Makna Kata
Makna Wanita
Allah SWT memberitakan tentang semua yang dijadikan perhiasan bagi manusia dalam kehidupan di dunia ini, berupa berbagai kesenangan yang antara lain ialah wanita dan anak-anak. Dalam ayat ini dimulai dengan sebutan wanita, karena fitnah yang ditimbulkan oleh mereka sangat kuat. Seperti apa yang disebutkan di dalam sebuah hadis sahih, bahwa Nabi SAW pernah bersabda:
{مَا تَرَكْتُ بَعْدِيْ فِتْنَةً اَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ}
{#"Tiada suatu fitnah pun sesudahku yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki selain dari wanita."#}
Lain halnya jika orang yang bersangkutan bertujuan dengan wanita untuk memelihara kehormatannya dan memperbanyak keturunan, maka hal ini merupakan suatu hal yang dianjurkan dan disunatkan, seperti yang disebutkan oleh banyak hadis yang menganjurkan untuk nikah dan memperbanyak nikah. Sebaik-baik orang dari kalangan umat ini ialah yang paling banyak mempunyai istri (dalam batas yang diperbolehkan). Sabda Nabi SAW yang mengatakan:
{الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْاَةُ الصَّالِحَةُ اِنْ نَظَرَ اِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَاِنْ اَمَرَهَا اَطَاعَتْهُ وَاِنْ غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ فِيْ نَفْسِهَا وَمَالِهٰ}
{#"Dunia adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangannya ialah istri yang saleh; jika suami memandangnya, maka ia membuat gembira suaminya; jika suami menyuruhnya, maka ia menaati suaminya; dan jika suami pergi, tidak ada di tempat, maka ia memelihara kehormatan dirinya dan harta benda suaminya."#}
Sabda Nabi SAW dalam hadis yang lain, yaitu:
{حُبِّبَ اِلَيَّ النِّسَاءُ وَالطِّيْبُ وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِيْ فِيْ الصَّلَاةِ}
{#"Aku dibuat senang kepada wanita dan wewangian, dan kesejukan hatiku dijadikan di dalam salatku."#}
Siti Aisyah menceritakan bahwa tiada sesuatu pun yang lebih disukai oleh Rasulullah SAW selain wanita kecuali kuda.
Makna Anak
Senang kepada anak adakalanya karena dorongan membanggakan diri dan sebagai perhiasan yang juga termasuk ke dalam pengertian membanggakan diri. Adakalanya karena dorongan ingin memperbanyak keturunan dan memperbanyak umat Muhammad SAW yang menyembah hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Maka hal ini baik lagi terpuji, seperti yang disebutkan di dalam sebuah hadis, yaitu:
{تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ اِنِّيْ مُكَاثِرٌ بِكُمْ الْاَنْبِيَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ}
{#"Nikahilah oleh kalian wanita-wanita yang keibuan lagi subur peranakannya, karena sesungguhnya aku bangga dengan jumlah yang banyak di hadapan para nabi pada hari kiamat."#}
Makna Harta
Cinta kepada harta adakalanya karena terdorong oleh faktor menyombongkan diri dan berbangga-banggaan, takabur terhadap orang-orang lemah, dan sombong terhadap orang-orang miskin. Hal ini sangat dicela. Tetapi adakalanya karena terdorong oleh faktor membelanjakannya di jalan-jalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT dan silaturahmi, serta amal-amal kebajikan dan ketaatan, hal ini sangat terpuji menurut syariat.
Makna Kuda
Senang kuda ada tiga macam, adakalanya para pemiliknya memeliharanya untuk persiapan berjihad di jalan Allah; di saat mereka perlukan, maka mereka tinggal memakainya; mereka mendapat pahala dari usahanya itu. Adakalanya orang yang bersangkutan memelihara kuda untuk membanggakan diri dan melawan kaum muslim, maka pelakunya mendapat dosa dari perbuatannya. Adakalanya pula kuda dipelihara untuk diternakkan tanpa melupakan hak Allah yang ada padanya, maka bagi pemiliknya beroleh ampunan dari Allah SWT Seperti yang akan dijelaskan nanti dalam tafsir firman-Nya:
{وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ}
{#Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang.#} (Al-Anfal, [8:60]), hingga akhir ayat.
Yang dimaksud dengan AL-MUSAWWAMAH menurut Ibnu Abbas RA ialah kuda-kuda pilihan yang dipelihara dengan baik. Hal yang sama dikatakan pula menurut riwayat yang bersumber dari Mujahid, Ikrimah, Sa'id ibnu Jubair, Abdur Rahman ibnu Abdullah ibnu Abza, As-Saddi, Ar-Rabi' ibnu Anas, Abu Sinan, dan lain-lainnya.
Makna Ternak
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa'id, dari Abdul Hamid ibnu Ja'far, dari Yazid ibnu Abu Habib, dari Suwaid ibnu Qais, dari Mu'awiyah ibnu Khadij, dari Abu Zar RA yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{لَيْسَ مِنْ فَرَسٍ عَرَبِيٍّ اِلَّا يُؤْذَنُ لَهٗ مَعَ كُلِّ فَجْرٍ يَدْعُوْ بِدَعْوَتَيْنِ يَقُوْلُ: اللهم اِنَّكَ خَوَّلْتَنِيْ مِنْ خَوَّلْتَنِيْ مِنْ بَنِيْ اٰدَم فَاجْعَلْنِيْ مِنْ اَحَبِّ مَالِهٖ واَهْلِهٖ اِلَيْهِ اَوْ اَحَبَّ اَهْلِهٖ وَمَالِهٖ اِلَيْهِ}
{#Tiada seekor kuda Arab pun melainkan diperintahkan kepadanya melakukan dua buah doa pada tiap fajar, yaitu: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah menundukkan aku kepada seseorang dari Bani Adam hingga aku tunduk kepadanya, maka jadikanlah aku termasuk harta dan keluarga yang paling dicintainya, atau keluarga dan harta benda yang paling dicintainya.#}
Makna Binatang Ternak
Firman Allah SWT:
{وَالْاَنْعَامِ}
{#dan binatang ternak.#} (Ali Imran, [3:14])
Yang dimaksud ialah unta, sapi, dan kambing.
{وَالْحَرْثِ}
{#dan sawah ladang.#} (Ali Imran, [3:14])
Yakni lahan yang dijadikan untuk ditanami (seperti ladang, sawah, serta perkebunan).
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Rauh ibnu Ubadah, telah menceritakan kepada kami Abu Na'amah Al-Adawi, dari Muslim ibnu Badil, dari Iyas ibnu Zuhair, dari Suwaid ibnu Hubairah, dari Nabi SAW yang bersabda:
{خَيْرُ مَالِ الْمَرْءِ لَهٗ مُهْرَةٌ مَأْمُوْرَةٌ اَوْ سِكَّةٌ مَأْبُوْرَةٌ}
{#"Sebaik-baik harta seseorang ialah ternak kuda yang berkembang biak dengan pesat, atau kebun kurma yang subur."#}
Makna Kesenangan Dunia
Firman Allah SWT:
{ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا}
{#Itulah kesenangan hidup di dunia.#} (Ali Imran, [3:14])
Artinya, itulah yang meramaikan kehidupan di dunia dan sebagai perhiasannya yang kelak akan fana.
{وَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ}
{#dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.#} (Ali Imran, [3:14])
Yakni tempat kembali yang baik dan berpahala, yaitu surga.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.