Surat Al-Kahfi Ayat 20: Kesimpulan
Dari ayat 19 dan 20 dapat diambil kesimpulan:
- Dorongan untuk memperoleh ilmu dan membahasnya.
- Adab bagi orang yang masih samar baginya suatu ilmu, yaitu mengembalikan kepada yang tahu, dan berhenti sampai di situ, serta mengucapkan, “Wallahu a’lam” (Allah lebih mengetahui).
- Sahnya wakalah (perwakilan) dalam hal menjual dan membeli.
- Bolehnya memakan makanan yang enak dan lezat apabila tidak sampai israf (belebihan) yang terlarang. Hal ini berdasarkan kata-kata, “dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik,” terlebih apabila seseorang tidak biasa kecuali makanan yang enak. Mungkin inilah yang dijadikan sandaran para mufassir yang menyebutkan, bahwa mereka (As-habul kahfi) ini adalah anak-anak raja yang biasanya memakan yang paling enak.
- Dorongan untuk menjaga diri dan bersembunyi serta menjauhi tempat-tempat fitnah.
- Perintah untuk berhijrah jika dia tidak dapat menjalankan agama di negeri tersebut.