Makna Ayat
Mulai dari bagian ini Allah SWT menjelaskan dalil-dalil yang menunjukkan keberadaan dan kekuasaan-Nya yang sempurna, bahwa Dialah yang menciptakan segala sesuatu yang beraneka ragam lagi kontradiksi itu. Untuk itu Allah SWT berfirman:
{اَلَمْ تَرَ اِلٰى رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ الظِّلَّ}
{#Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan bayang-bayang?#} (Al-Furqan, [25:45])
Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Abul Aliyah, Abu Malik, Masruq, Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, An-Nakha'i, Ad-Dahhak, Al-Hasan, dan Qatadah telah mengatakan bahwa hal itu terjadi di antara terbitnya fajar sampai dengan terbitnya matahari.
{وَلَوْ شَاۤءَ لَجَعَلَهٗ سَاكِنًا}
{#dan kalau Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu.#} (Al-Furqan, [25:45])
Yaitu tetap dan tidak hilang, seperti yang disebutkan oleh Allah SWT dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ جَعَلَ اللّٰهُ عَلَيْكُمُ الَّيْلَ سَرْمَدًا اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ}
{#Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat,#} (Al-Qasas, [28:71])
Adapun firman Allah SWT:
{ثُمَّ جَعَلْنَا الشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيْلًا}
{#kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu.#} (Al-Furqan, [25:45])
Artinya, seandainya matahari tidak terbit atas bayang-bayang itu, tentulah bayang-bayang tidak akan ada; karena sesungguhnya sesuatu itu tidak dikenal melainkan melalui lawannya. Qatadah dan As-Saddi mengatakan bahwa matahari sebagai petunjuk yang mengiringi dan mengikutinya hingga sinar matahari berada di atasnya.
Pelajaran dari Ayat
Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Abul Aliyah, Abu Malik, Masruq, Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, An-Nakha'i, Ad-Dahhak, Al-Hasan, dan Qatadah telah mengatakan bahwa hal itu terjadi di antara terbitnya fajar sampai dengan terbitnya matahari.
Makna Kata
Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Abul Aliyah, Abu Malik, Masruq, Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, An-Nakha'i, Ad-Dahhak, Al-Hasan, dan Qatadah telah mengatakan bahwa hal itu terjadi di antara terbitnya fajar sampai dengan terbitnya matahari.
Makna Ayat
Yaitu tetap dan tidak hilang, seperti yang disebutkan oleh Allah SWT dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ جَعَلَ اللّٰهُ عَلَيْكُمُ الَّيْلَ سَرْمَدًا اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ}
{#Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat,#} (Al-Qasas, [28:71])
Adapun firman Allah SWT:
{ثُمَّ جَعَلْنَا الشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيْلًا}
{#kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu.#} (Al-Furqan, [25:45])
Artinya, seandainya matahari tidak terbit atas bayang-bayang itu, tentulah bayang-bayang tidak akan ada; karena sesungguhnya sesuatu itu tidak dikenal melainkan melalui lawannya. Qatadah dan As-Saddi mengatakan bahwa matahari sebagai petunjuk yang mengiringi dan mengikutinya hingga sinar matahari berada di atasnya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.