Makna Kata
Pada ayat-ayat sebelumnya Allah ﷻ berbicara tentang mereka orang-orang yang tidak beriman kepada hari kebangkitan. Allah ﷻ katakan mereka akan dibangkitkan dan dikumpulkan. Kemudian Allah ﷻ akan menghadirkan mereka di neraka Jahannam, lalu Allah ﷻ cabut di antara mereka siapa yang paling melampaui batas untuk dilemparkan dan dibakar dahulu ke dalam neraka.
Pada ayat ini Allah ﷻ merubah kata ganti mereka yang Allah ﷻ sebutkan di ayat-ayat sebelumnya menjadi kalian. Para ulama menjelaskan perubahan ini memberikan makna umum, sehingga makna dari مِنْكُمْ adalah mencakup umum untuk seluruh manusia baik kafir maupun mu’min, sebab مِنْكُمْ berarti khitobnya kepada Nabi ﷻ dan para sahabat.
Makna Ayat
Para ulama khilaf ketika menjelaskan makna الوُرُوْدُ pada ayat ini. Sebagian ulama berpendapat bahwa maknanya adalah العُبُوْرُ yaitu hanya lewat, sebagian ulama lain juga berpendapat bahwa maknanya adalah الدُّخُوْلُ yaitu masuk.
Pendapat Pertama
Pendapat pertama yang mengatakan makna الوُرُوْدُ adalah العُبُوْرُ yaitu hanya lewat, maksudnya adalah melewati neraka melalui shirath. Shirath adalah jembatan yang berada di atas neraka yang akan dilewati manusia ketika menuju surga. Shirath lebih halus dari rambut, lebih tajam dari pedang, pada sampingnya terdapat kalaalib yaitu pengait-pengait yang mencabik-cabik orang yang melewatinya. Betapa banyak orang yang tercabik-cabik sehingga jatuh ke dalam neraka. Semua manusia yang beriman pasti akan melewatinya, siapapun dia, bahkan para Nabi juga akan melewatinya. Adapun orang-orang kafir mereka tidak akan melewatinya, sebab mereka langsung dihadirkan di neraka Jahannam oleh Allah.
Pendapat Kedua
Pendapat kedua mengatakan bahwa makna الوُرُوْدُ pada ayat ini adalah الدُّخُوْلُ yaitu masuk. Tafsiran makna الوُرُوْدُ seperti ini banyak terdapat di dalam Al-Qur’an, contohnya firman Allah ﷻ:
- يَقْدُمُ قَوْمَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَوْرَدَهُمُ النَّارَ وَبِئْسَ الْوِرْدُ الْمَوْرُودُ (98)
- وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَى جَهَنَّمَ وِرْدًا (86)
Maksudnya adalah Allah ﷻ menggiring mereka masuk ke dalam neraka. Oleh karenanya berdasarkan contoh-contoh di atas, maka pendapat ini cukup kuat, sebab pendapat ini melazimkan makna الوُرُوْدُ adalah harus masuk.
Pelajaran dari Ayat
Lalu timbul pertanyaan apa yang dimaksud dengan masuknya orang-orang mukmin ke dalam neraka? Ada dua pendapat. Pendapat pertama mengatakan bahwa yang dimaksud adalah orang-orang mukmin benar-benar akan masuk ke dalam neraka, akan tetapi api-api yang menyentuhi mereka seperti api yang mengenai Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yaitu بَرْدًا وَسَلَامًا “dingin dan penyelamat”. Pendapat kedua mengatakan bahwa orang-orang mukmin akan disediakan tempat khusus sehingga mereka tidak mengenai dan merasakan panasnya api neraka. Mereka masuk ke dalam neraka untuk melihat orang-orang kafir yang disiksa.
Para ulama yang menyebutkan bahwa orang-orang beriman juga akan masuk ke dalam neraka, mereka menyebutkan beberapa hikmah dari masuknya orang-orang yang beriman ke dalam neraka.
- Menjadikan orang-orang yang beriman semakin bersyukur. Hal ini dikarenakan mereka mengetahui bagaimana dahsyatnya neraka dan juga mengetahui bahwa orang-orang kafir di siksa disana.
- Menjadikan orang-orang kafir semakin menyesal dan semakin tersiksa. Sebab mereka dipertemukan dan dipermalukan dengan orang-orang yang beriman, yang mana dahulunya mendakwahi mereka.
Ketika di shirath kelak para Nabi akan berdo’a kepada Allah ﷻ untuk umatnya:
اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ
“Ya Allah selamatkanlah umatku, selamatkanlah umatku”
Inilah tafsiran pendapat pertama yang mengatakan bahwa makna الوُرُوْدُ pada ayat ini adalah العُبُوْرُ yaitu melewati neraka melalui shirath. Pendapat ini sesuai menurut segi bahasa bahwa الوُرُوْدُ adalah dekat, sebagaimana firman Allah ﷻ:
وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ
“Dan tatkala Ia (Musa) sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya)”( 203)
Disini Allah ﷻ menggunakan kata وَرَدَ untuk mengabarkan bahwa Nabi Musa ‘alaihissalam telah sampai pada sumur, padahal Nabi Musa ‘alaihissalam tidak masuk ke dalam sumur, Ia hanya berada di sekitaran sumur tersebut. Sehingga yang dimaksud dengan وَرَدَ disini adalah القُرْبُ dekat, tidak masuk.
