Makna kata
Ini merupakan dalil bahwa sebesar apapun seseorang melakukan dosa jika ia bertobat kepada Allah ﷻ maka Allah akan menerimanya. Sehingga jangan sampai kita suuzan kepada Allah ﷻ , sebesar apa pun dosa Anda jika Anda bertobat Allah ﷻ akan menerima tobatnya.
Kisah para penyihir Firaun
Lihatlah kisah para penyihir Firaun ini, mereka selama puluhan tahun menjadi penyihir, profesinya sebagai penyihir, dan makan dari hasil menyihir. Sihir termasuk kesyirikan yang besar. Kemudian mereka datang untuk berduel dengan Nabi Musa ‘alaihissalam utusan tuhan. Mereka datang dari tempat yang jauh dengan niat yang buruk, mereka bersatu padu untuk melawan utusan tuhan. Intinya kerusakan yang mereka lakukan sangat besar.
Tiba-tiba mereka beriman, di waktu pagi mereka masih musyrik lalu di sore hari mereka beriman dan mati dibunuh oleh Firaun dalam keadaan mati syahid. Bayangkan mereka yang di waktu pagi masih musyrik lalu mati dalam keadaan mati syahid. Padahal mereka belum pernah melakukan ibadah-ibadah yang lain akan tetapi mereka mendapatkan surga yang tinggi di sisi Allah ﷻ .
Pelajaran dari kisah para penyihir
Oleh karenanya seseorang jangan pernah membuat orang lain berputus asa dari bertobat. Jika ada seseorang yang berada dalam dosa besar jangan membuatnya putus asa. Lihatlah contoh para penyihir yang luar biasa ini, mereka melakukan kesyirikan namun mereka bertobat dan Allah ﷻ memasukkan mereka ke dalam surga.
Perbedaan di kalangan Ahli Tafsir
Terdapat perbedaan di kalangan Ahli Tafsir, apakah para penyihir tersebut dibunuh atau tidak?
Pertama: Pendapat Ibnu Katsir
Pertama: sebagian ulama seperti Ibnu Katsir mengatakan mereka dibunuh sesuai dengan janji Firaun(94 ). Firaun tidak akan pernah menyelisihi janjinya, terlebih lagi dia telah berjanji di hadapan rakyatnya yang banyak. Tentunya dia akan menjaga wibawanya, jangan sampai dia tidak melaksanakan janjinya yang terucap di hadapan rakyatnya.
Kedua: Pendapat yang lebih kuat
Kedua: mereka diselamatkan oleh Allah ﷻ . Sebagaimana dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman,
بِآيَاتِنَا أَنْتُمَا وَمَنِ اتَّبَعَكُمَا الْغَالِبُونَ
“dengan mukjizat-mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamu berdua yang akan menang.” (QS. Al-Qasas: 35)(95 )
Wallahu a’lam ayat ini berkaitan dengan Bani Israil yang diselamatkan oleh Allah ﷻ dan bukan berkaitan dengan para penyihir. Pendapat yang lebih kuat adalah pendapatnya Ibnu Katsir yang menyebutkan bahwa akhirnya para penyihir dibunuh dan mereka mati syahid dalam peristiwa tersebut. kemudian Allah ﷻ memasukkan mereka ke dalam surga-Nya.
Duel antara Nabi Musa dan Firaun
Inilah kisah tentang duel antara Nabi Musa ‘alaihissalam dengan Firaun yang akhirnya Nabi Musa ‘alaihissalam menang dalam duel tersebut. Sebagaimana yang sering disampaikan bahwa mukjizat yang diberikan kepada Nabi Musa ‘alaihissalam adalah perkara yang masyhur di zaman tersebut.
Sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam diberikan mukjizat Al-Qur’an, karena saat itu yang sedang masyhur adalah syair-syair. Sehingga Allah ﷻ datangkan yang lebih hebat dari syair-syair tersebut. Sebagaimana juga Nabi Isa ‘alaihissalam yang di zamannya masyhur tentang pengobatan maka Allah ﷻ berikan mukjizat kepada Nabi Isa ‘alaihissalam yang lebih hebat dari pengobatan. Dia bisa membuat orang yang buta bisa melihat, bisa menymbuhkan penyakit kusta, bahkan orang yang mati bisa dihidupkan kembali oleh Nabi Isa ‘alaihissalam
Sebagaimana juga Nabi Yusuf ‘alaihissalam diutus di zaman yang sedang masyhur penafsiran mimpi, maka Allah ﷻ memberikan mukjizat kepada Nabi Yusuf ‘alaihissalam tafsiran mimpi yang sangat tepat yang tidak ada seorang pun mampu untuk menafsirkan mimpi tersebut.