Surat Thaha ayat 111
Surat Thaha ayat 111: Yakni kemusyrikan atau kekafiran.
wa ‘anatil-wujūhu lil-ḥayyil-qayyūm, wa qad khāba man ḥamala ẓulmā
Dan semua wajah tertunduk di hadapan (Allah) Yang Hidup dan Yang Berdiri Sendiri. Sungguh rugi orang yang melakukan kezaliman.
Surat Thaha ayat 111: Yakni kemusyrikan atau kekafiran.
Dan orang yang mengerjakan amalan-amalan shalih, sedangkan dia beriman kepada Tuhannya, maka dia tidak takut akan disiksa bukan karena dosanya, dan tidak takut akan dikurangi pahala kebaikannya.
Pada hari itu, semua muka menjadi hina dan tertunduk kepada Sang Mahahidup, yang tidak pernah mati, yang mengatur semua urusan makhluk-Nya.
Orang-orang yang menzalimi dirinya di dunia lalu menyekutukan-Nya tidak akan mendapatkan keselamatan dan pahala pada hari itu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Wajah-wajah makhluk tunduk dan menghinakan diri kepada Penciptanya yang memiliki semua makna-makna kehidupan yang sempurna, sebagaimana yang patut bagi keagungan-Nya, yang tidak akan pernah mati, yang senantiasa mengatur urusan segala sesuatu, yang tidak membutuhkan kepada selain-Nya.
Sungguh merugilah orang yang telah mempersekutukan salah satu makhluk Allah dengan-Nya pada hari kiamat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dan sungguh merugilah orang yang menanggung kezaliman seperti syirik dan perbuatan lainnya.
Di tempat Mahsyar, umat manusia tergolongkan menjadi dua kelompok; orang-orang yang telah berbuat aniaya disebabkan kekufuran dan kejelekan mereka. Orang-orang ini tidak menjumpai kecuali sesal, terhalangi dari rahmat dan siksa yang pedih di Jahanam, serta kemurkaan Allah, Dzat Yang Maha memiliki Hari Kiamat.
Kelompok kedua: Orang-orang yang beriman dengan keimanan yang diperintahkan dan mengamalkan amalan shalih, yang wajib maupun yang sunnah. فَلا يَخَافُ ظُلْمًا "Maka dia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya)," yaitu penam-bahan pada kesalahan-kesalahannya وَلا هَضْمًا "dan tidak (pula) akan pengurangan haknya," pengurangan dari kebaikan-kebaikannya.
Bahkan dosa-dosanya terampuni dan kekurangan-kekurangannya dibersihkan dan kebaikan-kebaikannya dilipatgandakan.
وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا
"Dan jika ada kebajikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar." (QS. An-Nisa`: 40).
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Wajah-wajah tertunduk merendah dan tertunduk di hadapan Dzat Yang Maha hidup lagi Maha Mengurus. Mengurus segala perkara ciptaanNya dengan mengurus dan menjaganya. Sungguh rugi orang yang membawa kezaliman menambah keburukannya.
{وَعَنَتِ الْوُجُوْهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ}
{#Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus makhluk-Nya.#} (Tha Ha, [20:111])
Ibnu Abbas dan lain-lainnya mengatakan bahwa semua wajah saat itu tunduk, merasa hina dan berserah diri kepada Tuhannya Yang Mahahidup dan Yang tidak mati lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya dan tidak tidur; sedangkan Dia terus mengurus segala sesuatu, mengaturnya, dan memeliharanya. Dia adalah Zat Yang Maha Sempurna, segala sesuatu berhajat kepada-Nya karena tidak dapat bertahan kecuali dengan pertolongan-Nya.
{وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا}
{#Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.#} (Tha Ha, [20:111])
Yakni mereka akan merugi pada hari kiamat, karena sesungguhnya pada hari itu Allah akan menunaikan setiap hak kepada pemiliknya masing-masing, sehingga kambing yang tidak bertanduk membalas kambing yang bertanduk (yang dahulu ketika di dunia pernah menanduknya).