Pendapat kedua mengatakan bahwa makna الوُرُوْدُ pada ayat ini adalah الدُّخُوْلُ yaitu masuk. Tafsiran makna الوُرُوْدُ seperti ini banyak terdapat di dalam Al-Qur’an, contohnya firman Allah ﷻ:
يَقْدُمُ قَوْمَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَوْرَدَهُمُ النَّارَ وَبِئْسَ الْوِرْدُ الْمَوْرُودُ (98)
“Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi”
Maksud dari ayat ini adalah Fir’aun menggiring dan memasukkan kaumnya ke dalam neraka. Dan di dalam ayat lain Allah ﷻ berfirman:
وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَى جَهَنَّمَ وِرْدًا (86)
“Dan Kami akan menggiring orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga”
Maksudnya adalah Allah ﷻ menggiring mereka masuk ke dalam neraka.
Oleh karenanya berdasarkan contoh-contoh di atas, maka pendapat ini cukup kuat, sebab pendapat ini melazimkan makna الوُرُوْدُ adalah harus masuk. Berdasarkan tafsiran ini, maka menjadi kelaziman bahwa orang-orang mukmin juga akan masuk ke dalam neraka.
Lalu timbul pertanyaan apa yang dimaksud dengan masuknya orang-orang mukmin ke dalan neraka? Ada dua pendapat. Pendapat pertama mengatakan bahwa yang dimaksud adalah orang-orang mukmin benar-benar akan masuk ke dalam neraka, akan tetapi api-api yang menyentuhi mereka seperti api yang mengenai Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yaitu بَرْدًا وَسَلَامًا “dingin dan penyelamat”. Pendapat kedua mengatakan bahwa orang-orang mukmin akan disediakan tempat khusus sehingga mereka tidak mengenai dan merasakan panasnya api neraka. Mereka masuk ke dalam neraka untuk melihat orang-orang kafir yang disiksa.
Para ulama yang menyebutkan bahwa orang-orang beriman juga akan masuk ke dalam neraka, mereka menyebutkan beberapa hikmah dari masuknya orang-orang yang beriman ke dalam neraka.
- Menjadikan orang-orang yang beriman semakin bersyukur. Hal ini dikarenakan mereka mengetahui bagaimana dahsyatnya neraka dan juga mengetahui bahwa orang-orang kafir di siksa disana.
- Menjadikan orang-orang kafir semakin menyesal dan semakin tersiksa. Sebab mereka dipertemukan dan dipermalukan dengan orang-orang yang beriman, yang mana dahulunya mendakwahi mereka.
Ketika di shirath kelak para Nabi akan berdo’a kepada Allah ﷻ untuk umatnya:
اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ
“Ya Allah selamatkanlah umatku, selamatkanlah umatku”
Inilah tafsiran pendapat pertama yang mengatakan bahwa makna الوُرُوْدُ pada ayat ini adalah العُبُوْرُ yaitu melewati neraka melalui shirath. Pendapat ini sesuai menurut segi bahasa bahwa الوُرُوْدُ adalah dekat, sebagaimana firman Allah ﷻ:
وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ
“Dan tatkala Ia (Musa) sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya)”( 203)
Disini Allah ﷻ menggunakan kata وَرَدَ untuk mengabarkan bahwa Nabi Musa ‘alaihissalam telah sampai pada sumur, padahal Nabi Musa ‘alaihissalam tidak masuk ke dalam sumur, Ia hanya berada di sekitaran sumur tersebut. Sehingga yang dimaksud dengan وَرَدَ disini adalah القُرْبُ dekat, tidak masuk.
Pendapat kedua mengatakan bahwa makna الوُرُوْدُ pada ayat ini adalah الدُّخُوْلُ yaitu masuk. Tafsiran makna الوُرُوْدُ seperti ini banyak terdapat di dalam Al-Qur’an, contohnya firman Allah ﷻ:
يَقْدُمُ قَوْمَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَوْرَدَهُمُ النَّارَ وَبِئْسَ الْوِرْدُ الْمَوْرُودُ (98)
“Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi”
Maksud dari ayat ini adalah Fir’aun menggiring dan memasukkan kaumnya ke dalam neraka. Dan di dalam ayat lain Allah ﷻ berfirman:
وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَى جَهَنَّمَ وِرْدًا (86)
“Dan Kami akan menggiring orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga”
Maksudnya adalah Allah ﷻ menggiring mereka masuk ke dalam neraka.
Oleh karenanya berdasarkan contoh-contoh di atas, maka pendapat ini cukup kuat, sebab pendapat ini melazimkan makna الوُرُوْدُ adalah harus masuk. Berdasarkan tafsiran ini, maka menjadi kelaziman bahwa orang-orang mukmin juga akan masuk ke dalam neraka.
