Surat Thaha ayat 42
Surat Thaha ayat 42: Seperti tangan, tongkat dan mukjizat lainnya yang Allah berikan.
Yang demikian adalah karena dzikrullah membantu semua urusan, memudahkannya dan meringankannya.
iżhab anta wa akhūka bi āyātī wa lā taniyā fī żikrī
Pergilah engkau beserta saudaramu dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan)-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku;
Surat Thaha ayat 42: Seperti tangan, tongkat dan mukjizat lainnya yang Allah berikan.
Yang demikian adalah karena dzikrullah membantu semua urusan, memudahkannya dan meringankannya.
42-44. Setelah Allah mengabulkan doa Musa agar menjadikan Harun sebagai orang yang membantunya,
kemudian Allah memerintahkan mereka berdua untuk menuju Fir'aun dengan membawa berbagai mukjizat
yang menjadi bukti keesaan Allah dan kebenaran risalah mereka. Dan Allah memerintahkan mereka agar
tidak pernah lelah dalam berzikir kepada-Nya dan dalam menyampaikan risalah-Nya, dan agar berkata
kepada Fir'aun dengan perkataan yang halus, dengan harapan dia berkenan mengambil pelajaran dan takut
kepada Allah.
Janganlah kalian berdua lemah dalam menyampaikan risalah-Ku, dan jangan pula lalai untuk mengingat dan memohon pertolongan kepada-Ku.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Janganlah kalian lemah untuk senantiasa mengingat-Ku.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dan janganlah kalian kendur dan kurang dalam mengingat, mensucikan dan beribadah kepada Allah, serta menyampaikan risalahNya.
Ketika Allah menceritakan mengenai kenikmatan yang dilimpahkan kepada Musa, yang bersifat agamis maupun duniawi, Allah berfirman kepadanya, اذْهَبْ أَنْتَ وَأَخُوكَ "Pergilah kamu beserta saudaramu," yaitu Harun بِآيَاتِي "dengan membawa ayat-ayatKu," yaitu tanda-tanda kebesaran yang berasal dariKu yang mengindikasikan kepada al-haq, dan keindahannya, serta (mengindikasikan) buruknya rupa kebatilan, seperti tipu daya, tongkat dan lainnya, sejumlah sembilan tanda-tanda kekuasaan menuju Fir'aun dan pembesar-pembesarnya.
وَلا تَنِيَا فِي ذِكْرِي "Dan janganlah kalian berdua lalai dalam mengingatKu," maksudnya janganlah kalian kendor semangat dan jangan malas untuk senantiasa berdzikir kepadaKu dengan cara menjaga kontinyuitasnya. Pegangi hal ini terus, sebagaimana janji kalian berdua untuk selalu melakukannya.
كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيرًا وَنَذْكُرَكَ كَثِيرًا "supaya kami banyak bertasbih kepadaMu dan banyak mengingatMu." Sesungguhnya dzikir kepada Allah mendatangkan kemudahan dalam menangani seluruh urusan, menggampangkan urusan dan meringankan beban tanggungan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Pergilah kamu beserta saudaramu dengan (membawa) ayat-ayatKu dan janganlah lalai. Janganlah kalian lengah {dalam mengingatKu.
{اِذْهَبْ اَنْتَ وَاَخُوْكَ بِاٰيٰتِيْ}
{#Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku.#} (Tha Ha, [20:42])
Yaitu dengan membawa hujah-hujah-Ku, bukti-bukti, dan mukjizat-mukjizat dari-Ku.
{وَلَا تَنِيَا فِيْ ذِكْرِيْ}
{#dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku.#} (Tha Ha, [20:42])
Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah janganlah kamu berdua terlambat.
Menurut Mujahid, dari Ibnu Abbas, artinya janganlah kamu berdua lemah.
