Ayat 10-11
Allah SWT memberitahukan tentang orang-orang kafir bahwa mereka akan menjadi bahan bakar neraka ((yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk (52)) [Surah Ghafir]. Apa yang mereka berikan di dunia dari harta dan anak-anak tidak akan memberi manfaat bagi mereka di sisi Allah, dan tidak akan menyelamatkan mereka dari siksaan dan hukumanNya yang pedih. Sebagaimanaa firman Allah SWT: (Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir (85)) [Surah At-Taubah] dan (Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri (196) Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya (197)) [Surah Ali 'Imran] Allah berfirman di sini: (Sesungguhnya orang-orang yang kafir) yaitu dengan ayat-ayat Allah, mendustakan para rasulNya, mengingkari kitabNya, dan mereka tidak mendapatkan manfaat dari wahyuNya kepada para nabiNya, (harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka) yaitu kayu bakar neraka yang digunakan untuk menghidupkan dan menyalakan apinya, sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya (98)) [Surah Al-Anbiya'].
Makna Ayat
Firman Allah SWT: ((keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir'aun)
Adh-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas: "Seperti perbuatan keluarga Fir'aun," Demikian pula diriwayatkan dari 'Ikrimah, Mujahid, Abu Malik, Adh-Dhahhak, dan lainnya. Di antaranya ada ada yang berkata: "Seperti kebiasaan keluarga Fir'aun, seperti tindakan keluarga Fir'aun ,dan seperti hal yang serupa dengan keluarga Fir’aun, dan serta kalimat-kalimat yang mirip. “Ad-da’bu” dengan disukun dan diberi harakat seberti “Nahrun”, yaitu perbuatan, keadaan, perkara, dan kebiasaan. Sebagaimana dikataka,”Semuanya ini masihlah keadaanku dan keadaanmu.
Makna Ayat Lain
Sebagaimana yang dikatakan oleh Imri’ul Qais:
Yang membuat temanku berhenti di atas kendaraannya karena dia.
Mereka berkata: “Janganlah kau hancurkan dirimu karena putus asa, tapi kuatkanlah hatimu.
Seperti kebiasaanmu terhadap Ummul Huwairits sebelumnya.
Dan budaknya, Ummur Rabab di Ma’sal
Maknanya adalah, seperti kebiasaanmu terhadap Ummul Huwairits, yaitu ketika kamu menghancurkan dirimu dengan mencintainya, lalu kamu menangisi rumah dan jejak-jejak yang ditinggalkan olehnya. Adapun makna ayat tersebut adalah bahwa harta kekayaan dan anak orang-orang kafir itu tidak akan bermanfaat bagi mereka, bahkan akan menghancurkan dan menyiksa mereka, sebagaimana yang dialami oleh para pengikut Fir’aun dan orang-orang sebelum mereka, yaitu orang-orang yang mendustakan para rasul dan apa yang dibawa oleh mereka berupa ayat-ayat Allah SWT dan hujjah-hujjahNya ((keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksa-Nya (11)) yaitu, hukuman yang sangat berat dan siksa yang sangat pedih yang tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya dan tidak ada sesuatu pun yang luput dariNya, bahkan Dia bertindak sesuai yang dikehendakiNya, Dia menundukkan segala sesuatu, Tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.