Surat Maryam Ayat 19
Yakni tugasku hanyalah menyampaikan risalah Tuhanku kepadamu.
Makna Ayat
Yakni suci dari sifat-sifat tercela dan memiliki sifat-sifat terpuji.
qāla innamā ana rasūlu rabbiki li'ahaba laki gulāman zakiyyā
Dia (Jibril) berkata, "Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci."
Yakni tugasku hanyalah menyampaikan risalah Tuhanku kepadamu.
Yakni suci dari sifat-sifat tercela dan memiliki sifat-sifat terpuji.
Dia mengutusku untuk menyampaikan anugerah padamu berupa anak laki-laki yang baik lagi suci."
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Allah mengutusku kepadamu dan aku bukanlah orang jahat. Aku diutus untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci dari dosa, dengan meniup bajumu"
Saat malaikat Jibril ‘alaihissalam melihat gejala gemetaran dan ketakutan pada diri Maryam ‘alaihassalam, maka dia mengatakan إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Rabbmu," maksudnya tugas dan pekerjaanku hanya melaksanakan perintah Rabbku padamu لِأَهَبَ لَكِ غُلَامًا زَكِيًّا "untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci."
Ini adalah kabar gembira dengan kehadiran seorang anak dan kesuciannya. Sesungguhnya kesucian diri mengharuskan bersihnya anak itu dari sifat-sifat tercela dan menyandang sifat-sifat yang terpuji.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Jibril berkata kepadanya {“Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci”} yang suci dari dosa
Menurut suatu riwayat, saat Maryam mengingatkan Jibril kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka Malaikat Jibril gemetar karena takut dan ujudnya kembali berubah seperti rupa aslinya, lalu berkata: Sesungguhnya aku ini hanya seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci. (Maryam, [19:19])
Menurut Abu Amr ibnul Ala, lafaz {#li-ahaba#} dibaca {#liyahaba#}, artinya Dia akan memberimu seorang anak laki-laki yang suci.
Abu Amr ibnul Ala adalah seorang ahli qiraat yang terkenal. Sedangkan ulama lainnya membacanya seperti berikut: {#untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.#} (Maryam, [19:19]) Yakni dengan bacaan {#li-ahaba#}.
Masing-masing dari kedua qiraat tersebut mempunyai alasan yang baik dan makna yang benar, juga mempunyai kesimpulan yang sama.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Berikut adalah teks yang telah diformat menjadi Markdown:
Ayat 16-21
Setelah Allah SWT memberitahukan tentang kisah nabi Zakaria, bahwa Allah telah menciptakan bagi nabi Zakaria saat dia telah tua dan istrinya mandul seorang anak yang suci, bersih dan diberkahi. Lalu Allah menghubungkannya dengan menyebutkan kisah Maryam dan penciptaan anaknya, nabi Isa tanpa seorang ayah. Antara kedua kisah ini terdapat kecocokan dan kemiripan. Oleh karena itu keduanya disbutkan dalam surah Ali Imran, di sini, dan di surah Al-Anbiya’ secara beriringan antara kedua kisah ini karena mempunyai kedekatan makna antara keduanya untuk menunjukkan kepada para hambaNya atas kekuasaan dan keagungan Allah dan bahwa Allah itu Maha Kuasa atas sesuatu yang Dia kehendaki. Jadi Allah berfirman: (Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Qur’an)
Maryam adalah putri Imran, dari keturunan nabi Dawud. Maryam berasal dari keluarga yang bersih dan baik di kalangan Bani Israil. Allah SWT telah menyebutkan kisah saat ibunya melahirkan dia di surah Ali Imran. Ibunya bernazar bahwa anak itu akan dijadikan sebagai pelayan Baitul Maqdis. Mereka biasa melakukan mendekatkan diri dengan demikian. (Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik) (Surah Ali Imran: 37)
Maryam dibesarkan di kalangan Bani Israil dalam lingkungan yang agung, sehingga Maryam merupakan salah seorang wanita ahli ibadah yang terkenal yang mencurahkan hidupnya untuk ibadah dan tidak menilkah. Maryam berada dalam jaminan suami saudara perempuannya yaitu nabi Zakaria, Nabi Bani Israil saat itu dan pemimpin mereka yang menjadi tempat bertanya mereka dalam urusan agamanya. Zakaria menyaksikan pada diri Maryam kemuliaan yang agung dan luar biasa (Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria bertanya, "Hai Maryam, dari manakah kamu memperoleh (makanan) ini?”Maryam menjawab, "Makanan itu dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendakiNya tanpa hisab) (Surah Ali Imran: 37) (ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur) yaitu Maryam memisahkan diri dari mereka, menjauhi mereka, dan pergi ke arah timur Baitul Maqdis.
