Makna kata
Makna kata "Nafsuku"
Nafsuku adalah istilah yang digunakan Samiri untuk menggambarkan jiwanya yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dalam konteks ini, nafsuku merujuk pada keinginan atau hawa nafsu yang mendorong Samiri untuk membuat patung sapi dari emas dan melemparkan tanah bekas pijakan kuda Jibril ke dalam api.
Makna kata "Sawwala"
Sawwala adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan nafsuku yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dalam konteks ini, sawwala berarti "membujuk" atau "mendorong".
Makna kata "Qabdzah"
Qabdzah adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan segenggam tanah yang diambil dari bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, qabdzah berarti "segenggam" atau "sejumlah kecil".
Makna kata "Nabazhta"
Nabazhta adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan melemparkan qabdzah ke dalam api. Dalam konteks ini, nabazhta berarti "melemparkan" atau "menghanyutkan".
Makna kata "Rasul"
Rasul adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan Jibril. Dalam konteks ini, rasul berarti "utusan" atau "malaikat".
Makna kata "Athur"
Athur adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, athur berarti "bekas" atau "jejak".
Makna kata "Nafs"
Nafs adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan jiwanya. Dalam konteks ini, nafs berarti "jiwa" atau "hawa nafsu".
Makna kata "Sawwala"
Sawwala adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan nafsuku yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dalam konteks ini, sawwala berarti "membujuk" atau "mendorong".
Makna kata "Qabdzah"
Qabdzah adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan segenggam tanah yang diambil dari bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, qabdzah berarti "segenggam" atau "sejumlah kecil".
Makna kata "Nabazhta"
Nabazhta adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan melemparkan qabdzah ke dalam api. Dalam konteks ini, nabazhta berarti "melemparkan" atau "menghanyutkan".
Makna kata "Rasul"
Rasul adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan Jibril. Dalam konteks ini, rasul berarti "utusan" atau "malaikat".
Makna kata "Athur"
Athur adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, athur berarti "bekas" atau "jejak".
Makna kata "Nafs"
Nafs adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan jiwanya. Dalam konteks ini, nafs berarti "jiwa" atau "hawa nafsu".
Makna kata "Sawwala"
Sawwala adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan nafsuku yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dalam konteks ini, sawwala berarti "membujuk" atau "mendorong".
Makna kata "Qabdzah"
Qabdzah adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan segenggam tanah yang diambil dari bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, qabdzah berarti "segenggam" atau "sejumlah kecil".
Makna kata "Nabazhta"
Nabazhta adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan melemparkan qabdzah ke dalam api. Dalam konteks ini, nabazhta berarti "melemparkan" atau "menghanyutkan".
Makna kata "Rasul"
Rasul adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan Jibril. Dalam konteks ini, rasul berarti "utusan" atau "malaikat".
Makna kata "Athur"
Athur adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, athur berarti "bekas" atau "jejak".
Makna kata "Nafs"
Nafs adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan jiwanya. Dalam konteks ini, nafs berarti "jiwa" atau "hawa nafsu".
Makna kata "Sawwala"
Sawwala adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan nafsuku yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dalam konteks ini, sawwala berarti "membujuk" atau "mendorong".
Makna kata "Qabdzah"
Qabdzah adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan segenggam tanah yang diambil dari bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, qabdzah berarti "segenggam" atau "sejumlah kecil".
Makna kata "Nabazhta"
Nabazhta adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan melemparkan qabdzah ke dalam api. Dalam konteks ini, nabazhta berarti "melemparkan" atau "menghanyutkan".
Makna kata "Rasul"
Rasul adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan Jibril. Dalam konteks ini, rasul berarti "utusan" atau "malaikat".
Makna kata "Athur"
Athur adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, athur berarti "bekas" atau "jejak".
Makna kata "Nafs"
Nafs adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan jiwanya. Dalam konteks ini, nafs berarti "jiwa" atau "hawa nafsu".
Makna kata "Sawwala"
Sawwala adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan nafsuku yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dalam konteks ini, sawwala berarti "membujuk" atau "mendorong".
Makna kata "Qabdzah"
Qabdzah adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan segenggam tanah yang diambil dari bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, qabdzah berarti "segenggam" atau "sejumlah kecil".
Makna kata "Nabazhta"
Nabazhta adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan melemparkan qabdzah ke dalam api. Dalam konteks ini, nabazhta berarti "melemparkan" atau "menghanyutkan".
Makna kata "Rasul"
Rasul adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan Jibril. Dalam konteks ini, rasul berarti "utusan" atau "malaikat".
Makna kata "Athur"
Athur adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, athur berarti "bekas" atau "jejak".
Makna kata "Nafs"
Nafs adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan jiwanya. Dalam konteks ini, nafs berarti "jiwa" atau "hawa nafsu".
Makna kata "Sawwala"
Sawwala adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan nafsuku yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dalam konteks ini, sawwala berarti "membujuk" atau "mendorong".
Makna kata "Qabdzah"
Qabdzah adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan segenggam tanah yang diambil dari bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, qabdzah berarti "segenggam" atau "sejumlah kecil".
Makna kata "Nabazhta"
Nabazhta adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan melemparkan qabdzah ke dalam api. Dalam konteks ini, nabazhta berarti "melemparkan" atau "menghanyutkan".
