Surat Al-Kahfi ayat 83
Yakni orang-orang musyrik dan Ahli Kitab.
Namanya adalah Iskandar
ia seorang raja, namun bukan seorang nabi.
Kisahnya yang dapat diambil pelajaran
adapun selain dari itu, maka tidak diceritakan.
wa yas'alūnaka ‘an żil-qarnaīn, qul sa'atlū ‘alaikum minhu żikrā
Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah, "Akan kubacakan kepadamu kisahnya."
Yakni orang-orang musyrik dan Ahli Kitab.
ia seorang raja, namun bukan seorang nabi.
adapun selain dari itu, maka tidak diceritakan.
Seseorang bertanya kepada Ali bin Abi Thalib tentang Dzulkarnain, bagaimana dia dapat sampai di timur dan barat?
Dia menjawab: “Subhanallah, telah ditundukkan baginya awan, dimudahkan baginya cara, dan dibentangkan baginya cahaya.”
Kemudian Ali bertanya: “Bagaimana, perlu aku Perjelas lagi?”
Maka lelaki itu diam, sehingga Ali juga diam. (al-Mukhtarah 2/32 no. 409, pentahqiqnya menshahihkan riwayat ini. Tafsir as-Shahih 4/166)
Sebagian orang kafir bertanya kepadamu, Muhammad, tentang kisah Dzû al-Qarnain.
Katakanlah kepada mereka, "Akan aku ceritakan kepada kalian sebagian beritanya."
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Katakanlah kepada mereka: Aku akan menuturkan kepada kalian cerita tentangnya yang bisa kalian ingat dan kalian ambil pelajarannya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Mereka yang bertanya adalah orang-orang Yahudi. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya dari Al-quran yang Allah turunkan".
Disebut dzul qarnain adalah orang yang telah mencapai ujung barat dan timur dunia.
Orang-orang ahli Kitab atau kaum musyrikin bertanya kepada Rasulullah tentang kisah Dzulqarnain. Maka Allah memerintahkan beliau untuk berkata, سَأَتْلُو عَلَيْكُمْ مِنْهُ ذِكْرًا "Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya." Di dalam kisah ini, terdapat berita yang bermanfaat dan arah pembicaraan yang menakjubkan. Maksudnya, aku akan menceritakan kepada kalian tentang sifat-sifatnya yang bisa menjadi bahan perenungan dan pelajaran. Adapun keadaan-keadaan selain itu, maka beliau tidak membacakan (ceritanya) kepada mereka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Mereka bertanya kepadamu tentang Dzulqarnain. Dzulqarnain adalah seorang hamba yang shalih yang dijadikan raja oleh Allah di bumi, diberi pengetahuan dan hikmah, sehingga kekuasaannya mencapai bagian timur dan barat.
Katakanlah,“Akan aku membacakan kepada kalian sebagian kisahnya” beritanya.
Allah SWT berfirman kepada Nabi-Nya:
{وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنْ ذِى الْقَرْنَيْنِ}
{#Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulqarnain.#} (Al-Kahfi, [18:83])
Yakni tentang kisah Zulqarnain.
Dalam pembahasan terdahulu telah disebutkan bahwa orang-orang kafir Mekah mengirimkan utusan kepada kaum Ahli Kitab (di Madinah) untuk meminta dari mereka soal-soal buat menguji Nabi Muhammad SAW Kaum Ahli Kitab mengatakan kepada orang-orang kafir Mekah, "Tanyakanlah kepadanya tentang seorang lelaki yang menjelajah minangkori di seluruh permukaan bumi, juga tentang para pemuda penghuni gua, apakah yang mereka lakukan, serta tanyakanlah pula tentang roh." Maka turunlah surat Al-Kahfi ini.
Ibnu Jarir telah mengemukakan dalam tafsir ayat ini -demikian pula Al-Umawi di dalam kitab Al-Magazi-nya-sebuah hadis musnad, tetapi daif, melalui Uqbah ibnu Amir. Disebutkan bahwa segolongan orang-orang Yahudi datang kepada Nabi SAW, lalu menanyakan kepadanya tentang kisah Zulqarnain, kemudian Nabi SAW menceritakan kisahnya kepada mereka sebagai jawaban dari apa yang mereka tanyakan. Di antaranya dikisahkan bahwa Zulqarnain adalah seorang pemuda Romawi, dan dialah yang membangun kota Al-Iskandariyah. Disebutkan pula bahwa malaikat membawanya ke langit dan mempertemukannya dengan sejumlah kaum, yang wajah mereka seperti anjing. Di dalam riwayat ini terkandung kemungkaran, ceritanya cukup panjang, tetapi predikat marfu-nya tidak sah. Sebagian besar dari riwayat mengenainya bersumberkan dari berita-berita Bani Israil.
