Surat Maryam ayat 22
Lalu malaikat Jibril meniupkan roh ke leher bajunya, kemudian tiupan itu masuk ke farji Maryam sehingga ia mengandung dengan izin Allah Ta'ala.
Yakni karena khawatir orang-orang menuduh yang tidak-tidak terhadapnya.
fa ḥamalathu fantabażat bihī makānan qaṣiyyā
Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.
Lalu malaikat Jibril meniupkan roh ke leher bajunya, kemudian tiupan itu masuk ke farji Maryam sehingga ia mengandung dengan izin Allah Ta'ala.
Yakni karena khawatir orang-orang menuduh yang tidak-tidak terhadapnya.
22-23. Kemudian Maryam mengandung seorang anak setelah Jibril meniup kantong yang ada pada bajunya. Lalu Maryam pergi menyendiri ke tempat yang jauh dari keluarganya dan orang-orang.
Dan rasa sakit saat melahirkan memaksanya untuk bersandar di batang pohon kurma. Dia telah yakin akan mendapat ujian dengan anak ini, sehingga dia berandai-andai dia meninggal sebelum merasakan rasa sakit saat melahirkan dan menjadi orang yang tidak dikenal.
Kehendak Allah pun terwujud. Maryam pun mengandung 'Isâ a. s. sesuai dengan kehendak-Nya.
Maryam, dengan kandungan itu, menjauhkan diri dari manusia di tempat yang jauh.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kemudian Maryam mengandung anak setelah Jibril meniupkan pada kerah bajunya, lalu tiupan itu pun sampai ke rahimnya dan terjadi kehamilan disebabkan hal itu.
Kemudian ia menjauhkan diri ke sebuah tempat yang jauh dari manusia.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Saat Maryam mengandung Isa ’alaihissalam, dia khawatir akan menghadapi celaan, maka dia pun menjauh dari manusia ke tempat yang terpencil.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Maka dia mengandungnya, lalu mengasingkan diri bersamanya mengasingkan diri dengan keadaan hamil ke tempat yang jauh jauh dari manusia
Allah SWT berfirman, menceritakan tentang Maryam, bahwa ketika Jibril telah menyampaikan firman Allah kepadanya, maka Maryam dengan segenap jiwa dan raganya berserah diri kepada takdir Allah SWT. Banyak ulama yang menceritakan dari ulama terdahulu, bahwa malaikat tersebut adalah Jibril AS. Saat itu Jibril melakukan tiupan ke dalam baju kurung Maryam, lalu tiupan itu turun kebagian bawah tubuhnya hingga masuk ke dalam farjinya, maka dengan serta-merta Maryam mengandung anak dengan seizin Allah SWT.
Setelah Maryam merasakan dirinya berbadan dua, terasa sempitlah dadanya karena kebingungan, ia tidak mengetahui apa yang harus dikatakannya kepada orang-orang. Maryam merasa yakin bahwa orang-orang tidak akan mempercayai ucapannya bila ia ceritakan hal itu kepada mereka. Hanya Maryam menceritakan rahasia dirinya itu kepada saudara perempuannya yang menjadi istri Zakaria, karena Zakaria AS pernah memohon dikaruniai seorang anak kepada Allah, dan Allah memperkenankan permintaannya sehingga istrinya mengandung.
Imam Malik mengatakan bahwa menurut pendapatnya, demikian itu karena keutamaan yang dimiliki oleh Isa AS, sebab Allah memberinya keistimewaan dapat menghidupkan orang-orang yang baru mati, dapat menyembuhkan orang yang buta dan orang yang berpenyakit supak. Kemudian para ahli tafsir berbeda pendapat tentang masa kandungan yang dialami oleh Isa AS. Menurut pendapat yang terkenal dari jumhur ulama, Maryam mengandung Isa selama sembilan bulan. Ikrimah mengatakan delapan bulan, karena itulah menurutnya bayi yang dilahirkan dalam usia kandungan delapan bulan tidak ada yang dapat bertahan hidup.
Tetapi pendapat ini aneh sekali, seakan-akan pendapat ini tersimpulkan dari makna lahiriah firman Allah SWT yang mengatakan: "Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma." (Maryam, [19:22]-[19:23]) Sekalipun huruf fa yang ada dalam ayat menunjukkan makna ta'qib (urutan), tetapi pengertiannya disesuaikan dengan tradisi yang berlaku.
