Ayat 130-132
Allah SWT berfirman untuk merespons orang-orang kafir atas bid'ah dan penyimpangan mereka dengan berbuat syirik kepada Allah, yang bertentangan dengan agama nabi Ibrahim AS, imam dari orang-orang yang lurus, yang mengakui keesaan Allah SWT, tidak meninggalkanNya, tidak memyekutukanNya dengan selainNya sedikit pun, dan membersihkan diri dari setiap sesembahan selain Dia, dan kaumnya bertentangan dengannya dalam hal ini, bahkan sampai dia berpisah dari ayahnya, lalu dia berkata: (Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, “Inilah Tuhanku, ini lebih besar.” Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.” (78) Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik (79)) (Surah Al-An'am)
Ayat Semacam Itu
Allah SWT berfirman: (Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim) yaitu dari aturan dan hukumnya. lalu agama itu ditentang dan dibenci (melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri) yaitu menzalimi diri sendiri dengan kebodohannya dan rencana buruknya dengan meninggalkan kebenaran menuju kesesatan, dimana dia melewatkan jalan orang yang telah dipilih di dunia untuk memberi petunjuk dan kebenaran (dari masa mudanya hingga Allah menjadikannya sebagai khalilNya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang shalih yang bahagia) orang yang zalim itu meninggalkan jalan ini dan agamanya, dan mengikuti jalan kesesatan dan kegelapan. Maka, adakah kebodohan yang lebih besar daripada ini? Atau adakah kedzaliman yang lebih besar daripada ini? Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya perbuatan syirik itu adalah kezaliman yang besar)
Abu Al-'Aliyah dan Qatadah
Abu Al-'Aliyah dan Qatadah berlata ayat ini diturunkan mengenai orang Yahudi; mereka mengada-adakan jalan yang bukan berasal dari Allah dan menyimpang dari agama nabi Ibrahim AS dalam membuat bid'ah. Bukti kebenaran pendapat ini adalah firman Allah SWT, (Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik (67) Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman (68)) (Surah Ali Imran)
Firman Allah SWT
Firman Allah SWT: ((“Tunduk patuhlah!”) Yakni berpegangteguhlah pada Islam sebagai agamamu. Wahai rasul, ingatlah ketika Allah berkata kepada Ibrahim: “Pegang teguhlah Islam ini sebagai agama bagimu.” Ibrahim menjawab: “Aku berserah diri untuk beribadah dalam agama Tuhan seluruh alam.”) Artinya: Allah SWT memerintahkan kepadanya untuk ikhlas dan berserah diri sepenuhnya kepadaNya, dan Dia menjawabnya secara syar'i dan qadriy, dan firmanNya: (Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub) yaitu mewasiatkan kepada keturunannya agama ini, yaitu tunduk hanya kepada Allah, atau dhamir itu merujuk kepada "kalimat" yang ada dalam firmanNya (aku berserah diri kepada Tuhan semesta alam) sebagai kesungguhan dan kecintaan mereka terhadap agama ini, mereka melestarikannya sampai mati. Mereka mewasiatkan agama ini kepada anak-anak mereka setelah mereka. Ini sesuai dengan firman Allah SWT, (Dan (Ibrahim) menjadikan (kalimat tauhid) itu kalimat yang kekal pada keturunannya) (Surah Az-Zukhruf :28).
Sebagian Ulama' Salaf
Sebagian ulama' salaf membacanya "wa ya'kub" dengan dibaca nashab sebagai 'athaf kepada kata "Baniihi" seakan-akan nabi Ibrahim AS memberi wasiat anak-anaknya dan cucu-cucunya, yaitu nabi Ya'qub AS anak nabi Ishaq AS, itu hadir pada saat itu. Al-Qushayri berpendapat (tentang apa yang diungkapkan oleh Al-Qurtubi) bahwa nabi Ya'qub AS dilahirkan setelah wafagnya nabi Ibrahim AS, tetapi pendapat ini memerlukan bukti yang benar. yang jelas (hanya Allah yang lebih mengetahui) bahwa nabi Ishaq AS mempunyai anak nabi Ya'kub AS saat nabi Ibrahim AS dan Sarah masih hidup, karena berita gembira tentang lahirnya diberikan kepada keduanya dalam firman Allah SWT, (Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub) (Surah Hud :71), dan dibaca "Ya'kub" dengan dinashab dengan menghilangkan khafdnya, dan jika nabi Ya'kub AS tidak ada pada saat masa hidupnya nabi Ibrahim AS ketika menyebutkan keturunan nabi Ishaq AS. dan juga Allah SWT dalam surah Al-Ankabut (Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Yakub, dan Kami jadikan kenabian dan kitab kepada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, termasuk orang yang saleh) (Surah Al-Ankabut) dan dalam ayat lain (Dan Kami menganugerahkan kepadanya (Ibrahim) Ishak dan Yakub, sebagai suatu anugerah) (Surah Al-Anbiya': 72)
Nabi Ya'qub AS
Ini menunjukkan bahwa dia ada masa hidupnya, dan merupakan orang yang membangun Baitul Maqdis, seperti yang dijelaskan dalam kitab-kitab terdahulu. Hal ini juga telah dijelaskan dalam kitab hadits shahih dari riwayat Abu Dzar: Aku berkata, "Wahai Rasulullah, yang mana masjid yang pertama kali dibangun?" Beliau menjawab, "Masjidil Haram." Aku berkata, "Lalu yang mana?" Beliau menjawab, "Baitul Maqdis." Aku bertanya, "Berapa jarak antara keduanya?" Beliau menjawab, "Empat puluh tahun." Ini adalah hadits yang shahih.
Firman Allah SWT
Firman Allah SWT, ("Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.") berarti, berusahalah dengan baik dalam kehidupan dan tetap teguh dalam hal ini, agar Allah memberi kalian kematian dalam keadaan ini, karena sebagian besar manusia akan mati sesuai dengan kondisi hidup mereka, dan akan dibangkitkan sesuai dengan keadaan mereka pada saat kematian. Allah SWF telah mengatur sunnatullah bahwa siapa pun yang bermaksud baik akan diberi bantuan dan kemudahan
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.