Makna ayat
Surat Al-Kahfi ayat 42: Dan menyesal pula terhadap perbuatan syirk dan keburukannya.
wa uḥīṭa biṡamarihī fa aṣbaḥa yuqallibu kaffaihi ‘alā mā anfaqa fīhā wa hiya khāwiyatun ‘alā ‘urūsyihā wa yaqūlu yā laitanī lam usyrik birabbī aḥadā
Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya (para-para) lalu dia berkata, "Betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun."
Surat Al-Kahfi ayat 42: Dan menyesal pula terhadap perbuatan syirk dan keburukannya.
Ada orang yang terlihat ia menerima percakapan lawan bicaranya secara zhahir, akan tetapi hakikatnya hatinya senantiasa mencoba untuk mengingkari dan menyombongkan diri, maka pada akhirnya nasihat yang diberikan tidak bermanfaat baginya, hal ini sama seperti yang dikisahkan tentang seorang lelaki pemilik dua kebun, ketika temanya menasihatinya tentang iman dengan lisannya, namun lelaki itu justru menerimanya dengan kesombongan dan keangkuhan yang berakhir dengan penyesalan : { وَيَقُولُ يَٰلَيْتَنِى لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّىٓ أَحَدًا } "Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku".
42-43. Dan balasan bagi orang angkuh itu datang sehingga semua pohonnya rusak, sehingga dia memukulkan tangannya yang satu kepada tangan yang lain karena merasa sedih atas harta yang telah dikeluarkannya untuk merawat kebun itu.
Atap, dinding, dan pepohonannya roboh seluruhnya; sehingga dia berkata dengan penuh penyesalan: “Aduhai aku tidak menyekutukan Tuhanku dengan sesuatu apapun”.
Tidak ada orang yang dapat menolongnya dari musibah ini selain Allah, dan dia tidak dapat melindungi dirinya sendiri dari azab tersebut.
Dan benar, Allah mempercepat datangnya bencana itu. Allah mendatangkan kerusakan yang menghabiskan tanaman dan buah yang dihasilkan kebun itu, memakan habis sampai ke akar-akarnya. Orang kafir itu hanya bisa membolik-balikkan telapak tangan tanda penyesalan dan kerugian atas semua yang telah dia keluarkan untuk memodali kebunnya.
Kerusakan itu memang begitu cepat datangnya. Ketika itulah orang kafir itu berangan-angan andaikata dia tidak menyekutukan Allah.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dan apa yang dikatakan orang mukmin itu menjadi kenyataan, dan kebinasaan menimpa kebun itu, lalu binasalah semua yang ada di dalamnya.
Maka orang yang kafir itu membolak-balikkan kedua telapak tangannya karena menyesal terhadap apa yang telah dibelanjakannya untuk kebun itu, sedang pepohonan tumbang menimpa satu sama lain,
dan ia berkata: Duhai sekiranya aku mengakui nikmat-nikmat Allah dan kekuasaan-Nya, lalu aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya.
Ini adalah penyesalan darinya saat tiada berguna lagi penyesalan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Adapun pohon anggur itu roboh dan dia berkata: "Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan seuatu apapun"
Lalu dia pun amat menyesal dan sangat berduka cita فَاَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلٰى مَآ اَنْفَقَ فِيْهَا "lalu dia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap sesuatu yang telah ia belanjakan untuk itu," maksud-nya, (menyesal) karena ia telah banyak membelanjakan (modal) duniawi untuk kebun tersebut, sementara ia (sekarang) telah sirna dan lenyap, hingga tidak tersisa cadangan penggantinya.
Maka, dia juga menyesal atas kesyirikan dan sifat keburukannya.
Oleh karena itu, Allah berfirman, وَيَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ لَمْ اُشْرِكْ بِرَبِّيْٓ اَحَدًا "Dia berkata, 'Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Rabbku'."
