Surat Al-Kahfi ayat 13
Dalam ayat tersebut dipakai jama' yang menunjukkan sedikit, yaitu kata "fityah" (beberapa pemuda), yang menunjukkan bahwa jumlah mereka di bawah sepuluh.
Berupa ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh.
naḥnu naquṣṣu ‘alaika naba'ahum bil-ḥaqq, innahum fityatun āmanū birabbihim wa zidnāhum hudā
Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.
Dalam ayat tersebut dipakai jama' yang menunjukkan sedikit, yaitu kata "fityah" (beberapa pemuda), yang menunjukkan bahwa jumlah mereka di bawah sepuluh.
Berupa ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh.
13-14. Hai Rasulullah, Kami menceritakan kepadamu kisah agung mereka dengan benar; mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah keteguhan mereka di atas kebenaran dan Kami kuatkan hati mereka dengan keimanan dan ketentraman, ketika mereka menyelisihi kaum mereka yang kafir dengan berkata: “Tuhan yang kami sembah adalah yang telah menciptakan tujuh langit dan bumi, kami tidak akan menyekutukan-Nya dengan tuhan-tuhan lain; sungguh jika kami menyembah selain-Nya maka kami telah berpaling jauh dari kebenaran.”
Mereka adalah sekelompok pemuda penganut agama yang benar pada masa itu.
Mereka meyakini keesaan Allah di tengah kalangan masyarakat yang menyekutukan Tuhan, sehingga Kami membuat keyakinan mereka bertambah kuat.
Sungguh mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan mengerjakan ketaatan kepada-Nya, sehingga Kami pun menambahkan mereka petunjuk dan keteguhan di atas kebenaran.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kami ceritakan kepadamu, wahai Rasul, berita mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya Ashhab al-Kahfi itu adalah para pemuda yang beriman kepada Rabb mereka dan melaksanakan perintah-Nya, lalu Kami tambahkan kepada mereka petunjuk dan keteguhan di atas kebenaran.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dengan tulus, dan Kami tambah pula petunjuk dan ketetapan iman dan taufik untuk mereka
Fityah merupakan bentuk plural jenis jumu' qillah (bentuk jamak yang tidak banyak). Hal itu menunjukkan bahwa mereka kurang dari sepuluh orang.
Mereka beriman kepada Allah semata dan tidak ada sekutu bagiNya tanpa disertai kaumnya. Maka, Allah mensyukuri keimanan mereka, lalu menambahkan hidayah kepada mereka. Maksudnya, disebabkan oleh inti hidayah kepada keiman-an, maka Allah menambahkan petunjuk kepada mereka berupa ilmu yang bermanfaat dan amal shalih.
Sebagaimana Firman Allah,
وَيَزِيْدُ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اهْتَدَوْا هُدًىۗ
"Dan Allah akan menambahi petunjuk kepada mereka yang telah mendapatkan petunjuk." (Maryam: 76).
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kami menceritakan kepadamu kisah mereka
kabar tentang para pemuda itu
dengan sebenarnya
dengan benar
Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka
dan Kami menambahkan petunjuk kepada mereka
Dari sini dimulailah penjabaran kisah tentang mereka secara rinci. Allah menyebutkan bahwa mereka adalah segolongan kaum muda yang menerima perkara yang hak dan mendapat petunjuk ke jalan yang lurus dari guru-guru mereka yang saat itu telah durhaka dan tenggelam ke dalam agama kebatilan menjadi sesat. Karena itulah kebanyakan orang yang menyambut baik seruan Allah dan Rasul-Nya adalah dari kalangan kaum muda. Adapun orang-orang tuanya, sebagian besar dari mereka tetap berpegang pada agamanya dan tidak ada yang masuk Islam dari kalangan mereka kecuali sedikit.
Demikianlah Allah SWT menceritakan tentang para penghuni gua, bahwa mereka semua terdiri dari kalangan kaum muda.
Mujahid mengatakan, telah sampai berita kepadaku bahwa sebagian dari kalangan mereka ada yang memakai anting-anting. Lalu Allah memberikan kepada mereka jalan petunjuk dan menggerakkan mereka untuk bertakwa kepada-Nya, sehingga mereka beriman kepada Tuhannya, yakni mengakui keesaan Allah dan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.
