Surat Maryam ayat 6
Berupa ilmu, amal dan kenabian.
Di sisi-Mu.
yariṡunī wa yariṡu min āli ya‘qūba waj‘alhu rabbi raḍiyyā
yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai."
Berupa ilmu, amal dan kenabian.
Di sisi-Mu.
Selain itu, juga mewarisi aku dalam ilmu dan agama, dan mewarisi kerajaan dari keturunan Ya'qûb.
Jadilkanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang mendapat perkenan-Mu dan perkenan manusia.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ia akan mewarisi kenabianku dan kenabian keluarga Ya'qub.
Jadikanlah anak ini sebagai orang yang diridhai oleh-Mu dan para hamba-Mu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ya’qub adalah nabi Bani Israil. Istri nabi Zakaria adalah saudari Maryam binti Imran, putera dari Sualiman bin Dawud bin Ishaq bin Ibrahim ‘alaihimus salam.
Maksud dari pewaris di sini bukanlah mewarisi harta, sebab para nabi tidak menerima warisan harta.
Jadikanlah ia ya Tuhanku, seorang yang diridhai, baik dalam akhlak dan perbuatannya.
Perwalian yang dimaksud di sini adalah pengganti (dalam menangani urusan) agama dan pewaris kenabian, ilmu dan amal. Oleh karena itu, Zakaria bersabda, يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا "Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya'qub, dan jadikanlah dia, wahai Rabbku, seorang yang diridhai," maksudnya seorang hamba shalih yang Engkau ridhai dan Engkau menjadikannya dicintai oleh para hambaMu.
Pendek kata, beliau memohon kepada Allah agar dianugerahi seorang anak laki-laki yang shalih, yang hidup setelah Nabi Zakaria meninggal dan menjadi penggantinya, menjadi seorang nabi yang diridhai di sisi Allah dan disenangi oleh para makhlukNya. Ini adalah jenis anak yang paling sempurna.
Dan termasuk cermin kasih sayang Allah kepada hambaNya (Zakaria), Allah memberinya seorang anak yang shalih, yang sarat dengan semua akhlak mulia dan perilaku yang terpuji. Lalu Allah menganugerahkan rahmat kepada Zakaria, lalu Allah mengabulkan doanya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
{yang akan mewarisi aku} mewarisi kenabianku {dan keluarga Ya‘qub serta jadikanlah dia, wahai Tuhanku, seorang yang dirhidai”} diridhai di sisiMu dan di sisi ciptaanMu dalam agama, akhlak dan pengetahuannya
Lihat tafsir ayat 5.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Adapun pembahasan tentang huruf hijaiyah telah dijelaskan di permulaan surah Al-Baqarah.
Firman Allah: ((Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu) yaitu, hal ini menyebutkan rahmat Allah kepada hambaNya, yaitu nabi Zakaria. Yahya bin Ya'mur membaca (dzakkara rahmata rabbika ‘abdahu zakariyya) “(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hambaNya Zakaria” kata “Zakaria” dibaca panjang dan pendek; dua bacaan ini terkenal. Zakaria adalah seorang nabi yang agung dari kalangan nabi-nabi Bani Israil. Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari bahwa nabi Zakaria adalah seorang tukang kayu yang makan dari hasil kerja tangannya yang menjadi tukang kayu.
Firman Allah: (yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut (3)) Sebagian mufasir mengatakan bahwa sesungguhnya nabi Zakaria melirihkan suara dalam doanya agar dalam permohonannya akan anak tidak dituduh sebagai orang yang lemah karena usia tua, Pendapat ini dikatakan oleh Al-Mawardi.
Ulama lainnya berkata, sesungguhnya nabi Zakaria melirihkan suaranya karena hal itu lebih disukai Allah sebagaimana yang dikatakan Qatadah tentang ayat ini: (Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut (3)) Sesungguhnya Allah mengetahui hati orang yang bertakwa, dan mendengar suara yang lirih.
