Makna Ayat
{#Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya.#} (Al-Qashash, [28:10])
Arus sungai Nil membawa peti yang berisikan Musa itu ke istana Fir'aun yang terletak di pinggir sungai Nil.
{فَالْتَقَطَهٗٓ اٰلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُوْنَ لَهُمْ عَدُوًّا وَّحَزَنًا}
{#Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir'aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.#} (Al-Qashash, [28:8])
Yakni sebagai suatu takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT Dalam saat yang sama mereka membunuh bayi-bayi kaum Bani Israil karena mereka takut akan kelahiran Musa. Maka Allah memutuskan hal yang lain, karena Dialah yang memiliki kekuasaan Yang Mahabesar dan takdir yang sempurna, bahwa tidaklah Musa dipelihara kecuali di dalam asuhan Fir'aun dan makan serta minum dari makanan dan minumannya setelah Allah menanamkan rasa kasih sayang kepada Musa di dalam hati Fir'aun dan istrinya. Karena itulah dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:
{يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّيْ وَعَدُوٌّ لَّهٗ وَاَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّيْ}
{#supaya diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhmu. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku.#} (Tha Ha, [20:39])
Maksudnya, kasih sayang itu tertanam di dalam hati musuhmu sehingga ia mencintaimu.
Salamah ibnu Kahil telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku.#} (Tha Ha, [20:39]) Yakni Aku jadikan engkau disukai oleh hamba-hamba-Ku.
{وَلِتُصْنَعَ عَلٰى عَيْنِيْ}
{#dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.#} (Tha Ha, [20:39])
Menurut Abu Imran Al-Juni, makna ayat ialah agar Musa dipelihara di bawah pengawasan Allah SWT
Qatadah mengatakan agar Musa diberi makan di bawah pengawasan Allah SWT
Ma'mar ibnul Musanna mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.#} (Tha Ha, [20:39]) Artinya, selalu berada di bawah penglihatan dan pengawasan Allah SWT
Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa Allah menjadikan Musa berada di dalam istana raja, hidup mewah dan senang, serta makanannya sama dengan makanan raja. Hal inilah yang dimaksud dengan pengertian lafaz sun'ah dalam ayat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.