{وَزِدْنٰهُمْ هُدًى}
{#dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.#} (Al-Kahfi, [18:13])
Dengan berlandaskan kepada dalil ayat ini dan ayat-ayat lainnya yang semakna, sebagian para imam-seperti Imam Bukhari dan lain-lainnya dari kalangan mereka- berpendapat bahwa iman itu berbeda-beda tingkatannya, dan iman itu dapat bertambah serta dapat berkurang. Karena itulah disebutkan dalam ayat ini: {#dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.#} (Al-Kahfi, [18:13]) Sama seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَالَّذِيْنَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَّاٰتٰىهُمْ تَقْوٰىهُمْ}
{#Dan orang-orang yang mendapat petunjuk Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya.#} (Muhammad, [47:17])
{فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَزَادَتْهُمْ اِيْمَانًا}
{#Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedangkan mereka merasa gembira.#} (At-Taubah, [9:124])
{لِيَزْدَادُوْٓا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْ}
{#supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).#} (Al-Fath, [48:4])
Dan masih banyak ayat lainnya yang semakna.
Menurut suatu kisah, mereka memeluk agama Al-Masih Isa putra Maryam. Hanya Allah-lah yang mengetahui kebenarannya.
Akan tetapi, makna lahiriah ayat menunjukkan bahwa mereka berada di masa sebelum adanya agama Nasrani. Seandainya mereka memeluk agama Nasrani, tentulah orang-orang Yahudi dari kalangan pendetanya tidak mau mencatat cerita mereka dan hal ikhwal yang dialami oleh para pemuda penghuni gua itu, karena orang-orang Yahudi bertentangan dengan orang-orang Nasrani.
Dalam pembahasan yang lalu telah disebutkan bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan bahwa orang-orang Quraisy mengirimkan utusannya kepada pendeta-pendeta Yahudi di Madinah dengan maksud meminta berbagai saran dari mereka untuk menguji kebenaran Rasulullah SAW Maka mereka mengutus beberapa orang kaumnya untuk menanyakan kepada Rasulullah SAW tentang berita para pemuda penghuni gua itu, kisah tentang Zul Qarnain, dan pertanyaan mengenai roh.
Dari riwayat ini tersimpulkan bahwa kisah para pemuda itu tercatat di dalam kitab-kitab Ahli Kitab, dan kejadian itu terjadi jauh sebelum agama Nasrani.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dari sini mulai penjelasan kisah itu secara rinci. Allah menyebutkan bahwa mereka adalah segolongan kaum muda yang menerima kebenaran dan mendapat petunjuk ke jalan yang lurus dari guru-guru mereka yang telah durhaka dan tenggelam ke dalam agama kebathilan. Oleh karena itu kebanyakan orang yang menyambut baik seruan Allah dan RasulNya SAW adalah kalangan muda. Adapun orang-orang tuanya dari kalangan Quraisy, sebagian besar mereka berpegang pada agamanya dan tidak ada yang masuk Islam kecuali sedikit. Demikianlah Allah SWT memberitahukan tentang ashabul kahfi, bahwa mereka terdiri dari kalangan kaum muda.
(dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk) Sebagian imam seperti Imam Bukhari dan lainnya menjadikan ayat ini dan ayat-ayat yang semakna sebagai dalil tentang kelebihan dan keutamaan iman, dan iman itu dapat bertambah dan berkurang. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk) Sebagaimana Allah berfirman: (Dan orang-orang yang mendapat petunjuk Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya (17)) (Surah Muhammad)
Firman Allah: (dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi”) Allah SWT memberitahukan tentang mereka,"Kami membuat mereka bersabar dalam menghadapi kaumnya dan seluruh penduduk kota mereka, Lalu mereka membangun sebuah tempat peribadatan untuk menyembah Allah. Lalu kaum mereka mengetahuinya dan melaporkan keadaan mereka kepada raja mereka. Raja menghadirkan mereka, lalu bertanya kepada mereka tentang perkara mereka dan apa yang mereka lakukan. Mereka menjawab dengan jawaban yang benar dan menyeru raja untuk menyembah Allah SWT, Oleh karena itu Allah SWT memberitahukan tentang mereka: (dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia")
Huruf “lan” menunjukkan makna negatif untuk selamanya, yaitu sekali tidak akan melakukan hal ini untuk selamanya. Karena sesungguhnya jika kami berbuat demikian, maka kami adalah orang yang berbuat bathil. Oleh karena itu Allah SWT berfirman tentang mereja: ("Sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”) yaitu kebathilan, dan kebohongan (Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka)”) yaitu, tidaklah mereka mengemukakan kebenaran pendapat mereka yang demikian itu adalah bukti yang jelas dan benar (Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?) Mereka berkata bahkan mereka adalah orang-orang yang zalim dan berdusta dalam ucapan mereka yang demikian itu.
