Makna Kehidupan Manusia
Setelah menyebutkan perihal orang yang ingkar kepada hari berbangkit dan tidak percaya kepada adanya hari kemudian, Allah SWT menyebutkan hal-hal yang menunjukkan kekuasaan-Nya dalam menghidupkan segala sesuatu yang telah mati melalui bukti yang nyata pada permulaan kejadian manusia.
Kejadian Manusia
Untuk itu Allah SWT berfirman:
{يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ}
{#Hai manusia, jika kalian dalam keraguan tentang kebangkitan.#} (Al-Hajj, [22:5])
Yaitu hari kemudian di mana semua roh dan jasad menjadi satu dan bangkit hidup kembali kelak di hari kiamat.
{فَاِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ}
{#maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kalian dari tanah.#} (Al-Hajj, [22:5])
Artinya, asal mula kejadian kalian adalah dari tanah; yaitu asal mula penciptaan Adam AS, nenek moyang mereka.
{ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ}
{#kemudian dari setetes mani.#} (Al-Hajj, [22:5])
Kemudian keturunannya diciptakan dari air mani yang hina.
{ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ}
{#kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging.#} (Al-Hajj, [22:5])
Demikian itu apabila nutfah telah berdiam di dalam rahim wanita selama empat puluh hari. Selama itu ia mengalami pertumbuhan, kemudian bentuknya berubah menjadi darah kental dengan seizin Allah. Setelah berlalu masa empat puluh hari lagi, maka berubah pula bentuknya menjadi segumpal daging yang masih belum berbentuk dan belum ada rupanya. Kemudian dimulailah pembentukannya, yang dimulai dari kepala, kedua tangan, dada, perut, kedua paha, kedua kaki, dan anggota lainnya.
Pembentukan Manusia
Allah SWT berfirman:
{ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ}
{#kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna.#} (Al-Hajj, [22:5])
Seperti yang dapat kalian saksikan sendiri.
{لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَاۤءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى}
{#agar Kami jelaskan kepada kalian, dan Kami tetapkan dalam rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan.#} (Al-Hajj, [22:5])
Yakni adakalanya janin menetap di dalam rahim tidak keguguran dan tumbuh terus menjadi bentuk yang sempurna.
Kehidupan Manusia
Firman Allah SWT:
{ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا}
{#kemudian Kami keluarkan kalian sebagai bayi.#} (Al-Hajj, [22:5])
Yakni dalam keadaan lemah tubuh, pendengaran, penglihatan, inderanya, kekuatan geraknya, serta akalnya. Kemudian Allah memberinya kekuatan sedikit demi sedikit, dan kedua orang tuanya merawatnya dengan penuh kasih sayang sepanjang hari dan malamnya.
Kematian Manusia
Firman Allah SWT:
{وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى}
{#dan di antara kalian ada yang diwafatkan.#} (Al-Hajj, [22:5])
Dalam usia mudanya dan sedang dalam puncak kekuatannya.
{وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰى اَرْذَلِ الْعُمُرِ}
{#dan (ada pula) di antara kalian yang dipanjangkan umurnya sampai pikun.#} (Al-Hajj, [22:5])
Usia yang paling hina ialah usia pikun. Dalam usia tersebut seseorang lemah tubuhya, tidak berkekuatan, akal serta pemahamannya pun lemah pula; semua panca inderanya tidak normal lagi dan daya pikirnya pun lemah.
Kematian dan Kebangkitan
Firman Allah SWT:
{لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔا}
{#supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya diketahuinya.#} (Al-Hajj, [22:5])
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:
{اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَّشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ وَهُوَ الْعَلِيْمُ الْقَدِيْرُ}
{#Allah, Dialah yang menciptakan kalian dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kalian) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kalian) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.#} (Ar-Rum, [30:54])
Kehidupan Bumi
Firman Allah SWT:
{وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً}
{#Dan kalian lihat bumi ini kering.#} (Al-Hajj, [22:5])
Hal ini pun merupakan dalil lain yang menunjukkan kekuasaan Allah SWT dalam menghidupkan orang-orang yang telah mati,- sebagaimana Dia menghidupkan bumi yang kering tandus, tidak ada tanaman apa pun padanya.
{فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيْجٍ}
{#kemudian apabila Kami telah turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.#} (Al-Hajj, [22:5])
Apabila Allah menurunkan hujan, maka bumi yang tadinya tandus itu menjadi subur dan menumbuhkan tetumbuhannya dengan subur; lalu keluarlah dari tumbuh-tumbuhan itu berbagai macam buah-buahan dan tanam-tanaman yang beraneka ragam warna, rasa, bau, bentuk, dan manfaatnya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.