Makna kata
Maksudnya, di antara manusia ada satu golongan dan kelompok. Mereka itu menempuh jalan kesesatan dan mulai menyanggah al-haq dengan kebatilan. Mereka bertujuan untuk memantapkan kebatilan dan memberangus al-haq. Padahal, mereka berada pada puncak kebodohan, tidak mempunyai ilmu sedikit pun. Paling-paling, modal yang mereka miliki hanyalah taklid kepada tokoh-tokoh kesesatan, dari kalangan setan yang jahat, membangkang kepada Allah ﷻ dan kepada para utusanNya, lagi memusuhi mereka. Sungguh ia telah menentang Allah ﷻ dan RasulNya. Dan akhirnya, menjelma seorang tokoh yang mempropagandakan jalan menuju neraka.
كُتِبَ عَلَيْهِ "Yang telah ditetapkan terhadap setan itu," telah ditakdirkan pada setan yang jahat ini أَنَّهُ مَنْ تَوَلَّاهُ "bahwa barangsiapa yang berkawan dengannya," maksudnya barangsiapa mengikutinya فَأَنَّهُ يُضِلُّهُ "tentu dia akan menyesatkannya," dari jalan kebenaran dan menjauhkan dirinya dari shirathal mustaqim (jalan yang lurus) وَيَهْدِيهِ إِلَى عَذَابِ السَّعِيرِ "dan membawanya ke dalam azab neraka." Ini adalah tangan kanan iblis secara nyata.
Allah ﷻ telah berfirman tentang orang semacam ini,
إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
"Sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (Fathir: 6).
Orang ini, yang berusaha membantah tentang Allah ﷻ, ia telah memadukan antara kesesatan pribadi dengan upayanya untuk menyesatkan orang-orang. (Dalam melakukannya) ia adalah orang yang hanya mengikuti dan meniru-niru setan yang jahat. Sebuah cerminan berbagai kegelapan yang saling menutupi. Termasuk dalam konteks ini, semua orang-orang kafir dan ahli bid'ah. Sesungguhnya mayoritas mereka hanya mengikuti semata, membantah tanpa dasar ilmu (yang shahih).
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.