Makna yang dimaksud ialah bahwa keduanya diperintahkan oleh Allah untuk terus-menerus mengingat Allah; bahkan di kala mereka berdua menghadapi Fir'aun, harus tetap ingat kepada Allah. Dimaksudkan agar mengingat Allah dapat membantu keduanya menghadapi Fir'aun dan menjadi kekuatan bagi keduanya serta menjadi pengaruh yang dapat mematahkan Fir'aun, seperti yang telah disebutkan dalam hadis berikut:
{اِنَّ عَبْدِيْ كُلَّ عَبْدِيْ لَلَّذِيْ يَذْكُرُنِيْ وَهُوَ مُنَاجِزٌ قِرْنَهٗ}
{#Sesungguhnya hamba-Ku yang sebenar-benarnya ialah seseorang yang selalu mengingat-Ku saat dia sedang melaksanakan tugasnya.#}
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Berikut adalah teks yang telah diformat menjadi Markdown:
Ayat 40-44
Allah berfirman kepada nabi Musa, bahwa sesungguhnya dia akan bermukim di antara penduduk Madyan setelah melarikan diri dari kejaran Fir'aun dan para pembesarnya. Dia menggembalakan ternak mertuanya sehingga masanya habis. Kemudian nabi Musa datang sesuai takdir dan kehendak Allah tanpa ada perjanjian dahulu. Segala sesuatu itu berjalan atas kehendak Allah SWT. Dia adalah Dzat yang Mengatur dan Menjalankan urusan hamba-hambaNya dan makhlukNya sesuai kehendakNya. Oleh karena itu Allah berfirman: (kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan, hai Musa) Mujahid berkata yaitu berdasarkan janjinya.
Diriwayatkan dari Qatadah tentang firmanNya: (kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan, hai Musa) dia berkata yaitu sesuai dengan waktu pengangkatan kerasulan dan kenabian.
Firman Allah: (dan Aku telah memilihmu untuk diriKu (41)) yaitu Aku telah memilik dan mengangkatmu menjadi seorang rasul sesuai dengan apa yang Aku kehendaki dan inginkan.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda,”Nabi Adam bertemu dengan nabi Musa. dan nabi Musa berkata,"Engkaulah orang yang menyengsarakan manusia dan yang menyebabkan mereka dikeluarkan dari surga” Nabi Adam menjawab, "Engkaulah orang yang dipilih Allah untuk menyampaikan risalahNya dan memilihmu dekat denganNya serta menurunkan kepadamu kitab Taurat" Nabi Musa berkata, "Ya” Nabi Adam berkata, "Aku telah menjumpai hal itu tercatat untukku sebelum Allah menciptakan aku” Nabi Musa menjawab, "Ya” Maka nabi Adam memberikan hujjah kepada nabi Musa
Firman Allah: (Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayatKu) yaitu dengan hujjah, bukti-bukti, dan mukjizat-mukjizat dariKu.
(dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa maknanya,”Janganlah kamu berdua terlambat”
Mu jahid meriwayatkan dari Ibnu Abbas, yaitu janganlah kamu berdua lemah. Makna yang dimaksud adalah bahwa keduanya diperintahkan Allah untuk terus mengingat Allah, bahkan keduanya mengingat Allah ketika menghadapi Fir'aun, agar mengingat Allah itu dapat membantu keduanya menghadapi Fir'aun, menjadi kekuatan bagi keduanya dan menjadi pengaruh yang mematahkan Fir'aun
Firman Allah: (Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melewati batas (43)) yaitu membangkang, melampaui batas, sewenang-wenang dan durhaka terhadap Allah (maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut) Ini mengandung pelajaran yang agung, yaitu sekalipun Fir'aun adalah orang yang sangat membangkang dan sombong, dan nabi Musa adalah makhluk pilihan Allah saat itu. Nabi Musa diperintahkan agar dalam menyampaikan risalahNya kepada Fir'aun dengan lemah lembut dan santun.
Diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri tentang firmanNya: (maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut) yaitu peringatkanlah kepadanya dengan berkata kepadanya,"Sesungguhnya kamu mempunyai Tuhan dan tempat kembali, dan sesungguhnya di hadapanmu ada surga dan neraka"
Firman Allah: (mudah-mudahan ia ingat atau takut) yaitu barangkali Fir'aun kembali dari kesesatannya dan kehancurannya, (atau dia menjadi takut) yaitu dia mau taat kepadaNya. karena takut kepada Tuhannya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur) Kata At-tadzakkur adalah kembali dari sesuatu yang dilarang dan Al-khasyah yaitu mengerjakan ketaatan
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
kepada manusia (dengan membawa ayat-ayat-Ku) yang berjumlah sembilan ayat (dan janganlah kamu berdua lalai)
melalaikan (dalam mengingat-Ku)
yaitu dengan cara bertasbih dan cara-cara lainnya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Janganlah kalian berdua lemah dalam menyampaikan risalah-Ku, dan jangan pula lalai untuk mengingat dan memohon pertolongan kepada-Ku.
Allah melanjutkan perintah-Nya kepada Nabi Musa, "Wahai Nabi Musa, pergilah engkau beserta saudaramu, Harun, dengan membawa tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Ku, yaitu mukjizat yang pernah engkau saksikan, dan janganlah kamu berdua lalai, bosan, dan enggan mengingat-Ku, baik dalam perjalanan atau saat berada di Mesir.
Firman Allah :
اذْهَبْ أَنْتَ وَأَخُوكَ بِآيَاتِي
“Pergilah engkau beserta saudaramu dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan)-Ku.”
Di dalam ayat ini Allah ﷻ berfirman dengan menyebut Musa dan Harun ‘alaihimassalam secara terpisah. Artinya perintah untuk datang kepada Fir’aun berlaku kepada keduanya, tidak hanya berlaku kepada nabi Musa ‘alaihissalam saja, akan tetapi juga berlaku kepada nabi Harun ‘alaihissalam. Mereka mendapatkan perintah untuk mendatangi Fir’aun dengan membawa mukjizat-mukjizat dari Allah ﷻ.
Firman Allah ﷻ (بِآيَاتِي) yang bermakna ‘dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan)-Ku’ merupakan bentuk kata jamak (الآيَات) dari kata tunggal (الآيَة) yang memiliki makna ‘tanda’ atau ‘bukti’. Allah ﷻ menyebutkannya dengan bentuk jamak. Padahal, disebutkan pada ayat sebelumnya bahwa Allah ﷻ hanya memberikan dua mukjizat saja kepada nabi Musa ‘alaihissalam (yaitu tongkat yang menjadi ular dan tangan yang bercahaya).
Para ulama berbeda pendapat tentang apa yang dimaksud dengan mukjizat-mukjizat tersebut.
Pendapat pertama, sebagian mereka mengatakan bahwa maksud dari firman Allah ﷻ di atas adalah dua mukjizat yang telah disebutkan pada ayat sebelumnya, berupa tongkat dan tangan yang bisa mengeluarkan cahaya. Dan dua adalah bentuk jamak (plural) yang terminimal.
Adapun pendapat kedua, mengatakan bahwa yang dimaksud adalah sembilan mukjizat-mukjizat yang telah diberikan kepada nabi Musa ‘alaihissalam dan Allah ﷻ sebutkan pada surat-surat yang lain( 51), sebagaimana firman Allah ﷻ,
وَلَقَدْ آتَيْنا مُوسى تِسْعَ آياتٍ بَيِّناتٍ
“Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa sembilan mukjizat yang nyata.” (QS. Al-Isra’: 101)
Perbedaan pendapat ini merupakan bentuk khilaf tanawwu’. Hal itu disebabkan karena di dalam ayat ini Allah ﷻ menyebutkan mukjizat-mukjizat dengan bentuk jamak, sedangkan pada ayat sebelumnya Allah ﷻ hanya menyebutkan dua mukjizat saja. Maka, dijelaskan oleh para ulama bahwa dua mukjizat yang diberikan kepada nabi Musa ‘alaihissalam sejatinya telah mewakili banyak mukjizat.
