Surat Maryam ayat 24
Di mana engkau dapat meminum airnya.
fa nādāhā min taḥtihā allā taḥzanī qad ja‘ala rabbuki taḥtaki sariyyā
Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
Di mana engkau dapat meminum airnya.
24-25. Kemudian Jibril memanggilnya dari tempat yang lebih rendah dari tempat Maryam untuk meringankan cobaannya dan memberinya kabar gembira dan pengajaran:
“Hai Maryam, janganlah kamu bersedih, Allah telah menciptakan aliran air di bawahmu dan mengalir di depanmu, dan goyangkanlah batang pohon kurma itu agar berjatuhan kepadamu kurma segar dan matang.
Hal ini agar kamu dapat makan dan minum, dan menenangkan matamu dengan tidur, serta menentramkan hatimu dari kesusahan.”
Sesungguhnya Allah telah menjadikan anak sungai di dekatmu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Janganlah bersedih hati, sesungguhnya Rabb-mu telah menjadikan saluran air di bawahmu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu"
Ketika itu, malaikat datang menenangkan rasa kekhawatirannya dan meneguhkan hati serta memanggilnya dari bawah. Mungkin saja malaikat berada di tempat yang lebih rendah dari-pada tempat Maryam. Malaikat mengatakan, "Janganlah engkau bersedih hati!" Maksudnya janganlah engkau mengeluh dan jangan pula menghiraukan (keadaanmu). قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا "Sesungguhnya Rabbmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu," maksudnya sebuah sungai yang bisa engkau minum airnya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dia berseru kepadanya dari tempat yang rendah lalu Isa menyerunya dari bawah kedua kakinya “Janganlah bersedih. Sungguh Tuhanmu telah menjadikan di bawahmu anak sungai anak sungai yang bisa kamu gunakan untuk minum.
Sebagian ulama membaca firman-Nya:
{مِنْ تَحْتِهَا}
{#dari tempat yang rendah.#} (Maryam, [19:24]) menjadi {#dari man tahtahā#}, yang artinya orang yang ada di tempat yang lebih rendah daripadanya. Sedangkan ulama lainnya membacanya sesuai dengan apa yang tertera di dalam mus-haf, yakni {#min tahtihā#}, dengan mengartikan huruf min sebagai huruf jar.
Ulama tafsir berbeda pendapat mengenai orang yang menyeru Maryam, siapakah dia sebenarnya?
Al-Aufi dan lain-lainnya telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah.#} (Maryam, [19:24]) Bahwa yang menyerunya adalah malaikat Jibril, dan Isa masih belum berbicara sebelum ibunya membawanya kepada kaumnya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Sa'id ibnu Jubair, Ad-Dahhak, Amr ibnu Maimun, As-Saddi, dan Qatadah, bahwa yang menyerunya adalah Malaikat Jibril AS. Jibril memanggilnya dari lembah yang ada di tempat yang lebih rendah.
Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah.#} (Maryam, [19:24]) Bahwa yang menyerunya adalah Isa putra Maryam.
Hal yang sama dikatakan oleh Abdur Razzaq, dari Ma'mar, dari Qatadah, bahwa Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa yang menyerunya adalah putranya (Isa).
Pendapat ini bersumber dari salah satu di antara dua riwayat yang bersumber dari Sa'id ibnu Jubair, bahwa orang yang menyerunya adalah putranya. Selanjutnya Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa tidakkah kamu mendengar firman-Nya yang mengatakan: {#maka Maryam menunjuk kepada anaknya.#} (Maryam, [19:29]) Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir di dalam kitab tafsirnya, juga oleh Ibnu Zaid.
Firman Allah SWT:
{اَلَّا تَحْزَنِيْ}
{#Janganlah kamu bersedih hati.#} (Maryam, [19:24])
Yakni Malaikat Jibril menyerunya seraya mengatakan bahwa janganlah kamu bersedih hati.
{قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا}
{#sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.#} (Maryam, [19:24])
Sufyan As-Sauri dan Syu'bah telah meriwayatkan dari Abu Ishaq, dari Al-Barra ibnu Azib, sehubungan dengan firman-Nya: {#sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.#} (Maryam, [19:24]) Bahwa yang dimaksud dengan SARIYYA ialah anak-anak sungai.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas, bahwa AS-SARIY artinya sungai.