Lalu timbul pertanyaan apa yang dimaksud dengan masuknya orang-orang mukmin ke dalan neraka? Ada dua pendapat. Pendapat pertama mengatakan bahwa yang dimaksud adalah orang-orang mukmin benar-benar akan masuk ke dalam neraka, akan tetapi api-api yang menyentuhi mereka seperti api yang mengenai Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yaitu بَرْدًا وَسَلَامًا “dingin dan penyelamat”. Pendapat kedua mengatakan bahwa orang-orang mukmin akan disediakan tempat khusus sehingga mereka tidak mengenai dan merasakan panasnya api neraka. Mereka masuk ke dalam neraka untuk melihat orang-orang kafir yang disiksa.
Para ulama yang menyebutkan bahwa orang-orang beriman juga akan masuk ke dalam neraka, mereka menyebutkan beberapa hikmah dari masuknya orang-orang yang beriman ke dalam neraka.
- Menjadikan orang-orang yang beriman semakin bersyukur. Hal ini dikarenakan mereka mengetahui bagaimana dahsyatnya neraka dan juga mengetahui bahwa orang-orang kafir di siksa disana.
- Menjadikan orang-orang kafir semakin menyesal dan semakin tersiksa. Sebab mereka dipertemukan dan dipermalukan dengan orang-orang yang beriman, yang mana dahulunya mendakwahi mereka.
Ketika di shirath kelak para Nabi akan berdo’a kepada Allah ﷻ untuk umatnya:
اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ
“Ya Allah selamatkanlah umatku, selamatkanlah umatku”
Inilah tafsiran pendapat pertama yang mengatakan bahwa makna الوُرُوْدُ pada ayat ini adalah العُبُوْرُ yaitu melewati neraka melalui shirath. Pendapat ini sesuai menurut segi bahasa bahwa الوُرُوْدُ adalah dekat, sebagaimana firman Allah ﷻ:
وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ
“Dan tatkala Ia (Musa) sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya)”( 203)
Disini Allah ﷻ menggunakan kata وَرَدَ untuk mengabarkan bahwa Nabi Musa ‘alaihissalam telah sampai pada sumur, padahal Nabi Musa ‘alaihissalam tidak masuk ke dalam sumur, Ia hanya berada di sekitaran sumur tersebut. Sehingga yang dimaksud dengan وَرَدَ disini adalah القُرْبُ dekat, tidak masuk.
Pendapat kedua mengatakan bahwa makna الوُرُوْدُ pada ayat ini adalah الدُّخُوْلُ yaitu masuk. Tafsiran makna الوُرُوْدُ seperti ini banyak terdapat di dalam Al-Qur’an, contohnya firman Allah ﷻ:
يَقْدُمُ قَوْمَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَوْرَدَهُمُ النَّارَ وَبِئْسَ الْوِرْدُ الْمَوْرُودُ (98)
“Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi”
Maksud dari ayat ini adalah Fir’aun menggiring dan memasukkan kaumnya ke dalam neraka. Dan di dalam ayat lain Allah ﷻ berfirman:
وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَى جَهَنَّمَ وِرْدًا (86)
“Dan Kami akan menggiring orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga”
Maksudnya adalah Allah ﷻ menggiring mereka masuk ke dalam neraka.
Oleh karenanya berdasarkan contoh-contoh di atas, maka pendapat ini cukup kuat, sebab pendapat ini melazimkan makna الوُرُوْدُ adalah harus masuk. Berdasarkan tafsiran ini, maka menjadi kelaziman bahwa orang-orang mukmin juga akan masuk ke dalam neraka.
Lalu timbul pertanyaan apa yang dimaksud dengan masuknya orang-orang mukmin ke dalan neraka? Ada dua pendapat. Pendapat pertama mengatakan bahwa yang dimaksud adalah orang-orang mukmin benar-benar akan masuk ke dalam neraka, akan tetapi api-api yang menyentuhi mereka seperti api yang mengenai Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yaitu بَرْدًا وَسَلَامًا “dingin dan penyelamat”. Pendapat kedua mengatakan bahwa orang-orang mukmin akan disediakan tempat khusus sehingga mereka tidak mengenai dan merasakan panasnya api neraka. Mereka masuk ke dalam neraka untuk melihat orang-orang kafir yang disiksa.
Para ulama yang menyebutkan bahwa orang-orang beriman juga akan masuk ke dalam neraka, mereka menyebutkan beberapa hikmah dari masuknya orang-orang yang beriman ke dalam neraka.
- Menjadikan orang-orang yang beriman semakin bersyukur. Hal ini dikarenakan mereka mengetahui bagaimana dahsyatnya neraka dan juga mengetahui bahwa orang-orang kafir di siksa disana.
- Menjadikan orang-orang kafir semakin menyesal dan semakin tersiksa. Sebab mereka dipertemukan dan dipermalukan dengan orang-orang yang beriman