Firman Allah SWT
{اِذَا رَاَتْهُمْ مِّنْ مَّكَانٍ بَعِيْدٍ}
{#Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh.#} (Al-Furqan, [25:12])
Maksudnya, bila neraka Jahanam melihat mereka di Padang Mahsyar.
Menurut As-Saddi, dari jarak seratus tahun.
{سَمِعُوْا لَهَا تَغَيُّظًا وَّزَفِيْرًا}
{#mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.#} (Al-Furqan, [25:12])
Yakni karena merasa geram dan marah kepada mereka. Sama seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:
{اِذَآ اُلْقُوْا فِيْهَا سَمِعُوْا لَهَا شَهِيْقًا وَّهِيَ تَفُوْرُ. تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ}
{#Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedangkan neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah.#} (Al-Mulk, [67:7]-[67:8])
Yaitu hampir saja sebagian dari neraka terpisah dengan sebagian yang lainnya karena kemarahannya yang sangat terhadap orang-orang yang kafir kepada Allah.
Makna Kata
Makna kata "Jahanam" adalah neraka yang sangat pedih dan menyakitkan.
Makna Ayat
Makna ayat ini adalah bahwa neraka Jahanam akan melihat orang-orang yang kafir dan akan merasa geram dan marah kepada mereka.
Pelajaran dari Ayat
Pelajaran dari ayat ini adalah bahwa orang-orang yang kafir akan menerima hukuman yang pedih dan menyakitkan di neraka Jahanam.
Hadis Nabi SAW
Menurut As-Saddi, dari jarak seratus tahun.
{مَنْ يَقُلْ عَلَيَّ مَا لَمْ اَقُلْ اَوِ ادَّعٰى اِلٰى غَيْرِ وَالِدَيْهِ اَوِ انْتَمٰى اِلٰى غَيْرِ مَوَالِيْهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهٗ مِنَ النَّارِ}
{#"Barang siapa yang mengatakan dariku, padahal aku tidak mengatakannya; atau mendakwakan dirinya bukan kepada kedua orang tuanya; atau menisbatkan dirinya bukan kepada mawalinya (orang-orang yang telah memerdekakannya), maka hendaklah ia bersiap-siap untuk menempati tempat duduknya di neraka."#}
Menurut riwayat lain disebutkan:
{فَلْيَتَبَوَّأْ بَيْنَ عَيْنَيْ جَهَنَّمَ مَقْعَدًا}
{#"hendaklah ia bersiap-siap menduduki tempat duduknya di antara kedua mata neraka Jahanam."#}
Ketika ditanyakan, "Wahai Rasulullah, apakah neraka Jahanam mempunyai kedua mata?" Rasulullah SAW bersabda menjawabnya: Bukankah kalian telah mendengar Allah SWT pernah berfirman, {#Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh.#} (Al-Furqan, [25:12]), hingga akhir ayat.
Riwayat Ibnu Abu Hatim
Ibnu Abu Hatim telah menceritakan kepada kami Idris ibnu Hatim ibnul Ahnaf Al-Wasiti, bahwa ia mendengar Muhammad ibnul Hasan Al-Wasiti meriwayatkan hadis ini dari As-bag ibnu Zaid, dari Khalid ibnu Kasir, dari Khalid ibnu Duraik berikut sanadnya, dari seorang lelaki dari kalangan sahabat Nabi SAW yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{مَنْ يَقُلْ عَلَيَّ مَا لَمْ اَقُلْ اَوِ ادَّعٰى اِلٰى غَيْرِ وَالِدَيْهِ اَوِ انْتَمٰى اِلٰى غَيْرِ مَوَالِيْهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهٗ مِنَ النَّارِ}
{#"Barang siapa yang mengatakan dariku, padahal aku tidak mengatakannya; atau mendakwakan dirinya bukan kepada kedua orang tuanya; atau menisbatkan dirinya bukan kepada mawalinya (orang-orang yang telah memerdekakannya), maka hendaklah ia bersiap-siap untuk menempati tempat duduknya di neraka."#}
Menurut riwayat lain disebutkan:
{فَلْيَتَبَوَّأْ بَيْنَ عَيْنَيْ جَهَنَّمَ مَقْعَدًا}
{#"hendaklah ia bersiap-siap menduduki tempat duduknya di antara kedua mata neraka Jahanam."#}
Ketika ditanyakan, "Wahai Rasulullah, apakah neraka Jahanam mempunyai kedua mata?" Rasulullah SAW bersabda menjawabnya: Bukankah kalian telah mendengar Allah SWT pernah berfirman, {#Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh.#} (Al-Furqan, [25:12]), hingga akhir ayat.
