Surat Thaha ayat 84
Surat Thaha ayat 84: Yakni yang membuatku pergi mendahului mereka adalah karena ingin dekat dengan-Mu, mengharapkan ridha-Mu dan karena rindu kepada-Mu.
qāla hum ulā'i ‘alā aṡarī wa ‘ajiltu ilaika rabbi litarḍā
Dia (Musa) berkata, "Itu mereka sedang menyusul aku dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Tuhanku, agar Engkau rida (kepadaku)."
Surat Thaha ayat 84: Yakni yang membuatku pergi mendahului mereka adalah karena ingin dekat dengan-Mu, mengharapkan ridha-Mu dan karena rindu kepada-Mu.
Ibnu Qayyim berkata: Secara zhahir ayat ini menunjukkan bahwa yang membawa Musa untuk bersegera adalah harapannya akan keridhoan tuhannya. Dan bahwasanya kerdhoan Allah akan diraih dengan bersegera menyambut perintah-perintah Nya; oleh karena itu sebagian salaf berhujjah dengan ayat ini bahwa shalt di awal waktu lebih baik.
Orang yang bergegas bertemu tuhannya akan mendapat keberuntungan dengan keridhoan-Nya, dalam ayat dikatakan: { وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَىٰ } "dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)" sebagaimana yang juga dikatakan dalam shahih: (( سَبَقَ المُفَرِّدُونَ )) "Telah mendahului al-mufarridun (orang-orang yang menyendiri dalam ibadah)" [HR. Muslim] kemudian Rasululla menjelaskan kepada shabatnya bahwa mereka adalah "Laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah" dari penjelasan ini kita memahami bahwa orang yang paling dahulu dalam kebaikan dan keridhoan Allah adalah mereka yang senantiasa merutinkan dzikir kepada kepada-Nya.
"Makna kata"
Mûsâ menjawab, "Makna kata" Kaumku sudah dekat dan segera menyusulku. Aku mendahului mereka mendatangi-Mu, wahai Tuhanku, hanya karena aku ingin mendapatkan keridaan-Mu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Aku ingin mendahului mereka kepada-Mu, wahai Rabb-ku, agar Engkau semakin ridha kepadaku.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir Ayat
Musa berkata, 'Itulah mereka telah menyusuliku,' maksudnya sudah dekat denganku. Mereka akan menyusul di belakangku.
Perkara yang mendorongku wahai Rabbku adalah keinginan untuk dekat denganMu dan bersegera untuk meraih ridhaMu dan kerinduan kepadaMu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Musa berkata menjawab Allah SWT “Mereka itu mereka itu sedang menyusulku mengukutiku dan akan menyusulku dan aku bersegera kepadaMu, ya Tuhanku, agar Engkau ridha” agar Engkau bertambah ridha
Lihat tafsir ayat 83.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Setelah nabi Musa berjalan membawa Bani Israil setelah pembinasaan Fir'aun (Dan Kami selamatkan Bani Israil menyeberangi laut itu (bagian utara dari Laut Merah). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala, mereka (Bani Israil) berkata, “Wahai Musa! Buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala).” (Musa) menjawab, “Sungguh, kamu orang-orang yang bodoh” (138) Sesungguhnya mereka akan dihancurkan (oleh kepercayaan) yang dianutnya dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan (139)) (Surah Al-A'raf) Allah menjanjikan kepada nabi Musa selama tiga puluh hari, kemudian menambahkannya sepuluh hari lagi sehingga sempurna menjadi empat puluh hari, yaitu nabi Musa berpuasa malam dan siang hari. Lalu Allah SWT berfirman: (Mengapa kamu datang lebih cepat daripada kaummu, hai Musa? (83) Berkata Musa, "Itulah mereka sedang menyusul aku” (84)) yaitu mereka datang dan sedang beristirahat di dekat bukit Thur (dan aku bersegera kepadaMu, ya Tuhanku, agar Engkau rida (kepadaku)) yaitu agar Engkau bertambah ridha kepadaku (Allah berfirman, "Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri (85)) Allah SWT memberitahukan kepada nabinya Musa tentang kejadian yang menimpa Bani Israil setelah dia tinggal, bahwa mereka menyembah anak sapi yang dilakukan oleh Samiri untuk mereka.
Pada masa itu Allah SWT menuliskan lembaran-lembaran yang terkandung di kitab Taurat. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman), "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) yang sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik” (145)) (Surah Al-A'raf) yaitu akibat orang-orang yang menyimpang dari ketaatan kepadaKu dan menentang perintahKu.