Qatadah berkata tentang firmanNya: (suatu tempat di sebelah timur) tempat yang luas dan jauh
Firman Allah: (maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka) yaitu Maryam menutupi dirinya dan bersembunyi. Lalu Allah mengutus malaikat Jibril kepadanya (maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna) yaitu, dalam bentuk manusia yang sempurna.
Mujahid, Adh-Dhahhak, Qatadah, Ibnu Juraij, Wahb bin Munabbih, dan As-Suddi berkata tentang firmanNya: (lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya) yaitu malaikat Jibril. Ini adalah pendapat yang dikatakan mereka berdasarkan makna yang tampak dalam Al-Qur'an, karena sesungguhnya Allah SWT berfirman dalam ayat lain: (dan dibawa turun oleh Ruhul Amin (Jibril) (193) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan (194)) (Surah Asy-Syu'ara)
(Maryam berkata, "Sesungguhnya aku berlindung darimu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa” (18)) Setelak malaikat Jibril manampakkan diri kepadanya dalam bentuk manusia sempurna, saat itu Maryam berada di suatu tempat yang menyendiri; antara dia dan kaumnya terdapat penghalang, Maryam merasa takut kepada Jibril, dan menduga bahwa Jibril hendak berbuat keburukan kepadanya. Jadi Maryam berkata: (Sesungguhnya aku berlindung darimu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa) yaitu,"Jika kamu seorang yang bertakwa" untuk mengingatkannya kepada Allah. Inilah yang dianjurkan syariat dalam membela diri, yaitu dengan memakai hal yang paling mudah terlebih dahulu, jadi Maryam memperingatkan terlebih dahulu tentang Allah
Ibnu Jarir berkata,”Telah bercerita kepadaku Abu Kuraib, telah bercerita kepada kami Abu Bakar, dari ‘Ashim, dia berkata, Abu Wa’il berkata dan menyebutkan kisah Maryam, dia berkata,”Aku mengetahui bahwa orang yang bertakwa adalah orang yang mempunyai sesuatu untuk menahan diri. Ketika Maryam berkata: (Sesungguhnya aku berlindung darimu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa (18) Ia (Jibril) berkata, "Sesungguhnya aku ini hanya seorang utusan Tuhanmu”) yaitu memberi jawab kepadanya untuk melenyapkan ketakutan Maryam kepadanya,"Aku tidak seperti yang kamu sangka, akan tetapi aku adalah utusan Tuhanmu, yaitu Allah mengutusku kepadamu" Dia akan memberimu seorang anak laki-laki yang suci. (Maryam berkata, "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki) yaitu Maryam merasa heran dengan hal ini, dan berkata,"Bagaimana aku bisa punya anak laki-laki?" yaitu cara manakah yang akan menjadikan kelahiran anak laki-laki dariku, sedangkan aku bukanlah wanita yang bersuami, dan tidak terbayangkan bahwa aku berbuat lacur. Oleh karena itu Maryam berkata: (sedangkan tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan pula seorang pezina) Kata “Al-baghyu” adalah perbuatan zina. Dalam hadits disebutkan bahwa Nabi SAW melarang mahar yang diberikan kepada pelacur.
(Jibril berkata, "Demikianlah, Tuhanmu berfirman, 'Hal itu mudah bagi-Ku'”) yaitu maka malaikat itu berkata kepadanya seraya menjawab pertanyaannya,”Sesungguhnya Allah telah berfirman,"Sesungguhnya Dia akan menciptakan darimu seorang anak laki-laki, sekalipun kamu tidak mempunyai suami dan kamu tidak pernah melakukan perbuatan lacur" Karena sesungguhnya Dia Maha Kuasa terhadap apa yang Dia kehendaki. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan agar Kami menjadikannya suatu tanda) yaitu petunjuk dan tanda bagi manusia tentang kekuasaan Pencipta mereka yang membuat mereka beraneka ragam dalam penciptaan mereka. Dia menciptakan bapak mereka nabi Adam tanpa ayah dan ibu, dan Dia menciptakan Hawa melalui laki-laki tanpa wanita. Dia juga menciptakan keturunannya melalui laki-laki dan wanita, kecuali nabi Isa, karena sesungguhnya Dia menciptakan nabi Isa melalui wanita saja, tanpa laki-laki. Maka lengkaplah empat pembagian penciptaan yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan dan keagungan pengaruhNya, maka tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia.