Ketika mereka bertekad untuk lari meninggalkan kaumnya, maka Allah SWT memudahkan mereka untuk melakukan hal itu, DIa memberitahukan tentang mereka dengan hal tersebut dalam firmanNya: (Dan apabila kalian meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah) yaitu jika kalian memisahkan diri dan menentang mereka dalam agama kalian dengan penyembahan mereka kepada selain Allah. Maka pisahkanlah diri juga dari mereka dengan tubuh kalian (maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu. niscaya Tuhan kalian akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya) yaitu, Tuhan kalian pasti akan melimpahkan rahmat kepada kalian dan menyembunyikan kalian dari kaum kalian (dan menyediakan bagi kalian dalam urusan kalian) yang sedang kalian kerjakan (sesuatu yang berguna) yaitu perkara yang kalian manfaatkan. Maka pada saat itu mereka melarikan diri dan berlindung dari kaumnya ke dalam sebuah gua.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kami ceritakan Kami membacakan (kisah mereka kepadamu dengan sebenarnya) dengan sesungguhnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Wahai Muhammad, Kami menuturkan kisah tentang mereka kepadamu dengan sebenar-benarnya. Mereka adalah sekelompok pemuda penganut agama yang benar pada masa itu. Mereka meyakini keesaan Allah di tengah kalangan masyarakat yang menyekutukan Tuhan, sehingga Kami membuat keyakinan mereka bertambah kuat.
Kami akan ceritakan kepadamu dengan rinci wahai Nabi Muhammad kisah mereka yang penting dan menakjubkan itu dengan sebenarnya, tidak ada keraguan maupun kesamaran agar engkau jelaskan kepada orang-orang yang bertanya dan menjadi pelajaran bagimu dan bagi umatmu.
Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dengan keimanan yang benar, tetapi mereka ditindas oleh penguasa pada masanya maka Kami kukuhkan iman mereka dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka kepada jalan yang benar.
Allah berfirman secara langsung bahwa Kamilah yang menceritakan hal ini langsung kepada engkau wahai Muhammad. Ini bukanlah jin yang menceritakan kepada engkau, bukan pula pendeta Yahudi yang menceritakan kepada engkau dan bukan pula malaikat yang menceritakan kepada engkau dan bukan yang lainnya sebagaimana dalam firman-Nya:
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ...
