Ayat 23-28
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan kekafiran, kedurhakaan, keingkaran, dan keperbuatan melampaui batas Fir'aun dalam firmanNya: (Siapakah Tuhan alam semesta itu?) Demikian itu karena dia berkata kepada kaumnya, (aku tidak mengetahui tuhan bagi kalian selain aku) (Surah Al-Qashash: 38) dan (Maka Fir'aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu), lalu mereka patuh kepadanya) (Surah Az-Zukhruf: 54)
Mereka mengingkari adanya Pencipta yang Maha Agung dan Maha Tinggi, dan mereka meyakini bahwa tidak ada Tuhan bagi mereka selain Fir'aun. Setelah nabi Musa berkata kepadanya, ("Sesungguhnya aku adalah utusan Tuhanku, Tuhan semesta alam") Maka Fir'aun berkata kepadanya, "Siapakah Tuhan yang kamu sangka sebagai Tuhan semesta alam selain aku?"
Demikianlah menurut penafsiran ulama salaf dan para imam yang kemudian. Sehingga As-Suddi berkata bahwa ayat ini sebagaimana firmanNya SWT: (Fir’aun berkata,"Maka siapakah Tuhanmu berdua, hai Musa?” (49) Musa berkata, "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk” (50)) (Surah Thaha)
Orang dari kalangan ahli manthiq dan lainnya menduga bahwa pertanyaan ini tentang jati diri. Sesungguhnya dia keliru. Karena sesungguhnya Fir'aun tidak mengakui keberadaan Pencipta, sehingga dia menanyakan tentang DzatNya, bahkan Fir'aun adalah orang yang sama sekali ingkar terhadap keberadaanNya, sekalipun semua hujjah dan bukti telah ditegakkan terhadapnya.
Saat itu nabi Musa menjawab, setelah Fir'aun bertanya tentang Tuhan semesta alam: (Musa menjawab, "Tuhan Pencipta langit dan bumi, dan apa-apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhan kalian)”) yaitu Dia Pencipta, Pemilik, Pengatur dan Tuhan segala sesuatu, tidak ada sekutu bagiNya. Dia adalah Pencipta seluruh segala sesuatu, baik alam yang tinggi dan semua yang ada padanya seperti bintang-bintang yang tetap, yang beredar, dan yang bersinar, maupun alam bawah beserta dengan segala sesuatu yang ada padanya seperti lautan, padang pasir, gunung-gunung, pepohonan, hewan-hewan, tumbuh tumbuhan, dan buah-buahan, serta yang ada di antara keduanya, seperti udara dan burung-burung, dan segala sesuatu yang ada di udara.
Semuanya adalah hamba Allah, tunduk dan patuh kepadaNya.
(jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayaiNya) yaitu, jika kalian mempunyai hati berkeyakinan dan mata yang tajam. Maka pada saat itu Fir'aun berpaling ke arah orang-orang yang ada di sekelilingnya yang terdiri dari pemuka-pemuka dan pemimpin-pemimpin kaumnya seraya berkata kepada mereka dengan maksud mengejek dan mendustakan nabi Musa, untuk menjawab apa yang dia katakan: (Apakah kalian tidak mendengarkan?) yaitu apakah kalian tidak heran dengan orang ini yang menduga bahwa kalian mempunyai Tuhan selain aku?
Maka nabi Musa berkata kepada mereka: (Tuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian yang dahulu) yaitu yang telah menciptakan kalian dan nenek moyang kalian terdahulu yang hidup sebelum Fir'aun (Fir'aun berkata, "Sesungguhnya Rasul kalian yang diutus kepada kalian benar-benar orang gila”) yaitu tidak berakal dalam pengakuannya yang mengatakan bahwa ada tuhan lain selain aku (Musa berkata) yaitu nabi Musa berkata kepada orang-orang yang telah ditipu oleh Fir'aun melalui dakwaan palsunya itu, lalu nabi Musa menjawab dengan berkata: (Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhan kalian) jika kalian menggunakan akal) yaitu Dialah Dzat yang menjadikan timur sebagai tempat terbitnya bintang-bintang, dan menjadikan barat sebagai tempat tenggelamnya bintang-bintang, baik yang tetap maupun beredar, sesuai dengan tatanan yang telah ditundukkan dan diatur olehNya.
Yaitu, jika tuhan yang kalian sangkakan sebagai tuhan kalian sebenarnya, hendaklah dia membalikkan tatanan tersebut dengan menjadikan arah timur menjadi barat dan barat menjadi timur. Sebagaimana Allah SWT memberitahukan tentang: (orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya karena Allah telah menganugerahkan kepadanya (orang itu) kerajaan (kekuasaan), (yakni) ketika Ibrahim berkata, “Tuhankulah yang menghidupkan dan mematikan.” (Orang itu) berkata, “Aku (pun) dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Kalau begitu, sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur. Maka, terbitkanlah ia dari barat.” Akhirnya, bingunglah orang yang kufur itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim) (Surah Al-Baqarah: 258)
Oleh karena itu Fir'aun kalah dan tidak punya hujjah lagi, maka dia beralih menggunakan kekuasaan, kekuatan, dan pengaruhnya. Dia menduga bahwa hal itu bermanfaat dan berpengaruh langsung terhadap nabi Musa, Lalu Allah SWT berfirman tentang itu
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.