Surat Al-Kahfi ayat 87: Dzulkarnain mengetahui siyasat (politik) yang syar'i berkat taufiq dari Allah kepadanya, oleh karenanya dia berkata seperti di atas.
Yakni berbuat syirk.
Yakni membunuhnya.
qāla ammā man ẓalama fa saufa nu‘ażżibuhū ṡumma yuraddu ilā rabbihī fa yu‘ażżibuhū ‘ażāban nukrā
Dia (Zulkarnain) berkata, "Barang siapa berbuat zalim, kami akan menghukumnya, lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras.
Yakni berbuat syirk.
Yakni membunuhnya.
Saat ayat menyebut orang musyrik ia memulai memulai dengan siksaannya, kemudian memujia azab Allah, dan ketika menyebut orang beriman ayat memulia dengan ampunan Allah, kemudian muamalah-Nya untuk mereka yang baik, karena bagi orang beriman adalah surga dari-Nya, sedangkan untuk orang kafir adalah azab di dunia kemudian azab di akhirat.
Dzû al-Qarnain memberi peringatan kepada mereka bahwa barangsiapa di antara mereka yang menzalimi diri dengan tetap melakukan kemuysrikan, maka dia pantas untuk menerima azab di dunia.
Kemudian pada hari kiamat, dia akan kembali kepada Tuhannya dan akan diberi azab yang tidak mereka ketahui.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dzulqarnain berkata: Adapun orang yang menzalimi dirinya sendiri di antara mereka, lalu kafir kepada Rabb-nya, maka Kami akan mengazabnya di dunia, kemudian ia dikembalikan kepada Rabb-nya, lalu Dia mengazabnya dengan azab yang besar di Neraka Jahanam.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dzulqarnain mempunyai strategi syar'i yang menjadi-kannya pantas menerima sanjungan dan pujian, karena curahan taufik Allah kepadanya. Ia berkata, "Aku akan membagi menjadi dua bagian, أَمَّا مَنْ ظَلَمَ "adapun orang yang berbuat aniaya," dengan kekufuran, فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُ ثُمَّ يُرَدُّ إِلَى رَبِّهِ فَيُعَذِّبُهُ عَذَابًا نُكْرًا "maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Rabbnya, lalu Dia mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya," maksudnya, dia ditimpa dua hukuman, hukuman dunia dan hukuman akhirat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dia berkata, "Adapun orang yang berbuat zalim melanjutkan kekufuran dan kemusyrikannya terhadap tuhannya akan kami hukum. Lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya. Kemudian Dia mengazabnya dengan azab yang sangat keras, dahsyat dan mengerikan.
Dan ternyata prinsip keadilan dan imannya yang mendalam dapat diketahui melalui sikapnya yang adil dan bijaksana terhadap mereka, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:
{اَمَّا مَنْ ظَلَمَ}
{#Adapun orang yang aniaya.#} (Al-Kahfi, [18:87])
Yaitu orang yang tetap dalam kekafiran dan kemusyrikannya terhadap Tuhannya.
{فَسَوْفَ نُعَذِّبُهٗ}
{#maka kami kelak akan mengazabnya.#} (Al-Kahfi, [18:87])
Qatadah mengatakan bahwa azab atau hukuman tersebut ialah hukuman mati. As-Saddi mengatakan bahwa dipanaskan buat menghukum mereka pelat tembaga, lalu mereka diletakkan di dalam lempengan itu hingga lebur. Wahb ibnu Muhabbih mengatakan bahwa Zulqarnain menangkap semua orang yang aniaya, lalu mereka dimasukkan ke dalam rumah mereka dan semua pintunya dikunci, sedangkan mereka disekap di dalamnya. Hanya Allah-lah yang mengetahui kebenarannya.
Firman Allah SWT:
{ثُمَّ يُرَدُّ اِلٰى رَبِّهٖ فَيُعَذِّبُهٗ عَذَابًا نُّكْرًا}
{#kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.#} (Al-Kahfi, [18:87])
Maksudnya siksaan yang keras, menyakitkan lagi sangat berat. Di dalam ayat ini terkandung makna yang mengukuhkan bahwa hari kembali dan hari pembalasan itu ada.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Mujahid berkata tentang firmanNya: (maka dia pun menempuh suatu jalan (85)) yaitu tempat dan jalan antara bumi timur dan barat,
Qatadah berkata bahwa maknanya adalah maka dia menempuh tempat-tempat di bumi dan semua tanda-tanda yang ada padanya.
Kata "hami'ah" adalah kata turunan dari salah satu dari dua jenis bacaan yaitu dari kata "al-hama'ah" yang artinya adalah tanah, Sebagaimana Allah berfirman: (Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk) (Surah Al-Hijr: 28) yaitu tanah yang halus, dan telah disampaikan penjelasannya.
Diriwayatkan dari Nafi' bin Na'im,”Aku mendengar Abdurrahman Al-A'raj berkata bahwa Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya (di dalam laut yang berlumpur hitam) kemudian dia menafsirkannya dengan bahwa air laut itu berwarna hitam. Nafi' berkata,”Ditanyakan kepada Ka'b Al-Ahbar tentang hal itu. Lalu dia menjawab, "Kalian lebih mengetahui tentang Al-Qur'an daripada aku, tetapi aku mendapati keterangan di dalam suatu kitab, bahwa matahari itu terbenam ke dalam tanah yang berwarna hitam" Demikian juga diriwayatkan oleh banyak ulama’ dari Ibnu Abbas. Pendapat inilah juga dikatakan oleh Mujahid dan lainnya.