Hal yang sama telah dikatakan pula oleh Amr ibnu Maimun, bahwa AS-SARIY artinya sungai airnya dapat diminum.
Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud ialah sungai menurut bahasa Siryani,
Said ibnu Jubair mengatakan sungai kecil dengan bahasa Nabti.
Ad-Dahhak mengatakan bahwa yang dimaksud ialah sungai kecil menurut bahasa Siryani.
Ibrahim An-Nakha'i mengatakan AS-SARIY adalah sungai kecil.
Qatadah mengatakan bahwa AS-SARIY artinya anak sungai menurut dialek penduduk Hijaz.
Wahb ibnu Munabbih mengatakan, AS-SARIY artinya sungai kecil yang mengalir.
As-Saddi mengatakan AS-SARIY adalah sungai. Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir. Hal ini telah disebutkan di dalam sebuah hadis marfu';
Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Syu'aib Al-Harrani, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abdullah Al-Babili, telah menceritakan kepada kami Ayyub ibnu Nuhaik; ia pernah mendengar Ikrimah maula (bekas budak) Ibnu Abbas mengatakan bahwa ia pernah mendengar Ibnu Umar berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
{#Sesungguhnya makna AS-SARIY yang disebutkan oleh Allah SWT di dalam firman-Nya, Sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. (Maryam, [19:24]), adalah sungai yang dikeluarkan oleh Allah untuk minum Maryam.#}
Hadis ini garib sekali bila ditinjau dari jalur periwayatannya; karena Ayyub ibnu Nuhaik Al-Habli yang ada dalam sanad hadis ini menurut Abu Hatim Ar-Razi orangnya daif. Sedangkan menurut Abu Dzar'ah, hadisnya munkar (tidak dapat diterima). Menurut penilaian Abul Fath Al-Azdi, hadisnya matruk (tidak terpakai).
Ulama lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud dengan AS-SARIY adalah Isa AS. Hal ini dikatakan oleh Al-Hasan, Ar-Rabi' ibnu Anas, Muhammad ibnu Abbad ibnu Ja'far.
Pendapat ini bersumber dari salah satu di antara dua riwayat yang bersumber dari Qatadah, dan pendapat Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam. Tetapi pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang pertama, karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya:
{وَهُزِّيْٓ اِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ}
{#Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu.#} (Maryam, [19:25])
Yakni peganglah pangkal pohon kurma itu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Berikut adalah teks yang telah diformat menjadi Markdown:
Ayat 24-26
Sebagian ulama membaca (man tahtaha) yaitu orang yang ada di bawahnya. dan ulama lainnya membacanya (min tahtiha) bahwa itu adalah huruf jar. Para mufasir berbeda pendapat tentang yang dimaksud, siapakah dia? Al-Aufi dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah) yaitu malaikat Jibril, Demikian juga dikatakan Adh-Dhahhak, Amr bin Maimun, As-Suddi, dan Qatadah, yaitu menyerunya dari lembah yang lebih rendah.
Mujahid berkata tentang firmanNya: (Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah) dia berkata yaitu nabi Isa putra Maryam. Demikian juga dikatakan Al-Hasan yaitu putranya, yaitu salah satu dari dua riwayat dari Sa'id bin Jubair bahwa orang yang menyerunya adalah putranya. dia berkata bahwa tidakkah kamu mendengar Allah berfirman: (maka Maryam menunjuk kepada anaknya) Pendapat ini dipilih Ibnu Jarir dan dan Ibnu Zaid di dalam kitab tafsirnya.
Firman Allah: (Janganlah kamu bersedih hati) yaitu menyerunya seraya berkata,”Janganlah kamu bersedih (sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu) Al-Barra ibnu Azib berkata tentang firmanNya: (sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu) dia berkata bahwa maknannya adalah anak-anak sungai. Demikian juga dikatakan Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas, bahwa kata “as-sariy” maknannya adalah sungai. Demikian juga dikatakan oleh Amr bin Maimun, bahwa maknannya adalah sungai yang kamu bisa meminum darinya.
