Makna Kata
Kehebatan teknologi yang dilakukan oleh Dzulqarnain dalam membuat dinding besi ternyata tidak menjadikannya bangga, sombong dan ujub, bahkan dia mengatakan bahwa dia bisa melakukan itu semua karena rahmat dan karunia dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Banyak sekali dalam kisah Dzulqarnain ini dia menyebutkan رَبِّي “tuhanku” yang ini menunjukkan bahwa dia selalu menisbatkan segala kelebihan yang dia miliki kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Ini juga sebagaimana yang dikatakan nabi Sulaiman,
Makna Ayat
Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” (QS. An-Naml: 40)
Pelajaran dari Ayat
Tidak seperti sebagian orang yang mengatakan bahwa dirinya kaya karena dirinya pintar, cerdas, dan banyak pengalaman. Tidak sebagaimana sebagian orang yang mengatakan bahwa dia mendapat jabatan yang bagus karena kepintarannya, dan sebab-sebab lain yang dia sandarkan kepada dirinya. Mereka lupa bahwasanya semua berasal dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Dia lupa bahwasanya betapa banyak orang yang pintar namun ternyata tidak kaya seperti dia, betapa banyak orang yang memiliki IQ yang lebih tinggi namun tidak kaya seperti dia.
Makna Kata
Ketahuilah bahwa sikap lupa terhadap nikmat Allah ini adalah sikap Qarun yang berkata,
Makna Ayat
“Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” (QS. Al-Qashash: 78)
Pelajaran dari Ayat
Berbeda dengan Dzulqarnain, tatkala dia mendapatkan kenikmatan bisa membangun dinding yang sangat kokoh ini, dia tidak ujub, bahkan dia mengatakan,
Makna Kata
“(Dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku.” (QS. Al-Kahfi: 98)
Pelajaran dari Ayat
Dzulqarnain meyakini bahwa semua karunia itu dari Allah Subhanahu wa ta'ala, padahal jika kita melihat bahwa tidak ada yang kurang pada dirinya. Dia memiliki kekuasaan, dia miliki daerah kekuasaan yang luar biasa luasnya, dia memiliki kecerdasan dan teknologi yang luar biasa, akan tetapi dia mengatakan bahwa itu semua rahmat dari Allah Subhanahu wa ta'ala.
Makna Kata
Jangan sampai memberikan kesan sedikit pun kepada orang lain bahwa hal itu didapati karena kehebatan kita. Kapan saja kita mengesankan bahwa itu karena kehebatan kita maka inilah ujub. Semua itu akan terlihat dari cara berbicara seseorang antara orang yang benar-benar menyandarkan semuanya karena Allah subhanahu wa ta'ala dan orang yang memuji Allah namun disela-sela ucapannya dia memasukkan kata-kata yang seakan-akan dia memiliki andil atas keberhasilannya tersebut.
Makna Ayat
فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا
“maka apabila janji Tuhanku sudah datang, Dia akan menghancurluluhkannya, dan janji Tuhanku itu benar’.”
Pelajaran dari Ayat
Dzulqarnain dalam ayat ini mengingatkan bahwa jika telah tiba keputusan Allah Subhanahu wa ta'ala pada suatu hari maka dinding yang dia buat bersama rakyatnya itu akan jadi luluh. Artinya, dinding tersebut tidak bisa bertahan selama-lamanya, suatu saat akan luluh jika Allah telah berkehendak.
Makna Kata
Dzulqarnain dalam ayat ini mengingatkan bahwa jika telah tiba keputusan Allah Subhanahu wa ta'ala pada suatu hari maka dinding yang dia buat bersama rakyatnya itu akan jadi luluh. Artinya, dinding tersebut tidak bisa bertahan selama-lamanya, suatu saat akan luluh jika Allah telah berkehendak.
Makna Ayat
فَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ، فُتِحَ اليَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ» وَحَلَّقَ بِإِصْبَعِهِ الإِبْهَامِ وَالَّتِي تَلِيهَا
"Laa ilaaha illallah, celakalah bangsa Arab karena keburukan yang telah dekat, hari ini telah dibuka benteng Ya'juj dan Ma'juj seperti ini".
Pelajaran dari Ayat
Adapun waktu terbukanya dinding tersebut sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits-hadits yang shohih yaitu ketika mereka keluar
Makna Ayat
حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ
“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.”
