Makna kata
Allah SWT menceritakan perihal kekasih-Nya, yaitu Nabi Ibrahim AS; bahwa Dia telah menganugerahinya hidayah kebenaran sebelum itu. Yakni sejak ia kecil Allah telah mengilhamkan kebenaran dan hujah kepadanya untuk mendebat kaumnya, seperti yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَتِلْكَ حُجَّتُنَآ اٰتَيْنٰهَا٤ اِبْرٰهِيْمَ عَلٰى قَوْمِهٖ}
{#Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya.#} (Al-An'am, [6:83])
Kisah Nabi Ibrahim AS
Diceritakan pula kisah-kisah lainnya yang menyangkut Nabi Ibrahim, bahwa semasa kecilnya ayahnya pernah memasukkannya ke dalam sebuah terowongan; saat itu ia masih menyusu. Sesudah beberapa hari ayahnya membawa keluar sehingga Ibrahim dapat melihat bintang-bintang di malam hari dan juga makhluk-makhluk lainnya, maka Ibrahim melihat adanya kekuasaan Allah SWT pada kesemuanya itu.
Sikap terhadap kisah-kisah israiliyat
Kisah-kisah yang dikemukakan oleh ulama tafsir, juga oleh selain mereka, kebanyakan bersumber dari hadis-hadis israiliyat. Maka mana pun di antaranya yang sesuai dengan keterangan yang ada pada kita bersumber dari Nabi SAW yang terpelihara, kita dapat menerimanya. Dan mana saja dari kisah-kisah itu yang tidak sesuai dengan pegangan kita, maka kita tidak dapat menerimanya. Sedangkan mengenai kisah-kisah itu yang tidak ada kesesuaian dan pertentangannya dengan sumber-sumber yang ada pada kita, kita bersikap tidak membenarkannya, tidak pula mendustakannya, melainkan kita bersikap abstain (tidak memberikan tanggapan apa pun) terhadapnya.
Kebanyakan ulama salaf
Kebanyakan ulama salaf memperbolehkan mengemukakan kisah-kisah jenis terakhir ini dalam periwayatannya, tetapi kebanyakan dari kisah-kisah jenis ini tidak mengandung faedah apa pun dan tiada suatu masukan pun yang bermanfaat bagi agama kita. Seandainya kisah-kisah ini mengandung faedah yang bermanfaat bagi agama orang-orang yang mukallaf, tentulah hal tersebut dijelaskan oleh syariat agama kita yang sempurna ini.
Sikap dalam tafsir ini
Sikap yang kami ambil dalam tafsir ini ialah mengesampingkan banyak hadis israiliyat, mengingat dengan mengemukakannya berarti menyia-nyiakan waktu. Juga karena di dalam kisah-kisah israiliyat banyak hal dusta yang dipublikasikan oleh para empunya; Karena sesungguhnya menurut mereka tidak ada bedanya antara berita yang benar dan berita yang dusta, seperti yang telah dibuktikan oleh para Imam ahli huffaz yang mendalam dari kalangan umat ini (umat Islam).
Kesimpulan
Secara garis besarnya dapat disimpulkan, Allah SWT memberitahukan bahwa Dia telah memberikan hidayah kebenaran kepada Ibrahim AS sebelum Musa dan Harun.
Firman Allah SWT
Firman Allah SWT:
{وَكُنَّا بِهٖ عٰلِمِيْنَ}
{#dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya.#} (Al-Anbiya, [21:51])
Yakni Ibrahim AS memang berhak untuk memperolehnya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.