Makna kata "Rasul"
Rasul adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan Jibril. Dalam konteks ini, rasul berarti "utusan" atau "malaikat".
Makna kata "Athur"
Athur adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, athur berarti "bekas" atau "jejak".
Makna kata "Nafs"
Nafs adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan jiwanya. Dalam konteks ini, nafs berarti "jiwa" atau "hawa nafsu".
Makna kata "Sawwala"
Sawwala adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan nafsuku yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dalam konteks ini, sawwala berarti "membujuk" atau "mendorong".
Makna kata "Qabdzah"
Qabdzah adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan segenggam tanah yang diambil dari bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, qabdzah berarti "segenggam" atau "sejumlah kecil".
Makna kata "Nabazhta"
Nabazhta adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan melemparkan qabdzah ke dalam api. Dalam konteks ini, nabazhta berarti "melemparkan" atau "menghanyutkan".
Makna kata "Rasul"
Rasul adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan Jibril. Dalam konteks ini, rasul berarti "utusan" atau "malaikat".
Makna kata "Athur"
Athur adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, athur berarti "bekas" atau "jejak".
Makna kata "Nafs"
Nafs adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan jiwanya. Dalam konteks ini, nafs berarti "jiwa" atau "hawa nafsu".
Makna kata "Sawwala"
Sawwala adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan nafsuku yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dalam konteks ini, sawwala berarti "membujuk" atau "mendorong".
Makna kata "Qabdzah"
Qabdzah adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan segenggam tanah yang diambil dari bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, qabdzah berarti "segenggam" atau "sejumlah kecil".
Makna kata "Nabazhta"
Nabazhta adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan melemparkan qabdzah ke dalam api. Dalam konteks ini, nabazhta berarti "melemparkan" atau "menghanyutkan".
Makna kata "Rasul"
Rasul adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan Jibril. Dalam konteks ini, rasul berarti "utusan" atau "malaikat".
Makna kata "Athur"
Athur adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, athur berarti "bekas" atau "jejak".
Makna kata "Nafs"
Nafs adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan jiwanya. Dalam konteks ini, nafs berarti "jiwa" atau "hawa nafsu".
Makna kata "Sawwala"
Sawwala adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan nafsuku yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dalam konteks ini, sawwala berarti "membujuk" atau "mendorong".
Makna kata "Qabdzah"
Qabdzah adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan segenggam tanah yang diambil dari bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, qabdzah berarti "segenggam" atau "sejumlah kecil".
Makna kata "Nabazhta"
Nabazhta adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan melemparkan qabdzah ke dalam api. Dalam konteks ini, nabazhta berarti "melemparkan" atau "menghanyutkan".
Makna kata "Rasul"
Rasul adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan Jibril. Dalam konteks ini, rasul berarti "utusan" atau "malaikat".
Makna kata "Athur"
Athur adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, athur berarti "bekas" atau "jejak".
Makna kata "Nafs"
Nafs adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan jiwanya. Dalam konteks ini, nafs berarti "jiwa" atau "hawa nafsu".
Makna kata "Sawwala"
Sawwala adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan nafsuku yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dalam konteks ini, sawwala berarti "membujuk" atau "mendorong".
Makna kata "Qabdzah"
Qabdzah adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan segenggam tanah yang diambil dari bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, qabdzah berarti "segenggam" atau "sejumlah kecil".
Makna kata "Nabazhta"
Nabazhta adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan melemparkan qabdzah ke dalam api. Dalam konteks ini, nabazhta berarti "melemparkan" atau "menghanyutkan".
Makna kata "Rasul"
Rasul adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan Jibril. Dalam konteks ini, rasul berarti "utusan" atau "malaikat".
Makna kata "Athur"
Athur adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, athur berarti "bekas" atau "jejak".
Makna kata "Nafs"
Nafs adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan jiwanya. Dalam konteks ini, nafs berarti "jiwa" atau "hawa nafsu".
Makna kata "Sawwala"
Sawwala adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan nafsuku yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dalam konteks ini, sawwala berarti "membujuk" atau "mendorong".
Makna kata "Qabdzah"
Qabdzah adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan segenggam tanah yang diambil dari bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, qabdzah berarti "segenggam" atau "sejumlah kecil".
Makna kata "Nabazhta"
Nabazhta adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan melemparkan qabdzah ke dalam api. Dalam konteks ini, nabazhta berarti "melemparkan" atau "menghanyutkan".
Makna kata "Rasul"
Rasul adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan Jibril. Dalam konteks ini, rasul berarti "utusan" atau "malaikat".
Makna kata "Athur"
Athur adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, athur berarti "bekas" atau "jejak".
Makna kata "Nafs"
Nafs adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan jiwanya. Dalam konteks ini, nafs berarti "jiwa" atau "hawa nafsu".
Makna kata "Sawwala"
Sawwala adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan tindakan nafsuku yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dalam konteks ini, sawwala berarti "membujuk" atau "mendorong".
Makna kata "Qabdzah"
Qabdzah adalah kata yang digunakan Samiri untuk menggambarkan segenggam tanah yang diambil dari bekas pijakan kuda Jibril. Dalam konteks ini, qabdzah berarti "segenggam" atau "sejumlah kecil".
Makna kata "Nabaz