Pelajaran dari Ayat
Dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan tentang pekerjaan mereka setiap harinya. Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
Makna Ayat
إِنَّ يَأْجُوجَ، وَمَأْجُوجَ يَحْفِرُونَ كُلَّ يَوْمٍ، حَتَّى إِذَا كَادُوا يَرَوْنَ شُعَاعَ الشَّمْسِ، قَالَ الَّذِي عَلَيْهِمْ: ارْجِعُوا فَسَنَحْفِرُهُ غَدًا، فَيُعِيدُهُ اللَّهُ أَشَدَّ مَا كَانَ، حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ مُدَّتُهُمْ، وَأَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَهُمْ عَلَى النَّاسِ، حَفَرُوا، حَتَّى إِذَا كَادُوا يَرَوْنَ شُعَاعَ الشَّمْسِ، قَالَ الَّذِي عَلَيْهِمْ: ارْجِعُوا، فَسَتَحْفِرُونَهُ غَدًا، إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى، وَاسْتَثْنَوْا، فَيَعُودُونَ إِلَيْهِ، وَهُوَ كَهَيْئَتِهِ حِينَ تَرَكُوهُ، فَيَحْفِرُونَهُ وَيَخْرُجُونَ عَلَى النَّاسِ
Pelajaran dari Ayat
Ternyata, sebab mereka mengatakan “Insyaallah”, akhirnya Ya’juj dan Ma’juj akan keluar di penghujung zaman, waktu keluarnya Ya’juj dan Ma’juj adalah setelah turunnya nabi Isa. Setelah nabi Isa membunuh Dajjal baru setelah itu Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan nabi Isa untuk membawa hamba-hambanya untuk pergi ke gunung
Makna Ayat
فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ، فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِيَّ دِمَشْقَ، بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ، وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ، إِذَا طَأْطَأَ رَأْسَهُ قَطَرَ، وَإِذَا رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ، فَلَا يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلَّا مَاتَ، وَنَفَسُهُ يَنْتَهِي حَيْثُ يَنْتَهِي طَرْفُهُ، فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ، فَيَقْتُلُهُ، ثُمَّ يَأْتِي عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ قَدْ عَصَمَهُمُ اللهُ مِنْهُ، فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ، فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ أَوْحَى اللهُ إِلَى عِيسَى: إِنِّي قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَادًا لِي، لَا يَدَانِ لِأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ، فَحَرِّزْ عِبَادِي إِلَى الطُّورِ
Pelajaran dari Ayat
Dajjal masih bisa dikalahkan oleh nabi Isa adapun Ya’juj dan Ma’juj tidak ada yang bisa mengalahkan mereka. Ini menunjukkan mereka hebat luar biasa. Selain mereka sangat bengis juga mereka memiliki jumlah yang sangat banyak. di zaman Dzulqarnain saja mereka sudah melakukan kerusakan,
Makna Ayat
قَالُوا يَاذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَى أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا
Pelajaran dari Ayat
Ini terjadi di zaman Dzulqarnain yaitu ribuan tahun yang lalu. Kemudian pada hari kiamat Allah subhanahu wa ta'ala mengatakan,
Makna Ayat
إِنِّي قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَادًا لِي، لَا يَدَانِ لِأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ، فَحَرِّزْ عِبَادِي إِلَى الطُّورِ
Pelajaran dari Ayat
Kemudian keluarlah Ya’juj dan Ma’juj dan mereka melakukan kerusakan. Tidak lah merela melewati suatu tempat kecuali mereka akan menghancurkannya. Sampai-sampai disebutkan dalam kelanjutan hadits,
Makna Ayat
فَيَمُرُّ أَوَائِلُهُمْ عَلَى بُحَيْرَةِ طَبَرِيَّةَ فَيَشْرَبُونَ مَا فِيهَا، وَيَمُرُّ آخِرُهُمْ فَيَقُولُونَ: لَقَدْ كَانَ بِهَذِهِ مَرَّةً مَاءٌ
Pelajaran dari Ayat
Ini disebabkan jumlah mereka yang sangat banyak. Bahkan dengan sombongnya mereka mengatakan,
Makna Ayat
لَقَدْ قَتَلْنَا مَنْ فِي الْأَرْضِ هَلُمَّ فَلْنَقْتُلْ مَنْ فِي السَّمَاءِ، فَيَرْمُونَ بِنُشَّابِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ، فَيَرُدُّ اللهُ عَلَيْهِمْ نُشَّابَهُمْ مَخْضُوبَةً دَمًا
Pelajaran dari Ayat
Mereka mengarahkan panah tersebut dengan harapan bisa membunuh penduduk langit lalu Allah mengembalikan panah tersebut dengan berlumuran darah sebagai tipuan sehingga mereka menganggap bahwa mereka telah berhasil membunuh penduduk langit. Padahal sejatinya panah mereka tidak mengenai apapun.
Makna Ayat
فَيُرْسِلُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ النَّغَفَ فِي رِقَابِهِمْ فَيُصْبِحُونَ فَرْسَى كَمَوْتِ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ
Pelajaran dari Ayat
Kemudian akhirnya nabi Isa berdoa kembali kepada Allah subhanahu wa ta'ala setelah binasanya Ya’juj dan Ma’juj yang menyebabkan bau bangkai mereka,
Makna Ayat
فَيُرْسِلُ اللَّهُ طَيْرًا كَأَعْنَاقِ الْبُخْتِ فَتَحْمِلُهُمْ فَتَطْرَحُهُمْ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ مَطَرًا لَا يَكُنُّ مِنْهُ بَيْتُ مَدَرٍ وَلَا وَبَرٍ فَيَغْسِلُ الْأَرْضَ حَتَّى يَتْرُكَهَا كَالزَّلَفَةِ ثُمَّ يُقَالُ لِلْأَرْضِ أَنْبِتِي ثَمَرَتَكِ وَرُدِّي بَرَكَتَكِ فَيَوْمَئِذٍ تَأْكُلُ الْعِصَابَةُ مِنْ الرُّمَّانَةِ وَيَسْتَظِلُّونَ بِقِحْفِهَا وَيُبَارَكُ فِي الرِّسْلِ حَتَّى أَنَّ اللِّقْحَةَ مِنْ الْإِبِلِ لَتَكْفِي الْفِئَامَ مِنْ النَّاسِ وَاللِّقْحَةَ مِنْ الْبَقَرِ لَتَكْفِي الْقَبِيلَةَ مِنْ النَّاسِ وَاللِّقْحَةَ مِنْ الْغَنَمِ لَتَكْفِي الْفَخِذَ مِنْ النَّاسِ
Pelajaran dari Ayat
Setelah mereka semua tewas yang tersisa adalah busur-busur mereka yang kemudian digunakan oleh kaum muslimin selama 7 tahun sebagai kayu bakar(368 ). Semua ini menunjukkan akan jumlah mereka yang sangat banyak.