Ayat 111-113
Allah SWT menjelaskan kesombongan orang Yahudi dan Nasrani terhadap keyakinan mereka, di mana setiap golongan dari mereka mengklaim bahwa hanya mereka yang akan masuk surga dengan berpegang teguh pada agama mereka masing-masing, sebagaimana Allah telah memberitahukan tentang mereka dalam Surah Al-Ma'idah, bahwa mereka berkata: (Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya) (Surah Al-Maidah: 18) Lalu Allah SWT membantah mereka dengan fakta bahwa Dia akan menghukum mereka atas dosa-dosa mereka. Bahkan jika klaim mereka benar, maka keadaan seharusnya tidak seperti itu. Sebagaimana mereka juga telah mengklaim bahwa mereka tidak akan merasakan api neraka kecuali hanya selama beberapa hari saja, kemudian mereka akan dipindahkan ke surga. Lalu Allah SWT menolak klaim ini
Demikianlah Allah berfirman kepada mereka terkait klaim yang mereka buat tanpa dasar, bukti, dan keterangan. Allah SWT berfirman: (Demikian itu (hanya) angan-angan mereka).
Makna Kata
Abu Al-'Aliyah berkata, yaitu angan-angan yang mereka buat kepada Allah tanpa dasar yang benar.
Qatadah dan Ar-Rabi' bin Anas juga mengungkapkan hal yang serupa.
Makna Ayat
Kemudian Allah SWT berfirman: (Katakanlah), yaitu katakanlah nabi Muhammad. (Tunjukkanlah bukti kebenaranmu) Abu Al-'Aliyah, Mujahid, As-Suddi, dan Ar-Rabi' bin Anas berkata maknanya yaitu hujjah kalian
Qatadah menyatakan: "Buktikan klaim kalian atas hal tersebut"
(jika kamu adalah orang yang benar) yaitu terkait klaim yang kalian buat.
Kemudian Allah SWT berfirman: ((Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan) yaitu maknanya siapansaja yang ikhlas beramal hanya kepada Allah bahwa tidak ada sekutu bagiNya, Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT: (Maka jika mereka berbantah (denganmu), katakanlah: (Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku) (Surah Al-Imran: 20) Abu Al-’Aliyah dan Ar-Rabi’ berkata tentang ayat: ((Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah) yang siapa yang ikhlas (beribadah) hanya kepada Allah. Sa'id bin Jubair berkata: (bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri) yaitu ikhlas (pandangannya) yaitu agamanya, (dan dia berbuat kebajikan) yaitu dia mengikuti ajaran yang baik. Dan terkait firmanNya: (maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati) yaitu Allah menjamin bagi mereka pahala, dan memberi mereka rasa aman dari bahaya yang mereka takuti, (dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka) pada masa depan mereka, (dan tidak (pula) mereka bersedih hati) atas apa yang telah mereka tinggalkan, sebagaimana dikatakan oleh Sa'id bin Jubair bahwa (dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka) itu di akhirat dan (dan tidak (pula) yaitu mereka bersedih hati bersedih terhadap kematian. Firman Allah SWT: (Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab) menjelaskan bahwa Dia menunjukkan pertentangan, permusuhan, dan pembangkangan mereka satu sama lain, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas bahwa ketika orang Nasrani dari Najran menghadap Rasulullah SAW, lalu beberapa orang alim dari orang Yahudi hadir, maka mereka akan bertengkar di hadapan Rasulullah SAW. Lalu Rafi’ bin Huraimilah berkata, "Kalian tidak memiliki dasar apa-apa”, sedangkan dia mengkafirkan nabi Isa AS dan Injil. Seorang laki-laki dari kalangan Nasrani Najran berkata kepada orang-orang Yahudi, "Kalian tidak memiliki dasar apa-apa," dan dia mengingkari kenabian Musa AS dan mengingkari Taurat. Maka Allah menurunkan ayat ini untuk merespon ungkapan mereka: (Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab) maknanya yaitubahwa keduanya membaca isi yang terkandung dalam kitab mereka, tetapi mengingkari apa yang diyakini oleh agama yang lain, yaitu orang-orang Yahudi mengungkari nabi Isa, sedangkan mereka mempunyai kitab taurat yang di dalamnya terdapat kandungan bahwa Allah telah mengambil perjanjian atas mereka melalui lisan nabi Musa AS untuk meyakini nabi Isa AS. Sedangkan dalam Injil yang dibawa oleh nabi Isa itu terdapat kandungan untuk meyakini nabi Musa AS dan apa yang dia bawa berupa Taurat itu dari sisi Allah. Dan mereka saling mengingkari apa yang ada pada temannya. Qatadah berkata terkait (orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan") betul; dahulu orang-orang Nasrani berpegang pada sesuatu, tetapi mereka kemudian berbuat bid’ah dan berselisih (dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,") betul; dahulu orang-orang Yahudi berpegang pada sesuatu, tetapi mereka kemudian berbuat bid’ah dan berselisih. Ungkapan ini menunjukkan bahwa kedua kelompok ini sebenarnya mengatakan yang benar mengenai tuduhan yang dilayangkan oleh kelompok yang lain. Namun, tampilan konteks ayat ini menunjukkan celaan terhadap mereka atas ucapan tanpa dasar mereka tentang kebenaran dari sesuatu yang berbeda dengan tuduhan itu. Oleh karena itu, Allah berfirman: (padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab) maknanya yaitu mereka membaca Kitab, namun tidak mengetahuan hukum Taurat dan Injil yang masing-masing dari keduanya pernah diwajibkan pada waktu tertentu, namun mereka mengimpang dari keduanya, membalas orang yang berbuat kerusakan dengan perbuatan kerusakan lain, sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah dalam riwayat pertama tentang tafsirnya, dan hanya Allah yang lebih Mengetahui. Firman Allah: (Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu) menjelaskan kebodohan orang Yahudi dan Nasrani tentang apa yang mereka sampaikan dalam perdebatan mereka. Ini merupakan bentuk sindiran dan petunjuk. Ada perbedaan pendapat mengenai orang yang disebut dalam firman Allah: (orang-orang yang tidak mengetahui), Ar-Rabi' bin Anas dan Qatadah mengatakan bahwa (Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui) artinya orang-orang Nasrani mengatakan hal yang sama dengan perkataan orang-orang Yahudi. Ibnu Juraij berkata: Aku bertanya kepada 'Atha': “Siapakah orang-orang yang tidak mengetahui itu? Dia menjawab, "Umat-umat yang ada sebelum orang-orang Yahudi dan Nasrani, sebelum Taurat dan Injil." Al-Suddi berkata: (Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui) artinya adalah orang Arab. Mereka berkata, "Muhammad itu tidak memiliki dasar apa-apa" Abu Ja'far bin Jarir memilih pendapat bahwa pendapat-pendapat ini merujuk pada sesuatu yang umum yang mencakup semua kelompok yang tidak memiliki pengetahuan, dan dalil yang pasti untuk mendukung salah satu dari pendapat-pendapat ini, sehingga pemahaman yang mencakup semua kemungkinan adalah lebih tepat, dan hanya Allah yang lebih mengetahui. Firman Allah SWT: (Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya) yaitu bahwa Allah akan mengumpulkan mereka semua pada hari kiamat lalu memisahkan mereka sesuai ketentuanNya yang adil dimana Dia tidak akan sewenang-wenang di dalamnya dan tidak akan berlaku zalim bahkan seberat dzarah. Ayat ini seperti firman Allah dalam surah Al-Hajj (Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu (17)) (Surah Al-Hajj) dan (Katakanlah: "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dialah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui" (26)) (Surah As-Saba’)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.