara saya dan kalian."
Mereka berkata, "Jika kamu tidak dapat melakukan hal itu buat kami, maka buatlah bukti untuk dirimu sendiri. Untuk itu, mintalah kepada Tuhanmu agar Dia mengirimkan kepadamu malaikat yang akan membenarkan apa yang kamu katakan dan kami dapat menanyainya tentang perihal kamu. Dan mintalah kepada Tuhanmu agar Dia menjadikan bagimu taman-taman, perbendaharaan-perbendaharaan, dan gedung-gedung dari emas dan perak, agar kamu menjadi orang yang berkecukupan hingga tidak memerlukan apa yang kami tawarkan kepadamu. Karena sesungguhnya kamu biasa berdiri di pasar-pasar dan mencari penghidupan sebagaimana kami mencarinya. Dengan demikian, maka kami dapat mengetahui keutamaan kedudukanmu di sisi Tuhanmu, jika engkau benar seorang rasul seperti apa yang kamu akui itu."
Rasulullah SAW menjawab mereka melalui sabdanya: "Aku tidak akan melakukannya dan aku tidak akan memintanya kepada Tuhanku. Aku diutus kepada kalian bukanlah untuk itu, tetapi Allah mengutusku sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Jika kalian mau menerimanya, maka itulah keberuntungan kalian di dunia dan akhirat. Dan jika kalian menolaknya dan mengembalikannya kepadaku, maka aku tetap akan bersabar dalam menjalankan perintah Allah, hingga Dia memberi keputusan di antara aku dan kalian."
Mereka berkata, "Kalau demikian, runtuhkanlah langit; karena menurut dugaanmu jika Tuhanmu menghendaki sesuatu, Dia dapat melakukannya. Dan kami tetap tidak mau beriman kepadamu kecuali jika kamu melakukan hal itu."
Rasulullah SAW menjawab mereka melalui sabdanya: "Demikian itu terserah kepada Allah; jika Dia berkehendak, tentu dapat melakukannya buat kalian."
Mereka berkata, "Hai Muhammad, tidakkah Tuhanmu mengetahui bahwa kami akan berkumpul denganmu dalam suatu majelis, lalu kami menanyakan banyak hal kepadamu dan memintamu untuk membuktikan apa yang kami minta? Maka Dia datang kepadamu dan mengajarkan kepadamu jawaban dari apa yang kami lontarkan kepadamu, dan Dia memberitahukan kepadamu apa yang sebaiknya kamu lakukan terhadap kami dalam hal ini jika kami tidak mau menerima apa yang kamu sampaikan kepada kami. Sesungguhnya telah sampai suatu berita kepada kami bahwa sesungguhnya yang mengajarkan kepadamu itu sama dengan apa yang diajarkan kepada seorang lelaki dari negeri Yamamah yang dikenal dengan nama Ar-Rahman (yakni Musailamah Al-Kazzab). Dan sesungguhnya, demi Allah, kami tidak percaya kepada Ar-Rahman selamanya. Karena itulah kami memaafkan keadaanmu itu, hai Muhammad. Ingatlah, demi Allah, kami tidak akan membiarkanmu, apa yang kamu lakukan itu terhadap eksistensi kami akan membuat kami membinasakanmu atau kamu membinasakan kami."
Salah seorang dari mereka mengatakan, "Kami menyembah malaikat-malaikat, mereka adalah anak-anak perempuan Allah." Dan yang lainnya mengatakan, "Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum engkau mendatangkan Allah dan para malaikat berhadapan dengan kami."
Setelah mendengar ucapan mereka yang demikian itu, maka Rasulullah SAW pergi meninggalkan mereka. Kepergian beliau diiringi oleh Abdullah ibnu Abu Umayyah ibnul Mugirah ibnu Abdullah ibnu Umar ibnu Makhzum, anak bibi Rasulullah SAW, yaitu Atikah binti Abdul Muttalib.
Abdullah ibnu Abu Umayyah mengatakan, "Hai Muhammad, kaummu telah menawarkan kepadamu tawaran-tawaran tersebut, tetapi kamu tidak mau menerimanya dari mereka. Kemudian mereka meminta bukti darimu buat mereka, yaitu beberapa hal, agar dengannya mereka mengetahui kedudukanmu di sisi Allah, tetapi kamu tidak mau melakukannya pula. Lalu mereka meminta kepadamu agar mendatangkan suatu azab yang dengannya kamu dapat membuat mereka takut. Demi Allah, saya tidak akan beriman kepadamu sebelum kamu mendatangkan sebuah tangga, lalu kamu naik ke langit, sedangkan saya melihatmu sampai di langit; kemudian kamu turun lagi dengan membawa sebuah kitab yang terbuka dengan diiringi oleh empat malaikat yang mempersaksikan bahwa kamu benar seperti apa yang kamu katakan. Demi Allah, seandainya kamu dapat melakukan hal tersebut, saya yakin bahwa diri saya masih belum mau membenarkanmu."