“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar....”, cerita tersebut adalah langsung Allah yang menceritakan Nabi Muhammad ﷺ (55 ) dan Allah pun menyebutkan:
إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
“.... Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula hidayah untuk mereka”.(QS Al-Kahfi: ayat 13)
Ayat ini menjelaskan bahwa mereka adalah sekelompok pemuda yang mereka beriman. Imam Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini, beliau berkata bahwasanya demikianlah para pemuda, mereka mudah untuk menerima dakwah karena mereka tidak terikat dengan tradisi yang lama yang menyimpang yang dalam hal ini. Sungguh berbeda dengan orang-orang tua yang mereka telah lama terkekang dalam suatu tradisi meskipun itu adalah sesuatu yang salah akan tetapi untuk mengubah tradisi adalah hal sulit bagi mereka, karena melepaskan suatu tradisi itu amatlah sulit dan mereka tidak ingin merasakan suatu perubahan. Lain halnya dengan anak muda dimana mereka suka dengan sesuatu yang baru sehingga ketika ada dakwah yang baru sebagaimana ajakan Nabi ﷺ maka anak-anak muda mudah untuk menerimanya sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir tatkala Nabi ﷺ berdakwah di kota Mekkah maka rata-rata yang menerima dakwahnya adalah anak-anak muda seperti Utsman bin Affan, Zubair bin ‘Awam, Abdurrahman bin Auf, Arqam bin Abil-Arqam maka mereka semua adalah para pemuda. Adapun para orang tua seperti Abu Jahl dan Abu Lahab maka sulit bagi mereka untuk berubah karena ego mereka tinggi dan mereka tidak mau berubah dari tradisi mereka dan telah nyaman dengan tradisi-tradisi tersebut. Adapun anak-anak muda maka tidak demikian, tidak ada sesuatu yang mereka pegang dengan kuat adapun orang-orang tua maka memiliki banyak pertimbangan sehingga akhirnya mereka sulit untuk berubah dan mereka pun tidak beriman. (56 )
Demikian pula dalam kisah ini mereka adalah para pemuda yang beriman dan pemberani yang berani mengadakan perubahan dan berani untuk melawan arus selama mereka meyakini bahwa hal tersebut adalah suatu kebenaran.
Lain halnya tatkala Nabi ﷺ berdakwah di kota Madinah maka disana semua orang tua telah tewas kecuali Abdullah bin Ubay bin Salul dan Abu ‘Aamir al-Fasiq, adapun sisanya seperti sahabat Sa’ad bin Mu’adz, Sa’ad bin Ubadah dan lainnya maka mereka semua adalah anak-anak muda sehingga mereka mudah beriman kepada Rasulullah ﷺ. Demikian pula dalam kehidupan nyata dalam berdakwah maka sedikit dari kalangan orang-orang tua dan kebanyakannya adalah dari golongan orang-orang muda karena mengubah seseorang dari tradisi yang selama ini ia yakini adalah hal yang tidak mudah, oleh karenanya Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
“.... Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula hidayah untuk mereka”.(QS Al-Kahfi: ayat 13)
Ayat ini juga dijadikan dalil oleh para ulama di antaranya adalah Imam Al-Bukhari bahwasanya Iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang, sebagaimana pada bagian:
وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
“...dan Kami tambah pula hidayah untuk mereka”,
Diantara pokok Aqidah Ahlis-Sunnah:
الْإِيْمَانُ يَزِيْدُ وَيَنْقُصُ
“Iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang”(57 ), demikian keyakinan Ahlus-Sunnah. Keyakinan ini berbeda dengan keyakinan Murji’ah yang mereka mengatakan bahwa iman itu tidak bisa naik dan tidak bisa berkurang. Bahkan menurut mereka iman senantiasa stabil maka ini adalah pendapat yang batil dan yang benar adalah iman bisa naik dan bisa turun. Bahkan tanpa banyak dalil pun kita bisa merasakan hal tersebut pada diri kita, adakalanya iman kita sedang naik dan terkadang iman kita sedang turun dan di antara dalilnya adalah ayat ini:
وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
“...dan Kami tambah pula hidayah untuk mereka”
Hidayah adalah bagian dari iman, dan jika iman bisa bertambah itu juga menunjukkan -secara kelaziman- bahwa iman tersebut bisa berkurang, oleh karena itu Aqidah Ahlus-Sunah ketika menjelaskan bab iman:
الْإِيْمَانُ يَزِيْدُ وَيَنْقُصُ، يَزِيْدُ بِالطَّاعَةِ وَيَنْقُصُ بِالْمَعْصِيَةِ
“Iman itu bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat”. (58 )
Mulai dari ayat ini terdapat perincian dari kisah ashabul kahfi yang sebelumnya masih disebutkan Allah secara umum.
Yakni Kami akan menceritakan kisah mereka dengan sebenarnya, bukan kisah yang tercampuraduk dan tidak jelas yang diriwayatkan dari ahli kitab.
إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ(Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda)
Yakni para pemuda yang berjumlah sedikit.
ءَامَنُوا۟ بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًى(yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk)
Yakni Kami tambah ilmu mereka tentang kebenaran dengan keteguhan dan taufik, yang mana orang-orang pada zaman mereka saling berselisih tentang kebenaran.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.