Telah ditetapkan di dalam kitab Sahihain, bahwa di antara kedua tahap tersebut jarak masanya empat puluh hari. Dan Allah SWT telah berfirman dalam ayat lain, yaitu: "Apakah kamu tidak melihat bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau?" (Al-Hajj, [22:63]) Menurut pendapat yang terkenal, makna yang dimaksud sesuai dengan makna lahiriah ayat, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Maryam mengandung Isa sebagaimana biasanya kaum wanita mengandung anak-anaknya.
Ketika Yusuf melihat perut Maryam semakin besar ia tidak mempercayai hal tersebut karena sepanjang pengetahuannya Maryam adalah wanita yang bersih suci lagi rajin beribadah dan kuat agamanya. Tetapi kejadian yang dialami oleh Maryam selalu menghantui pikirannya, tanpa dapat ia enyahkan. Akhirnya dengan memberanikan diri ia bertanya kepada Maryam dengan bahasa sindiran, "Hai Maryam, sesungguhnya aku hendak bertanya kepadamu tentang suatu perkara, tetapi janganlah engkau menyimpulkan hal yang tidak baik terhadap diriku." Maryam berkata, "Apakah yang hendak engkau tanyakan itu?" Yusuf berkata, "Apakah ada pohon tanpa biji, dan apakah ada tanaman tanpa benih, dan apakah ada seorang anak tanpa ayah?"
Maryam menjawab, "Ya." Maryam memahami apa yang dimaksud oleh Yusuf dalam kata sindirannya itu. Maryam melanjutkan perkataannya, "Adapun tentang pertanyaanmu yang mengatakan bahwa bisakah ada pohon tanpa biji, tanaman tanpa benih? Sesungguhnya Allah menciptakan pepohonan dan tanam-tanaman pada pertama kalinya tanpa biji dan tanpa benih. Dan mengenai pertanyaanmu, bisakah lahir anak tanpa ayah? Sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan Adam tanpa melalui ayah juga ibu." Akhirnya Yusuf percaya kepada kesucian Maryam dan memaklumi keadaannya.
Setelah Maryam merasakan bahwa kaumnya telah menuduh tidak baik terhadap dirinya, akhirnya ia menjauhkan diri dari mereka ke tempat yang jauh, agar dia tidak melihat mereka dan mereka tidak melihat dirinya. Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa ketika Maryam mengandung Isa dan Maryam telah mengisi penuh wadah airnya, lalu kembali, dia tidak berhaid lagi dan merasakan keadaan seperti yang biasa dirasakan oleh wanita yang sedang mengandung anak; tubuhnya terasa letih, berat badannya bertambah dan pucat, hingga lisannya terasa berat untuk berbicara. Maka tiada suatu cobaan pun yang seberat apa yang sedang menimpa keluarga Zakaria. Berita kehamilannya telah tersiar di kalangan kaum Bani Israil. Mereka mengatakan bahwa sesungguhnya yang menghamilinya tiada lain adalah si Yusuf. Mereka mengatakan demikian karena di dalam gereja itu tiada yang bersama dengan Maryam selain Yusuf. Akhirnya Maryam bersembunyi dari orang banyak dan membuat hijab penghalang bagi dirinya sehingga orang-orang tidak dapat melihatnya dan dia pun tidak dapat melihat mereka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang Maryam, bahwa ketika Jibril menyampaikan firmanNya, maka Maryam berserah diri kepada takdir Allah SWT. Banyak ulama salaf menyebutkan bahwa malaikat itu adalah Jibril. Saat itu Jibril melakukan tiupan melalui lengan bajunya, lalu tiupan itu turun ke bagian bawah tubuhnya hingga masuk ke dalam farjinya, lalu Maryam mengandung anak dengan seizin Allah SWT. Setelah Maryam hamil, terasa sempit dadanya, dan dia tidak mengetahui apa yang akan dia katakan kepada orang-orang. Maryam yakin bahwa orang-orang tidak akan mempercayainya dalam apa yang dia beritahukan kepada mereka. Maryam hanya menceritakan rahasianya kepada saudara perempuannya yang menjadi istri nabi Zakaria, dan dalam hal itu nabi Zakaria telah meminta seorang anak kepada Allah, lalu Allah mengabulkannya sehingga istrinya hamil.
(Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh (22) Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma) sekalipun huruf “fa’” menunjukkan makna urutan, tetapi urutannya disesuaikan dengan kebiasaan yang berlaku. Sebagaimana firman Allah SWT: (Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati dari tanah (12) Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (13) Kemudian air mani itu Kami jadikan sesuatu yang menempel, lalu sesuatu yang menempel itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang) (Surah Al-Mu’minun: 12-14) Huruf “fa’” ini juga bermakna urutan, dan berdasarkan kebiasaan yang berlaku.
Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim, bahwa di antara kedua gambaran itu ada empat puluh hari. Dan Allah SWT berfirman: (Apakah kamu tidak melihat bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau?) (Surah Al-Hajj: 63) Pendapat terkenal yang tampak (Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) adalah bahwa Maryam mengandung nabi Isa seperti biasa wanita mengandung anak-anaknya.
Firman Allah: (Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma) yaitu memaksanya untuk bersandar pada pangkal pohon kurma di tempat pengasingannya.
Qatadah berkata tentang firmanNya: (dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan) yaitu sesuatu yang tidak dikenal, tidak disebut, dan tidak diketahui siapakah aku.
Ar-Rabi' bin Anas berkata tentang firmanNya: (dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan) yaitu keguguran.
Ibnu Zaid berkata.”Aku tidak ada sama sekali”
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
menjauhkan diri (dengan membawa kandungannya ke tempat yang jauh) jauh dari keluarganya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Maryam pun mengandung 'Isâ a. s. sesuai dengan kehendak-Nya. Maryam, dengan kandungan itu, menjauhkan diri dari manusia di tempat yang jauh.
Ayat berikut menguraikan kondisi psikologis Maryam ketika hamil. Proses kehamilannya dimulai ketika Jibril meniupkan roh ke tubuh Maryam, maka sesudah itu dia mengandung. Mengetahui dirinya hamil, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh dari tempatnya menetap selama ini.
Ketika Maryam hamil maka dia semakin menjauh dari tempat tinggalnya. Mungkin sebelumnya ketika dia pergi ke arah timur masih dekat dengan Baitul Maqdis. Para ulama mengatakan jika Maryam sedang tidak haid maka dia akan beribadah di tempat tersebut untuk beribadah dan jika ia sedang haid maka dia akan pergi ke rumah Zakariya. Ketika ia mengandung maka ia semakin menjauh karena ia khawatir dilihat oleh orang lain kemudian dicaci( 42). Ini merupakan ujian yang sangat berat untuk Maryam. Bagaimana tidak, selama ini dia menghilang dalam rangka ibadah kepada Allah ﷻ. semua orang mengakui tidak seorang wanita pun yang mampu beribadah seperti Maryam. Semua orang mengakui akan kesalehannya dan mengakui bahwa dia adalah orang yang bertakwa. Terlebih lagi ayahnya adalah seorang pendeta. Begitu juga dia dirawat oleh seorang nabi yaitu Nabi Zakariya. Jadi terkumpul dalam Maryam kebaikan yang banyak, dia lahir dari keturunan yang baik, dirawat oleh seorang nabi yaitu Nabi Zakariya, dan rajin beribadah. Sehingga ketika ia muncul di hadapan kaumnya tiba-tiba dengan membawa anak maka ini adalah ujian yang sangat berat baginya. Karena takut akan omongan kaumnya yang akan menjelekkannya.
Para ulama berselisih tentang waktu berapa lama ia mengandung. Ada yang mengatakan 8 bulan. Ada yang mengatakan 6 bulan. Ada juga yang mengatakan bahwa dia mengandung hanya sebentar saja. Namun -wAllah ﷻu a’lam- dia mengandung seperti biasanya wanita mengandung yaitu 9 bulan. (44 )
Maka Jibril meniupkan ke arah saku dari pakaiannya, sampai tiupan itu sampai ke perutnya, dan akhirnya dia hamil.
فَانتَبَذَتْ بِهِۦ مَكَانًا قَصِيًّا (lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh)
Menjauhkan diri ke tempat yang jauh.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.