Ibnu Jarir memilih pendapat ini.
Pendapat pertama adalah pendapat paling kuat, Oleh karena itu Allah SWT berfirman setelahnya: (Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu) yaitu peganglah pangkal pohon kurma itu. Yang tampak adalah bahwa itu adalah pohon kurma, tetapi saat sedang tidak berbuah. Pendapat ini dikatakan Wahb bin Munabbih. Oleh karena itu Allah memberi karunia kepada Maryam dengan menjadikan di sisinya makanan dan minuman sebagai imbalan dari hal itu (niscaya pohon kurma itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu (25) maka makan dan minumlah serta bersenang hatilah kamu) yaitu tenangkanlah dirimu. Amr bin Maimun berkata, bahwa tidak ada suatu makanan pun yang lebih baik bagi wanita sesudah melahirkan selain kurma muda dan kurma masak. Kemudian dia membaca ayat yang mulia ini
Sebagian ulama mambaca (tassaaqith) dengan ditasydid huruf sinnya, dan ulama lainnya membacanya dengan ditakhfif. Adapun Abu Nuhaik membacanya “tusqathu ‘alaiki ruthaban janiyyan”. Abu Ishaq meriwayatkan dari Al-Barra, bahwa ia membacanya “yusaqith”, yakni pangkal pohon kurma. Semua pendapat itu maknannya saling berdekatan.
Firman Allah: (Jika kamu melihat seorang manusia) yaitu manakala kamu melihat seseorang (maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Bernur ah; maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini”) yang dimaksud adalah memberinya isyarat dengan itu, bukan dengan kata-kata, agar tidak bertentangan dengan firmanNya: (maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini) Anas bin Malik berkata tentang firmanNya: (Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah) yaitu diam. Demikia juga dikatakan Ibnu Abbas dan Adh-Dhahhak. Dalam suatu riwayat dari Anas, bahwa itu adalah puasa dan diam; Demikian juga dikatakan Qatadah dan selain keduanya.
Makna yang dimaksud adalah “Ketika mereka berpuasa, maka menurut syariat mereka tidak boleh makan dan berbicara”. Pendapat yang dinashkan oleh As-Suddi, Qatadah, dan Abdurrahman bin Zaid.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Maka Jibril menyerunya dari tempat yang lebih rendah,)
(Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Rabbmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu)
yaitu sebuah sungai yang dahulunya kering kini berair kembali, berkat kekuasaan Allah.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Maryam kemudian diseru oleh malaikat dari tempat yang rendah di bawahnya, Janganlah kamu bersedih hati karena kesendirian, tidak ada makanan dan minuman serta karena gunjingan orang. Sesungguhnya Allah telah menjadikan anak sungai di dekatmu.
19|25|Dan gerakkan pangkal pohon kurma itu ke arahmu, ia akan menjatuhkan buahnya yang baik kepadamu(1). (1) Buah kurma yang matang mengandung zat makanan utama yang mudah dicerna. Karena itu, kurma menjadi makanan yang baik untuk wanita setelah melahirkan (masa nifas).
19|26|Makanlah dari buah kurma itu dan minumlah serta bersenang-senanglah. Jika kamu melihat seseorang mengingkari perkara ini, maka berilah isyarat bahwa kamu sedang berpuasa bicara dan tidak akan berbicara kepada siapa pun hari itu.
19|27|Maryam mendatangi kerabatnya sambil membawa 'Isâ. Dengan rasa heran dan ingkar, mereka berkata kepadanya, Sesungguhnya kamu telah membawa sesuatu yang amat buruk dan mungkar.
19|28|Wahai kerabat Hârûn, Nabi yang bertakwa dan taat, kata mereka lagi, bagaimana kamu melakukan hal itu, padahal bapakmu sama sekali bukan orang yang tak bermoral, dan ibumu pun bukan seorang pezina.(1). (1) Dalam Ensiklopedia Britanica disebutkan bahwa al-Qur'ân telah melakukan kesalahan sejarah ketika mengatakan bahwa Maryam adalah saudara Hârûn seperti termaktub pada ayat di atas. Padahal antara Hârûn, saudara Mûsâ, dan Maryam terdapat jarak ratusan tahun. Ensiklopedi itu lupa bahwa arti saudara di sini bukan dalam arti hubungan darah, tetapi saudara atas dasar kesamaan sikap, seperti disebut dalam kamus Lisân al-'Arab. Dengan demikian, sebutan bahwa Maryam saudara Hârûn adalah saudara dalam arti orang yang mempunyai kesamaan sifat kebaikan dan ketakwaan.
