(42) Setelah Allah menjelaskan puncak kerapuhan sesembahan-sesembahan kaum musyrikin, maka Allah berpindah me-ningkat dari pembahasan ini kepada hal yang lebih tegas darinya, dan bahwa sesembahan-sesembahan itu bukanlah sesuatu yang berarti, akan tetapi semua tuhan itu hanyalah nama-nama yang mereka berikan dan dugaan-dugaan yang mereka yakini. Dan se-telah diteliti ternyata tampak jelas bagi orang yang berakal tentang kepalsuan dan kenihilan sesembahan-sesembahan tersebut. Oleh karenanya, Allah berfirman, إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مِنْ شَيْءٍ "Se-sungguhnya Allah mengetahui apa saja yang mereka seru selain Allah." Maksudnya, sesungguhnya Allah ﷻ mengetahui, –Dia-lah yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata–, bahwasanya mereka tidak menyembah sesuatu yang ada (berwujud) dari selain Allah, dan tidak pula sembahan yang mempunyai hakikat. Sebagaimana Firman Allah,
إِنْ هِيَ إِلا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنزلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ
"Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya." (An-Najm: 23).
Dan FirmanNya,
وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ شُرَكَاءَ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلا الظَّنَّ وإن هم إلا يخرصون
"Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidak-lah mengikuti (suatu keyakinan). Tidaklah mereka mengikuti melainkan prasangka belaka." (Yunus: 66).
وَهُوَ الْعَزِيزُ الحكيم "Dan Dia Mahaperkasa," yang milikNya-lah se-mua kekuatan, yang dengannya Dia menguasai seluruh makhluk, الْحَكِيمُ "lagi Mahabijaksana" Yang menempatkan segala sesuatu tepat pada tempatnya, dan Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang mengokohkan apa yang diperintahkanNya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.