Zakariya berkata dengan penuh kegembiraan dan keheranan:
"Ya Tuhanku, bagaimana aku dapat memiliki seorang anak, sedangkan istriku tidak dapat melahirkan dan aku telah mencapai usia renta?"
qāla rabbi annā yakūnu lī gulāmuw wa kānatimra'atī ‘āqiraw wa qad balagtu minal-kibari ‘itiyyā
Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?"
"Ya Tuhanku, bagaimana aku dapat memiliki seorang anak, sedangkan istriku tidak dapat melahirkan dan aku telah mencapai usia renta?"
atau
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Zakariya pun berkata keheranan: Wahai Rabbbku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul yang tidak mempunyai anak, dan aku juga telah mencapai usia yang sangat tua dan tulangnya sudah lemah?
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ketika itu, saat Nabi Zakaria menerima kabar gembira kelahiran anak ini yang dimintanya, maka beliau justru merasa aneh dan keheranan. Beliau mengatakan, رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلَامٌ "Ya Rabbku, bagaimana (mungkin) akan ada anak bagiku," sementara kondisinya bahwa faktor penghalang untuk mendapatkan anak, ada pada diri saya dan istri saya? Seakan-akan pada saat berdoa, beliau tidak menyadari keberadaan faktor penghalang ini, lantaran keinginan kuat di hatinya serta dahsyatnya hasrat yang besar untuk mendapatkan anak. Dalam kondisi seperti ini, saat doanya dikabulkan, maka beliau merasa keheranan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dia berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul dan aku sudah mencapai usia yang sangat tua” ujung usia.
Zakaria merasa heran ketika doanya dikabulkan dan mendapat berita gembira akan kelahiran seorang putra, maka kegembiraannya meledak-ledak. Lalu ia bertanya tentang cara yang menyebabkan dia beranak, mengingat istrinya mandul, tidak punya anak sejak semula, lagi sudah tua. Dirinya pun tua serta tulang-tulangnya telah lemah lagi kurus. Tiada kemampuan lagi baginya untuk melakukan persetubuhan.
Lafaz {#'itiyya#} menurut orang-orang Arab artinya kalau diibaratkan dengan kayu, kayu itu sudah kering kerontang. Mujahid mengatakan, 'ITIYYAN artinya kerapuhan tulang. Ibnu Abbas dan lain-lainnya mengatakan bahwa 'ITIYYAN artinya lanjut usia. Tetapi makna lahiriahnya menunjukkan bahwa 'ITIYYAN lebih parah lagi dari kibaran (usia lanjut).
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya'qub, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Husain, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ia mengetahui semua sunah (tuntunan) Nabi SAW Hanya dia tidak mengetahui apakah Rasulullah SAW melakukan bacaan (selain Al-Fatihah) dalam salat Zuhur dan Asarnya ataukah tidak, dan ia tidak mengetahui bagaimanakah Rasulullah SAW membaca firman-Nya: {#dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua.#} (Maryam, [19:8]) Apakah beliau membacanya {#'itiyyan#} ataukah {#'istiyyan#} (semakna dengan 'ITIYYAN).
Imam Ahmad meriwayatkannya dari Syuraih ibnun Nu'man, sedangkan Abu Daud meriwayatkannya dari Ziyad ibnu Ayyub, keduanya dari Hasyim dehgan sanad yang sama.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ayat ini adalah ketakjuban nabi Zakaria ketika doanya dikabulkan dan mendapat berita gembira atas seorang putra, maka dia sangat bergembira. Lalu dia bertanya bagaimana dia bisa memiliki anak, mengingat istri mandul, tidak melahirkan anak sejak wala umurnya dan sudah tua. Dirinya juga sudah tua dan tulang-tulangnya telah lemah dan kurus. Tidak ada kemampuan baginya untuk melakukan persetubuhan. orang-orang Arab berkata terhadap sesuatu ketika sudah kering “‘ataa”, “ya’tu”, ”’itiyya”, “‘utuwwa” dan “‘asaa”, “ya’su”, “‘isiyya”, “‘usuwwa”. Mujahid berkata bahwa, “'itiyya” maknannya adalah kerapuhan tulang. yang jelas bahwa maknannya lebih dari itu karena usia lanjut.
(Tuhan berfirman) yaitu malaikat menjawab ketakjuban nabi Zakaria dari apa yang diberitakan kepadanya: (Demikianlah, Tuhanmu telah berfirman, "Hal itu adalah mudah bagiKu") yaitu melahirkan anak dari kamu dan istrimu itu bukan dari lainnya (adalah mudah) yaitu mudah bagi Allah
Kemudian disebutkan kepadanya hal yang lebih mengagetkan daripada apa yang dia mohonkan. Jadi Allah berfirman: (dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali) Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedangkan dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (1)) (Surah Al-Insan)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Zakaria berkata, "Ya Rabbku! Bagaimana) mana mungkin (akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku sendiri sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua)" lafal 'itiyyan berasal dari lafal 'Ataa artinya Yabisa atau kering, maksudnya ia telah mencapai umur seratus dua puluh tahun, dan istrinya telah mencapai umur sembilan puluh delapan tahun.
Kata 'Itiyyun pada asalnya adalah 'Ituwwun. Kemudian huruf Ta dikasrahkan untuk meringankan pengucapannya lalu jadilah 'Itiwwun. Selanjutnya huruf Wawu yang pertama diganti menjadi huruf Ya demi penyesuaian dengan harakat Kasrah sebelumnya, dan huruf Wawu yang kedua diganti pula dengan huruf Ya supaya huruf Ya yang pertama dapat diidgamkan atau dimasukkan kepadanya, sehingga jadilah 'Itiyyun.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dengan rasa heran, Zakariyyâ berkata, Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, sedang istriku dalam keadaan mandul dan aku telah mencapai umur yang sangat tua?
Mendengar berita gembira itu Nabi Zakaria heran dan bertanya pada diri sendiri tentang kemungkinannya. Dia berkata, "Ya Tuhanku Yang Maha Pemurah, bagaimana mungkin aku akan bisa mempunyai anak seperti yang Engkau beritakan, padahal istriku sejak masa mudanya dahulu adalah seorang yang mandul dan aku sendiri sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua yang pada lazimnya tidak mungkin memperoleh anak lagi?"
Ketika dikabarkan bahwa ia akan memiliki anak Nabi Zakariya pun terkaget bagaimana mungkin ia bisa memiliki anak sedangkan istrinya mandul dan ia sudah mencapai usia yang sangat tua. Suara Nabi Zakariya sudah melemah, rambut seluruhnya telah memutih dan tulang-tulang telah melemah maka bagaimana bisa ia memiliki anak, semua sebab-sebab punya anak sudah tidak ada? Maka Allah ﷻ menjawab,
Maka Allah ﷻ menjawab,
Ini merupakan rasa takjub dari kuasa Allah dan keajaiban ciptaan-Nya, yang menciptakan seorang anak dari istri yang mandul dan suami yang telah lanjut usia.
وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا (dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua)
Yakni yang telah mencapai umur yang lanjut.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.