Makna Ayat
Lafaz ayat ini serupa dengan makna مَا أسْمَعَهُمْ وَ مَا أبْصَرَهُم , artinya mereka benar-benar melihat dan mendengar pada hari dimana mereka datang kepada Allah ﷻ mengungkap bahwasanya ‘Isa ‘alaihissalam bukanlah anak Allah ﷻ.
لَكِنِ الظَّالِمُونَ الْيَوْمَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
“Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.”
Selain itu, mereka juga dikatakan sebagai الضَّالِّيْن ‘orang-orang yang tersesat’. Mereka berakidah kepada sesuatu yang mereka sendiri tidak meyakininya, bahkan mereka terpecah menjadi beberapa kelompok, karena berselisih tentang hakekat nabi ‘Isa ‘alaihissalam. Ibnu Taimiyah mengatakan,
وَلِهَذَا قَالَ طَائِفَةٌ مِنَ الْعُقَلَاءِ: إِنَّ عَامَّةَ مَقَالَاتِ النَّاسِ يُمْكِنُ تَصَوُّرُهَا إِلَّا مَقَالَةَ النَّصَارَى، وَذَلِكَ أَنَّ الَّذِينَ وَضَعُوهَا لَمْ يَتَصَوَّرُوا مَا قَالُوا، بَلْ تَكَلَّمُوا بِجَهْلٍ، وَجَمَعُوا فِي كَلَامِهِمْ بَيْنَ النَّقِيضَيْنِ، وَلِهَذَا قَالَ بَعْضُهُم: لَوِ اجْتَمَعَ عَشْرَةُ نَصَارَى لَتَفَرَّقُوا عَنْ أَحَدَ عَشَرَ قَوْلًا، وَقَالَ آخَرُ: لَوْ سَأَلْتَ بَعْضَ النَّصَارَى وَامْرَأَتَهُ وَابْنَهُ عَنْ تَوْحِيدِهِمْ لَقَالَ الرَّجُلُ قَوْلًا، وَامْرَأَتُهُ قَوْلًا آخَرَ، وَابْنُهُ قَوْلًا ثَالِثًا
“Oleh karenanya sekelompok orang cerdas berkata, “Sesungguhnya secara umum seluruh aqidah manusia mungkin untuk dibayangkan (dipahami) kecuali aqidah kaum Nashoro”. Hal ini karena orang-orang yang mengkreasikan keyakinan ini tidak memahami apa yang mereka ucapkan, bahkan mereka berbicara dengan kebodohan. Dalam pernyataan mereka, mereka telah menggabungkan antara dua hal yang kontradiktif. Oleh karenanya sebagian orang cerdas berkata, “JIka berkumpul 10 orang Nashoro maka mereka akan berselisih menjadi 11 pendapat”. Ada juga yang berkata, “Jika engkau bertanya kepada seorang Nashrani, lalu kau tanya istrinya dan anaknya tentang trinitas mereka, maka sang lelaki akan punya pendapat, istrinya punya pendapat lain, dan anaknya punya pendapat ketiga” ( 77)
Mereka tidak paham dengan apa yang mereka ucapkan dan perselisihkan, sehingga mereka menelan mentah-mentah apa yang mereka ucapkan dan mereka yakini, dimana mereka sendiripun tidak memahami hakekatnya. Jika mereka mengatakan dengan jujur, semakin dalam mereka memahami akidah mereka sendiri, maka mereka tidak akan percaya dengan agama mereka.
أَسْمِعْ بِهِمْ وَأَبْصِرْ يَوْمَ يَأْتُونَنَا
“Alangkah tajam pendengaran mereka dan alangkah terang penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami.”
Mereka benar-benar melihat dan mendengar pada hari dimana mereka datang kepada Allah ﷻ siapakah sebenarnya nabi ‘Isa ‘alaihissalam(78 ), sebagaimana firman Allah ﷻ,
وَإِذْ قالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّي إِلهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قالَ سُبْحانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ. قُلْتُ لَهُمْ إِلاَّ مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيداً مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ وَأَنْتَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?” (Isa) menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu,” dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” (QS. Al-Ma’idah: 116-117)
Pada hari kiamat mata orang-orang Nashara akan terbelalak, pendengaran mereka akan terbuka dan akan dipersaksikan nabi ‘Isa ‘alaihissalam di hadapan mereka bahwa nabi ‘Isa ‘alaihissalam tidak pernah menyuruh mereka untuk menyembah beliau sama sekali.