Firman Allah: (dan sebagai rahmat dari Kami) yaitu Kami menjadikan anak itu sebagai rahmat dari Kami dan seorang nabi yang menyeru manusia untuk menyembah dan mengesankan Allah SWT. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam ayat lainnya: ((Ingatlah), ketika Malaikat berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari-Nya, namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah) (45) dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh” (46)) (Surah Ali Imran) yaitu dia menyeru manusia untuk menyembah Tuhannya dalam usia buaian dan usia dewasanya.
Firman Allah: (dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan) Kalimat ini bisa ditafsirkan bahwa ini merupakan kesempurnaan perkataan Jibril kepada Maryam, dia menceritakan kepadanya bahwa hal itu merupakan sesuatu yang telah ditakdirkan dalam ilmu, kuasa dan kehendak Allah SWT. Bisa ditafsirkan juga bahwa kalimat ini merupakan berita dari Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW dan itu merupakan ungkapan kiasan terkait tiupan ke dalam rahim Maryam. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami) (Surah At-Tahrim: 12)
Muhammad bin Ishaq berkata tentang firmanNya: (dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan) yaitu sesungguhnya Allah telah menetapkan hal itu dan harus terjadi. Pendapat ini juga dipilih Ibnu Jarir dalam kitab tafsirnya, dan tidak ada seorang pun yang meriwayatkannya selain dirinya. Hanya Allah yang lebih mengetahui.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Ia berkata, "Sesungguhnya aku ini adalah utusan Rabbmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci)" yang kelak menjadi nabi.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Aku hanyalah seorang utusan dari Tuhanmu, untuk menjadi perantara dalam pemberian seorang anak laki-laki yang suci dan baik kepadamu.
Jibril menyadari ketakutan Maryam. Dia lalu memperkenalkan diri dan berkata, "Sesungguhnya aku ini hanyalah utusan Tuhanmu yang menjaga dan melindungimu. Aku mendapat tugas untuk menyampaikan berita tentang anugerah yang akan dikaruniakan Allah kepadamu, yaitu seorang anak laki-laki yang suci dari segala dosa dan noda."
Kemudian Jibril memberitahu Maryam bahwasanya dia hanyalah utusan untuk memberinya seorang anak yang suci. Para ulama mengatakan bahwa Maryam karena dia sangat rajin beribadah maka dia mengasingkan dirinya untuk beribadah kepada Allah ﷻ. Tiba-tiba datang seorang lelaki yang sangat tampan yang dia adalah jelmaan dari malaikat Jibril ‘alaihissalam. Kita semua tahu bahwa malaikat Jibril sering menjelma menjadi manusia ketika bertemu dengan para manusia atau para nabi. Kali ini Jibril menjelma sebagai lelaki yang sangat tampan yang kemudian masuk ke tempat Maryam. Allah ﷻ menguji Maryam saat itu, diuji dengan suatu tempat yang jauh dari pandangan masyarakat yang tertutup kemudian datang lelaki yang sangat tampan. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa syahwat Maryam saat itu tergerak ketika melihat lelaki yang sangat tampan. Sehingga sebelum lelaki yang sangat tampan tersebut menggoda dia sudah mengingatkan bahwa dia berlindung kepada Allah ﷻ darinya. Ini menunjukkan ketakwaan Maryam yang sangat luar biasa yang seandainya dia ingin berbuat maksiat maka ini sangat mudah. Ini adalah puncak dari ujian, ketika seseorang bersendirian, tidak ada yang melihat, sangat mudah baginya untuk melakukan kemaksiatan, dan tidak ada penghalang untuk bermaksiat disitulah seseorang diuji. Ini semua terkumpul pada diri Maryam saat itu, bahkan disebutkan oleh sebagian ulama seperti Al-Alusi dalam tafsirnya bahwa syahwat maryam saat itu sudah tergerak(34 ).
Ini seperti yang dialami Nabi Yusuf,
وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
“Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih.” (QS. Yusuf: 24)
Ini adalah sebagai sifat manusiawinya, Nabi Yusuf sebagai manusia ketika melihat wanita cantik maka dia pun tergerak hatinya. Begitu juga Maryam, yang ia hadapi adalah lelaki yang sangat tampan. Namun Maryam segera berlindung kepada Allah ﷻ dari godaan lelaki tersebut. Para ulama mengatakan bahwa Maryam agar bisa selamat dari lelaki tersebut dia menggabungkan dua perkara:
Pertama: Berlindung kepada Allah ﷻ. Karena dia tahu tidak mungkin dia bisa selamat dari godaan yang berat ini kecuali dengan izin Allah ﷻ.
