Ayat 22-26
Allah SWT berfirman: (Maka datanglah) hud-hud (tidak lama kemudian) yaitu setelah menghilang dalam waktu yang tidak lama, kemudian dia datang seraya berkata kepada nabi Sulaiman: (Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya) yaitu, aku telah menyaksikan apa yang tidak disaksikan olehmu dan tentaramu (dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini) yaitu berita yang benar dan yakin. Saba' adalah negeri orang-orang Himyar, mereka adalah raja-raja negeri Yaman. Kemudian hud-hud berkata: (Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka)
Firman Allah: (dan dia dianugerahi segala sesuatu) yaitu semua perbendaharaan dunia yang diperlukan oleh seorang raja yang berkuasa (serta mempunyai singgasana yang besar) yaitu, singgasana tempat duduknya sangat besar dihiasi dengan emas dan berbagai macam permata dan mutiara.
(dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah)) yaitu dari jalan kebenaran (sehingga mereka tidak dapat petunjuk)
Firman Allah (agar mereka tidak menyembah Allah) maknanya (dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, agar mereka tidak menyembah Allah) yaitu agar mereka tidak mengetahui jalan yang benar yang ikhlas bersujud hanya kepada Allah semata, bukan kepada sesuatupun dari makhlukNya, baik bintang maupun yang lainnya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kalian hanya kepada-Nya saja menyembah (37)) (Surah Fushshilat) Sebagian ulama' qiraat membacanya "Alaa yaa isjuduu lillah" yaitu menjadikannya "‘ala istiftahiyyah" dan "ya nida'", dan membuang "munada"nya. yang bentuk lengkapnya adalah: "Alaa ya qaumus juduu lillah"
Firman Allah: (Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, yaitu Allah mengetahui semua yang tersembunyi di langit dan bumi.
Sa'id bin Al-Musayyib berkata bahwa kata "al-khab'u" adalah air. Demikian juga yang dikatakan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, bahwa maknanya adalah apa yang tersembunyi di langit dan di bumi dan apa yang Dia jadikan dalam keduanya berupa rezeki, hujan dari langit dan tumbuhan dari bumi.
Ini sesuai dengan perkataan hud-hud yang diberikan Allah naluri yang tajam, bahwa hud-hud dapat melihat air mengalir di perut bumi.
Firman Allah SWT: (dan Yang mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan) yaitu mengetahui apa yang disembunyikan dan dinyatakan oleh para hamba berupa ucapan dan perbuatan. Ini sebagaimana firmanNya: (Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antara kalian yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus, terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari (10)) (Surah Ar-Ra'd)
Firman Allah: (Allah, tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang agung (26)) yaitu Dialah Allah Dzat yang berhak diseru, yang tiada Tuhan selain Dia, Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung, yang tiada sesuatupun dari makhlukNya lebih agung daripada 'Arsy itu.
Berdasarkan apa yang burung hud-hud seru kepada kebaikan dan menyembah serta bersujud hanya kepada Allah, maka burung hud-hud dilarang dibunuh.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.