Firman Allah SWT:
{اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ}
{#kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh.#} (Asy-Syu'ara', [26:227])
Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Yazid ibnu Abdullah ibnu Qasit, dari Abul Hasan Salim Al-Barrad ibnu Abdullah maula Tamim Ad-Dari yang telah menceritakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman Allah SWT: {#Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.#} (Asy-Syu'ara', [26:224]) datanglah Hassan ibnu Sabit, Abdullah ibnu Rawwahah dan Ka'b ibnu Malik kepada Rasulullah SAW seraya menangis, lalu mereka berkata, "Allah telah mengetahui ketika menurunkan ayat ini, bahwa kami adalah para penyair." Maka Nabi SAW membaca ayat ini, yaitu firman-Nya: {#kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh.#} (Asy-Syu'ara', [26:227]) Nabi SAW bersabda, "Seperti kalian ini." {#dan banyak menyebut Allah.#} (Asy-Syu'ara', [26:227]) Nabi SAW bersabda, "Seperti kalian ini." {#dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman.#} (Asy-Syu'ara', [26:227]) Nabi SAW bersabda, "Seperti kalian ini."
Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Jarir dari Ibnu Ishaq.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari Abu Sa'id Al-Asyaj, dari Abu Usamah, dari Al-Walid ibnu Abu Kasir, dari Yazid ibnu Abdullah, dari Abul Hasan maula Bani Naufal, bahwa Hassan ibnu Sabit dan Abdullah ibnu Rawwahah datang kepada Rasulullah SAW setelah ayat berikut diturunkan, yaitu firman-Nya: {#Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.#} (Asy-Syu'ara', [26:224]) Nabi SAW bersabda, "Seperti kalian ini." Keduanya dalam keadaan menangis, maka Rasulullah SAW membacakan kepada keduanya ayat berikut: {#Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.#} (Asy-Syu'ara', [26:224]) sampai dengan firman-Nya: {#kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh.#} (Asy-Syu'ara', [26:227]) Nabi SAW bersabda, "Seperti kalian ini."
Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Muslim, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Hisyam ibnu Urwah, dari Urwah yang mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan: {#Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.#} (Asy-Syu'ara', [26:224]) sampai dengan firman-Nya: {#dan bahwa mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya.#} (Asy-Syu'ara', [26:226]) Abdullah ibnu Rawwahah berkata, "Wahai Rasulullah, Allah telah mengetahui bahwa saya termasuk salah seorang dari para penyair itu." Maka Allah menurunkan firman-Nya: {#Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh.#} (Asy-Syu'ara', [26:227]), hingga akhir ayat.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid, Qatadah, dan Zaid ibnu Aslam serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang, semuanya mengatakan bahwa ayat yang terakhir ini merupakan pengecualian dari ayat-ayat yang sebelumnya.
Tidak diragukan lagi bahwa ini merupakan pengecualian, tetapi surat ini Makkiyyah, maka bagaimana bisa terjadi bahwa penyebab turunnya ayat ini adalah para penyair dari kalangan Ansar? Dipandang dari segi ini pendapat di atas masih perlu dipertimbangkan, dan lagi semua riwayat yang disajikan hanyalah berpredikat mursal, yang tidak dapat dijadikan pegangan; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Sebenarnya pengecualian ini termasuk pula ke dalam pengertiannya semua penyair Ansar dan penyair-penyair lainnya. Termasuk pula ke dalam pengertiannya orang-orang (penyair-penyair) serupa dengan mereka dari kalangan para penyair Jahiliah yang mencela Islam dan para penganutnya, kemudian bertobat dan kembali kepada Allah serta meninggalkan kebiasaan buruknya itu dan beramal saleh serta banyak menyebut nama Allah untuk melebur semua syair buruk yang pernah diucapkannya di masa Jahiliah. Karena sesungguhnya amal-amal kebaikan itu dapat menghapuskan keburukan-keburukan. Lalu mereka memuji Islam dan para pemeluknya untuk menghapus apa yang dahulu pernah mereka katakan, yaitu mencela Islam dan para pemeluknya, seperti penyesalan yang dikatakan oleh Abdullah ibnuz Zaba'ri setelah ia masuk Islam:
"Wahai utusan Tuhan Yang Mahakuasa, sesungguhnya lisanku sekarang menghapuskan apa yang pernah diucapkannya pada saat aku dalam kebinasaan (kekufuran), yaitu di saat aku berteman dengan setan yang tenggelam ke dalam tuntunan yang sesat. Barang siapa yang cenderung kepada kesenangan setan, pastilah binasa."
Hal yang sama telah dikatakan oleh Abu Sufyan ibnul Haris ibnu Abdul Muttalib, dahulu dia orang yang paling keras dalam memusuhi Nabi SAW, padahal dia adalah saudara sepupunya. Dia termasuk orang yang paling banyak menghina Nabi SAW Tetapi setelah dia masuk Islam, tiada seorang pun yang lebih dicintainya selain dari Rasulullah SAW Dia selalu memuji Rasulullah SAW yang sebelumnya dia banyak mengejeknya, dan selalu membelanya yang pada sebelumnya dia sangat memusuhinya.