Kedua: dengan mengingatkan lelaki tersebut dengan berkata: hendaknya engkau berhenti dari menggodaku jika engkau benar-benar orang yang bertakwa.
Jadi Maryam mengokohkan imannya dengan berlindung kepada Allah ﷻ dan mengingatkan lelaki tersebut untuk tidak menggodanya. Dengan ini Allah ﷻ menyelamatkan Maryam, dan ternyata lelaki tersebut bukanlah lelaki yang menggoda akan tetapi dia adalah malaikat Jibril ‘alaihissalam.
Pertama: jika kita terjebak dengan ujian tersebut maka hendaknya kita mengingatkan “Aku berlindung kepada Allah ﷻ dari godaanmu dan bertakwalah kepada Allah ﷻ”. Jika ada chat dari seorang wanita dengan mengirimkan fotnya maka ingatkan dia lalu blokir dan hapus fotonya. Karena jika fotonya disimpan bisa jadi ada godaan untuk melihat kembali fotonya sedangkan kita tidak tahu kapan iman kita naik atau turun. Ini adalah faedah yang luar biasa dari mencontoh orang-orang saleh. Karena ini adalah contoh amalan yang luar biasa, yaitu ketika ia digoda sedangkan tidak ada orang lain yang melihat, godaan tersebut membuatnya tertarik, dan tidak ada penghalang dari godaan tersebut. Ketika ada seseorang digoda dengan godaan ini dan ia mampu terlepas dari godaan tersebut maka ia mendapat pahala yang sangat besar. Oleh karenanya Nabi ﷺ menyebutkan di antara 7 golongan yang mendapatkan naungan Allah ﷻ pada hari kiamat,
وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ
“seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Aku benar-benar takut kepada Allah ﷻ.” (35)
Kedua: Maryam adalah sosok wanita yang jauh dari perzinahan. Ketika dia melihat ada suatu godaan dia langsung berkata:
إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا
"Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa".”
Mengapa Jibril mengatakan لِأَهَبَ “untuk aku anugerahkan” padahal yang menganugerahkan seorang anak hanya Allah ﷻ? apakah Jibril yang menciptakan? Jawabannya tidak, karena beberapa alasan:
Pertama: dalam qiraah/bacaan yang lain لِيَهَبَ لَكِ “untuk dia (Allah ﷻ) menganugerahkan kepadamu” menggunakan kata ganti ketiga(38 ). Qiraah tidaklah bertentangan, dan ini untuk mengkompromikan antara kedua qiraah tersebut.
Kedua: لِأَهَبَ لَكِ “untuk aku anugerahkan kepadamu” ini dikarenakan yang langsung meniupkan ruh ke dalam tubuh Maryam adalah Jibril dengan perintah Allah ﷻ. Jadi Jibril adalah sebab masuknya ruh ke dalam tubuh Maryam sehingga dia mengatakan لِأَهَبَ لَكِ “untuk aku anugerahkan kepadamu” (39 ). Ini untuk membantah sebagian perkataan orang Nasrani yang mengatakan bahwa Jibril menciptakan maka menganggapnya sebagai Tuhan. Jibril bukanlah tuhan dan dia hanya utusan Allah ﷻ karena dia sendiri mengatakan,
إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ
“Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu”
Ketiga: Jibril menyampaikan sebagai hikayat. Yaitu Jibril menyampaikan perkataan Allah ﷻ yang dia nukilkan لِأَهَبَ لَكِ “untuk Aku anugerahkan kepadamu”, maka “Aku” di sini adalah perkataan Allah ﷻ yang dinukilkan oleh Jibril ‘alaihissalam. (40 )
Qāla innamā ʾanā rasūlu rabbihi (Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu)
Yakni aku bukan hendak berlaku buruk padamu, namun aku utusan Tuhanmu yang kamu mintai perlindungan itu, serta aku bukanlah orang yang mencurigakan yang ingin berbuat buruk.
Li'ahaba laki ghulāman zakīyan (untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.)
Makna (al-zakī) yakni anak yang bersih dari dosa-dosa, yang tumbuh dalam kesucian dan kehormatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.