Makna kata
Ini adalah hikayat yang menceritakan tentang perkataan orang-orang musyrikin. Seperti dalam ayat sebelumnya,
وَيَقُولُ الْإِنْسَانُ أَإِذَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا
“Dan berkata manusia: "Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?" (QS. Maryam: 66)
Begitu juga dalam ayat lain,
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَيُّ الْفَرِيقَيْنِ خَيْرٌ مَقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا
“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang (maksudnya), niscaya orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?" (QS. Maryam: 73)
Maka dalam ayat ini Allah kembali menyebutkan perkataan orang-orang musyrikin. Di antara perkataan mereka adalah,
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا
“Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak".”
Yang mengatakan Allah memiliki anak ada 3 kelompok:
- Musyrikin. Mereka mengatakan bahwa malaikat adalah putri Allah
- Yahudi. Mereka mengatakan ‘Uzair putra Allah.
- Nasrani. Mereka mengatakan Al-Masih putra Allah.
Kemudian firman-Nya,
لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا
“Sesungguhnya kalian telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar.”
Kata إِدًّا maksudnya adalah sesuatu yang sangat dahsyat atau parah. (232 )
Pada ayat sebelumnya Allah menyebutkan perkataan mereka dengan kata ganti ke 3 وَقَالُوا “dan mereka berkata” namun pada ayat ini Allah ﷻ menggunakan kata ganti ke 2 لَقَدْ جِئْتُمْ “Sesungguhnya kalian telah mendatangkan”. Para ulama mengatakan bahwa hal ini dikarenakan perkataan mereka yang sangat mungkar sehingga seakan-akan Allah sangat marah di hadapan mereka dan seakan-akan mereka sedang hadir di hadapan Allah ﷻ untuk Allah murkai. (233 )
Kemudian firman-Nya,
تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا
“hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh.”
Sebagian ulama mengatakan makna هَدًّا adalah runtuh secara langsung(234 ). Ini dikarenakan perkataan mereka yang sangat mungkar. Dalam ayat ini Allah ingin menggambarkan bahwa perkataan ini sangat mungkar.
Kemudian firman-Nya,
أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَٰنِ وَلَدًا
“karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.”
Ini adalah perkara yang berat, oleh karenanya dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman,
كَذَّبَنِي ابْنُ آدَمَ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، وَشَتَمَنِي وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، فَأَمَّا تَكْذِيبُهُ إِيَّايَ فَقَوْلُهُ: لَنْ يُعِيدَنِي، كَمَا بَدَأَنِي، وَلَيْسَ أَوَّلُ الخَلْقِ بِأَهْوَنَ عَلَيَّ مِنْ إِعَادَتِهِ، وَأَمَّا شَتْمُهُ إِيَّايَ فَقَوْلُهُ: اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا وَأَنَا الأَحَدُ الصَّمَدُ، لَمْ أَلِدْ وَلَمْ أُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لِي كُفْئًا أَحَدٌ
“'Anak Adam telah mendustakan-Ku, padahal ia tidak pantas untuk mendustakan-Ku. Dan ia juga telah mencaci-Ku padahal ia tidak pantas untuk mencaci-Ku. Ada pun kedustaanya padaku adalah ungkapannya, 'Dia tidak akan membangkitkan aku kembali sebagaimana ia telah menciptakanku pertama kali.' Padahal penciptaan yang pertama tidak lebih mudah daripada hanya sekedar mengembalikannya. Adapun caci makinya pada-Ku adalah ungkapannya, 'Allah telah mengambil anak.' Sementara Aku adalah Yang Maha Esa, Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang serupa Dengan-Ku.'" (235 )
Ini perkara yang sangat mungkar tidak boleh kita menyepelekannya. Ini adalah masalah akidah, dan penulis sering menyampaikan bahwa orang-orang musyrikin, Yahudi, ataupun Nasrani di antara sebab mereka dikafirkan adalah mereka mengatakan bahwa Allah ﷻ mempunyai anak. Ini tidak bisa dianggap remeh karena ini berkaitan langsung dengan substansi tauhid. Barang siapa yang mengatakan bahwa Allah memiliki anak maka tauhidnya langsung rusak. Oleh karenanya tidak boleh kita menganggap remeh masalah ini dan tidak boleh kita mengucapkan selamat kepada orang yang meyakini hal semacam ini.