Akan tetapi, hal yang mengherankan ialah bahwa Abu Dzar'ah Ar-Razi yang terkenal sebagai seorang ulama yang terhormat, mengetengahkan kisah ini secara lengkap di dalam kitabnya yang berjudul Dala'ilun Nubuwwah. Hal ini merupakan salah satu dari riwayat garibnya, di dalam kisahnya ini terkandung banyak kemungkaran. Disebutkan bahwa Zulqarnain berasal dari Romawi, padahal sesungguhnya yang berasal dari Romawi ialah Alexander II -putra Philips Al-Maqdoni- yang membuat penanggalan bagi bangsa Romawi.
Adapun yang dimaksud dengan Zulqarnain telah disebutkan oleh Al-Azraqi dan lain-lainnya, bahwa ia tawaf bersama Ibrahim Al-Khalil AS. saat Nabi Ibrahim pertama kalinya membangun Ka'bah; ia beriman kepada Nabi Ibrahim dan menjadi pengikutnya. Patihnya adalah Al-Khidir AS.
Adapun Iskandar anak Philips Al-Maqdoni Al-Yunani, patihnya adalah Aristoteles, seorang ahli filsafat yang terkenal. Dialah yang mula-mula mencanangkan penanggalan Romawi, dia memerintah Romawi pada tahun kurang lebih tiga abad sebelum Al-Masih dilahirkan.
Sedangkan Iskandar Zulqarnain yang disebutkan di dalam Al-Qur'an, maka ia hidup di masa Nabi Ibrahim AS. Al-Azraqi dan lain-lainnya menyebutkan bahwa dia tawaf di Baitullah bersama Al-Khalil Nabi Ibrahim AS. Setelah Ibrahim membangunnya, dan dia menyuguhkan hewan kurbannya untuk mendekatkan diri kepada Allah, mengikuti jejak Nabi Ibrahim.
Kami telah mengetengahkan sebagian dari kisah perjalanan hidupnya yang saleh (baik) di dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah dengan keterangan yang cukup memuaskan.
Wahb ibnu Munabbih mengatakan bahwa Zulqarnain adalah seorang raja; sesungguhnya ia dinamakan Zulqarnain (orang yang bertanduk dua) karena kedua sisi batok kepalanya berupa tembaga (dan membentuk seperti sepasang tanduk).
Wahb ibnu Munabbih menyebutkan, sebagian Ahli Kitab mengatakan bahwa dia dijuluki Zulqarnain karena menguasai Romawi dan Persia. Sebagian lainnya dari Ahli Kitab mengatakan bahwa di atas kepalanya ada sesuatu yang mirip dengan sepasang tanduk.
Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Habib ibnu Abu Sabit, dari Abut Tufail yang mengatakan bahwa Ali RA pernah ditanya mengenai Zulqarnain. Ia mengatakan bahwa Zulqarnain adalah seorang hamba yang ikhlas kepada Allah, maka Allah membalasnya dengan pahala yang berlimpah. Dia menyeru kaumnya untuk menyembah Allah, tetapi mereka memukul tanduknya, hingga matilah dia. Kemudian Allah menghidupkannya kembali, dan menyeru kaumnya lagi untuk menyembah Allah, tetapi mereka memukuli tanduknya, hingga matilah dia. Karena itu ia dijuluki dengan sebutan Zulqarnain. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Syu'bah, dari Al-Qasim ibnu Abu Bazzah, dari AbuTufail bahwa Ali RA pernah mengatakan demikian.
Menurut pendapat yang lain, dia dinamakan Zulqarnain karena telah melanglang buana ke belahan timur dan barat bumi hingga sampai di tempat terbit dan tenggelamnya tanduk matahari.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Allah SWT berfirman kepada NabiNya: (Mereka akan bertanya kepadamu) wahai Muhammad (tentang Dzulqarnain) yaitu tentang kisahnya.
Dikatakan bahwa dia dinamakan Dzulqarnain karena telah mencapai belahan bumi timur dan barat sehingga dia sampai di tempat terbit dan tenggelamnya matahari.
Firman Allah: (Sesungguhnya Kami telah memberikan kekuasaan kepadanya di (muka) bumi) yaitu Kami memberikan kepadanya kerajaan yang agung, kokoh, dan menguasai semua yang dimiliki oleh semua raja, berupa kekuasaan, pasukan, peralatan perang, dan perlengkapannya. Oleh karena itu dia bisa menguasai belahan bumi timur dan barat. Semua negeri dan semua raja tunduk kepadanya. Semua bangsa baik Arab maupun non-Arab melayaninya. Oleh karena itu sebagian ulama mengatakan bahwa sesungguhnya dia dijuluki Dzulqarnain karena kekuasaannya mencapai dua tanduk matahari, yaitu bagian timur dan barat.
Firman Allah: (dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu) Ibnu Abbas, Mujahid, Sa'id bin Jubair, Ikrimah, As-Suddi, Qatadah, Adh-Dhahhak, dan lainnya berkata bahwa yang dimaksud adalah ilmu.