Imam Muslim di dalam kitab sahihnya telah meriwayatkan melalui Ibnu Abbas, bahwa Abu Sufyan alias Sakhr ibnu Harb ketika masuk Islam berkata, "Wahai Rasulullah, sudilah kiranya engkau memberikan tiga hal kepadaku." Rasulullah SAW menjawab."Ya." Mu'awiyah berkata, "Engkau jadikan aku sebagai sekretaris pribadimu." Rasulullah SAW menjawab, "Ya." Abu Sufyan berkata, "Engkau angkat diriku menjadi komandan pasukan agar aku dapat memerangi orang-orang kafir, sebagaimana dahulu aku memerangi kaum muslim." Rasulullah SAW menjawab, "Ya." Dan Abu Sufyan menyebutkan permintaan yang ketiganya; karena itulah Allah SWT berfirman:
{اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَذَكَرُوْا اللّٰهَ كَثِيْرًا}
{#Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah.#} (Asy-Syu'ara', [26:227])
Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah banyak menyebut nama Allah dalam pembicaraan mereka. Menurut pendapat yang lainnya lagi, menyebut nama Allah dalam syair mereka; kedua pendapat benar, karena semuanya dapat menghapuskan dosa-dosa mereka yang telah lalu.
Firman Allah SWT:
{وَانْتَصَرُوْا مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوْا}
{#dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman.#} (Asy-Syu'ara', [26:227])
Ibnu Abbas mengatakan, bahwa mereka menjawab syair orang-orang kafir yang menghina kaum muslim dengan syair mereka. Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid dan Qatadah serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang. Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada Hassan ibnu Sabit: "Balaslah mereka -atau- seranglah syair mereka, dan Jibril akan membantumu."
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Az-Zuhri, dari Abdur Rahman ibnu Ka'b ibnu Malik, dari ayahnya yang telah menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Nabi SAW, "Sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan di dalam surat Asy-Syu'ara' ayat-ayat yang menyangkut mereka (mengecam mereka)." Maka Rasulullah SAW menjawab: "Sesungguhnya orang mukmin itu berjihad dengan pedang dan lisannya. Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sungguh apa yang kamu lontarkan melalui syairmu kepada mereka seakan-akan seperti lemparan anak panah."
Firman Alah SWT:
{وَسَيَعْلَمُ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْٓا اَيَّ مُنْقَلَبٍ يَّنْقَلِبُوْنَ}
{#Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.#} (Asy-Syu'ara', [26:227])
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain:
{يَوْمَ لَا يَنْفَعُ الظّٰلِمِيْنَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوْۤءُ الدَّارِ}
{#(yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.#} (Ghafir, [40:52])
Di dalam kitab sahih disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{اِيَّاكُمْ وَالظُّلْمَ فَاِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ}
{#Hati-hatilah kalian terhadap perbuatan zalim, karena sesungguhnya perbuatan zalim itu kelak akan menjadi kegelapan di hari kiamat.#}
Qatadah ibnu Da'amah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.#} (Asy-Syu'ara', [26:227]) Yakni para penyair dan lain-lainnya.
Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Iyas ibnu Abu Tamimah yang menceritakan bahwa ia menghadiri majelis Al-Hasan, lalu lewatlah iringan jenazah seorang Nasrani. Maka Al-Hasan membaca firman-Nya: {#Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.#} (Asy-Syu'ara', [26:227])
Abdullah ibnu Abu Rabah telah meriwayatkan dari Safwan ibnu Muharriz, bahwa dia apabila membaca ayat ini, maka menangislah ia sehingga aku (perawi) mengatakan bahwa tangisannya itu membuatnya sesak. {#Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.#} (Asy-Syu'ara', [26:227])
Ibnu Wahb mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ibnu Sirraij Al-Iskandarani, dari sebagian guru-gurunya, bahwa ketika mereka berada di negeri Romawi di suatu malam saat mereka sedang berdiang di api, tiba-tiba datanglah suatu kafilah mendekati mereka, lalu berhenti di hadapan mereka. Ternyata di antara mereka terdapat Fudalah ibnu Ubaid. Maka mereka mempersilakannya bergabung bersama mereka. Saat itu salah seorang teman mereka sedang salat dan membaca firman-Nya: {#Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.#} (Asy-Syu'ara', [26:227]) Fudalah ibnu Ubaid berkata, "Mereka adalah orang-orang yang merusak rumah-rumah mereka (membinasakan diri mereka sendiri)." Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan mereka adalah penduduk Mekah. Dan menurut pendapat yang lainnya lagi, mereka adalah orang-orang yang zalim dari kaum musyrik.
Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan dari Yahya ibnu Zakaria ibnu Yahya Al-Wasiti, bahwa telah menceritakan kepadaku Al-Haisam ibnu Mahfuz Abu Sa'd An-Nahdi, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdur Rahman ibnu Al-Muhabbir, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Urwah dari ayahnya, dari Aisyah RA yang menceritakan bahwa ayahnya menulis dua baris kalimat dalam surat wasiatnya, yang isinya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, berikut ini adalah apa yang diwasiatkan oleh Abu Bakar ibnu Abu Quhafah sebelum tutup usia setelah orang yang kafir beriman dan kezaliman telah terhenti serta orang yang tadinya tidak percaya menjadi percaya, bahwa sesungguhnya aku mengangkat Umar ibnul Khattab sebagai penggantiku untuk memerintah kalian. Jika dia berlaku adil, maka itulah yang sesuai dengan pengetahuanku tentang dirinya dan sesuai dengan harapanku. Dan jika dia berbuat zalim, dan bersikap berubah, maka saya tidak mengetahui hal yang gaib. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.