{يَقُوْلُ اللّٰهُ تَعَالٰى وَعِزَّتِيْ وَجَلَالِيْ لَا يُجَاوِْزُنِي الْيَوْمَ ظُلْمُ ظَالِمٍ}
{#Allah SWT berfirman, "Demi Keagungan dan Kemuliaan-Ku, pada hari (kiamat) ini Aku tidak akan melewatkan (pembalasan) suatu perbuatan zalim pun dari pelakunya."#}
{اِيَّاكُمْ وَالظُّلْمَ فَاِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَالْخَيْبَةُ كُلَّ الْخَيْبَةِ مَنْ لَقِيَ اللّٰهَ وَهُوَ مُشْرِكٌ بِهٖ فَاِنَّ اللّٰهَ تَعَالٰى يَقُوْلُ اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ}
{#"Janganlah kalian berbuat zalim, karena sesungguhnya perbuatan zalim itu merupakan kegelapan kelak di hari kiamat. Kekecewaan yang sesungguhnya ialah bagi orang yang menghadap kepada Allah, sedangkan ia dalam keadaan musyrik kepada-Nya. Karena sesungguhnya Allah SWT telah berfirman, "Sesungguhnya perbuatan syirik itu benar-benar perbuatan zalim (dosa) yang besar."#}
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ayat 109-112
Allah SWT berfirman: (Pada hari itu) yaitu hari kiamat (tidak berguna syafaat) di sisiNya (kecuali (syafaat) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya) sebagaimana firmanNya: (Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya?) (Surah Al-Baqarah: 255), (Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang Dia kehendaki dan Dia ridhai (26)) (Surah An-Najm), (dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah) (Surah Al-Anbiya: 28) dan (Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah, melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat) (Surah Saba: 23) serta (Pada hari ketika roh dan malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar (38)) (Surah An-Naba’)
Firman Allah: (Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka) yaitu, pengetahuan Allah meliputi semua makhluk (sedangkan ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya) sebagaimana firmanNya: (dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah, melainkan apa yang Dia kehendaki) (Surah Al-Baqarah: 255)
Firman Allah: (Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus makhluk-Nya) Ibnu Abbas dan lainnya berkata bahwa tunduk, merasa hina dan berserah diri kepada kekuasaan Tuhannya Yang Maha Hidup dan Yang tidak mati yang terus-menerus mengurus makhlukNya dan tidak tidur. Dia terus mengurus, mengatur, dan memelihara segala sesuatu. Dia adalah Dzat Yang Maha Sempurna yang mana segala sesuatu membutuhkanNya karena tidak dapat bertahan kecuali dengan pertolonganNya.
Firman Allah: (Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman) yaitu pada hari kiamat, karena sesungguhnya Allah akan menunaikan setiap hak kepada pemiliknya, sehingga kambing yang tidak bertanduk membalas kambing yang bertanduk. Disebutkan dalam hadits,”Allah SWT berfirman,”Demi keagungan dan kemuliaanKu, pada hari ini Aku tidak akan melewatkan suatu perbuatan zalim dari pelakunya”
Firman Allah: (Dan barang siapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya (112)) Setelah menyebutkan orang-orang zalim dan ancaman untuk mereka, Allah memuji orang-orang yang bertakwa dan keputusan untuk mereka, bahwa mereka tidak akan dianiaya dan pahala mereka tidak akan dikurangi, yaitu, dosa mereka tidak ditambah, dan kebaikan mereka tidak dikurangi.
Pendapat ini dikatakan Ibnu Abbas, Mujahid, Adh-Dhahhak, Al-Hasan, Qatadah dan lainnya, bahwa makna zalim adalah penambahan, yaitu bisa saja ditambahkan dosa orang lain kepada seseorang. dan kata “Al-hadhm” adalah pengurangan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Dan tunduklah semua muka) tunduk merendahkan diri (kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi Maha Memelihara) yakni Allah swt.
