tilkal-jannatullatī nūriṡu min ‘ibādinā man kāna taqiyyā
Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.
Makna kata
Allah hanya memberikan surga itu kepada orang-orang yang bertakwa di dunia dengan meninggalkan maksiat dan selalu taat.
63. Surga yang memiliki kriteria seperti inilah yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-larangan Kami.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Surga yang akan Diberikan
Surga yang disifati dengan sifat-sifat tersebut, itulah surga yang akan Kami wariskan dan Kami berikan kepada hamba-hamba Kami yang bertakwa kepada Kami, dengan melaksanakan perintah-perintah Kami dan menjauhi larangan-larangan Kami.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
63. Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa
تِلْكَ الْجَنَّةُ "Itulah surga-surga," yang telah Kami terangkan dengan (karakteristik yang sudah) disebutkan itu الَّتِي نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَنْ كَانَ تَقِيًّا "yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa," maksudnya Kami mewariskannya bagi orang-orang yang bertakwa, menjadikan surga itu sebagai tempat tinggal mereka yang abadi, yang mereka tidak akan pergi darinya, dan tidak berminat untuk mencari ganti.
Sebagaimana Allah ﷻ berfirman,
Makna Ayat
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (QS. Ali Imran: 133).
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Makna Ayat
Itulah surga yang akan Kami wariskan. Kami berikan dan Kami anugerahkan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.
Makna Kata
Artinya, surga yang telah Kami sebutkan gambarannya dengan gambaran yang agung itu akan Kami anugerahkan kepada hamba-hamba Kami yang bertakwa. Mereka adalah orang-orang yang taat kepada Allah SWT dalam suka dan duka, lagi mampu meredam amarahnya serta suka memaafkan orang lain.
Dan seperti apa yang disebutkan oleh Allah SWT di dalam surat Al-Mu'minun, melalui firman-Nya:
{قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰوتِهِمْ خَاشِعُوْنَ}
{#"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya."#} (Al-Mu'minun, [23:1]-[23:2]) sampai dengan firman-Nya:
{اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْوَارِثُوْنَ الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ}
{#"Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi (yaitu) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya."#} (Al-Mu'minun, [23:10]-[23:11])
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ayat 61-63
Allah SWT berfirman bahwa surga yang akan dimasuki orang-orang yang bertaubat dari dosa-dosa mereka adalah surga 'Adn, yakni sebagai tempat tinggal (yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hambaNya) secara ghaib. yaitu termasuk perkara ghaib yang mereka imani keberadaannya, sekalipun mereka tidak melihatnya. Demikian itu karena kuatnya keyakinan dan keimanan mereka.
Firman Allah: (Sesungguhnya janji Allah itu pasti akan ditepati) penegasan bahwa hal itu pasti terjadi dan telah ditetapkan. Sesungguhnya Allah tidak akan mengingkari dan tidak akan mengganti janjiNya. Sebagaimana firmanNya: (Adalah janji Allah itu pasti terlaksana) (Surah Al-Muzzammil: 18) yaitu pasti terjadi. Firman Allah di sini, (pasti akan ditepati) bahwa semua hamba akan kembali dan menghadap kepadaNya. Sebagian lainnya ada yang mengartikan bahwa maknanya adalah akan datang, karena setiap hal yang menimpamu maka akan datang kepadamu. Sebagaimana yang dikatakan orang-orang Arab,” "Atat 'alayya khamsuna sanah" dan “'Ataitu 'ala khamsiina sanah" (Aku telah berusia lima puluh tahun) keduanya bermakna sama.
Firman Allah: (Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga) yaitu di dalam surga tidak terdapat kata-kata yang kotor dan tak berguna yang tidak mengandung makna apapun, sebagaimana yang ditemukan di dunia.
Firman Allah: (kecuali ucapan salam) Istisna’ munqathi’ seperti firmanNya: (Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa (25) tetapi mereka mendengar ucapan salam (26)) (Surah Al-Waqi'ah)
Firman Allah: (Bagi mereka rezekinya di surga tiap-tiap pagi dan petang) yaitu seperti dengan waktu pagi dan petang.
Firman Allah: (Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa (63)) yaitu surga yang Kami gambarkan dengan penggambaran yang agung itu adalah surga yang Kami anugerahkan kepada hamba-hamba Kami yang bertakwa. Mereka adalah orang-orang yang taat kepada Allah SWT dalam suka dan duka, meredam amarahnya dan suka memaafkan orang lain. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surah Al-Mu’minun: (Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (1) (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya (2)) Sampai firmanNya: (Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi (10) (yaitu) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya (11)) (Surah Al-Mu’minun)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Makna Ayat
(Itulah surga yang akan Kami wariskan) Kami anugerahkan dan Kami tempatkan di dalamnya (kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa) yang berlaku taat kepada-Nya.
Ayat berikut diturunkan ketika wahyu datang sangat terlambat selama beberapa hari, kemudian Nabi saw. berkata kepada malaikat Jibril ketika datang kepadanya, "Apakah gerangan yang menyebabkan engkau tidak menziarahi aku selama ini".
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Makna kata
Itulah surga yang Kami janjikan kepada mereka yang taat. Surga itu akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa dengan sepenuh hati.