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Harta kekayaannya dibinasakan azab itu meliputi buah-buahan dari kebunnya lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya menepuk-nepuknya tangannya satu sama lain karena menyesal dan berduka terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu sedangkan pohon anggur itu roboh jatuh bersama penyangganya penyangganya dan berkata “Aduhai sekiranya aku tidak menyekutukan sesuatu pun dengan Tuhanku”
Firman Allah SWT:
{وَاُحِيْطَ بِثَمَرِهٖ}
{#Dan harta kekayaannya dibinasakan.#} (Al-Kahfi, [18:42])
Yakni harta benda atau buah-buahannya, menurut pendapat yang lain. Tetapi pada garis besarnya makna ayat adalah bahwa si kafir ini telah tertimpa musibah yang pernah diperingatkan oleh si mukmin dalam ancamannya, yaitu hujan besar yang melanda kebun yang memperdayanya dan membuatnya lupa kepada Allah SWT
{فَاَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلٰى مَآ اَنْفَقَ فِيْهَا}
{#lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu.#} (Al-Kahfi, [18:42])
Qatadah mengatakan, si kafir itu menepuk-nepukkan kedua tangannya tanda penyesalan dan kekecewaan atas harta bendanya yang musnah.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ayat 42-44
Allah SWT berfirman: (Dan harta kekayaannya dibinasakan) yaitu harta atau buah-buahannya, berdasarkan pendapat lain. Maksudnya adalah bahwa orang kafir itu tertimpa musibah yang diperingatkan oleh orang mukmin berupa hujan besar yang melanda kebunnya dan membuatnya lupa kepada Allah SWT (lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu)
Qatadah berkata bahwa orang kafir itu menepukkan kedua tangannya sebagai penyesalan dan kekecewaan atas hartanya yang lenyap (dan ia berkata', "Aduhai, kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Tuhanku” (42) Dan tidak ada bagi dia segolonganpun) yaitu suatu golongan atau anak sebagaimana yang dia bangga-banggakan (yang akan menolongnya selain Allah; dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya (43) Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak) ulama’ qiraah berbeda pendapat di sini. ada yang mewaqafkan pada firmanNya (dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya di sana) yaitu di tempat itu yang tertimpa oleh azab Allah, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan hartanya. Kemudian dimulai dengan firmanNya: (Pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak) Di antara mereka ada yang mewaqafkan pada firmanNya (dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya) Kemudian dimulai dengan firmanNya: (Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak)
Kemudian mereka berbeda pendapat tentang bacaan kata “al-walayah”, di antara mereka ada yang memfathah wawunya. sehingga maknannya adalah dalam keadaan demikian setiap orang baik yang mukmin dan yang kafir akan kembali, mengakui, dan tunduk kepada Allah, jika azab diturunkan. Di antara mereka ada yang mengkasrah wawunya sehingga menjadi “al-wilayah”, yakni di sana keputusan dari Allah Yang Hak. Kemudian ada yang merafa’ kata “al-haq” menjadi “al-haqqu” sebagai na'at dari al-walayah. sebagaimana firman Allah SWT: (Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu) satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir (26)) (Surah Al-Furqan) Di antara mereka ada menkhafdh qafnya sehingga menjadi “al-haqqi: sebagai na'at dari Allah SWT Sebagaimana firmanNya: (Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) ada pada-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat (62)) (Surah Al-An'am) Oleh karena itu di sini Allah berfirman: (Dia adalah sebaik-baik pemberi pahala) yaitu balasan (dan sebaik-baik pemberi balasan) yaitu amal perbuatan yang hanya karena Allah SWT. Pahalanya itu lebih baik, dan akibatnya sangat terpuj, dan sangat sesuai; semuanya baik.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Dan buah-buahannya diliputi) yakni ditimpa oleh berbagai macam musibah seperti yang telah disebutkan tadi sehingga binasalah semuanya berikut kebunnya
(lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya) karena menyesal dan kecewa (terhadap biaya yang telah dibelanjakannya untuk itu) untuk menggarap kebunnya
(sedangkan pohon anggur itu roboh) tumbang (berikut para-paranya) penopang-penopangnya; pada mulanya pohon berikut penopangnya roboh maka berjatuhanlah buah-buah anggur itu
(dan dia berkata, "Aduhai) sebagai ungkapan kekecewaannya (kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Rabbku)"
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dan benar, Allah mempercepat datangnya bencana itu. Allah mendatangkan kerusakan yang menghabiskan tanaman dan buah yang dihasilkan kebun itu, memakan habis sampai ke akar-akarnya. Orang kafir itu hanya bisa membolik-balikkan telapak tangan tanda penyesalan dan kerugian atas semua yang telah dia keluarkan untuk memodali kebunnya.