Firman Allah: (Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari) yaitu, dia menempuh jalan sehingga sampai dalam perjalanannya itu ke ufuk barat bagian bumi, yakni belahan bumi barat. Adapun untuk sampai ke tempat terbenamnya matahari yang ada di langit, maka itu mustahil. Firman Allah: (dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam) yaitu sesuai pandangan matanya dia melihat matahari tenggelam di lautan. Ini adalah keadaan setiap orang yang sampai di pantai yang akan melihatnya seakan-akan terbenam di dalamnya. Padahal matahari itu tidak pernah meninggalkan garis edar yang telah ditetapkan baginya
Firman Allah: (dan dia mendapati di situ segolongan umat) yaitu salah satu umat yang disebutkan bahwa mereka adalah umat yang besar dari anak cucu nabi Adam. Firman Allah: (Kami berkata, "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”) Maknanya adalah bahwa Allah SWT memberinya kedudukan, kekuasaan dan memenangkannya atas mereka. Jika menghendaki dia memberi hukuman mati atau menjadikan tawanan, dan jika mau dia memberi kebebasan atau mewajibkan tebusan, keadilan dan keimannya dapat diketahuia dalam apa yang dia tampakkan berupa keadilan dan penjelasannya, disebutkan dalam firmanNya: (Adapun orang yang aniaya) yaitu terus dalam kekafiran dan kemusyrikannya terhadap Tuhannya (maka kami kelak akan mengazabnya)
Qatadah berkata bahwa maknanya adalah hukuman mati.
Firman Allah: (kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya) yaitu yang keras, menyakitkan, dan sangat pedih. Dalam ayat ini terdapat penegasan bahwa hari kembali dan hari pembalasan itu ada.
Firman Allah: (Adapun orang-orang yang beriman) yaitu mengikuti apa yang kami serukan kepadanya, yaitu menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya. (maka baginya pahala yang terbaik) yaitu di akhirat di sisi Allah SWT (dan akan kami firmankan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami.”) Mujahid berkata bahwa maknanya adalah sesuatu yang baik.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Berkata Zulkarnain, "Adapun orang yang aniaya) yang melakukan kemusyrikan (maka kami kelak akan mengazabnya) yaitu kami akan membunuhnya (kemudian dia dikembalikan kepada Rabbnya, lalu Rabb mengazabnya dengan azab yang tiada taranya).
Lafal Nukran artinya yang sangat keras, yakni azab yang sangat keras di neraka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dzû al-Qarnain memberi peringatan kepada mereka bahwa barangsiapa di antara mereka yang menzalimi diri dengan tetap melakukan kemuysrikan, maka dia pantas untuk menerima azab di dunia.
Kemudian pada hari kiamat, dia akan kembali kepada Tuhannya dan akan diberi azab yang tidak mereka ketahui.
Dia, yakni Zulkarnain, berkata, "Siapa saja yang berbuat zalim dan tetap kafir, kami akan menghukumnya dengan hukuman duniawi, kemudian saat kematian menjemputnya, dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian di kala itu Tuhan akan mengazabnya dengan azab yang sangat keras sebagai balasan atas kedurhakaan dan keingkarannya.
Ternyata Dzulqarnain memilih jalan kedua, dia tidak langsung menyerang dan menyiksa mereka dengan kekuasaan yang besar dan dengan pasukan yang banyak, akan tetapi dia memulai dengan dakwah. Akhirnya Dzulqarnain pun mendakwahi mereka dan berkata bahwa yang berbuat zalim akan kami serang, dan jika dia mati di dunia maka di akhirat dia akan mendapat siksaan yang lain yang lebih parah.
Para ulama sepakat bahwa maksud zalim dalam ayat ini adalah kekufuran atau kesyirikan(347 ). Dzulqornain menyatakan bahwa setelah mereka disiksa/dihukum di dunia dengan hukuman yang pantas bagi mereka menurut pandangan beliau, maka mereka akan dikembalikan kepada Allah dan Allah akan menyiksa mereka dengan عَذَابًا نُكْرًا siksaan yang sangat keras.
Hal ini karena siksaan di dunia tidak akan membersihkan dosa kesyirikan/kekafiran mereka, sehingga mereka tetap akan disiksa dengan siksaan yang lebih pedih di akhirat(348 ). Jadi orang-orang yang berbuat kesyirikan di dunia akan disiksa dan di akhirat akan diazab dengan siksaan yang lebih berat sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta'ala firmankan,
فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ
“maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.” (QS. Al-Ghasyiyah: 24)
Ini menunjukkan bahwa Dzulqarnain adalah orang yang beriman dengan hari akhirat. Maka yang tidak taat kepada dakwahnya (tidak bertauhid kepada Allah) maka akan diserang oleh Dzulqarnain. Kemudian Dzulqarnain berkata kembali,
Dzulkarnain berkata.
Yakni orang yang menganiaya dirinya sendiri dengan terus menerus dalam kesyirikan dan tidak menerima seruanku.
Dengan membunuhnya di dunia.
Di akhirat. فَيُعَذِّبُهُۥ (lalu Tuhan mengazabnya) Di akhirat tersebut.
Azab yang menghinakannya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.