Firman Allah: (Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati) yaitu sesudah Allah memberitahukan kepadanya hal itu, dia murka dan marah terhadap mereka, dia berada pada keadaan dimana dia mementingkan perkara mereka, dan dia menerima kitab Taurat yang mengandung syariat untuk mereka, kemuliaan mereka. Tetapi mereka adalah kaum yang menyembah selain Allah. hal itu bukanlah sesuatu yang dilakukan orang yang berakal sehat, dan sudah jelas kebathilan dan hal itu menunjukkan kedangkalan dan kekurangan akal dan hati mereka. Oleh karena itu dikatakan, dia kembali kepada mereka dalam keadaan murka dan kecewa. Dan “Al-Asifu” adalah kemurkaan yang sangat dahsyat.
Mujahid berkata tentang firmanNya: (dalam keadaan marah dan bersedih hati) yaitu sangat kesal,
Qatadah dan As-Suddi berkata tentang firmanNya (dan bersedih hati) yaitu bersedih atas perbuatan kaumnya sepeninggal dia (Berkata Musa, "Hai kaumku, bukankah Tuhan kalian telah menjanjikan kepada kalian suatu janji yang baik?”) yaitu bukankah Dia menjanjikan kepada kalian melalui lisanku setiap kebaikan dunia dan akhirat, dan akibat yang baik, sebagaimana kalian menyaksikan pertolonganNya kepada kalian atas musuh kalian sehingga memenangkan kalian atasnya, dan dukungan-dukungan Allah selain itu (Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagi kalian) yaitu masa tunggu kalian terhadap apa yang dijanjikan Allah untuk kalian dan kelupaan kalian terhadap nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada kalian dan masa itu belum lama (Atau kalian menghendaki agar kemurkaan dari Tuhan kalian menimpa kalian?) Huruf “Am” di sini bermakna “bal” yang menunjukkan makna mengabaikan kalimat pertama, lalu mengalihkan kepada kalimat kedua. Seakan-akan dikatakan,”Atau kalian menghendaki dengan perbuatan kalian ini agar Tuhan kalian menimpakan murkaNya kepada kalian, karena kalian mengingkari janji kepadaku” Bani Israil menjawab apa yang diperingatkan nabi Musa kepada mereka (Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kamauan kami sendiri) yaitu dengan kehendak dan pilihan kami.
Kemudian Bani Israil menyampaikan alasannya yang munafik. Mereka membertahukan tentang keberlepasan mereka dari apa yang ada di tangan mereka berupa perhiasan orang Qibti dari hasil pinjaman saat mereka keluar dari Mesir, ("Kami melemparkan perhiasan itu semuanya") yaitu kami melemparkannya (dan demikian pula Samiri melemparkannya (87) kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lubang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara (88)) As-Suddi berkata bahwa itu bersuara dan berjalan. (Lalu mereka berkata) orang-orang yang sesat dari kalangan mereka yang teperdaya oleh patung anak sapi itu sehingga mereka menyembahnya (Inilah Tuhan kalian dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya (telah lupa) lupa untuk menyebutkan kepada kalian bahwa ini adalah tuhan kalian.
Lalu Allah SWT berfirman seraya menjawab mereka seraya mengecam dan menjelaskan aib dan kepicikan akal mereka dalam hal yang mereka ikuti: (Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan? (89)) yaitu anak sapi itu, apakah mereka tidak melihat bahwa hal itu tidak menjawab mereka ketika mereka bertanya, dan mereka tidak dapat berbicara dengannya (dan tidak kuasa menolak mudarat mau-pun mendatangkan manfaat kepada mereka?) yaitu di dunia dan akhirat mereka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Berkata Musa, "Itulah mereka) dekat denganku berdatangan (sedang menyusul aku dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Rabbku, supaya Engkau rida") kepadaku, lebih daripada keridaan-Mu kepadaku sebelumnya.
Sebelum menjawab pertanyaan Allah, Nabi Musa terlebih dahulu memohon maaf kepada-Nya, hal ini dia lakukan menurut dugaannya. Akan tetapi ternyata kenyataannya berbeda dengan apa yang diduga sebelumnya, yaitu ketika Allah berfirman pada ayat selanjutnya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Dia berkata, "Itu mereka sedang menyusul aku. Tidak lama lagi mereka akan tiba. Dan aku bersegera datang kepada-Mu, Ya Tuhanku, agar Engkau rida dan memberiku restu-Mu."