Kerusakan itu memang begitu cepat datangnya. Ketika itulah orang kafir itu berangan-angan andaikata dia tidak menyekutukan Allah.
Dan harta kekayaannya dibinasakan, kebunnya hancur dan semua kekayaannya punah, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya karena sedih dan menyesal terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu yang tak terhitung banyaknya, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya, lalu dia berkata, "Betapa sekiranya dahulu aku menuruti saran temanku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun." Ia menyesal, tetapi penyesalannya itu terlambat datangnya.
Akhirnya benar apa yang dikhawatirkan, tiba-tiba kebunnya dihancurkan. أُحِيطَ artinya diliputi seperti contohnya أَحَاطَ بِهِ الْعَدُوُّ yaitu musuh sudah meliputinya dan dia tidak bisa lari sama sekali. Allah subhanahu wa ta'ala menggunakan kata أُحِيطَ artinya azab yang turun kepada kebunnya benar-benar merata dan tidak ada satu jengkal pun dari kebunnya yang selamat dari azab Allah subhanahu wa ta'ala(153 ). Semua kebunnya sirna entah terkena halilintar atau yang lainnya yang jelas semuanya hancur tidak ada sedikit pun yang tersisa, tidak ada satu butir anggur pun yang tersisa, tidak ada satu butir korma pun yang tersisa, dan tidak ada setetes air pun yang tersisa. Seketika Allah subhanahu wa ta'ala turunkan azab. Dia telah banyak menghabiskan hartanya dan selama ini dia bangga kebunnya menjadi besar karena dia merasa ini hasil jerih payahnya sendiri. Kemudian dia menyesal dengan membolak-balikkan kedua tangannya atas apa yang telah dia kerjakan dan usahakan, tidak ada sedikit pun yang tersisa, ternyata semuanya sirna. Dalam keadaan menyesal itu dia berkata,
"Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Tuhanku"
Ini adalah dalil bahwasanya di antara sebab dia diazab adalah karena perbuatan kesyirikan, dan di antaranya juga karena dia sombong dan dia menzalimi kawannya. Kesombongan dan keangkuhannya itulah yang akhirnya menjadikan dia dihancurkan seluruh kekayaannya. Maka hilanglah kebunnya, emas dan peraknya, kekayaannya, dan yang lainnya dalam satu saat atas kehendak Allah subhanahu wa ta'ala.
Sebagian ulama mengatakan bahwasanya akhirnya orang ini bertaubat dan kembali beriman karena dia ingat akan nasihat temannya dan dia sadar bahwasanya apa yang dia lakukan berupa kesyirikan yang disertai dengan kesombongan dan keangkuhan menyebabkan apa yang dia usahakan selama ini menjadi sia-sia.(154 )
Ini merupakan kalimat yang mengibaratkan bagaimana Allah membinasakan dan menghancurkan kekayaan orang kafir tersebut.
فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ (lalu ia membulak-balikkan kedua tangannya)
Yakni membolak-balikkan kedua tangannya karena penyesalannya yang begitu besar.
عَلَىٰ مَآ أَنفَقَ فِيهَا (terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu)
Yakni membelanjakan hartanya untuk mengurus dan memelihara kebunnya.
وَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا(sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya)
Yakni penyanggah yang digunakan untuk menyanggah pohon-pohon anggur di kebun itu roboh. Atau sebagian pepohonan di kebun itu roboh menimpa pepohonan yang lain.
وَيَقُولُ يٰلَيْتَنِى لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّىٓ أَحَدًا(dan dia berkata: “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku)
Setelah menyaksikan kehancuran kebunnya ia berangan-angan seandainya ia tidak menyekutukan Allah sehingga kebunnya dapat selamat dari kehancuran. Atau perkataannya dalam ayat ini ia maksudkan sebagai taubatnya dari kesyirikan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.