19|29|Maryam menunjuk anaknya, 'Isâ a. s., supaya mereka berbicara langsung kepadanya. Lalu mereka berkata, Bagaimana kami dapat berbicara dengan anak kecil yang masih dalam buaian?
19|30|Ketika 'Isâ mendengar perkataaan mereka, Allah lalu menjadikannya dapat berbicara, Sesungguhnya aku adalah hamba Allah yang akan diberi kitab Injîl. Allah akan memilihku menjadi seorang nabi.
Keluhan Maryam terdengar oleh Jibril. Selang beberapa lama kemudian Maryam pun melahirkan. Maka dia, yaitu Jibril, berseru kepadanya dari tempat yang rendah, "Wahai Maryam, janganlah engkau bersedih hati karena kondisimu ini. Sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu agar kamu dapat membersihkan diri setelah melahirkan.
Terdapat 2 pendapat di kalangan ulama tafsir berkaitan dengan kalimat فَنَادَاهَا “Maka dia pun menyerunya”. Yaitu tentang siapa yang dimaksud dengan “dia” dalam ayat ini yang memanggilnya dan mengatakan kepada Maryam agar ia jangan bersedih, kemudian memerintahkan untuk menggoyangkan pangkal kurma agar jatuh rutob atau kurma yang masih segar dan seterusnya.
Ada yang mengatakan bahwa “dia” adalah Jibril ‘alaihissalam agar Maryam tenang dan kegelisahannya hilang. Ada juga yang mengatakan bahwa yang mengatakan hal tersebut adalah Isa bin Maryam. Ketika ia lahir, belum sempat diangkat oleh Maryam dia sudah berbicara(51 ). Hal ini agar Maryam tidak ragu jika bertemu dengan orang lain dalam keadaan mengendong anak, sehingga orang-orang bisa bertanya langsung kepada bayi tersebut.
فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا
“Maka Isa bin Maryam menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”
Wallah ﷻ a’lam zahirnya ayat ini bahwa yang berbicara adalah Nabi Isa ‘alaihissalam. Dalam ayat ini Allah ﷻ memberika mukjizat kepada Maryam untuk menghibur hatinya. Di antaranya Isa bisa bicara ketika baru lahir, tiba-tiba keluar air di hadapannya yang sebelumnya tidak ada, juga mukjizat yang Allah ﷻ berikan adalah pangkal kurma yang dijadikan tempat bersandar Maryam hanya berupa pangkal yang tidak memiliki bagian atas namun bisa memberikan kepadanya rutob(52 ), oleh karenanya Allah ﷻ mengatakan,
فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ
“Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma.”
Seandainya pohon kurma tersebut adalah pohon yang utuh maka Allah ﷻ akan mengatakan,
فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَى النَّخْلَةِ
“Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pohon kurma.”
Ini adalah pendapat sebagian ulama bahwa pohon kurma tersebut hanya ada pangkalnya saja dan tidak utuh. Akan tetapi Allah ﷻ memerintahkan Maryam untuk menggoyangkan pangkal pohon kurma tersebut yang kemudian rutob berjatuhan. Dengan mukjizat ini Allah ﷻ ingin membuat Maryam merasa tenang sebagaimana engkau tidak memiliki suami lalu tiba-tiba memiliki anak maka begitu juga pohon kurma ini yang tidak memiliki buah tiba-tiba bisa muncul buahnya.