Diriwayatkan dari Habib bin Jammaz, dia berkata,”Aku berada di dekat Ali, lalu ada seorang lelaki bertanya kepadanya tentang Dzulqarnain,”Bagaimana bisa dia sampai ke belahan bumi timur dan barat. Ali menjawab, "Maha suci Allah, Allah telah menundukkan awan baginya, dan menentukan baginya sebab-sebab mencapai sesuatu, serta kekuasaan yang luas"
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Orang-orang yahudi (tentang Zulkarnain) yang namanya adalah Iskandar; dia bukan seorang Nabi (Katakanlah, "Aku akan bacakan) aku akan kisahkan (kepada kalian mengenainya) tentang perihalnya (sebagai kisah).
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Katakanlah kepada mereka, Akan aku ceritakan kepada kalian sebagian beritanya.
Usai menjelaskan kisah perjalanan Nabi Musa dalam rangka mencari ilmu kepada seorang hamba yang saleh, pada ayat-ayat berikut Allah menceritakan kisah perjalanan jihad Zulkarnain.
Cerita itu dikisahkan untuk menjawab pertanyaan kaum kafir Mekah kepada Nabi Muhammad. Wahai Nabi Muhammad, mereka bertanya kepadamu tentang jati diri Zulkarnain.
Katakanlah kepada mereka, "Dengan izin Allah, akan kubacakan kepadamu kisahnya agar kamu dapat memperoleh pelajaran darinya."
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Quran) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Oleh karena itu, tatkala seorang melewati ayat-ayat yang berbicara tentang kisah-kisah dalam Al-Quran, hendaknya dia berusaha berpikir tentang apa faedah yang bisa didapatkan dari kisah-kisah tersebut. Karena tidaklah disampaikan kisah-kisah ersebut kecuali mengandung faedah-faedah yang sangat banyak.
Ashabul Kahfi adalah sekelompok pemuda yang mereka terfitnah dengan kondisi masyarakat sosial di negerinya yang semuanya kufur kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, dan hanya mereka yang beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Kisah selanjutnya yang disebutkan dalam surah Al-Kahfi adalah tentang seorang pemilik harta yang sombong dan angkuh. Dia memiliki kebun yang sangat indah, namun ternyata dia kufur kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Kisah ketiga ini adalah tentang fitnah ilmu. Disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Bahwa Musa Sedang berdiri di hadapan Bani Israil memberikan khutbah, lalu dia ditanya: ‘Siapakah orang yang paling alim?’ Beliau 'alaihissalam menjawab: ‘Aku’. Seketika itu pula Allah mencelanya karena dia tidak diberi pengetahuan tentang itu. Lalu Allah mewahyukan kepadanya: ‘Ada seorang hamba di antara hamba-hamba-Ku yang tinggal di pertemuan antara dua lautan yang dia lebih alim (pandai) darimu’.”
Kisah Dzulqarnain adalah kisah tentang fitnah jabatan. Allah Subhanahu wa ta'ala menyebutkan kisah seorang hamba yang mulia bahkan seorang raja, namun jabatan dan kedudukannya menjadikan dia bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Dzulqarnain adalah seorang raja yang saleh dan bertakwa kepada Allah, dan Allah memberikan kepadanya kekuasaan. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Katsir rahimahullah, dan juga dipilih oleh Ali bin Abi Thalib.
Tidak ada riwayat sahih yang menjelaskan tentang kapan zaman Dzulqarnain, akan tetapi datang dalam sebagian perkataan para salaf bahwasanya dia hidup di zaman Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.
Dzulqarnain dalam bahasa arab artinya adalah yang pemilik dua tanduk. Kenapa dia disebut pemilik dua tanduk? Hal ini diperselisihkan oleh para Ahli Tafsir.
Sebagian orang menyangka Dzulqarnain adalah Aleksandar Agung (إِسْكَنْدَرُ الْمَكْدُوْنِي) dari Makedonia sebuah negara di Yunani. Akan tetapi hal ini dibantah oleh para ulama, karena meskipun Iskandar Al-Maqduni (Alexander Philips) merupakan raja yang sangat hebat, tetapi dia bukan orang yang beriman, ia seorang yang musyrik.
Orang-orang yang bertanya tersebut adalah orang-orang Yahudi.
Adapun tentang Dzulkarnain, terdapat pendapat mengatakan dia adalah Iskandar (Alexander) bin Philips al-Yunany, orang yang membangun kota Iskandariyah. Namun pendapat ini bermasalah sebab Iskandar adalah orang kafir dan salah seorang murid dari Ariestoteles. Pendapat lain mengatakan dia adalah Abu Karb al-Himyary. Dan pendapat lain mengatakan ia adalah seorang malaikat.
Dinamakan sebagai Dzulkarnain karena ia telah mencapai tempat terbitnya matahari di sebelah timur dan tempat tenggelamnya di sebelah barat.
قُلْ سَأَتْلُوا۟ عَلَيْكُم مِّنْهُ ذِكْرًا(Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya”) Yakni dengan wahyu yang akan aku bacakan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.