Nabi Musa menjawab “itu mereka sedang menyusuliku”, yaitu seakan-akan Musa mengatakan bahwasanya beliau tidak mendahului kaumnya, karena kaumnya segera menyusulnya, karena cepatnya mereka akan menyusul beliau maka seakan-akan beliau tidak mendahului mereka(115 ).
Perkataan Musa ‘alaihissalam هُمْ أُولَاءِ عَلَى أَثَرِي “mereka sedang menyusuliku“, menunjukkan bahwa Nabi Musa ‘alaihissalam tidak mengetahui perkara yang gaib, sebab sepengetahuan Nabi Musa ‘alaihissalam bahwasanya mereka Bani Israil akan mengikuti dan menyusul Nabi Musa ‘alaihissalam, akan tetapi yang terjadi tidak demikian, Bani Israil tidak menyusuli Nabi Musa ‘alaihissalam.
Para ulama menjelaskan sebab tindakan yang menjadikan Nabi Musa ‘alaihissalam pergi mendahului Bani Israil ke bukit Tursina adalah karena Nabi Musa ‘alaihissalam rindu untuk segera mendengar wahyu dari Allah ﷻ(116 ). Nabi Musa ‘alaihissalam merasakan ada kebahagiaan tersendiri yang dirasakan tatkala mendengar firman Allah ﷻ, apalagi yang beliau dengar adalah firman Allah ﷻ secara langsung.
Seperti halnya yang kita rasakan, kita tidak mendengar firman Allah ﷻ secara langsung seperti Nabi Musa ‘alaihissalam, kita hanya membaca atau mendengar firman Allah ﷻ tidak secara langsung yaitu melalui Al-Qur’an, akan tetapi terkadang kita dapat merasakan kebahagiaan yang luar biasa dari hal itu. Lalu bagaimana lagi jika kita bisa mendengar firman Allah ﷻ secara langsung seperti Nabi Musa ‘alaihissalam. Allah ﷻ ceritakan di dalam Al-Qur’an وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا “Dan Allah telah berbicara dengan Musa ‘alaihissalam dengan sebenar-benarnya pembicaraan” (QS. An-Nisa : 164). Itulah keadaan yang dirasakan dan dirindukan oleh Nabi Musa ‘alaihissalam, sehingga beliau ‘alaihissalam bertindak untuk pergi ke bukit Tursina sebelum waktu yang ditentukan.
Kerinduan Nabi Musa ‘alaihissalam ini sama halnya seperti ketika Nabi Musa ‘alaihissalam rindu ingin melihat Allah ﷻ setelah berbicara dengan Allah ﷻ secara langsung. Ketika itu Nabi Musa ‘alaihissalam berkata قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ “Ya Allah, tampakkanlah diriMu kepadaku agar aku dapat melihat Engkau” ( QS. Al-A’raf : 143). Para ulama menjelaskan Nabi Musa ‘alaihissalam berkata demikian karena beliau ‘alaihissalam terlalu rindu kepada Allah ﷻ, sehingga muncul keinginan pada dirinya untuk bertemu dan melihat Allah ﷻ. Namun pada akhirnya Nabi Musa ‘alaihissalam pun tidak bisa melihat Allah ﷻ di dunia ini.
Hal ini juga dirasakan oleh sebagian orang-orang yang shalih dan bertakwa, Subhanallah mereka sangat rindu ingin bertemu dengan Allah ﷻ. Diantara doa Nabi ﷺ,
وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ
“Dan aku memohon kepadaMu keledzatan memandang wajahMu dan kerinduan untuk bertemu denganMu”.(117 )
Sebagian ulama menyebutkan sebab lain yang menjadikan Musa bersegera, yaitu karena beliau ingin segera menerima syariát yang dijanjikan Allah kepadanya sebelum Bani Israíl menyusulnya ke gunung Thursina(118 ).
Pada ayat selanjutnya Allah ﷻ jelaskan bahwasanya apa yang disangka oleh Nabi Musa ‘alaihissalam ternyata salah, ternyata kaumnya tidak menyusulinya ke bukit Tursina.
Yakni mereka tidak jauh di belakangku, dan mereka akan sampai setelaku.
وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَىٰ( dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)”)
Yakni agar Engkau ridha kepadaku karena aku bersegera dalam menuju tempat perjanjian ini.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.