(Zakaria berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah”) yaitu lemah dan tidak mempunyai kekuatan (dan kepalaku telah ditumbuhi uban) yaitu, warna putih ubannya menutupi sisa rambutnya yang masih hitam. Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Duraid dalam syair gubahannya:
“Tidakkah engkau melihat rambut kepalaku yang kini warnanya seakan-akan seperti fajar subuh yang di sisa-sisa kegelapan malam.
“Warna putih ubannya menyala menutupi warna hitamnya, seperti warna api yang menyala dalam bara api”
Makna yang dimaksud dari sini adalah pemberitahuan tentang kelemahan, ketuaan dan tanda-tandanya, baik yang tampak maupun tersembunyi.
Firman Allah: (dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku) yaitu aku belum pernah berdoa kepadaMu, melainkan Engkau memperkenankannya, dan Engkau tidak pernah menolak apa yang kumohonkan kepadaMu. Firman Allah: (Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku) Mayoritas ulama membacanya dengan dinashab huruf ya’nya menjadi “mawaliya” karena sebagai maf'ul. Diriwayatkan dari Kisai, dia mensukun huruf yanya sebagaimana yang dikatakan oleh penyair
“Seakan-akan tangan-tangan mereka di tanah yang datar, dan tangan-tangan tetangga saling mengambil perak”
Mujahid, Qatadah, dan As-Suddi berkata bahwa yang dimaksud dengan mawali adalah “'ashabah”.
Abu Shalih berkata bahwa maknannya adalah kalalah.
Mujahid berkata tentang firmanNya: (yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub) peninggalannya adalah ilmu, dan dia termasuk keturunan nabi Ya'qub. Diriwayatkan dari Al-Hasan yaitu mewarisi kenabian dan ilmunya. As-Suddi berkata yaitu mewarisi kenabianku dan kenabian keluarga nabi Ya'qub. Diriwayatkan dari Malik, dari Zaid bin Aslam tentang firmanNya: (dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub) yaitu kenabian mereka. Diriwayatkan dari Abu Shalih tentang firmanNya: (yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub) yaitu mewarisi hartaku dan kenabian keluarga nabi Ya'qub. Ini adalah pendapat yang dipilih Ibnu Jarir dalam tafsirnya Firman Allah: (dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai) yaitu diridhai di sisiMu dan makhlukMu, yaitu Engkau menyukainya dan menjadikannya disukai makhlukMu dalam agama dan akhlaknya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Yang akan mewarisi aku) kalau dibaca Jazm berarti lafal Yaritsni menjadi jawab dari Fi'il Amar, dan kalau dibaca Rafa' yaitu Yaritsuni berarti menjadi kata sifat dari lafal Waliyyan (dan mewarisi) dapat dibaca Yaritsu atau Yarits (sebagian keluarga Ya'qub) kakekku dalam hal ilmu dan kenabian (dan jadikanlah ia, ya Rabbku, seorang yang diridai)
(Yang akan mewarisi aku) kalau dibaca Jazm berarti lafal Yaritsni menjadi jawab dari Fi'il Amar, dan kalau dibaca Rafa' yaitu Yaritsuni berarti menjadi kata sifat dari lafal Waliyyan (dan mewarisi) dapat dibaca Yaritsu atau Yarits (sebagian keluarga Ya'qub) kakekku dalam hal ilmu dan kenabian (dan jadikanlah ia, ya Rabbku, seorang yang diridai)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Ya Tuhanku, aku berharap anak itu kelak menjadi penerusku yang akan mewarisi aku dalam tugas-tugasku sebagai penyeru umat dan mewarisi dari keluarga Yakub yang melanjutkan tradisi dan agama Nabi Ibrahim.
Kabulkanlah doaku dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang selalu diridai dan dirahmati.