Kemudian Abdullah ibnu Abu Umayyah pergi meninggalkan Rasulullah SAW. Rasul pun pulang ke rumah keluarganya dalam keadaan bersedih hati lagi kecewa, karena apa yang ia harapkan dari kaumnya agar masuk Islam di saat ia menyeru mereka tidak terkabulkan, bahkan mereka bersikap menjauhinya.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ziyad ibnu Abdullah Al-Buka-i, dari Ibnu Ishaq, bahwa telah menceritakan kepadaku sebagian ahlul 'ilmi, dari Sa'id ibnu Jubair dan Ikrimah, dari Ibnu Abbas. Lalu diketengahkan hadis yang semisal.
Pertemuan yang mereka adakan bersama Nabi SAW itu, seandainya menurut pengetahuan Allah mereka meminta hal itu kepada Nabi SAW dengan permintaan memohon petunjuk, tentulah apa yang mereka minta itu diperkenankan oleh-Nya. Akan tetapi, Allah telah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka meminta hal itu karena dorongan ingkar dan kekafiran mereka terhadap Nabi SAW Maka Allah berfirman kepada Nabi-Nya; "Jika engkau menginginkan agar Kami memberi mereka, tentulah Kami akan memberi mereka apa yang dimintanya. Tetapi jika mereka masih tetap ingkar sesudahnya, maka Aku akan mengazab mereka dengan azab yang belum pernah Aku timpakan kepada seorang pun dari kalangan umat manusia. Dan jika engkau menginginkan agar Aku membukakan bagi mereka pintu tobat dan pintu rahmat, maka Aku akan melakukannya." Maka Nabi SAW berkata: "Tidak, bahkan bukakanlah bagi mereka pintu tobat dan pintu rahmat-(Mu)."
Hal ini sama dengan apa yang telah disebutkan di dalam dua hadis yang masing-masing diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan Az-Zubair ibnul Awwam, yaitu dalam tafsir surat Al-Isra, [17:59].
Dan dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:
{وَقَالُوْا مَالِ هٰذَا الرَّسُوْلِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِيْ فِى الْاَسْوَاقِ لَوْلَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُوْنَ مَعَهٗ نَذِيْرًا اَوْ يُلْقٰٓى اِلَيْهِ كَنْزٌ اَوْ تَكُوْنُ لَهٗ جَنَّةٌ يَّأْكُلُ مِنْهَا وَقَالَ الظّٰلِمُوْنَ اِنْ تَتَّبِعُوْنَ اِلَّا رَجُلًا مَّسْحُوْرًا اُنْظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوْا لَكَ الْاَمْثَالَ فَضَلُّوْا فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ سَبِيْلًا تَبٰرَكَ الَّذِيْٓ اِنْ شَاۤءَ جَعَلَ لَكَ خَيْرًا مِّنْ ذٰلِكَ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ وَيَجْعَلْ لَّكَ قُصُوْرًا بَلْ كَذَّبُوْا بِالسَّاعَةِ وَاَعْتَدْنَا لِمَنْ كَذَّبَ بِالسَّاعَةِ سَعِيْرًا}
{#"Dan mereka berkata, "Mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia? Atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya yang dia dapat makan dari (hasil)nya?" Dan orang-orang yang zalim itu berkata, "Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir." Perhatikanlah bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka, mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu). Mahasuci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, (yaitu) surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikan-Nya (pula) untukmu istana-istana. Bahkan mereka mendustakan hari kiamat. Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat."#} (Al-Furqan, [25:7] sampai [25:11])
Adapun firman Allah SWT:
{*حَتّٰى تَفْجُرَ لَنَا مِن
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Dan mereka berkata) diathafkan kepada lafal abaa ("Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu sebelum engkau memancarkan sumber air dari tanah buat kami) mata air yang berlimpah airnya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Dan mereka orang-orang musyrik Mekah berkata, "Kami tidak akan percaya kepadamu wahai Muhammad sebelum engkau memancarkan dengan deras mata air dari bumi dan mengalirkannya secara terus-menerus untuk kami,"
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Yakni para pemimpin penduduk Makkah berkata.
حَتَّىٰ تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الْأَرْضِ يَنۢبُوعًا(hingga kamu memancarkan mata air dan bumi untuk kami)
Makna (الينبوع) yakni mata air yang deras yang senantiasa mengalir tanpa terputus.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.