Firman-Nya: فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ
Maka setan membisikkan (pikiran jahat) kepada Adam ‘alaihissalam, disini Allah ﷻ tidak mengatakan bahwa yang dibisiki oleh Iblis adalah Adam ‘alaihissalam dan Hawa, sehingga membawa makna bahwasanya yang dibisiki oleh Iblis hanyalah Adam ‘alaihissalam, Iblis hanya fokus kepada Adam ‘alaihissalam. Para ulama menjelaskan hal ini karena Iblis mengetahui bahwa wanita itu mengikuti lelaki, jika Adam ‘alaihissalam tergoda maka Hawa pun akan mengikuti Adam ‘alaihissalam.
Perkataan Iblis
Iblis berkata, Wahai Adam ‘alaihissalam, perkataan Iblis ini juga menunjukkan bahwa yang digoda hanyalah Adam ‘alaihissalam.
Tawaran Iblis
Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian dan kerajaan yang tidak akan bianasa? Perkataan Iblis kepada Adam ‘alaihissalam هَلْ أَدُلُّكَ “Maukah aku tunjukkan kepadamu”, menunjukkan bahwa ia sangat cerdik dalam menggoda dan mengelabui. Iblis menggoda Adam ‘alaihissalam dengan cara yang sangat halus, yaitu dengan cara mengajukan penawaran. Seakan ia tidak dalam sedang menggoda atau merayu, Ia hanya sekedar mengajukan penawaran kepada Adam ‘alaihissalam.
Keabadian
Ketika Allah ﷻ menyebutkan tentang kenikmatan yang ada di surga Allah hanya menyebutkan empat kenikmatan, yaitu tidak lapar, tidak haus, tidak telanjang dan tidak kepanasan sebagaimana pada ayat sebelumnya. Sedangkan untuk keabadian Allah ﷻ tidak sebutkan. Inilah poin yang menjadi bidikan Iblis. Ia menawarkan kepada Adam ‘alaihissalam tawaran yang tidak Allah ﷻ sebutkan kepadanya yaitu keabadian, sehingga Adam ‘alaihissalam tergiur dengan tawaran tersebut.
Kebohongan Iblis
Pohon tersebut merupakan suatu kebohongan, sebab Iblis menamakan sesuatu yang bukan hakekatnya. Pohon tersebut pada asalnya tidak memiliki nama, akan tetapi Iblis menamainya dengan pohon keabadian, sehingga menarik bagi Adam ‘alaihissalam. Dan ternyata setelah dimakan oleh Adam dan Hawwa memang tidak membikin mereka abadi, bahkan turun ke bumi dan akhirnya meninggal.
Godaan Iblis
Di ayat lain Allah juga menjelaskan tentang godaan Iblis kepada Adam ‘alaihissalam, Allah sebutkan, وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ “Dan dia (Iblis) bersumpah kepada keduanya (Adam ‘alaihissalam dan Hawa), Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk yang ingin kebaikan kepada kalian” (QS. Al-A’raf : 21). Iblis bersumpah dan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menggoda Adam ‘alaihissalam hingga akhirnya Ia pun tergiur, kemudian memakan buah dari pohon yang terlarang.
Kesalahan Adam ‘alaihissalam
Para ulama menjelaskan rupanya Adam ‘alaihissalam berprasangka baik terhadap Iblis. Ia menyangka bahwasanya Iblis telah menyesal atas kesalahannya dan akhirnya kali ini Ia mengatakan suatu kebenaran. Adam ‘alaihissalam pun percaya kepada Iblis dan tidak terpikir olehnya bahwasanya Iblis berbohong. Inilah kesalahan Adam ‘alaihissalam, Ia berprasangka baik tidak pada tempatnya, akan tetapi ini adalah takdir yang telah Allah tentukan.
Cara Iblis Membisikkan Was-Was
Adapun bagaimana cara Iblis membisikkan was-was kepada Adam ‘alaihissalam, maka Wallahu a’lam tidak dijelaskan oleh Allah ﷻ. Sebagian ulama mengatakan bahwa Iblis menggoda Adam ‘alaihissalam dari pintu surga, sebab Iblis tidak bisa masuk ke dalam Surga. Maka kita katakan bisa saja Iblis masuk ke dalam surga dengan izin dari Allah ﷻ dalam rangka untuk menggoda Adam ‘alaihissalam, dan ini tidak mengapa, sebagaimana Allah ﷻ izinkan Iblis tetap hidup sampai hari kiamat untuk menggoda manusia.