Makna Ayat
Tatkala itu Firaun melihat lautan yang terbuka dan ia melihat Bani Israil menyeberangi lautan dan sudah akan sampai ke tepi daratan yang lainnya maka Firaun ragu – ragu apakah ia akan menyusul mereka atau tidak. Sungguh sebenarnya Firaun mengetahui bahwa apa yang ia saksikan adalah mukjizat Allah ﷻ namun karena keangkuhannya ia tetap menolak untuk beriman. Hal ini Allah sebutkan dalam firman-Nya,
وَجَحَدُوْا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَآ اَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَّعُلُوًّاۗ
“Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya” (QS. An-Naml : 14) dan Firman Allah ﷻ,
قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَآ اَنْزَلَ هٰٓؤُلَاۤءِ اِلَّا رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ بَصَاۤىِٕرَۚ وَاِنِّيْ لَاَظُنُّكَ يٰفِرْعَوْنُ مَثْبُوْرًا
“Dia (Musa) menjawab, ”Sungguh, engkau telah mengetahui, bahwa tidak ada yang menurunkan (mukjizat-mukjizat) itu kecuali Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sungguh, aku benar-benar menduga engkau akan binasa, wahai Fir‘aun.” (QS. Al-Isra’ : 102)
Peran Firaun
Ibnu Katsir mengatakan ketika Firaun berada di depan lautan sudah dia ingin mundur akan tetapi dia merasa tidak enak dengan kaumnya. Akhirnya dengan terpaksa dia pura-pura berlagak menjadi jagoan di hadapan pasukannya dengan masuk di tengah lautan(100 ). Lautan tersebut masih terbuka ketika Firaun memasukinya, lalu Nabi Musa ‘alaihissalam ingin memukul kembali lautan tersebut agar tertutup namun Allah ﷻ memerintahkannya agar tetap terbuka,
وَاتْرُكِ الْبَحْرَ رَهْوًا إِنَّهُمْ جُنْدٌ مُغْرَقُونَ
“dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan." (QS. Ad-Dukhon: 24)
Akhir Firaun
Jika lautan tersebut dipukul terlebih dahulu sebelum Firaun memasuki lautan maka Firaun tidak akan tenggelam. Ketika Firaun masuk di tengah lautan dia berbohong dengan berkata kepada kaumnya : “lihatlah Aku adalah tuhan, lautan ini terbuka untukku, ayo masuk”(101 ). Akhirnya semua pasukannya masuk ke tengah lautan, begitu semuanya sampai ke tengah lautan Nabi Musa ‘alaihissalam memukul kembali lautan tersebut dengan tongkatnya maka tertutuplah lautan tersebut dan tenggelamlah Firaun dan seluruh pasukannya. Oleh karenanya Allah ﷻ mengatakan,
فَاَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُوْدِه فَغَشِيَهُمْ مِنَ الْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ ۗ
“Kemudian Fir‘aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, tetapi mereka digulung ombak laut yang menenggelamkan mereka.”
Tafsir Ayat
mereka diliputi dari lautan apa yang meliputi mereka apa yang meliputi فَغَشِيَهُمْ مِنَ الْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ “mereka diliputi dari lautan apa yang meliputi mereka apa yang meliputi”, ini adalah salah satu uslub dalam Al-Quran untuk menunjukkan tahwil atau tafkhim yaitu untuk menunjukkan sesuatu yang sangat dahsyat yang menimpa mereka(102 ). Allah ﷻ mengatakan bahwa mereka tertimpa oleh lautan akan tetapi menggunakan ungkapan lautan tersebut dengan sesuatu yang tidak dijelaskan apa yang menimpa mereka tersebut. Ini untuk menunjukkan bahwa lautan tersebut sangat dahsyat. Oleh karenanya Allah ﷻ mengatakan “mereka ditimpa dengan apa yang menerima”. Ini merupakan cara untuk menunjukkan sesuatu yang sangat dahsyat. ini seperti firman Allah ﷻ dalam surat An-Najm ketika berbicara tentang azab yang menimpa kaum Nabi Luth yaitu kaum negeri Sodom,
وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَىٰ فَغَشَّاهَا مَا غَشَّىٰ
“dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah ﷻ. lalu Allah ﷻ menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya.” (QS. An-Najm: 53-54)
Akhir Firaun dan Pasukannya
Allah ﷻ mengazab mereka dengan mengangkat mereka lalu Allah ﷻ menjatuhkan mereka lalu ditipa dengan hujan batu. Namun pada ayat ini Allah ﷻ hanya menyebutkan bahwa mereka ditutup dan tidak menyebutkan apa yang menutup mereka untuk menunjukkan dahsyatnya yang menimpa mereka. Begitu juga dalam ayat ini فَغَشِيَهُمْ مِنَ الْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ “mereka diliputi dari lautan apa yang meliputi mereka apa yang meliputi”. Intinya ini untuk menunjukkan sesuatu yang sangat dahsyat. Akhirnya tewaslah Firaun dan bala tentaranya dalam laut merah.