Makna Berpaling dari Al-Qurán
Maksud dari berpaling adalah
فَلَمْ يُؤْمِنْ بِهِ، أَوْ تَهَاوَنَ بِأَوَامِرِهِ وَنَوَاهِيْهِ، أَوْ بِتَعَلُّمِ مَعَانِيْهِ الْوَاجِبَةِ
“Tidak beriman dengan al-Qurán, atau menggampangkan tidak menjalankan perintah-perintahnya dan larangan-larangannya, atau tidak mempelajari makna-maknanya yang wajib diketahui” (161 )
Kisah Nabi Musa dan Kaumnya
Maksud dari ayat ini (QS Thaha : 99) adalah Allah mengkisahkan tentang Nabi Musa dan kaumnya yang di mana mereka meninggalkan petunjuk Musa dan bahkan mengikuti jalannya orang-orang yang menyesatkan, dalam hal ini adalah Samiri. Karenanya Allah mengingatkan untuk mengambil pelajaran dari kisah ini dan tidak berpaling dari petunjuk al-Qurán dan mencari jalan-jalan yang lain yang menyesatkan(162 ).
Contoh Berpaling dari Al-Qurán
Karenanya termasuk bentuk berpaling dari al-Qurán adalah tidak mempelajari Al-Quran, dan malah berusaha mencari hidayah dari selain Al-Quran seperti dari kitab-kitab yang lain atau dari filsafat-filsafat karena tidak puas dengan Al-Quran. ‘Umar bin Al-Khotthob ketika dia mendapatkan beberapa lembaran dari Taurat kemudian ia membacanya, akhirnya Nabi ﷺ pun marah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah,
أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ أَتَى النَّبِيَّ بِكِتَابٍ أَصَابَهُ مِنْ بَعْضِ أَهْلِ الْكُتُبِ فَقَرَأَهُ النَّبِيُّ فَغَضِبَ فَقَالَ: أَمُتَهَوِّكُونَ فِيهَا يَا ابْنَ الْخَطَّابِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ جِئْتُكُمْ بِهَا بَيْضَاءَ نَقِيَّةً لَا تَسْأَلُوهُمْ عَنْ شَيْءٍ فَيُخْبِرُوكُمْ بِحَقٍّ فَتُكَذِّبُوا بِهِ أَوْ بِبَاطِلٍ فَتُصَدِّقُوا بِهِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوسَى كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتَّبِعَنِي
“Bahwasanya ‘Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu menghadap Nabi shallAllahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa sebuah kitab yang ia dapatkan dari sebagian Ahli Kitab. Lalu Nabi shallllahu ‘alaihi wa sallam membacanya. Beliau kemudian marah dan bersabda, “Apakah engkau termasuk orang yang bingung, wahai Ibnul Khaththab? Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya sungguh aku telah datang kepada kalian dengan membawa agama yang putih bersih. Jangan kalian bertanya sesuatu kepada mereka (Ahlul Kitab) karena (boleh jadi) mereka mengabarkan al-haq kepada kalian namun kalian mendustakan al-haq tersebut, atau mereka mengabarkan satu kebatilan lalu kalian membenarkan kebatilan tersebut. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Musa ‘alaihissalam masih hidup niscaya tidak diperkenan baginya melainkan dia harus mengikutiku.” (163 )
Dosa Berpaling dari Al-Qurán
Jadi tidak boleh bagi kita untuk mencari hidayah dari selain Al-Quran. Karena Al-Quran dan hadits-hadits Nabi ﷺ sudah cukup bagi kita untuk memberi hidayah iman untuk kita. Oleh karenanya orang yang tidak berpegang teguh kepada Al-Quran, tidak mengamalkannya, dan mencari hidayah dari selain Al-Quran maka Allah ﷻ menjelaskan balasannya adalah,
فَإِنَّهُ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وِزْرًا
“maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat.”
Zhahir firman Allah يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وِزْرًا “memikul dosa yang besar di hari kiamat” demikian juga وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِمْلًا “Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban (pikulan) bagi mereka di hari kiamat” menunjukkan bahwasanya dosa-dosa benar-benar akan dipikul oleh pelakunya. Apakah dosanya diubah dalam bentuk sesuatu yang nyata yang sangat buruk dan bau yang dipikul oleh pelakunya atau dalam bentuk yang lain(164 ). Hal ini karena banyak ayat yang menunjukkan bahwa dosa benar-benar dipikul di atas punggung pelakunya. Seperti firman Allah :
قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ حَتَّى إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَاحَسْرَتَنَا عَلَى مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَى ظُهُورِهِمْ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ
“Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!", sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu” (QS Al-Anám : 31)
لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ
“(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu” (QS An-Nahl : 25)
وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالًا مَعَ أَثْقَالِهِمْ وَلَيُسْأَلُنَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَمَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ
Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan (QS al-Ánkabut : 13)
وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَإِنْ تَدْعُ مُثْقَلَةٌ إِلَى حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَيْءٌ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى
“Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya” (QS Fathir : 18)