Meskipun terhitung dua mukjizat, namun mewakili mukjizat-mukjizat yang lain. Di antaranya, pada mukjizat yang berupa tongkat, ia mampu berubah menjadi ular yang besar, lalu ular tersebut mampu bergerak-gerak dengan kencang, lalu memakan ular-ular yang lain dan setelah menjadi ular kembali berubah menjadi tongkat seperti sedia kala dan semuanya berada di bawah kendali nabi Musa ‘alaihissalam.
Terlebih lagi pada waktu yang lain, tatkala tongkat tersebut dipukulkan kepada batu, kemudian batu tersebut mengeluarkan air, tatkala dipukulkan kepada air laut, maka lautan tersebut terbelah dan ketika tongkat tersebut diambil, maka lautan tersebut tertutup kembali. Demikian juga halnya dengan mukjizat berupa tangan yang putih, bercahaya, lalu kembali normal seperti semula dalam waktu yang singkat(52 ).
Oleh karenanya, meskipun pada ayat sebelumnya disebutkan dalam bentuk dua mukjizat, kemudian pada ayat ini disebutkan dalam bentuk banyak mukjizat, maksudnya adalah sejatinya dua mukjizat tersebut mewakili banyak mukjizat yang lain. Secara zahir makna ayat tersebut sesuai dengan pendapat yang pertama, karena mukjizat yang lain belum terjadi dan Allah ﷻ belum mengkhabarkannya. Namun, jika dibawakan kepada pendapat yang kedua, maka hal itu juga benar sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.
Firman Allah :
وَلَا تَنِيَا فِي ذِكْرِي
“Dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku.”
Di dalam ayat ini Allah ﷻ hendak mengingatkan bahwasanya seorang dai bisa saja lalai dari mengingat Allah ﷻ. Ini merupakan perkara yang wajar, terutama di saat kondisi genting. Sebagaimana nabi Musa dan Harun ‘alaihimassalam yang diperintahkan untuk mendatangi Fir’aun yang menakutkan.
Di situlah Allah ﷻ mengingatkan kepada mereka, justru di dalam kondisi genting tersebut agar jangan sekali-kali malas untuk mengingat-Nya. Ayat ini juga menjadi dalil bahwanya barang siapa yang banyak mengingat Allah ﷻ, maka dia akan diberikan banyak kemudahan(53 ). Karena Allah ﷻ mengetahui bahwa hamba-Nya sedang mengingat-Nya, baik saat dia sedang bertasbih maupun bertahlil atau dengan dzikir yang lain(54 ).
Ayat ini menjadi dalil bahwasanya jika seseorang menjalankan segala kegiatannya, baik berupa kegiatan keagamaan atau kegiatan yang lainnya, lantas dia mengiringinya dengan banyak berzikir, niscaya Allah akan memberikan kemudahan baginya. Bahkan dalam keadaan berjalan hendaknya dia menyempatkan diri untuk berzikir, atau membaca Al-Quran, bertasbih ataupun bertahlil. Karena zikir tersebut akan membantunya dalam menyelesaikan tugas atau kegiatan yang dihadapinya.
Demikianlah, Allah ﷻ mengingatkan kepada nabi Musa dan Harun ‘alaihimassalam. Padahal, nabi Musa alaihissalam sebelumnya telah berkata,
كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيراً. وَنَذْكُرَكَ كَثِيراً. إِنَّكَ كُنْتَ بِنا بَصِيراً
“Agar kami banyak bertasbih kepada-Mu, dan banyak mengingat-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami.” (QS. Thaha: 33-35)
Akan tetapi Allah ﷻ masih mengingatkan mereka agar berdzikir kepada-Nya. Karena, manusia tempatnya lalai, meskipun nabi Musa ‘alaihissalam telah berikrar untuk banyak mengingat Allah ﷻ dan bertasbih. Di samping itu, di saat-saat genting untuk bertemu dengan Fir’aun yang kejam pun, merupakan watu yang tepat untuk mengingat Allah ﷻ. Disitulah sejatinya saat-sata penting datanganya pertolongan Allah ﷻ kepada hamba-Nya.
Yakni janganlah kalian lelah dalam berzikir kepada Allah.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.