Kemudan firman-Nya,
وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا
“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”
Terdapat beberapa faedah dari ayat ini di antaranya bahwa Maryam yang sedang dalam kondisi sulit dan lemah setelah melahirkan. Kemudian Allah ﷻ memerintahkan untuk melakukan sebab dengan menggoyangkan pangkal pohon kurma. Kita saja para lelaki jika menggoyangkan pangkal pohon kurma tidak akan mampu membuatnya bergoyang, maka terlebih lagi Maryam seorang wanita yang sedang dalam kondisi lemah setelah melahirkan. Akan tetapi Allah ﷻ mengajarkan kepada Maryam bahwa rezeki telah ada, namun untuk mendapatkannya harus melakukan sebab. Ini pelajaran besar bagi kita bahwasanya memang benar rezeki, umur, dan jodoh telah dicatat namun kita tetap harus berusaha(53 ). Harus ada usaha yang dilakukan agar kita tahu rezeki seperti apa yang akan kita dapat.
Adapun orang yang bersantai-santai dengan berdalih bahwa rezekinya telah dicatat maka ini adalah cara berpikir yang tidak logis. Untuk membantahnya kita katakan kepadanya “jika Allah ﷻ telah menakdirkan kamu kenyang maka tidak perlu makan”. Sehingga sebagaimana kamu ditakdirkan kamu akan kenyang namun kamu tetap makan maka begitu juga kamu ditakdirkan mendapatkan rezeki maka kamu juga harus mencari rezekinya. Lihatlah Maryam, Allah ﷻ menciptakan kurma yang jika Allah berkehendak Allah bisa saja langsung memberikannya kepada Maryam, akan tetapi Allah ﷻ tetap memerintahkan Maryam untuk tetap berusaha atau ikhtiyar.
Di antara mukjizat yang lain adalah sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama bahwa rutob tersebut jatuh dari atas namun tidak rusak dan bisa dimakan oleh Maryam(54 ). Ini semua adalah kumpulan mukjizat yang Allah ﷻ berikan dalam rangka menenangkan dan menegarkan Maryam karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan orang-orang. Kemudian Nabi Isa kecil berkata kepada ibundanya,
فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا
“maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini. ”
Terdapat khilaf di kalangan para ulama. Ibnu Hazm mengatakan bahwa Maryam adalah seorang nabi wanita. Namun yang benar -wallahu a’lam- nabi harus dari kalangan lelaki. Sebagaimana firman Allah,
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ ۚ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)
Maka para nabi haruslah dari kalangan lelaki. Adapun malaikat Jibril yang berbicara dengan Maryam maka ini tidak menjadikan Maryam sebagai nabi, karena Maryam dikatakan menjadi nabi jika Jibril berbicara kepada Maryam dengan membawa syariat. Jadi intinya malaikat berbicara kepada seseorang tidak menjadikan orang tersebut sebagai nabi. Kondisi seperti ini sangat banyak sebagaimana kita ketahui dalam hadits-hadits seperti kisah malaikat yang datang kepada 3 orang untuk diuji dan ini tidak menjadikan orang-orang tersebut sebagai nabi. Kecuali malaikat datang membawa syariat kepada orang tersebut, dan Jibril datang kepada Maryam tidak membawa syariat. Oleh karena itu Maryam adalah hanya seorang wanita yang salehah dan dia bukan seorang nabi.
Setelah Maryam melahirkan Nabi Isa ‘alaihissalam, beliau membawanya pulang ke kampungnya. Beliau berani membawa Nabi Isa pulang ke kampungnya bertemu dengan masyarakat yang tentu semua akan mencelanya. Hal ini karena beliau telah diperlihatkan keajaiban-keajaiban dan mukjizat-mukjizat sehingga kuatkanlah keyakinan beliau bahwa Allah pasti akan menolongnya. Semua kejadian ini membuat beliau lebih tenang sehingga beliau berani membawa nabi Isa ‘alaihissalam pulang ke kampungnya padahal beliau tidak bersuamikan seorang pun(55 ). Allah berfirman,
Yakni Jibril yang berada di bukit kecil menyeru Maryam setelah dia mendengar perkataannya. Pendapat lain mengatakan bahwa Jibril berada di bawah pohon kurma. Dan pendapat lain mengatakan orang yang menyeru adalah Isa.
قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا (sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu)
Makna (السري) adalah sungai kecil. Pendapat lain mengatakan yang dimaksud adalah Isa karena makna lain dari (السري) adalah lelaki yang agung.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.