Dalam ayat ini Allah ﷻ menjelaskan bahwa surga tersebut diwariskan kepada mereka orang-orang yang bertakwa. Ini seperti firman Allah ﷻ dalam ayat yang lain:
أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Mukminun: 10-11)
Allah ﷻ menggunakan kata warisan untuk menunjukkan beberapa hal:
Pertama: Amal Tidak Mampu Membayar Surga
Pertama: bahwa amal mereka yang dikerjakan di dunia tidak bisa/pantas untuk membayar surga. Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits yang masyhur,
لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الجَنَّةَ. قَالُوا: وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: " لاَ، وَلاَ أَنَا، إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ،
"Tidak ada seorang pun yang masuk surga karena amalannya." Para sahabat bertanya; "Begitu juga dengan engkau wahai Rasulullah?" beliau bersabda: "Tidak juga dengan diriku, akan tetapi Allah ﷻ melimpahkan karunia dan rahmat-Nya padaku.” ( 176)
Kedua: Lafal Waris Menunjukkan Kepemilikan yang Terkuat
Kedua: lafal waris adalah lafal yang menunjukkan kepemilikan yang terkuat(177 ) dibandingkan lafal beli atau hadiah. Seseorang jika membeli suatu barang bisa saja dibatalkan oleh penjualnya. Begitu juga hadiah maka bisa ditarik kembali oleh pemiliknya. Adapun warisan jika telah diberikan maka tidak ada yang bisa mengganggu gugat dan benar-benar warisan tersebut telah menjadi miliknya. Ini juga isyarat bahwa warisan adalah sesuatu yang didapat dengan usaha yang kurang. Seperti seorang anak yang mendapatkan warisan dari orang tuanya ketika orang tuanya meninggal sehingga yang dia dapatkan tidak sebanding dengan apa yang dia usahakan. Inilah di antara hikmah yang disebutkan oleh para ulama mengapa Allah ﷻ menggunakan kata warisan yaitu untuk menunjukkan bahwa amal kita tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang Allah ﷻ siapkan di surga kelak bagi orang yang beriman.
Ketiga: Maksudnya Adalah Orang-Orang yang Bertakwa Mendapatkan Warisan dari Surganya Orang-Orang Kafir
Ketiga: maksudnya adalah orang-orang yang bertakwa mendapatkan warisan dari surganya orang-orang kafir( 178). Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits bahwasanya setiap orang dicatat akan mendapatkan tempat di surga dan di neraka. Jika ia melakukan kebaikan maka dia akan memasuki tempatnya di surga. Jika ia melakukan keburukan keburukan maka ia akan memasuki tempatnya di neraka. Sehingga ketika seorang kafir masuk ke dalam neraka maka tempat bagiannya di surga kosong. Oleh karenanya sebagian ulama mengatakan bahwa surga tersebut diwariskan ke penghuni surga, inilah tafsir dari ayat ini menurut sebagian para ulama,
«لاَ يَدْخُلُ أَحَدٌ الجَنَّةَ إِلَّا أُرِيَ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ لَوْ أَسَاءَ، لِيَزْدَادَ شُكْرًا، وَلاَ يَدْخُلُ النَّارَ أَحَدٌ إِلَّا أُرِيَ مَقْعَدَهُ مِنَ الجَنَّةِ لَوْ أَحْسَنَ، لِيَكُونَ عَلَيْهِ حَسْرَةً»
seseorang tidak akan masuk ke dalam surga sehingga di perlihatkan kepadanya tempat duduknya di neraka, agar kalau dia berbuat buruk dapat menambah rasa syukurnya. Dan seseorang tidak akan masuk neraka sehingga di perlihatkan kepadanya tempat duduknya di surga, agar kalau dia berbuat baik menjadi satu kerugian baginya. (179 )
Berdasarkan hadits ini sebagian ulama mengatakan bahwa maksud ayat ini adalah para penghuni surga mereka mewarisi surganya orang kafir. Namun pendapat ini menurut penulis kurang kuat karena penghuni surga sudah memiliki surga tersendiri yang Allah ﷻ sediakan untuk mereka.
Kemudian Firman-Nya
Kemudian firman-Nya,
مِنْ عِبَادِنَا مَنْ كَانَ تَقِيًّا
“kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.”
Takwa adalah seseorang mengambil penghalang antara dirinya dengan azab Allah ﷻ. Secara sederhana orang yang bertakwa atau orang yang saleh adalah orang yang menjalankan perintah Allah ﷻ dan menjauhi larangannya. Atau orang yang menunaikan hak Allah ﷻ, menunaikan hak dirinya, dan menunaikan hak orang lain. Contoh menunaikan hak Allah ﷻ adalah dia melaksanakan shalat, puasa, membayar zakat, dan lainnya. Contoh menunaikan hal orang lain seperti menunaikan hak istrinya, hak tetangganya, hak kerabatnya, hak suaminya, dan lainnya. Inilah orang-orang yang saleh, oleh karenanya ketika Allah ﷻ menyebutkan tentang wanita salihah Allah ﷻ berfirman,
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ
“Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah ﷻ lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah ﷻ telah memelihara (mereka).” (QS. An-Nisa: 34)
Wanita yang salihah adalah wanita yang قَانِتَاتٌ “yang taat beribadah” yaitu dia menunaikan hak Allah ﷻ. juga wanita yang salihah adalah wanita yang حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ “yang menjaga dirinya ketika suaminya tidak ada” yaitu dia menunaikan hak suaminya. Dia menjaga kemaluannya, dan tidak bercanda dengan lelaki lain meskipun suaminya tidak ada. Juga ia tidak menggunakan harta suaminya dengan tidak benar ketika suaminya tidak ada. Ini semua menunjukkan bahwa wanita tersebut menunaikan hak suaminya. Ini adalah wanita yang salihah. Itulah orang-orang yang bertakwa yang berhak meraih surga.
Makna ayat
- تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِى نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَن كَانَ تَقِيًّا (Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa)
Yakni Kami menjadikan surga itu bagi orang yang bertakwa dan Kami haramkan atas orang selain mereka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.