Riwayat Ibnu Jarir
Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Muhammad ibnu Khaddasy, dari Muhammad ibnu Yazid Al-Wasiti dengan sanad yang sama.
Riwayat Ibnu Abu Hatim (Lain)
Ibnu Abu Hatim telah mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Muhammad At-Tanafisi, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Ayyasy, dari Ais ibnu Salim, dari Abu Wa-il yang menceritakan bahwa kami berangkat bersama Abdullah ibnu Mas'ud dengan ditemani oleh Ar-Rabi ibnu Khaisam. Lalu mereka melewati sebuah tempat pandai besi, maka Abdullah berhenti melihat besi yang sedang dipanggang di dalam api. Ar-Rabi ibnu Khaisam melihatnya pula. Maka tiba-tiba tubuh Ar-Rabi' terhuyung-huyung dan jatuh. Kemudian Abdullah melewati tempat pembakaran air panas untuk mandi sauna di pinggir Sungai Furat. Ketika Abdullah melihat api menyala dengan hebatnya di dalam tempat pembakaran itu, lalu ia membaca firman-Nya: {#Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.#} (Al-Furqan, [25:12]) Maka Ar-Rabi' jatuh pingsan, lalu mereka menggotongnya pulang ke rumah keluarganya. Abdullah mengikatnya ke punggung kendaraannya, ternyata ia tidak sadar juga sesampainya di rumah.
Riwayat Ibnu Abu Hatim (Lain)
Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Raja', telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Yahya, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa sesungguhnya seorang hamba diseret ke dalam neraka, maka neraka bergelegak sekali gelegak seperti suara geraman begal keledai saat melihat gandum (makanannya). Kemudian neraka itu menggelegar sekali gelegar, dengan suara yang membuat tidak ada seorang pun yang mendengarnya melainkan merasa takut. Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim berikut sanadnya secara ringkas.
Riwayat Imam Abu Ja'far Ibnu Jarir
Imam Abu Ja'far ibnu Jarir telah meriwayatkannya pula. Ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ibrahim Ad-Dauraqi, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Yahya, dari Mujahid berikut sanadnya sampai kepada Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa sesungguhnya bila seorang hamba diseret ke dalam neraka, maka neraka surut dan sebagian darinya terpisah dari sebagian yang lain. Maka Tuhan Yang Maha Pemurah bertanya kepada neraka, "Mengapa kamu?" Neraka menjawab, "Sesungguhnya dia meminta perlindungan kepada-Mu dariku." Maka Allah berfirman, "Lepaskanlah hamba-Ku." Sesungguhnya ada seorang lelaki yang diseret ke dalam neraka, maka ia berkata, "Wahai Tuhanku, bukan seperti ini yang aku dugakan kepada-Mu." Allah berfirman, "Lalu apakah prasangkaanmu terhadap-Ku?" Dia menjawab, "Engkau luaskan rahmat-Mu buatku." Maka Allah berfirman (kepada neraka), "Lepaskanlah hamba-Ku." Dan sesungguhnya ada seorang lelaki yang diseret ke dalam neraka, maka neraka bergelegak terhadapnya sebagaimana begal menggeram ketika melihat gandum, lalu neraka menggelegar sekali gelegar yang membuat tiada seorang pun yang mendengarnya melainkan ketakutan. Sanad asar ini sahih.
Riwayat Abdur Razzaq
Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Mansur, dari Mujahid, dari Ubaid ibnu Umair sehubungan dengan makna firman-Nya: {#mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.#} (Al-Furqan, [25:12]) Sesungguhnya neraka Jahanam itu menggelegar sekali gelegar, lalu tiada seorang malaikat terdekat pun, dan tiada pula seorang nabi yang menjadi rasul pun melainkan jatuh tersungkur dengan muka di bawah (karena ketakutan), semua persendian tulangnya bergetar sehingga Ibrahim AS sendiri terduduk bersideku di atas kedua lututnya seraya berkata, "Wahai Tuhanku, aku tidak memohon kepadamu hari ini kecuali untuk keselamatan diriku."
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.