(Dan sesungguhnya telah merugilah) (orang yang melakukan kelaliman) yakni kemusyrikan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Pada hari itu, semua muka menjadi hina dan tertunduk kepada Sang Mahahidup, yang tidak pernah mati, yang mengatur semua urusan makhluk-Nya.
Orang-orang yang menzalimi dirinya di dunia lalu menyekutukan-Nya tidak akan mendapatkan keselamatan dan pahala pada hari itu.
Sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman dengan mengingkari petunjuk Allah dan tuntunan rasul-Nya.
وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ ۖ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا
“Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.” (QS. Thaha: 111)
الْحَيِّ adalah Dzat yang maha hidup yang kehidupan-Nya tidak didahului oleh kematian dan ketiadaan. Berbeda dengan seluruh makhluk yang yang kehidupannya didahului dengan ketiadaan yang kemudian menjadi ada. Adapun Allah ﷻ maha hidup secara azali dan akan kekal selama-lamanya.
Adapun الْقَيُّومِ adalah nama Allah ﷻ yang artinya Dzat yang tegak sendiri tidak membutuhkan orang lain dam juga Dzat yang menegakkan atau menghidupkan yang lainnya. Selain Allah ﷻ tidak mampu tegak tanpa bantuan Allah ﷻ. Sebagaimana yang disebutkan oleh Asy-Syaukani tentang makna Al-Qoyyum,
الْقَائِمُ بِذَاتِهِ الْمُقِيمُ لِغَيْرِهِ
“yang tegak dengan sendirinya dan menegakkan yang lainnya.” (190 )
وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا
“Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.”
Ayat ini menjelaskan betapa mengerikan balasan orang yang memikul kezaliman pada hari tersebut. Secara umum orang yang memikul dosa pada ahri tersebut maka dia akan celaka, maka terlebih lagi dengan orang yang memikul kezaliman terhadap orang lain. Nabi bersabda :
إِيَّاكُمْ وَالظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Jauhilah kezhaliman, sesungguhnya kezhaliman adalah kegelapan pada hari Kiamat." (191 )
«فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا»
"Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, kehormatan kalian, dan kulit kalian adalah haram sebagaimana kehormatan hari kalian ini, negeri kalian ini, dan dalam bulan kalian ini.” (192 )
Semua yang disebutkan dalam hadits ini adalah bentuk kezaliman yang diharamkan. Jangan sampai seseorang dibangkitkan pada hari kiamat memikul kezaliman. Karena orang yang berbuat kezaliman akan disidang oleh Allah ﷻ.
لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ، مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ
“Sesungguhnya engkau itu akan menunaikan -memberikan- hak-hak itu kepada ahlinya -pemiliknya- pada hari kiamat, sehingga dibimbinglah kambing yang tak bertanduk dari kambing yang bertanduk.” (193 )
Jadi jika kita sekarang di dunia ini mengambil hak-hak orang lain maka mau tidak mau kita akan diminta untuk mengembalikannya pada hari kiamat. Jika kita dizalimi maka jangan khawatir karena Allah ﷻ telah menjamin hak kita akan dikembalikan pada hari kiamat kelak. Bahkan dalam hadits disebutkan bahwa hewan saja akan meminta haknya ketika dizalimi, maka terlebih lagi manusia yang dizalimi tentu akan meminta haknya dikembalikan. Oleh karenanya jangan sampai kita berbuat kezaliman, dan kezaliman yang paling besar adalah berbuat syirik. Sungguh celaka orang yang memikul kesyirikan pada hari kiamat kelak.
Yakni tunduk dan patuh.
Yakni merugilah orang yang menanggung sebuah dosa. Pendapat lain mengatakan yakni orang yang melakukan kesyirikan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.