Terdapat 2 pendapat di kalangan para ulama dalam masalah warisan ini, sebagian ulama mengatakan maksudnya adalah seorang anak yang bisa mewarisi harta Nabi Zakariya. Sebagian ulama yang lain seperti Ibnu Katsir mengatakan bahwasanya yang dimaksud bukanlah warisan harta karena Nabi Zakariya hanyalah seorang tukang kayu, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits,
"bahwasanya Zakariya adalah seorang tukang kayu." (18 )
Dan juga kita tahu bahwasanya Nabi Zakariya tidak sedang memikirkan hartanya. Karena ini bukanlah kebiasaan para nabi, dan para nabi tidak pernah memikiran harta yang dia miliki. Nabi Zakariya hanya sedang memikirkan Bani Israil, siapa yang akan membimbing mereka sepeninggalannya. Jadi yang benar warisan di sini adalah warisan ilmu bukan harta. Terlebih lagi terdapat sebuah hadits yang menjelaskan bahwa para nabi tidak mewariskan,
"Sesungguhnya kami para Nabi, kami tidak diwarisi (hartanya), apa yang aku tinggalkan setelah jatah bagi pekerjaku dan nafkah istri-istriku adalah sedekah." ( 19)
Jadi para nabi tidak mewarisi harta, juga dalam hadits yang lain,
"Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya Nabi tidaklah mewariskan dinar dan tidak pula dirham. Barangsiapa yang mewariskan ilmu, maka sungguh ia telah mendapatkan keberuntungan yang besar." (20 )
Jadi yang benar bahwasanya Nabi Zakariya berdoa meminta kepada Allah ﷻ agar diberikan seorang anak bukan untuk mewarisi hartanya, akan tetapi mewarisi ilmunya(21 ). Ini seperti firman Allah ﷻ,
"Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata".” (QS. An-Naml: 16)
Nabi Dawud tidak mewarisi kepada Nabi Sulaiman berupa harta, karena Nabi Dawud memiliki anak bukan hanya Nabi Sulaiman. Akan tetapi yang dimaksud dalam ayat ini adalah warisan kenabian. Setelah Nabi Dawud menjadi nabi maka setelah itu anaknya pun yaitu Nabi Sulaiman menjadi nabi.
Kalau kita perhatikan Nabi Zakariya hanyalah seorang tukang kayu. Para nabi ada yang mereka hartanya berlimpah dan ada juga yang miskin di antaranya Nabi Zakariya. Begitu juga yang menakjubkan adalah Nabi Dawud disebutkan dalam sebuah hadits,
"Tidaklah seorang (hamba) memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya (sendiri), dan sungguh Nabi Dawud ‘alaihissalam makan dari hasil usaha tangannya (sendiri)” (22 )
Padahal Nabi Dawud adalah seorang raja namun dia bekerja sebagai pandai besi yang Allah ﷻ berikan dia mukjizat bisa melunakkan besi dengan tangannya. Meskipun dia seorang raja namun dia tetap makan dari hasil pekerjaannya sendiri. Begitu juga Nabi Zakariya yang ia seorang nabi namun dia makan dari hasil kerjanya sendiri sebagai tukang kayu.
Setelah Nabi Zakariya berdoa kepada Allah ﷻ dengan melakukan berbagai macam tawassul akhirnya Allah ﷻ mengabulkan doanya,
Yang dimaksud warisan di sini adalah warisan ilmu dan kenabian menurut pendapat yang lebih kuat, dan bukan warisan harta, dengan dalil sabda Rasulullah: “Kami golongan para Nabi tidak mewarisi.” Yakni mereka hanya mewarisi ilmu dan tugas menjaga urusan agama.
وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا (dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai)
Yakni diridhai dalam akhlak dan perbuatannya agar menjadi orang yang layak untuk mengusung ilmu agama serta mengajarkan dan menyampaikannya kepada orang lain serta menegakkan syi’ar’syi’ar agama mereka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.